Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
menemani bermain


__ADS_3

Queen mendudukkan Eliza di kursi khusus, karena jika dia memakai kursi yang di duduki sudah bisa di tebak jika gadis mungil itu hanya kepala nya saja yang terlihat.


" pesan apa nona bos " tanya Risna


" seperti biasanya Ris " ujar Queen tanpa melihat Risna karena masih sibuk dengan Eliza .


"pesankan untuk makanan seusia Eliza " lanjutnya lagi .


" tuan Naufal " Naufal menatap Risna sebentar lalu kembali menatap Eliza.


" nanti Daniel yang memesannya sekalian dengan Isna " Risna mengaguk paham, lalu menatap Daniel yang hanya melihat buku menu .


Astaga bos dan asisten sama saja batik Risna dalam hati .


" bisa makan sendiri " tanya Queen menatap Eliza


" dia sudah biasa makan sendiri " bukan Eliza yang menjawab melainkan Naufal .


" iya tuan " ujar Queen sungkan


" maaf jika Eliza tiba² memanggil anda bunda dan membuat anda tidak nyaman " ujar Naufal serius .


" tidak papa tuan, saya nyaman " jawab Queen jujur


Entah karena apa ? Tapi memang dia sangat nyaman saat Eliza memanggilnya Bunda padahal mereka baru bertemu untuk yang pertama kalinya.


" jika anda sedang sibuk kerja, tidak perlu menemuinya " lanjut Naufal .


" saya hanya khawatir ,jika Eliza menunggu saya karena sebelumnya saya sudah Janji untuk menemaninya bermain " ujar Queen jujur .


Percakapan mereka terhenti saat pelayan masuk dalam ruangan .


" selamat datang tuan Naufal , nyonya Regina " Queen mengaguk tersenyum sedangkan Naufal hanya menampakan wajah datarnya .


" seperti biasa iya mba " pelayan itu menggaguk paham .


" tambahkan sama menu makanan untuk anak² " lanjut Risna .


" iya non " ujar pelayan .


" sama kan saja pesanan nya " ujar Daniel ,pelayan mengaguk paham .


" baik tuan ,kalau begitu saya permisi " pamit pelayan lalu ke luar dari ruangan itu .


apa mereka memiliki hubungan batin pelayan itu sebelum pintunya tertutup rapat .


" Bunda habis makan bunda temani Zaza main kan " Queen mengaguk " tapi jangan lama iya karena Bunda harus kembali bekerja " ujar Queen lembut


" biarkan saya yang menemani Eliza,anda selesai kan saja kerjaan anda " ujar Naufal


" ay....


" jangan membantah princess " Eliza menundukan kepala nya .


" nanti papa juga temani Zaza main gimana " tawar Daniel


" tapi Eliza ingin main sama bunda kaya orang² yang selalu di temani bundanya " ujar Eliza lirih


Queen dan Risna saling melirik, bukannya dia tidak mau tapi dia harus menyelesaikan kerjaan nya agar selesai sebelum waktunya .


"baiklah bunda temani sampai Eliza selesai main " ujar Queen ,Eliza langsung menatap Queen dengan mata berbinar .


" nona bos ...


" nanti kita bahas malam saja,jangan lupa hubungi mereka agar tidak menunggu " potong Queen cepat, Risna mengaguk saja lalu mengambil HP nya mengirimkan pesan .


" biarkan Eliza saya menemani nya " ujar Naufal,dia tidak ingin Queen merasa di terbeban dengan permintaan Eliza .


" tapi yah " Eliza terdiam saat melihat mata tajam Naufal .


" Zaza sama ayah saja bunda " ucap Eliza lagi


" tidak papa sayang, bunda akan temani kamu " ucap Queen lembut


Tidak berselang lama pelayan membawa pesanan mereka lalu di tata dengan rapi di atas meja besar itu .


" bisa makan sendiri " Eliza mengaguk cepat,membuat Queen tersenyum dan itu juga membuat Naufal tersenyum saat melihat interaksi mereka,tapi setelah itu dia kembali mendatarkan wajah nya .


