
Morgan Tersenyum lebar saat melihat sang istri yang sudah kelelahan setelah menggempur nya di ruangan ganti dan di kamar mandi saat mereka membersihkan tubuh .
Bahkan Morgan melakukan hingga 3x pelepasan ,jika tidak memikirkan anaknya yang sesekali bangun karena lapar dan begadang mungkin sampai subuh pun dia tidak akan berhenti .
" Istirahat dulu, aku ke bawah soalnya aku sudah Lapar " Ucap Morgan .
" Aku kira sudah kenyang " Jawab Isna ketus.
" Perutku belum honey, hanya juniorku sudah bahkan sampai muntah 3x " Ucapnya sambil tertawa .
" Angkat Brad ke sini , sudah waktunya dia ASI " Morgan menurut berjalan ke arah Box anaknya .
" Lapar ,maaf kita harus berbagi bagaimana pun ayah butuh vitamin biar kerjanya semangat kata bunda popok Brad itu mahal " Ucap Morgan mencium anaknya yang sudah membuka matanya .
" Jangan bicara asal Babe " Morgan hanya tersenyum tipis lalu meletakan Brad di samping sang istri .
" Mau makan di sini atau di bawah " Tanya Morgan menatap Sang istri .
" Di bawah saja kasian bibi makan sendiri " Jawab Isna mengeluarkan asupan makanan untuk anaknya .
" Jangan menggodaku honey " Isna langsung menatap tajam Morgan " Apa belum puas ' Tanya kesal .
" Belum " Jawabnya jujur ,lalu mencium pipi Brad tapi itu hanya akalannya saja detik kemudian dia mencium benda kenyal itu membuat Isna memukul nya .
" Pipi Brad licin Honey " Ucap Morgan mencium bibir Isna sekilas .
" Alasan ,sana ke bawah !! Aku sudah lapar " Tidak ingin membuat Isna marah dan berakhir dengan asupan nya Morgan langsung ke bawah .
Di apartemen lainnya Rehan pun baru selesai dengan aktivitas nya dengan Rosna tidak jauh berbeda dengan di lakukan Morgan dan Isna .
Rosna menatap sang suami yang sudah siap ,seperti janjinya mereka akan menginap di Hotel Seperti keinginan sang istri .
Entahlah mungkin dia lagi ngidam anggap saja begitu karena mood ibu hamil selalu membuat para pria jadi sesak napas karena semuanya misteri .
" Kakak siap " Tanya Rosna lembut .
" Siap " Pekik Aurellia senang .
" kak pakai stroller ,Nanti Ade kesakitan " Ucap Rehan lembut saat Aurellia meminta gendong pada Rosna.
Aurellia sudah mengetahui jika Rosna sedang hamil membuat Aurellia begitu bahagia membuat mereka kaget .
Bukan tanpa alasan karena memang mereka tahu bagaimana posesif nya Aurellia tapi saat tahu Aurellia menerima kehamilan Rosna mereka langsung berpikir jika Aurellia posesif hanya dengan orang lain saja .
" Kamu bisa jalan " Rosna mengagguk " Memang aku kenapa " Tanya Rosna kesal .
" Aku hanya tanya Sayang, siapa tahu kamu kelelahan karena habis mendesah "
PLak
" Ingat di depan mu siapa " Rehan menatap Aurellia yang hanya terdiam menatap ke depan .
Kini mereka sudah ke luar dari apartemen menuju lift .
" Sudah pesan hotel nya " Tanya Rosna.
' Kita langsung masuk saja " Jawab Rehan .
" Selalu saja ,apa tidak bisa seperti orang lain " Ucap Rosna .
" Kenapa harus mempersulit hidup jika sudah ada jalan " Jawab Rehan .
" Iya...iya " Jawab Rosna masuk dalam lift di ikuti Rehan yang mendorong stroller Aurellia .
__ADS_1
" Ayah beli gula pink " Ucap Aurellia .
" Tidak sayang,nanti ibu marah " Jawab Rehan .
" Sedikit saja " Rengek Aurellia .
" Nanti ibu yang buatkan " Akhirnya Aurellia diam, Rehan langsung Tersenyum melihat Aurellia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mas "
" hebm " Jawab Arif yang baru saja masuk ke kamar setelah menyelesaikan pekerjaan nya di ruangannya .
" Cape " Arif hanya diam saja berjalan ke arah tempat tidur naik di atas tempat tidur .
" Mau aku urut " Tawar Endang .
" Hebm " Jawabnya membelakangi Endang .
