
Kini yang ditunggu Arif dan Endang sudah di depan mata ,di mana bukan lahiran buah cinta mereka tinggal menghitung hari, karena bayi mereka sungsang mengharuskan Endang harus SC Padahal dia sudah berharap melahirkan normal .
Bahkan dia sudah mengikuti semua ucapan dokter agar bisa melahirkan normal tapi nyatanya semuanya sia² dan itu membuat Arif sedikit lega setidaknya tuhan masih mendengar Doanya , sekalipun dia memasang wajah murung dan bersalah di depan sang istri tapi dalam hatinya dia bersorak untuk itu .
" Kenapa yank ' Tanya Arif lembut mengelus pelan rambut sang istri .
" Apa harus SC " Arif mengaguk mencium kening istrinya " Kan Nona Amanda sudah menjelaskan sayang " Ucap Arif mengambil roti yang sudah di siapkan Endang .
" Tapi aku ingin Normal Mas " Rengek Endang .
" Nanti iya ,kalau masih di kasih kepercayaan lagi aku minta Baby nya ke luar nya normal ' Endang hanya mengaguk saja
Semoga Malaikat tidak mendengar nya ,aku khilaf tuhan aku hanya ingin menenangkan hati Istriku Ucap Arif dalam hati .
Bukan kah membahagiakan istri sebagian dari ibadah Lanjutnya sambil menatap Endang .
" Tapi mas temanin kan " Arif mengaguk " Iya sayang ,jangan terlalu di pikirkan bukannya kata Nona Amanda harus santai biar nanti operasi nya juga lancar " Endang mengaguk sambil meminum jus nya .
Setelah selesai sarapan Arif berpamitan pada Endang sedangkan sang istri sudah tidak berkeja lagi dia akan kembali jika sudah memungkinkan .
Endang kembali ke kamar, tidak berselang lama dia sudah ke luar dengan bathrobe yang menutupi tubuhnya .
" Nona mau berenang " Endang mengaguk tersenyum "Saya temani Non " Ucap pelayan .
Dia tidak ingin mengambil resiko jika terjadi papa dengan istri tuannya, jadi lebih baik mencegahnya bukan .
" Bibi mau berenang juga " Pelayan menggeleng " Saya di pinggiran saja Non " Ucap Pelayan lembut .
" Baiklah " Jawab Endang membuka bathrobe nya hingga hanya menyisakan bikini berwarna Hitam .
Pelayan menelan ludahnya kasar padahal hampir setiap hari dia melihat Endang berenang setelah suaminya berangkat kerja ,mungkin karena bosan atau dia menyukainya.
Sedangkan di perusahaan Arif yang baru saja memasuki ruangan nya terhenti saat melihat wajah kedua sahabatnya yang terlihat sangat memprihatikan .
" Kalian membuat ku takut " Ucap Arif melanjutkan langkahnya ke meja kerjanya .
" Aku pernah menghadapi Rosna saat hamil Aurellia tapi hamil yang ke dua ini seolah dia menyiksaku " Adu Rehan membaringkan tubuhnya di sofa .
" Apa mereka punya dendam pada kita ,bahkan kita sudah berubah , Brad seperti memusuhiku " Aduh Morgan lagi dengan wajah sendunya.
" Apa yang sedang kalian bicarakan " Rehan dan Morgan menatap ke arah Arif yang masih duduk di kursi kerjanya .
" Jangan bertanya jika nantinya kamu akan tertawa " Arif menaikan keningnya " Bukan kalian duluan berbicara, jadi bukan salah ku jika aku bertanya karena aku tidak paham " Ucap Arif .
" Rosna membangun kan sianga tidur, tapi saat akan di makan dia bilang nya ngantuk " Arif mencoba menahan tawanya .
" Padahal tanggung tinggal sedikit tapi saat Mendengar suara anaknya langsung bangun menghampiri nya ,saat selesai memberikan ASI dia malah bilang ngantuk " Tawa Arif langsung meledak membuat kedua sahabtnya berdecak .
__ADS_1
" Aku pinjam kamar,malas ke kantor " Ucap Rehan meninggalkan Morgan dan Arif yang masih tertawa .
