
Sore hari nya Naufal pulang dengan perasaan nano² karena memikirkan Lina yang nyatanya sudah berada di sini .
Dia menekan tombol apartemen tapi saat masuk samar² dia mendengar tangisan Eliza .
Naufal langsung berjalan ke arah Eliza di mana dia menangis di dapur .
" Hei kenapa princess " Tanya Naufal lembut , bahkan dia belum melihat keadaan dapur .
" Bunda hiks hiks hiks " Naufal langsung menatap ke arah dapur di mana Queen berjongkok di bantu yuyun memijat tengkuk leher nya .
Naufal langsung berjalan ke arah Queen tanpa memperdulikan anaknya yang masih menangis.
" Kau sakit " Queen menggeleng pelan " Nyonya kenapa "Tanya Naufal menatap Yuyun yang sudah gemetar .
" Itu tuan anu .."
" Bicara yang jelas ," Bentak Naufal membuat Yuyun semakin ketakutan .
" Mas " Panggil Queen lirih .
" Nyonya sejak tadi mual tuan " Naufal menaikan alisnya sebelah " Bukannya nyonya sering memasak " Yuyun menggaguk cepat .
" Itu tuan anu seperti hm itu " Naufal mendengus kesal .
" Apa aku harus menjahit mulutmu hah " bentak Naufal lagi .
" Aku tidak papa " Jawab Queen lirih .
" Tidak papa bagiamana ?? bahkan wajah mu pucat Alexa " Ujar Naufal kesal .
" Mba tolong selesaikan semua nya maaf sudah repotin " Yuyun mengaguk cepat .
" Iya nyonya ,saya akan buatkan minuman hangat " Queen yang menggaguk .
Naufal membantu Queen berdiri lalu berjalan ke arah meja makan untuk duduk .
" Kita ke rumah sakit " Queen menggeleng " aku baik² saja " Naufal memejamkan matanya kuat .
" Alexa " Panggil Naufal dingin .
" Aku baik² saja " Jawab Queen .
" Terserah " Uajr Naufal lalu meninggalkan Queen begitu saja, rasa pusing di kepala nya bertambah saat Queen menolak untuk di rumah sakit .
Tidak papa bagiamana bahkan wajahnya pucat batin Naufal kesal .
" Bunda " Queen menatap Eliza yang masih sesegukan .
" Bunda baik² saja sayang " Ujar Queen tersenyum .
" Ayo kita ke kamar Zaza " Eliza mengaguk menerima uluran tangan Queen .
Queen memejamkan matanya saat matanya terasah berputar apa lagi kepalanya terasa pusing .
Hingga pandangan nya kembali buram dan detik kemudian Queen jatuh pingsan
Bugh .
" BUNDA "
" NYONYA. " Pekik Yuyun,dan Isna
" Bunda hiks hiks hiks jangan tinggalkan Zaza " Tangis Eliza kembali pecah saat melihat Queen jatuh di lantai .
__ADS_1
" Alexa " Naufal langsung mengakat tubuh Queen membawanya ke kamar .
Saat mendengar teriakan anaknya dan pelayanan membuat dirinya harus berbalik ke arah dapur .
" Jaga Eliza " Uajr Naufal sebelum melanjutkan langkahnya .
" Iya tuan " Jawab Isna .
" Mau bunda , mau bunda mba " Uajr Eliza menangis .
" Sebentar itu bunda lagi mau istirahat " Isna membawa Eliza ke kamarnya .
sesampainya di kamar Naufal langsung menelpon Daniel .
" Minta dokter ke apartemen " Titah Naufal panik .
" Apa Zaza sakit lagi " Naufal membuang napas panjang .
" Alexa pingsan ,cepat telepon dokter " Setelah itu Naufal mematikan sambungan telepon nya.
" Kau keras kepala sekali Alexa " Gumam Naufal memijat pangkal hidungnya.
30 menit menunggu akhirnya ada yang mengetok pintunya .
Naufal langsung berdiri ternyata bukan hanya dokter tapi Daniel pun berada di depan kamarnya .
" Periksa " Ujar Naufal ,dokter pun langsung masuk diikuti Daniel .
" Apa yang terjadi " Naufal menggeleng cepat " Kau lihat bukan bahkan aku masih memakai baju kantor " Daniel menatap Naufal dan benar saja berarti dia belum mandi sama sekali .
Naufal dan Daniel memperhatikan dokter memeriksa Queen dengan baik hingga terakhir dia memegang perut Queen .
" Ini hanya prediksi saja seperti nya nyonya muda sedang hamil, untuk lebih lanjutnya lagi sebaiknya besok pagi periksa ke dokter kandungan untuk memastikan " Ujar dokter paru baya itu .
