Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Bebek bakar


__ADS_3

Seminggu sudah Eliza di rawat dan Davin sudah memperbolehkan dia pulang , begitu juga Isna sang pengasuh yang sudah mulai membaik.


Sebenernya dia belum di perbolehkan tapi karena Isna merasa tidak enak dan selalu merepotkan keluarga nyonya nya .


Jadi dia pun meminta pulang ,tapi bukan Queen namanya jika mengalah jadi dia mengajukan syarat dengan Isna ikut bersama mereka ke rumah utama .


Atas permintaan Henry dan mau tidak mau Isna garus menurut dengan permintaan Queen .


Tapi kali ini tidak ada Naufal ,karena pria itu harus ke perusahaan karena lagi² perusahaan nya kembali di Serang oleh Ivan .


Syukur Jose ,alan dan Jeje selalu membantunya sehingga serangannya selalu kembali padanya .


Untuk Lian wanita itu selalu berteriak minta di lepas kan atau di bunuh saja tapi bukan Henry namanya jika melepaskan begitu saja.


" Siap princess " Ujar Henry menatap Eliza yang sedang di pakai kan jaket oleh Queen .


" Siap Opa " Jawab Eliza Tersenyum.


" Ingat obat nya di minum kalau tidak Zaza akan kembali ke sini " Ujar Alister .


" Siap uncle tampan " Ujar Eliza .


" Oma ,mba Isna pulang sama Zaza kan " Tanya Eliza .


" Iya sayang ,tapi mba Isna sama uncle penjaga " Ucap elvi lembut .


"Ini sudah semua nak " Tanya Elvi pada Queen .


" Iya mom " Jawab Queen .


" Bunda ,kenapa ayah lama sekali ,Zaza ingin pulang ke rumah ' Ujar Eliza sambil menatap ke arah pintu .


" Ayah ada kerjaan sayang ,nanti jika sudah selesai ayah akan ke rumah Opa Henry " Jawab Queen lembut .


" Ayo, Zaza sama Opa " Eliza langsung merentangkan tangan nya untuk di gendong Henry .


" Kaka Tidak periksa dulu " Tanya Alister pada Queen .


" Nanti saja ,jika semuanya sudah membaik " Jawab Queen .


' Nanti aku minta Amanda jika di rumah dia periksa Kaka , bagaimana pun harus di periksa " Ucap Alister Tidak ingin kalah .


" Iya ....iya dokter terserah " Alister tertawa kuda melihat kekesalan Queen.


" Nanti ke rumah iya nak " Ujar Elvi lembut .


"Iya mom " Jawab Alister .


lalu mereka masuk dalam lift untuk mengantar mereka ke bawah di mana di bawah sudah di tunggu para penjaga yang akan membawa mereka ke rumah utama .


Sesampainya di bawa para penjaga sudah berjejer Tapi tidak dengan dokter dan perawat mereka tetap melakukan kerjaan mereka seperti biasanya .


Tanpa terganggu dengan kepulangan cucu pertama dari sang pemilik rumah sakit .


By princess ,nanti uncle ke rumah Opa iya " Eliza mengaguk cepat .


" Bawa es krim " Tanya Eliza tersenyum.


" Jika Eliza sudah sembuh uncle akan bawakan " Jawabnya .


" Ayo masuk , Eyang sudah menunggu kita " Ujar Elvi.


"Kami tunggu di rumah iya nak " Lanjutnya lagi sambil menatap Alister.

__ADS_1


" Iya mom ,hati² " Mereka hanya mengaguk


Lalu masuk dalam mobil yang sudah di siapkan sebelumnya .


" Bunda apa nanti Zaza boleh bermain dengan Kaka Zian " Ujar Eliza saat mobil sudah berjalan.


" Siapa Zian sayang " Tanya Queen yang memang tidak tahu .


" Teman Zaza Bun,waktu main di taman " Queen menatap Henry yang hanya menaikan bahunya.


" Zaza kenal di mana " Tanya Elvi lembut .


" Di taman Oma " Jawab Eliza .


" Sudah tidak usah memikirkan itu , Zaza harus sembuh paham " Eliza mengaguk saat mendengar suara kepala suku .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Siang harinya Naufal menepatkan pulang hanya untuk melihat Eliza dan mengantar pesanan sang istri yang menginginkan bebek bakar .


" Sudah selesai " tanya Henry saat melihat Naufal yang baru masuk sambil membawa paper bag .


