Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Hamil


__ADS_3

Sore hari nya Naufal pulang dengan perasaan nano² karena memikirkan Lina yang nyatanya sudah berada di sini .


Dia menekan tombol apartemen tapi saat masuk samar² dia mendengar tangisan Eliza .


Naufal langsung berjalan ke arah Eliza di mana dia menangis di dapur .


" Hei kenapa princess " Tanya Naufal lembut , bahkan dia belum melihat keadaan dapur .


" Bunda hiks hiks hiks " Naufal langsung menatap ke arah dapur di mana Queen berjongkok di bantu yuyun memijat tengkuk leher nya .


Naufal langsung berjalan ke arah Queen tanpa memperdulikan anaknya yang masih menangis.


" Kau sakit " Queen menggeleng pelan " Nyonya kenapa "Tanya Naufal menatap Yuyun yang sudah gemetar .


" Itu tuan anu .."


" Bicara yang jelas ," Bentak Naufal membuat Yuyun semakin ketakutan .


" Mas " Panggil Queen lirih .


" Nyonya sejak tadi mual tuan " Naufal menaikan alisnya sebelah " Bukannya nyonya sering memasak " Yuyun menggaguk cepat .


" Itu tuan anu seperti hm itu " Naufal mendengus kesal .


" Apa aku harus menjahit mulutmu hah " bentak Naufal lagi .


" Aku tidak papa " Jawab Queen lirih .


" Tidak papa bagiamana ?? bahkan wajah mu pucat Alexa " Ujar Naufal kesal .


" Mba tolong selesaikan semua nya maaf sudah repotin " Yuyun mengaguk cepat .


" Iya nyonya ,saya akan buatkan minuman hangat " Queen yang menggaguk .


Naufal membantu Queen berdiri lalu berjalan ke arah meja makan untuk duduk .


" Kita ke rumah sakit " Queen menggeleng " aku baik² saja " Naufal memejamkan matanya kuat .


" Alexa " Panggil Naufal dingin .


" Aku baik² saja " Jawab Queen .


" Terserah " Uajr Naufal lalu meninggalkan Queen begitu saja, rasa pusing di kepala nya bertambah saat Queen menolak untuk di rumah sakit .


Tidak papa bagiamana bahkan wajahnya pucat batin Naufal kesal .


" Bunda " Queen menatap Eliza yang masih sesegukan .


" Bunda baik² saja sayang " Ujar Queen tersenyum .


" Ayo kita ke kamar Zaza " Eliza mengaguk menerima uluran tangan Queen .


Queen memejamkan matanya saat matanya terasah berputar apa lagi kepalanya terasa pusing .


Hingga pandangan nya kembali buram dan detik kemudian Queen jatuh pingsan


Bugh .


" BUNDA "


" NYONYA. " Pekik Yuyun,dan Isna


" Bunda hiks hiks hiks jangan tinggalkan Zaza " Tangis Eliza kembali pecah saat melihat Queen jatuh di lantai .

__ADS_1


" Alexa " Naufal langsung mengakat tubuh Queen membawanya ke kamar .


Saat mendengar teriakan anaknya dan pelayanan membuat dirinya harus berbalik ke arah dapur .


" Jaga Eliza " Uajr Naufal sebelum melanjutkan langkahnya .


" Iya tuan " Jawab Isna .


" Mau bunda , mau bunda mba " Uajr Eliza menangis .


" Sebentar itu bunda lagi mau istirahat " Isna membawa Eliza ke kamarnya .


sesampainya di kamar Naufal langsung menelpon Daniel .


" Minta dokter ke apartemen " Titah Naufal panik .


" Apa Zaza sakit lagi " Naufal membuang napas panjang .


" Alexa pingsan ,cepat telepon dokter " Setelah itu Naufal mematikan sambungan telepon nya.


" Kau keras kepala sekali Alexa " Gumam Naufal memijat pangkal hidungnya.


30 menit menunggu akhirnya ada yang mengetok pintunya .


Naufal langsung berdiri ternyata bukan hanya dokter tapi Daniel pun berada di depan kamarnya .


" Periksa " Ujar Naufal ,dokter pun langsung masuk diikuti Daniel .


" Apa yang terjadi " Naufal menggeleng cepat " Kau lihat bukan bahkan aku masih memakai baju kantor " Daniel menatap Naufal dan benar saja berarti dia belum mandi sama sekali .


Naufal dan Daniel memperhatikan dokter memeriksa Queen dengan baik hingga terakhir dia memegang perut Queen .


" Ini hanya prediksi saja seperti nya nyonya muda sedang hamil, untuk lebih lanjutnya lagi sebaiknya besok pagi periksa ke dokter kandungan untuk memastikan " Ujar dokter paru baya itu .