" bunda " ujar lirih Eliza sambil menatap makanannya

__ADS_1


" kenapa ? " tanya Queen bingung


"sayurnya di makan princess " ujar Naufal dingin seakan tau kegundahan dalam diri anaknya .


" Zaza tidak suka sayur " Eliza mengaguk " sayurnya tidak enak bunda " ujar Eliza lirih


"tau dari mana tidak enak,kan belum coba sayang ?? " tanya Queen lembut ,tapi Eliza hanya diam " di makan dulu iya nanti bunda suapin " Eliza mengaguk lemah.


Queen membalikkan tubuhnya menghadap Eliza lalu mengambil makanan Eliza .


" baca doa sayang " Eliza langsung membaca doa .


Setelah itu Queen mulai menyuapi Eliza, Naufal dan Daniel menatap reaksi karena selama ini Eliza sangat susah di minta untuk makan sayur .


Hap


Satu sendok sudah mulai masuk dalam mulut Eliza dengan pelan Eliza mulai mengunyah makanan.


" Enak bunda " Naufal dan Daniel melotot kan matanya kaget karena tidak ada perlawanan sama sekali .


" seperti nya cocok untuk bundanya Eliza " Naufal menatap tajam Daniel " jangan gila " ucap Naufal membalas bisikan Daniel


" berarti Nanti sudah bisa makan sayurkan " tanya Daniel tanpa mempedulikan kekesalan Naufal.


" iya pa, sayurnya enak " ujar Eliza tersenyum, membuat Queen ikut tersenyum


kau baru mengenali nya tapi kau begitu menyukainya sayang batin Naufal .


"makan sendiri sayang , biarkan tantenya makan " ujar Naufal .


" bunda ayah ,bunda bukan Tante " ucap Eliza kesal menatap sinis Naufal .


" iya² bu-nda " ucap Naufal gugup, membuat Daniel dan yang lainnya tersenyum tapi tidak dengan Queen .


Dia merasa kikuk, saat Daniel menyebut kata Bunda seperti keinginan Eliza putrinya.


" bunda, Eliza makan sendiri saja " Queen mengaguk lalu memberikan piring pada Eliza.


" di habisin iya " Eliza mengaguk lalu menyendok makanan nya , sedangkan Queen juga ikut makan sambil melihat Eliza .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedang kan Isna di suruh Naufal untuk berkeliling mall atau apa lah, terserah dia mau ngapain selama di mall sebelum mereka pulang ke rumah .


" sayang sama ayah saja iya " ujar Naufal saat sudah sampai di tempat permainan .


" Zaza mau sama bunda ayah " ujar Eliza tegas


" tapi sayang ....


" tidak papa tuan, anak seusia Eliza hanya ingin membutuhkan kasih sayang orang tuanya " Naufal terdiam ,ada sedikit sesak saat mendengar ucapan Queen .


Karena selama ini hanya Isna dan kedua orang tuanya yang menemani Eliza , sedangkan dia sibuk dengan perusahaan hanya waktu malam dia akan bersama Eliza .


Itupun tidak berlangsung lama karena Eliza harus tidur siang sedangkan dia menyelesaikan pekerjaan nya yang di bawah pulang .


" Ris tolong pegang kan dulu " Risna langsung mengambil tas milik Queen .


kau sangat pintar memilih sayang,papa menyukai nya batin Daniel tersenyum melihat perlakuan Queen pada Eliza .


hebm


" jauhkan pikiran mu " ucap Naufal menatap tajam Daniel .


" kenapa pikiran ku " ucap Daniel acuh .


" dia milik Eliza,jangan sesekali membuatnya menangis " ucap Naufal ketus .


" dia anakku ,jadi cocok kan aku papanya dan dia Bunda nya " ucap Daniel tersenyum mengejek .


" dia anak ku bukan anakmu, jika kamu ingin anak silahkan bikin sendiri " ucap Naufal ketus ,Daniel hanya tersenyum kuda


" ayah ,ayah "


" iya sayang " jawab Naufal mendekati Eliza dan Queen


" main sama² boleh " tanya Eliza lalu menunjuk salah satu anak yang di temani ke dua orang tuanya .