" Pundaknya yang sakit " Arif mengagukan kepalanya .
" Pegal yank bukan sakit " Ucap Arif .
" Mas "
" Hebm "
" Rosna menginap di hotel iya mas " Tanya Endang .
" Terus " Endang mendengus kesal " Dia menginap dengan suaminya lalu apa yang kamu takutkan " Lanjut nya menikmati pijatan Endang .
" Kau ingin membunuh ku " Ucap Arif saat Endang mencekik leher nya .
" Cepatlah ,biar kita bisa ke hotel !! Jika ingin tidak perlu banyak drama ,ingat umur mu kamu bukan ABG atau anak perawan " Ucap Arif .
" Aku kan hanya bertanya saja Mas " Jawab Endang kesal .
" Itu bukan bertanya tapi basa basi ,kamu sudah tahu mereka ke sana lalu untuk apa bertanya padaku " Ucap Arif .
" Kenapa aku harus terjebak dengan pria seperti mu sih " Sungut Endang kesal tapi tangannya terus memikat Arif .
" Lalu kau kira aku bahagia terjebak dengan wanita menyebalkan dan cerewet seperti mu ,duniaku serasa di neraka " Balas Arif membuat Endang melotot .
"Jika bukan karena mas memaksa ku ,melihat mu saja aku malas mual muntah " Jawab Endang .
" Munafik ,bahkan tubuhnya meminta kembali di sentuh olehku " Endang memukul belakang Arif karena emosi
bugh
" Urut Endang bukan memukul ku " Ucap Arif .
" Aku malas " Jawab Endang ketus .
" Kalau begitu aku juga malas " balas Arif .
" Kenapa sih tidak mau ngalah, selalu saja keras kepala " Ucap Endang kesal kembali memijat leher Arif .
" Jika aku mengalah terus perusahaan cepat tutup " Jawabnya tenang .
" Aku bukan perusahaan aku istirmu Arif " Gerutu Endang semakin emosi .
' Aku bahkan lupa kalau kamu istriku " Jawab Arif lalu menarik tubuh nya turun dari tempat tidur .
__ADS_1
" Ayo ganti bajumu ,tidak usah memasang wajah jelek seperti itu " Lanjutnya saat sudah berhadapan dengan Endang.
" Aku malas ' Jawab Endang .
" Iya sudah aku tidur lagi " Ucap Arif .
" Arif Ehz ....." Arif di buat kaget saat melihat Endang menangis " Hei kenapa menangis aku tidak memukul mu " Arif langsung naik ke tempat tidur .
" Kesal tahu " Bukannya Kasihan Arif malah tertawa lalu memeluk Endang .
" Sudah diam ,sumpah kamu semakin jelek " Ucap Arif .
' Biar " Jawabnya sesegukan ,Arif melepaskan pelukannya lalu mencium kening dan bibit Endang .
CUP
CUP
" Jadi atau tidak " Tanya menatap Endang " Ja...di " jawab Endang .
" Ganti baju ,aku tunggu " Endang mengagguk lalu turun dari tempat tidur sedangkan Arif hanya menggeleng sambil mengirim pesan pada Morgan untuk menyusul .
🌵
🌵
" Honey " Isna menatap Morgan yang duduk di sofa sedangkan dia duduk di tempat tidur sambil menggendong Brad .
" Kamu lelah tidak " Tanya Morgan menatap Isna .
" Iya " Jawab Isna dengan wajah lesu .
" Oh ,soalnya Rehan sama Arif menginap di hotel mereka mengajak kita, tapi karena ...."
" Aku tidak lelah " Jawab Isna cepat berdiri sambil menggendong Brad .
" Tadi katanya ...."
" Tidak ,aku hanya salah ucap " Morgan memicing kan matanya menatap sang istri yang sudah di depannya .
" Apa kau berpikir aku meminta jatah lagi " Isna Tersenyum kikuk " Maaf " Lidah Morgan berdecak kesal .
" Otakmu memang tidak pernah beres " Ucap Morgan .
" Kan memang pikiran Babe tidak jauh dari situ " Jawab Isna .
" Sana siapkan kebutuhan Brad ,kamu membuatku kesal saja " Isna Tersenyum memberikan Brad pada Morgan .
" Maaf Babe , CUP " Morgan hanya menatap sinis ke arah istri nya .
Sedangkan Isna langsung berlari ke tempat perlengkapan Brad menyiapkan semua keperluan anak laki²nya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
Jangan lupa mampir di novel yang lain juga di tunggu jejaknya 😘😘
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