
Sesampai nya di rumah besar itu Naufal langsung turun dan memegang pesanan sang istri.
" Tuan " Naufal hanya menggaguk lalu masuk dalam rumah .
Tapi langkahnya terhenti saat melihat Raymond dan Reza yang baru ke luar dari ruangan kerja .
" Apa yang kau lakukan ' Tanya Raymond .
" Mengantarkan pesanan Alexa " Bahkan Naufal mengangkat sekotak martabak bawaan nya .
" Apa kau berubah menjadi suami siaga " Sindir Raymond menaikan alisnya .
" Tidak , sebelum nya Alexa juga pernah mengidam " Elak Naufal kesal .
" Dan kau kira aku percaya " Ujar Raymond lalu meninggalkan Naufal yang masih berdiri .
" lebih baik ke kamar Kaka Queen ,karena dia sejak tadi ingin makan martabak " Naufal mengaguk lalu meninggalkan Reza .
Tok ...tok ....
" Sayang " Panggil Naufal di depan pintu .
Ceklek
Queen Tersenyum lembut saat melihat Naufal di depan kamarnya .
" Masuk mas " Naufal masuk setelah di persilahkan lalu menutup pintu kamar .
" Ini pesanannya tapi aku tidak tahu kamu suka atau tidak karena aku belinya dekat rumah sakit kalau suruh chef hotel tau di rumah takutnya lama " Ujar Naufal saat mereka sudah sampai di sofa di kamar itu .
" Aku tidak masalah belinya di mana asal bersih jadi Ade tidak sakit " Queen membuka kulkas lalu mengambil jus yang ada di kulkas dan menyimpan nya di meja .
" Boleh aku makan " Naufal langsung membuka kotak martabak itu .
Seketika mata Queen berbinar tanpa permisi dia langsung mengambil martabak dan langsung memakannya .
bahkan dia sampai lupa menawarkan pada suaminya ,Naufal Tersenyum lembut lalu mengusap kepala Queen dengan lembut .
" Maaf " Cicit Queen dengan mulut yang masih penuh .
" Makanlah ,maaf kamu Melawati 3 bulan ini sendirian di mana kamu pasti banyak menginginkan sesuatu, Tapi aku " Naufal memilih Tidak melanjutkan ucapannya .
Karena jika mengikat itu dia laki² yang paling bajingan di dunia ini ,dimana dia merasa tidak peduli dengan keadaan Istri nya yang sedang mengandung benihnya .
" Aku baik² saja ,aku juga tidak terlalu menginginkan yang lain selain buah dan sayuran karena mual " Naufal hanya diam saja .
Dia tentu tahu di mana awal kehamilan Queen selalu menyuruh anak buah Henry untuk membelikan makanan yang di inginkan.
Apa lagi saat di apartemen dia harus ke Padang hanya karena ingin makan nasi Padang dan di temani Yuyun pelayan mereka saat di apartemen .
Mengingat itu saja ,ingin rasanya Naufal memutar kembali waktu dan menembus semua kesalahannya pada sang istri.
" Mas mau " Queen menyodorkan martabak di depan mulut Naufal .
Hap
" Maniskan " Tanya Queen saat Naufal memakan martabak dari tangannya .
__ADS_1
" Terlalu manis yank belum lagi kejunya !! apa nanti tidak akan sakit perutmu " Naufal menatap Queen sambil membersihkan mulutnya dengan tisu .
" Ini enak mas ,mau lagi " Naufal menggeleng cepat " Kamu saja " Jawabnya lalu mengambil jus kotak yang di ambil dari kulkas .
" Jika kurang nanti aku belikan lagi " Queen menggeleng " sudah cukup , Ini saja belum tentu aku habiskan " Jawabnya .
Tapi itu sisa 3 potong " Queen hanya tersenyum malu .
" Apa aku rakus sekali " Tanya Queen .
" Tidak, itu wajar karena kamu lagi hamil ' Jawab Naufal lembut .
Dret..... dreett....
" Siapa mas "
" Daniel "
" Angkat siapa tahu dia ingin kamu belikan sesuatu " Naufal menurut .
" Hebm "
" Eliza menanyakan mu dia menangis " Naufal langsung berdiri .
" Aku kembali " Jawabnya, dia mematikan sambungan telepon lalu menatap Queen .