" sama bun....

__ADS_1


" boleh sayang ,ayo " ujar Queen memotong ucapan Naufal .


"ayah " Naufal mengaguk lalu ikut masuk bersama Queen .


" so sweet " ujar Risna tersenyum


" anda ingin seperti mereka " Risna mengaguk cepat ,lalu menatap ke samping nya


" tu-an " ujar Risna gugup


" kenapa " tanya Daniel tersenyum membuat Risna terdiam .


*D*asar jantung tahu saja mana yang ganteng batin Risna .


" nona " Daniel melambaikan tangannya di depan wajah Risna.


" ah maaf tuan " ujar Risna malu


" panggil nama saja seperti nya kita tidak jauh berbeda " ucap Daniel santai


" tapi ...


" aku Daniel " Risna menatap tangan Daniel "sa-ya Risna " ucap Risna gugup sambil menerima uluran tangan Daniel


hebm


Risna langsung melepaskan tangannya dengan cepat ,saat Naufal sudah ada di depan mereka.


" ada yang bisa saya bantu tuan Naufal " ucap Daniel menahan kekesalan nya .


"apa sudah selesai kenalan nya tuan Daniel " balas Naufal tersenyum ,membuat Daniel berdecak sedang kan Risna sudah menunduk malu .


" kenapa "tanya Daniel ketus


" belikan minuman ,Eliza tidak ada airnya " Daniel mendengus kesal , sedangkan Naufal pergi begitu saja .


" mau ikut atau mau di sini " Risna menatap sekeliling nya " ikut " ucap Risna lirih .


" ayo " Daniel langsung menggegam tangan Risna tanpa seizin pemilik nya , sedangkan Risna hanya bisa terdiam sambil menatap tangannya yang di genggam Daniel .


sedangkan di tempat bermain, Naufal dan Queen menemani Eliza bermain.


" bunda ayo sini " ujar Eliza tersenyum


" tapi sa...


" pakai ini " Naufal memberikan jasnya untuk Queen


" pakai saja tidak mungkin anda menemani nya dengan keadaan seperti itu " lanjutnya lagi sambil melihat rok yang di pakai Queen .


" makasih tuan " ujar Queen lirih


" ayah bunda ayo " pekik Eliza sambil memanggil Naufal dan Queen.


" iya sayang " ujar mereka bersamaan ,lalu saling menatap setelah itu mereka kembali menatap ke arah Eliza .


" Zaza mau main ini " ucap Eliza sambil menunjuk seluncuran , Naufal membantu Eliza naik , sedangkan Queen menunggu di bawah setelah mengikat jas mahal Naufal di pinggang nya .


" Bunda tangkap Eliza iya " Queen mengaguk sambil menatap Eliza yang sudah di atas .


" AYAH BUNDA " teriak Eliza sambil tertawa saat sudah meluncur ,Naufal langsung berdiri di belakang Queen .


" tangkap Zaza bunda " Queen langsung berjongkok menunggu Eliza


Hap


Queen langsung menangkap Eliza ,tapi mungkin karena terlalu kencang sehingga Queen terjatuh .


"anda tidak papa " tanya Naufal saat Queen jatuh dalam pelukan nya bersama Eliza .


" ah iya tuan , makasih " ujar Queen lalu berdiri sambil membantu Eliza


" ayah ,mau lagi. "pekik Eliza tersenyum ,tanpa menyadari kegugupan dua orang dewasa yang di depannya .


" iya sayang " ujar Naufal ,lalu menggendong Eliza membawanya ke atas


Sedangkan Queen berusaha mengalihkan pandangannya karena pipinya terasa panas, sudah di pastikan kini wajahnya memerah .


" biarkan saya saja, anda tunggu di samping saja " Queen hanya mengaguk menurut .

__ADS_1


**A**da apa dengan ku batin Queen memegang dadanya .


__ADS_2