
Seminggu sudah Eliza di rawat dan Davin sudah memperbolehkan dia pulang , begitu juga Isna sang pengasuh yang sudah mulai membaik.
Sebenernya dia belum di perbolehkan tapi karena Isna merasa tidak enak dan selalu merepotkan keluarga nyonya nya .
Jadi dia pun meminta pulang ,tapi bukan Queen namanya jika mengalah jadi dia mengajukan syarat dengan Isna ikut bersama mereka ke rumah utama .
Atas permintaan Henry dan mau tidak mau Isna garus menurut dengan permintaan Queen .
Tapi kali ini tidak ada Naufal ,karena pria itu harus ke perusahaan karena lagi² perusahaan nya kembali di Serang oleh Ivan .
Syukur Jose ,alan dan Jeje selalu membantunya sehingga serangannya selalu kembali padanya .
Untuk Lian wanita itu selalu berteriak minta di lepas kan atau di bunuh saja tapi bukan Henry namanya jika melepaskan begitu saja.
" Siap princess " Ujar Henry menatap Eliza yang sedang di pakai kan jaket oleh Queen .
" Siap Opa " Jawab Eliza Tersenyum.
" Ingat obat nya di minum kalau tidak Zaza akan kembali ke sini " Ujar Alister .
" Siap uncle tampan " Ujar Eliza .
" Oma ,mba Isna pulang sama Zaza kan " Tanya Eliza .
" Iya sayang ,tapi mba Isna sama uncle penjaga " Ucap elvi lembut .
"Ini sudah semua nak " Tanya Elvi pada Queen .
" Iya mom " Jawab Queen .
" Bunda ,kenapa ayah lama sekali ,Zaza ingin pulang ke rumah ' Ujar Eliza sambil menatap ke arah pintu .
" Ayah ada kerjaan sayang ,nanti jika sudah selesai ayah akan ke rumah Opa Henry " Jawab Queen lembut .
" Ayo, Zaza sama Opa " Eliza langsung merentangkan tangan nya untuk di gendong Henry .
" Kaka Tidak periksa dulu " Tanya Alister pada Queen .
" Nanti saja ,jika semuanya sudah membaik " Jawab Queen .
' Nanti aku minta Amanda jika di rumah dia periksa Kaka , bagaimana pun harus di periksa " Ucap Alister Tidak ingin kalah .
" Iya ....iya dokter terserah " Alister tertawa kuda melihat kekesalan Queen.
" Nanti ke rumah iya nak " Ujar Elvi lembut .
"Iya mom " Jawab Alister .
lalu mereka masuk dalam lift untuk mengantar mereka ke bawah di mana di bawah sudah di tunggu para penjaga yang akan membawa mereka ke rumah utama .
Sesampainya di bawa para penjaga sudah berjejer Tapi tidak dengan dokter dan perawat mereka tetap melakukan kerjaan mereka seperti biasanya .
Tanpa terganggu dengan kepulangan cucu pertama dari sang pemilik rumah sakit .
By princess ,nanti uncle ke rumah Opa iya " Eliza mengaguk cepat .
" Bawa es krim " Tanya Eliza tersenyum.
" Jika Eliza sudah sembuh uncle akan bawakan " Jawabnya .
" Ayo masuk , Eyang sudah menunggu kita " Ujar Elvi.
"Kami tunggu di rumah iya nak " Lanjutnya lagi sambil menatap Alister.
__ADS_1
" Iya mom ,hati² " Mereka hanya mengaguk
Lalu masuk dalam mobil yang sudah di siapkan sebelumnya .
" Bunda apa nanti Zaza boleh bermain dengan Kaka Zian " Ujar Eliza saat mobil sudah berjalan.
" Siapa Zian sayang " Tanya Queen yang memang tidak tahu .
" Teman Zaza Bun,waktu main di taman " Queen menatap Henry yang hanya menaikan bahunya.
" Zaza kenal di mana " Tanya Elvi lembut .
" Di taman Oma " Jawab Eliza .
" Sudah tidak usah memikirkan itu , Zaza harus sembuh paham " Eliza mengaguk saat mendengar suara kepala suku .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Siang harinya Naufal menepatkan pulang hanya untuk melihat Eliza dan mengantar pesanan sang istri yang menginginkan bebek bakar .
" Sudah selesai " tanya Henry saat melihat Naufal yang baru masuk sambil membawa paper bag .
