Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 60(2)


__ADS_3

Morgan Tersenyum lebar saat melihat sang istri yang sudah kelelahan setelah menggempur nya di ruangan ganti dan di kamar mandi saat mereka membersihkan tubuh .


Bahkan Morgan melakukan hingga 3x pelepasan ,jika tidak memikirkan anaknya yang sesekali bangun karena lapar dan begadang mungkin sampai subuh pun dia tidak akan berhenti .


" Istirahat dulu, aku ke bawah soalnya aku sudah Lapar " Ucap Morgan .


" Aku kira sudah kenyang " Jawab Isna ketus.


" Perutku belum honey, hanya juniorku sudah bahkan sampai muntah 3x " Ucapnya sambil tertawa .


" Angkat Brad ke sini , sudah waktunya dia ASI " Morgan menurut berjalan ke arah Box anaknya .


" Lapar ,maaf kita harus berbagi bagaimana pun ayah butuh vitamin biar kerjanya semangat kata bunda popok Brad itu mahal " Ucap Morgan mencium anaknya yang sudah membuka matanya .


" Jangan bicara asal Babe " Morgan hanya tersenyum tipis lalu meletakan Brad di samping sang istri .


" Mau makan di sini atau di bawah " Tanya Morgan menatap Sang istri .


" Di bawah saja kasian bibi makan sendiri " Jawab Isna mengeluarkan asupan makanan untuk anaknya .


" Jangan menggodaku honey " Isna langsung menatap tajam Morgan " Apa belum puas ' Tanya kesal .


" Belum " Jawabnya jujur ,lalu mencium pipi Brad tapi itu hanya akalannya saja detik kemudian dia mencium benda kenyal itu membuat Isna memukul nya .


" Pipi Brad licin Honey " Ucap Morgan mencium bibir Isna sekilas .


" Alasan ,sana ke bawah !! Aku sudah lapar " Tidak ingin membuat Isna marah dan berakhir dengan asupan nya Morgan langsung ke bawah .


Di apartemen lainnya Rehan pun baru selesai dengan aktivitas nya dengan Rosna tidak jauh berbeda dengan di lakukan Morgan dan Isna .


Rosna menatap sang suami yang sudah siap ,seperti janjinya mereka akan menginap di Hotel Seperti keinginan sang istri .


Entahlah mungkin dia lagi ngidam anggap saja begitu karena mood ibu hamil selalu membuat para pria jadi sesak napas karena semuanya misteri .


" Kakak siap " Tanya Rosna lembut .


" Siap " Pekik Aurellia senang .


" kak pakai stroller ,Nanti Ade kesakitan " Ucap Rehan lembut saat Aurellia meminta gendong pada Rosna.


Aurellia sudah mengetahui jika Rosna sedang hamil membuat Aurellia begitu bahagia membuat mereka kaget .


Bukan tanpa alasan karena memang mereka tahu bagaimana posesif nya Aurellia tapi saat tahu Aurellia menerima kehamilan Rosna mereka langsung berpikir jika Aurellia posesif hanya dengan orang lain saja .


" Kamu bisa jalan " Rosna mengagguk " Memang aku kenapa " Tanya Rosna kesal .


" Aku hanya tanya Sayang, siapa tahu kamu kelelahan karena habis mendesah "


PLak


" Ingat di depan mu siapa " Rehan menatap Aurellia yang hanya terdiam menatap ke depan .


Kini mereka sudah ke luar dari apartemen menuju lift .


" Sudah pesan hotel nya " Tanya Rosna.


' Kita langsung masuk saja " Jawab Rehan .


" Selalu saja ,apa tidak bisa seperti orang lain " Ucap Rosna .


" Kenapa harus mempersulit hidup jika sudah ada jalan " Jawab Rehan .


" Iya...iya " Jawab Rosna masuk dalam lift di ikuti Rehan yang mendorong stroller Aurellia .

__ADS_1


" Ayah beli gula pink " Ucap Aurellia .


" Tidak sayang,nanti ibu marah " Jawab Rehan .


" Sedikit saja " Rengek Aurellia .


" Nanti ibu yang buatkan " Akhirnya Aurellia diam, Rehan langsung Tersenyum melihat Aurellia .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mas "


" hebm " Jawab Arif yang baru saja masuk ke kamar setelah menyelesaikan pekerjaan nya di ruangannya .


" Cape " Arif hanya diam saja berjalan ke arah tempat tidur naik di atas tempat tidur .


" Mau aku urut " Tawar Endang .


" Hebm " Jawabnya membelakangi Endang .