" Aku harus kembali ke rumah sakit " Queen menhentikan kunyahan nya lalu menatap Naufal yang terlihat panik .
" Kenapa ? Zaza baik² saja kan " Naufal mengaguk .
" Kamu mau apa sayang "
" Aku ikut ..."
" Tidak kamu di rumah saja ,nanti besok kamu ke rumah sakit "
' Tapi ...."
' Ini sudah malam seharusnya sudah istirahat !! tidak baik untuk ibu hamil jam segini masih membuka mata ,di rumah sakit kamu tidak akan nyaman karena perawat sesekali masuk memeriksa Eliza " Bujuk Naufal panjang lebar
" Kamu mengerti kan Maksud ku ?? Aku tahu kamu khawatir tapi kamu pikirkan keadaan Ade sayang !! Di rumah saja iya " Naufal langsung memeluk Queen saat wanita itu mengaguk .
" Tapi kabari jika ada papa " Naufal mengaguk lalu melepaskan pelukannya .
" Alexa " Queen menatap Naufal .
" Boleh aku cium ini " Izinnya sambil menyentuh bibir tipis Queen .
Membuat wanita itu menunduk malu dan memalingkan wajahnya.
' Boleh tidak " Tanya Naufal lagi .
" Tidak boleh iya " Ujar Naufal ,mungkin ini terlalu cepat tapi jujur dia sangat merindukan bibir itu .
" Boleh " Cicit Queen masih menunduk malu .
" A-pa " Tanya Naufal terbata .
__ADS_1
" Ehs sudah aku mau ..."
Naufal langsung menarik Queen lalu membungkam mulut nya sehingga membuat ucapan Queen terhenti .
Naufal menekan tengkuk Queen agar wanita itu membalas ciumannya.
Hingga akhirnya Queen membalas nya dan mengalun kan tangannya di leher Naufal .
Sesapan itu semakin memanas kalah Naufal masuk menerobos dan mengabsen isi mulut Queen .
Hingga akhirnya Naufal mengakhiri nya dan memeluk Queen.
" Maaf aku harus lihat princess " Ucap Naufal di sela napasnya ,Queen hanya mengangguk karena dia juga masih mengatur napas nya .
" Doakan Kaka baik² saja iya ,ayah harus kembali ke rumah sakit dan Ade sama bunda dulu jika semuanya sudah baikan kita kembali ke apartemen , CUP " Naufal mencium perut Queen dengan lembut .
" Langsung istirahat iya " Queen hanya mengaguk ,lalu Naufal kembali mencium bibir yang sudah bertambah volume karena ulahnya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Ceklek .
Daniel menatap ke arah pintu dia melihat Naufal masuk dengan napas yang memburu sambil membawa kopi pesanan nya .
" Eliza kenapa " Tanya Naufal mendekati tempat tidur Eliza .
" Dia mencarimu sambil memegang kepalanya karena sakit jadi perawat memberikan obat pereda nyeri setelah itu dia kembali tertidur,kata perawat itu pengaruh obat " Naufal mendudukan bokongnya di kursi samping tempat tidur Eliza.
" Aku akan membuat wanita itu merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan Eliza " Ujar Naufal dingin .
" Biarkan mertua mu yang melakukan nya ,kamu fokus pada nona Regina saja " Naufal hanya bisa mendesah pelan .
Dia merasa hidup nya tidak tenang semenjak wanita itu kembali dan bodohnya dia menerima dengan tangan terbuka .
Bahkan dia menutup kuping dan mata saat orang sekeliling nya peduli padanya.
Tapi di merasa masa bodoh dengan semua itu ,sampai akhirnya dia melihat apa akibat dari rasa masa bodohnya itu .
Danie mengelus punggung Naufal saat Mendengar helaan napas berat nya .
" Perbaiki semuanya tidak ada kata terlambat jika kita usaha dan mau berubah " Naufal menggaguk.
" Terimakasih " Ucap Naufal sambil menatap Eliza .
" Maafkan ayah princess ,setelah ini ayah akan membalas semua yang sudah kalian lewati " Gumam Naufal .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
***Dukung Naufal dan Queen
like
koment
vote nya yang banyak 😍😍
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟***
__ADS_1