Naufal dan Daniel langsung menegang di tempat nya.
" Ha-mil " Tanya Naufal gugup bahkan dia sampai memegang lengan Daniel untuk mencari kekuatan nya .
" Iya tuan " Jawab dokter .
" Saya akan memasang kan infus karena nyonya banyak kehilangan cairan dan seperti nya dia belum makan apa pun ,itu mungkin dia tidak sanggup mencium bau makanan sehingga dia mual " Naufal kembali mengingat kejadian di dapur barusan .
Dimana dia melihat Queen sudah terduduk lemas di bawah wastafel dapur .
" Setelah sadar tolong nyonya di minta makan " Naufal hanya menggaguk sebagai jawaban .
" Saya permisi tuan " Ujar dokter .
" Aku antar dulu " Ujar Daniel ,Naufal hanya mengaguk .
" Kenapa semuanya bersamaan " Gumam Naufal frustasi .
Lalu dia membersihkan diri terlebih dahulu sebelum Queen terbangun .
" Apa yang harus aku lakukan " Gumam Queen mengguyurkan rambutnya kebelakang .
Queen membuka matanya secara perlahan lalu dia menatap ruangan .
" Ah aku di kamar " Gumam Queen lalu mengangkat tangan nya, tapi setelah itu dia sadar jika tangannya terpasang infus .
"Apa dia memanggil dokter " Gumam Queen sambil memejamkan matanya kuat karena masih pusing .
Hingga akhirnya dia mendengar suara pintu terbuka .
__ADS_1
" Kau sudah sadar " Queen hanya mengaguk lemah .
" kenapa memanggil dokter ,bukannya aku bilang baik² saja " Tanya Queen tapi masih memejamkan matanya .
" Pingsan dan tidak sadarkan diri apa itu baik² saja " Queen hanya terdiam .
" Apa kamu takut kehamilan aku tahu ?? berarti sebelum ini kamu sudah tahu bukan ,makanya selalu menghindar " Queen hanya terdiam .
" Alexa " panggil Naufal dingin .
" Kepala ku sakit !! dan kamu sudah tahu maaf aku tidak bisa menahannya untuk tidak hadir " Naufal menatap tajam Queen .
" Apa maksudmu " Tanya Naufal kesal .
" Kau tahu maksud ku " Ujar Queen .
"Alexa " Queen membuka matanya menatap Naufal yang juga menatap nya " Apa kamu masih memikirkan ucapan ku itu hari " Tanya Naufal datar .
" Maaf ,jika Eliza harus memiliki .."
" REGINA " bentak Naufal keras bahkan suaranya memenuhi kamar mereka .
Naufal menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan kasar
" Dengar aku baik², aku menyuruh mu memakai obat kontrasepsi karena hubungan kita berjarak Alexa !! aku hanya tidak ingin kehadiran membuat kita canggung dan terpaksa " Uajr Naufal .
" Mas sendiri yang memberi jarak itu, jika kehadiran nya membuat mas tidak nyaman dengan hubungan kita !! mas bisa mengagap nya tidak ada dan aku akan menjalani seperti biasanya " Naufal melotot kan matanya tajam .
" Apa aku sejahat itu di matamu " Tanya Naufal dingin .
" Bukannya mas bilang canggung dan terpaksa ,dan selama ini aku Tidak merasa terpaksa melakukan apa pun itu termaksud melayani mu " Ujar Queen .
" Aku siapkan makanan untukmu " Naufal memilih mengalikan pembicaraan karena tidak ingin marah .
" Aku bisa sendiri " Ujar Queen lalu menarik selang infusnya .
" ALEXA " Bentak Naufal saat melihat darah sudah berjatuhan di karpet bulu .
"Aku baik..."
" Iya kamu baik² saja bahkan sangat baik ,maaf sudah mengkhawatirkan kamu " Uajr Naufal memilih ke luar dari kamar .
" Naufal " Naufal hanya berjalan turun di ikuti Daniel yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamarnya .
" Antarkan makanan untuk nyonya " Titah Naufal pada Yuyun .
" Baik tuan " Ujar yuyun .
" Kau mau ke mana " Tanya Daniel menahan Naufal yang akan ke luar .
"Apartemen mu " Ujar Naufal .
" Kau gila , istri mu sedang hamil Fal jangan gila " Pekik Daniel kesal .
" Aku hanya ingin sendiri Niel , tolong kali ini jangan menahan ku " Daniel melepaskan tangannya lalu mengikuti Naufal yang ke luar dari apartemen .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
__ADS_1
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