" Aku ikut, semoga kamu tidak merasakan nya !! Jika kamu mendapat kannya aku akan bersujud pada Endang dan mencium kakiknya " Ucap Morgan ketus meninggalkan Arif yang masih tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepulang dari perusahaan Arif , Morgan memasuki apartemen nya dengan wajah kesalnya bahkan dia seharian di perusahaan Arif bersama Morgan padahal pekerjaan mereka menumpuk karena mood mereka sedang kacau jadi membiarkan begitu saja .
" Ba ....be " Isna menatap bingung ke arah Morgan saat pria itu melewati nya begitu saja .
" Babe " Morgan tetap melanjutkan langkahnya menuju kamarnya , Isna langsung menggendong Brad menyusul suaminya ke kamar .
Sesampainya di kamar dia sudah tidak melihat Morgan.
" Sayang ,di sini dulu iya !! Bunda temani Ayah dulu " Ucapnya pada bayi yang masih berumur 2 bulan itu .
Sedangkan di dalam kamar Morgan membersihkan tubuhnya .
" Lihat saja ,aku akan membuatmu memohon padaku " Gumam Morgan yakin .
Tok ....tok ..
" Babe buka ,kamu kenapa ?? " Morgan hanya diam saja .
" Babe buka dulu ,nanti Brad bangun karena kamu tidak membuka nya " Tetap sama Morgan masih saja terdiam .
Hingga akhirnya Morgan ke luar menggunakan bathrobe melewati Isna begitu saja menuju ruangan ganti .
" Babe,Morgan "
' Aku minta maaf kalau salah ,tapi katakan di mana letak kesalahan ku biar aku ubah " Ucap Isna .
Apa dia sudah lupa tentang semalam ,dasar wanita yang hanya ingin di mengerti tapi dia sendiri suka pelupa ,kalau seandainya itu aku sudah pasti dia akan mengatakan makanya peka ...peka babe !! Lalu dia sekarang apa menyebalkan dasar kamu wanita Ucap Morgan dalam hati melepaskan bathrobe nya begitu saja mengambil Boxer nya .
Isna yang sudah kesal karena suaminya menahan tangan suaminya memasukan sosis besar berurat itu ke mulutnya membuat Morgan kaget .
" Ssssttt .....Aaahhhh .....Ho..Ney " Morgan memegang meja yang ada di dalam ruangan ganti .
" Apa ini yang membuatmu marah "
" Aaarrgghhhh.....Isna " Belum sempat Morgan menjawab Isna Kembali mengulum sosis berurat itu .
" Aku belum mandi ,dan babe bisa mandi ulang " Ucap Isna melepas kan semua kain yang melekat di tubuhnya .
" jangan .... memulai " Ucap Morgan berat .
" Isna ......Aaahhhh " Pekik Morgan saat wanita kembali bermain .
__ADS_1
Isna menatap ke atas menatap ekspresi Morgan yang membuatnya semakin bersemangat .
Hingga 30 menit kemudian milik Morgan meledak membuat pria itu menggeram panjang .
" Aaarrrggggghhhhhhh .......Isna ......" Cairan itu meledak di tangan Isna hingga sebagian mengenai lantai ruangan itu .
"Ini baru awal " Ucap Isna membawa Morgan ke sofa .
Jleb
" Aaarrgghhhh " Morgan menatap Isna yang kini di atas nya .
" Kau nakal " Isna hanya tersenyum " Aku akan membayar nya " Ucapnya lalu menggoyang kan tubuhnya naik turun .
" Aaahhhh ....ini ... Enak ...Babe " Racau Isna Menengadah ke atas .
Tidak ingin hanya diam Morgan mengambil benda kenyal yang imut bergoyang lalu memainkan secara perlahan dalam mulutnya .
" Hhhmmmppp " Erang Morgan tertahan karena mulutnya masih memainkan benda kenyal yang kini milik anaknya.
" Terus... Honey ...Aku ..... Aaarrgghhhh " Morgan memegang bokong yang semakin berisi .
plak
" Aaahhh " Pekik Isna menatap Morgan ,lalu membungkam mulut pria itu dengan kasar .
" Aku tidak akan berhenti,ingat itu " Ucap Morgan membalikkan keadaan kini Isna sudah berada di bawah .
" Lakukanlah ,aku menunggu nya " Tantang Isna membuat senyum Morgan semakin lebar .
Jleb.
" Aaaaaahhhhhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh "
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Selamat siang semuanya semoga selalu sehat 😘😘😘😘😘
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