" Sudah Dad " Jawabnya dengan helaan napas panjang .


" Ada Masalah " Lagi² Naufal hanya menghela nafas panjang.


" Dia tidak akan berhenti sampai tahu di mana Lian dan Eliza " Jawab Naufal .


Karena memang sebelumnya Ivan sudah mendatangi rumah orang tua Naufal dan apartemen yang dulu mereka tinggali bersama Lian .


Tapi hasilnya tetap sama gagal karena jawaban yang mereka berikan hanya tidak tahu .


" Apa yang kamu bawa " Tanya Henry menatap tangan Naufal.


Naufal pun membawa paper bag itu ke dapur lalu berjalan ke arah kamar Queen.


Ceklek .


" Ayah " Naufal Tersenyum saat melihat dua wanita kesayangan nya sedang bermain di atas tempat tidur .


" Ayah cuci tangan dulu iya ,soalnya dari luar " Ujar Naufal lalu masuk dalam kamar mandi .


" Pesanan ku mana mas " Todong Queen saat Naufal ke luar dari kamar mandi .


" di bawah lagi di siapkan sama pelayan " Jawab Naufal lalu mendekati dua wanita itu .


CUP


CUP


" Maaf tadi ayah tidak menjemput Zaza, karena ada rapat " Eliza hanya mengaguk Tersenyum .


" Gimana mas sudah selesai "


" Ayo kita ke bawah sudah waktunya makan siang " Ujar Naufal tanpa menjawab pertanyaan Istrinya .


" Gendong " Naufal langsung menggendong Eliza sedangkan tangan satunya menggegam tangan Queen .


Lalu mereka turun ke bawah untuk makan siang bersama .


"Bebek goreng " Pekik Queen saat melihat meja makan .


" Punya mu " Tanya mommy Ellena .

__ADS_1


" Iya Oma ,Oma mau ambil saja Queen juga tidak mungkin habiskan " Ujar Queen .


" Mommy juga mau " Ujar Elvi.


" Aku masih mampu membelikan nya kenapa kau mengemis pada menantumu yang menyebalkan itu " Ujar Henry kesal.


" Untuk sekarang yang ini dulu iya By , soal aku pengen " Henry hanya mendengus kesal .


" Apa kamu tidak akan melayani ku makan ,hanya karena bebek sialan itu " Elvi langsung mengambil kan makanan untuk Henry.


Begitu juga mommy Ellena dan Queen mengambil kan makanan untuk Naufal dan Eliza .


" Bunda suapin "


" Biar aku saja yank, kamu makan saja dulu kasian Ade " Ujar Naufal .


" Tidak ayah , Zaza bisa kok " Jawab gadis centil itu .


" Yakin bisa ,nanti sakit sayang " Ucap Naufal khawatir.


" Tidak ayah ,Zaza harus jadi Kaka yang baik tidak boleh manja ,iya kan Opa " Henry hanya mengaguk saja .


" Bunda suapin ayo, nanti tangannya sakit lagi " Eliza menggeleng cepat .


" Zaza saja bunda ,Zaza akan punya adek malu kalau Zaza di suapin bunda " kekeh gadis kecil itu .


" Biarkan dia makan sendiri " Ucap Daddy Radit .


" Tapi kalau sakit bilang bunda iya " Ucap Queen .


" Iya Bun ' Jawab Eliza, Queen memberikan kan piring makan Eliza yang sudah duduk di kursi miliknya .


" Mas mau bebek " Naufal menggeleng " Tidak yank " Jawab Naufal .


" Yakin tidak mau "


" Makanlah ,jika dia mau bisa beli sendiri " Jawab Henry .


" Daddy ini selalu saja berdebat dengan suami Queen " Henry hanya diam saja .


" Itu berarti dia sayang sama suami mu nak " Ujar Elvi Tersenyum.


" Cih ,apa kau bilang tadi ,sayang ?? Seperti nya kau merindukan hukuman mu Elvina sehingga mulutmu itu bicara sembarangan " Tekan Henry menatap tajam Elvi .


" Selalu saja " Gumam Queen lirih .


" Aku dengar Regina Alexander Mateo " Naufal langsung menahan tangan Queen saat akan kembali bersuara.


Lalu dia menggeleng kan kepalanya agar mengalah itu lebih baik .


Dari pada berdebat tapi tidak ada ujungnya .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2