" Sudah Dad " Jawabnya dengan helaan napas panjang .
" Ada Masalah " Lagi² Naufal hanya menghela nafas panjang.
" Dia tidak akan berhenti sampai tahu di mana Lian dan Eliza " Jawab Naufal .
Karena memang sebelumnya Ivan sudah mendatangi rumah orang tua Naufal dan apartemen yang dulu mereka tinggali bersama Lian .
Tapi hasilnya tetap sama gagal karena jawaban yang mereka berikan hanya tidak tahu .
" Apa yang kamu bawa " Tanya Henry menatap tangan Naufal.
Naufal pun membawa paper bag itu ke dapur lalu berjalan ke arah kamar Queen.
Ceklek .
" Ayah " Naufal Tersenyum saat melihat dua wanita kesayangan nya sedang bermain di atas tempat tidur .
" Ayah cuci tangan dulu iya ,soalnya dari luar " Ujar Naufal lalu masuk dalam kamar mandi .
" Pesanan ku mana mas " Todong Queen saat Naufal ke luar dari kamar mandi .
" di bawah lagi di siapkan sama pelayan " Jawab Naufal lalu mendekati dua wanita itu .
CUP
CUP
" Maaf tadi ayah tidak menjemput Zaza, karena ada rapat " Eliza hanya mengaguk Tersenyum .
" Gimana mas sudah selesai "
" Ayo kita ke bawah sudah waktunya makan siang " Ujar Naufal tanpa menjawab pertanyaan Istrinya .
" Gendong " Naufal langsung menggendong Eliza sedangkan tangan satunya menggegam tangan Queen .
Lalu mereka turun ke bawah untuk makan siang bersama .
"Bebek goreng " Pekik Queen saat melihat meja makan .
" Punya mu " Tanya mommy Ellena .
__ADS_1
" Iya Oma ,Oma mau ambil saja Queen juga tidak mungkin habiskan " Ujar Queen .
" Mommy juga mau " Ujar Elvi.
" Aku masih mampu membelikan nya kenapa kau mengemis pada menantumu yang menyebalkan itu " Ujar Henry kesal.
" Untuk sekarang yang ini dulu iya By , soal aku pengen " Henry hanya mendengus kesal .
" Apa kamu tidak akan melayani ku makan ,hanya karena bebek sialan itu " Elvi langsung mengambil kan makanan untuk Henry.
Begitu juga mommy Ellena dan Queen mengambil kan makanan untuk Naufal dan Eliza .
" Bunda suapin "
" Biar aku saja yank, kamu makan saja dulu kasian Ade " Ujar Naufal .
" Tidak ayah , Zaza bisa kok " Jawab gadis centil itu .
" Yakin bisa ,nanti sakit sayang " Ucap Naufal khawatir.
" Tidak ayah ,Zaza harus jadi Kaka yang baik tidak boleh manja ,iya kan Opa " Henry hanya mengaguk saja .
" Bunda suapin ayo, nanti tangannya sakit lagi " Eliza menggeleng cepat .
" Zaza saja bunda ,Zaza akan punya adek malu kalau Zaza di suapin bunda " kekeh gadis kecil itu .
" Biarkan dia makan sendiri " Ucap Daddy Radit .
" Tapi kalau sakit bilang bunda iya " Ucap Queen .
" Iya Bun ' Jawab Eliza, Queen memberikan kan piring makan Eliza yang sudah duduk di kursi miliknya .
" Mas mau bebek " Naufal menggeleng " Tidak yank " Jawab Naufal .
" Yakin tidak mau "
" Makanlah ,jika dia mau bisa beli sendiri " Jawab Henry .
" Daddy ini selalu saja berdebat dengan suami Queen " Henry hanya diam saja .
" Itu berarti dia sayang sama suami mu nak " Ujar Elvi Tersenyum.
" Cih ,apa kau bilang tadi ,sayang ?? Seperti nya kau merindukan hukuman mu Elvina sehingga mulutmu itu bicara sembarangan " Tekan Henry menatap tajam Elvi .
" Selalu saja " Gumam Queen lirih .
" Aku dengar Regina Alexander Mateo " Naufal langsung menahan tangan Queen saat akan kembali bersuara.
Lalu dia menggeleng kan kepalanya agar mengalah itu lebih baik .
Dari pada berdebat tapi tidak ada ujungnya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1