Naufal dan Daniel langsung menegang di tempat nya.


" Ha-mil " Tanya Naufal gugup bahkan dia sampai memegang lengan Daniel untuk mencari kekuatan nya .


" Iya tuan " Jawab dokter .


" Saya akan memasang kan infus karena nyonya banyak kehilangan cairan dan seperti nya dia belum makan apa pun ,itu mungkin dia tidak sanggup mencium bau makanan sehingga dia mual " Naufal kembali mengingat kejadian di dapur barusan .


Dimana dia melihat Queen sudah terduduk lemas di bawah wastafel dapur .


" Setelah sadar tolong nyonya di minta makan " Naufal hanya menggaguk sebagai jawaban .


" Saya permisi tuan " Ujar dokter .


" Aku antar dulu " Ujar Daniel ,Naufal hanya mengaguk .


" Kenapa semuanya bersamaan " Gumam Naufal frustasi .


Lalu dia membersihkan diri terlebih dahulu sebelum Queen terbangun .


" Apa yang harus aku lakukan " Gumam Queen mengguyurkan rambutnya kebelakang .


Queen membuka matanya secara perlahan lalu dia menatap ruangan .


" Ah aku di kamar " Gumam Queen lalu mengangkat tangan nya, tapi setelah itu dia sadar jika tangannya terpasang infus .


"Apa dia memanggil dokter " Gumam Queen sambil memejamkan matanya kuat karena masih pusing .


Hingga akhirnya dia mendengar suara pintu terbuka .

__ADS_1


" Kau sudah sadar " Queen hanya mengaguk lemah .


" kenapa memanggil dokter ,bukannya aku bilang baik² saja " Tanya Queen tapi masih memejamkan matanya .


" Pingsan dan tidak sadarkan diri apa itu baik² saja " Queen hanya terdiam .


" Apa kamu takut kehamilan aku tahu ?? berarti sebelum ini kamu sudah tahu bukan ,makanya selalu menghindar " Queen hanya terdiam .


" Alexa " panggil Naufal dingin .


" Kepala ku sakit !! dan kamu sudah tahu maaf aku tidak bisa menahannya untuk tidak hadir " Naufal menatap tajam Queen .


" Apa maksudmu " Tanya Naufal kesal .


" Kau tahu maksud ku " Ujar Queen .


"Alexa " Queen membuka matanya menatap Naufal yang juga menatap nya " Apa kamu masih memikirkan ucapan ku itu hari " Tanya Naufal datar .


" Maaf ,jika Eliza harus memiliki .."


" REGINA " bentak Naufal keras bahkan suaranya memenuhi kamar mereka .


Naufal menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan kasar


" Dengar aku baik², aku menyuruh mu memakai obat kontrasepsi karena hubungan kita berjarak Alexa !! aku hanya tidak ingin kehadiran membuat kita canggung dan terpaksa " Uajr Naufal .


" Mas sendiri yang memberi jarak itu, jika kehadiran nya membuat mas tidak nyaman dengan hubungan kita !! mas bisa mengagap nya tidak ada dan aku akan menjalani seperti biasanya " Naufal melotot kan matanya tajam .


" Apa aku sejahat itu di matamu " Tanya Naufal dingin .


" Bukannya mas bilang canggung dan terpaksa ,dan selama ini aku Tidak merasa terpaksa melakukan apa pun itu termaksud melayani mu " Ujar Queen .


" Aku siapkan makanan untukmu " Naufal memilih mengalikan pembicaraan karena tidak ingin marah .


" Aku bisa sendiri " Ujar Queen lalu menarik selang infusnya .


" ALEXA " Bentak Naufal saat melihat darah sudah berjatuhan di karpet bulu .


"Aku baik..."


" Iya kamu baik² saja bahkan sangat baik ,maaf sudah mengkhawatirkan kamu " Uajr Naufal memilih ke luar dari kamar .


" Naufal " Naufal hanya berjalan turun di ikuti Daniel yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamarnya .


" Antarkan makanan untuk nyonya " Titah Naufal pada Yuyun .


" Baik tuan " Ujar yuyun .


" Kau mau ke mana " Tanya Daniel menahan Naufal yang akan ke luar .


"Apartemen mu " Ujar Naufal .


" Kau gila , istri mu sedang hamil Fal jangan gila " Pekik Daniel kesal .


" Aku hanya ingin sendiri Niel , tolong kali ini jangan menahan ku " Daniel melepaskan tangannya lalu mengikuti Naufal yang ke luar dari apartemen .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT

__ADS_1


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2