" Pundaknya yang sakit " Arif mengagukan kepalanya .


" Pegal yank bukan sakit " Ucap Arif .


" Mas "


" Hebm "


" Rosna menginap di hotel iya mas " Tanya Endang .


" Terus " Endang mendengus kesal " Dia menginap dengan suaminya lalu apa yang kamu takutkan " Lanjut nya menikmati pijatan Endang .


" Kau ingin membunuh ku " Ucap Arif saat Endang mencekik leher nya .


" Cepatlah ,biar kita bisa ke hotel !! Jika ingin tidak perlu banyak drama ,ingat umur mu kamu bukan ABG atau anak perawan " Ucap Arif .


" Aku kan hanya bertanya saja Mas " Jawab Endang kesal .


" Itu bukan bertanya tapi basa basi ,kamu sudah tahu mereka ke sana lalu untuk apa bertanya padaku " Ucap Arif .


" Kenapa aku harus terjebak dengan pria seperti mu sih " Sungut Endang kesal tapi tangannya terus memikat Arif .


" Lalu kau kira aku bahagia terjebak dengan wanita menyebalkan dan cerewet seperti mu ,duniaku serasa di neraka " Balas Arif membuat Endang melotot .


"Jika bukan karena mas memaksa ku ,melihat mu saja aku malas mual muntah " Jawab Endang .


" Munafik ,bahkan tubuhnya meminta kembali di sentuh olehku " Endang memukul belakang Arif karena emosi


bugh


" Urut Endang bukan memukul ku " Ucap Arif .


" Aku malas " Jawab Endang ketus .


" Kalau begitu aku juga malas " balas Arif .


" Kenapa sih tidak mau ngalah, selalu saja keras kepala " Ucap Endang kesal kembali memijat leher Arif .


" Jika aku mengalah terus perusahaan cepat tutup " Jawabnya tenang .


" Aku bukan perusahaan aku istirmu Arif " Gerutu Endang semakin emosi .


' Aku bahkan lupa kalau kamu istriku " Jawab Arif lalu menarik tubuh nya turun dari tempat tidur .

__ADS_1


" Ayo ganti bajumu ,tidak usah memasang wajah jelek seperti itu " Lanjutnya saat sudah berhadapan dengan Endang.


" Aku malas ' Jawab Endang .


" Iya sudah aku tidur lagi " Ucap Arif .


" Arif Ehz ....." Arif di buat kaget saat melihat Endang menangis " Hei kenapa menangis aku tidak memukul mu " Arif langsung naik ke tempat tidur .


" Kesal tahu " Bukannya Kasihan Arif malah tertawa lalu memeluk Endang .


" Sudah diam ,sumpah kamu semakin jelek " Ucap Arif .


' Biar " Jawabnya sesegukan ,Arif melepaskan pelukannya lalu mencium kening dan bibit Endang .


CUP


CUP


" Jadi atau tidak " Tanya menatap Endang " Ja...di " jawab Endang .


" Ganti baju ,aku tunggu " Endang mengagguk lalu turun dari tempat tidur sedangkan Arif hanya menggeleng sambil mengirim pesan pada Morgan untuk menyusul .


🌵


🌵


" Honey " Isna menatap Morgan yang duduk di sofa sedangkan dia duduk di tempat tidur sambil menggendong Brad .


" Kamu lelah tidak " Tanya Morgan menatap Isna .


" Iya " Jawab Isna dengan wajah lesu .


" Oh ,soalnya Rehan sama Arif menginap di hotel mereka mengajak kita, tapi karena ...."


" Aku tidak lelah " Jawab Isna cepat berdiri sambil menggendong Brad .


" Tadi katanya ...."


" Tidak ,aku hanya salah ucap " Morgan memicing kan matanya menatap sang istri yang sudah di depannya .


" Apa kau berpikir aku meminta jatah lagi " Isna Tersenyum kikuk " Maaf " Lidah Morgan berdecak kesal .


" Otakmu memang tidak pernah beres " Ucap Morgan .


" Kan memang pikiran Babe tidak jauh dari situ " Jawab Isna .


" Sana siapkan kebutuhan Brad ,kamu membuatku kesal saja " Isna Tersenyum memberikan Brad pada Morgan .


" Maaf Babe , CUP " Morgan hanya menatap sinis ke arah istri nya .


Sedangkan Isna langsung berlari ke tempat perlengkapan Brad menyiapkan semua keperluan anak laki²nya itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘


Jangan lupa mampir di novel yang lain juga di tunggu jejaknya 😘😘


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2