Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 47(2)


__ADS_3

Endang mengerjapkan matanya perlahan hingga dia kembali menutup nya karena sinar lampu, setelah itu dia kembali membukanya dengan pelan .


Dia melihat semua serba putih lalu menatap ke samping nya di mana Arif berbaring menghadap nya .


" Tuan " Panggil Endang lirih .


" Tuan " Panggilnya lagi membuat air terbangun .


" Sayang " Arif langsung turun dari tempat tidur menghampiri Endang bahkan dia sampai lupa memakai alas kakinya lalu dia memencet tombol di atas kepalanya .


" Mana yang sakit Hm ,mau apa " Tanya Arif beruntung .


" Mi.....num " Arif langsung mengambil air mineral " Tunggu sayang " Arif mengambil sedotan di atas meja .


Endang terus menatap Arif hingga pria itu berada di depannya .


" Aku bantu iya " Endang hanya diam saja saat Arif membantunya minum .


Tok ....tok ...


" Masuk "


ceklek .


Perawat masuk langsung berjalan ke arah tempat tidur Endang lalu memeriksa nya .


" Nanti pagi di periksa dokter Alister iya Non, keadaannya jauh lebih baik semoga hasil nya juga nanti baik " Ujar perawat .


" Mari tuan " Alister hanya mengaguk saja .


" Sayang " Panggil Arif saat perawat sudah ke luar .


" Maaf,maaf membuat mu dan baby harus seperti ini maaf " Ujar Arif penuh penyesalan .


" Baby " Arif Mengaguk ,berati memang Endang tidak tahu kalau dia sedang hamil .


" Di sini ada baby " Ucap Arif mengelus perut Endang yang masih rata tapi Endang hanya terdiam .


" Kenapa Hm " Tanya Arif lembut ,tapi Endang hanya menggeleng saja " Istirahat lagi iya, aku temani " Ujar Arif .


" Apa pacar tuan tidak keberatan " Tanya dengan terbata .


" Ayo istirahat " Ujar Arif tanpa mempedulikan ucapan Endang .


' Tuan bisa pulang ,aku baik² saja " Arif memilih diam memperbaiki selimut Endang .


Cup


" Istirahat lah, besok tuan Alister akan memeriksa mu kembali ' Endang hanya diam lalu menutup matanya dengan pelan .


Arif menarik napas sebanyak mungkin lalu di hembuskan dengan kasar , dia menatap kembali wajah Endang sebelum akhirnya dia kembali Istirahat .

__ADS_1


🌵


🌵


🌵


Ceklek .


" Pagi " Sapa Alister .


" Pagi tuan " Jawab Arif.


" Gimana ,apa yang kamu rasakan ' Tanya Alister pada Endang .


" Tidak ada tuan, hanya tidak nyaman " Jawab Endang .


" Nanti tunggu Amanda iya periksa keadaan baby ,kalau semuanya baik 2 atau 3 hari lagi kalian bisa kembali " Jawab Alister sambil memeriksa keadaan Endang .


" Sus cairan infusnya di ganti iya " Ujar Alister .


" Baik dok " Jawab perawat .


" Semuanya sudah bagus iya "Ucap Alister lalu menatap Endang " Jangan melakukan hal bodoh ,banyak cara saat mengatasi masalah ,bunuh diri bukan hal yang baik, syukur kamu selamat begitu juga janin yang ada dalam perut mu ,jika tidak bagaimana ?? Kamu bukan hanya membunuh dirimu tapi Calon anakmu yang tidak salah sama sekali bahkan dia belum mengenal kalian " Ujar Alister .


" Untuk sekarang pikirkan keadaan janinmu, dia punya hak untuk hidup dia juga tidak berharap ada di perut mu jika pada akhirnya dia harus di bunuh saat kedua orangtuanya tidak mengetahui kehadiran nya " Lanjutnya dengan tenang tapi penuh penekanan .


" Aku ke luar dulu " Ujar Alister lalu ke luar dari ruangan itu bersama perawat .


" Sarapan dulu iya " Endang hanya diam saja " Demi baby " Endang menatap Arif " Apa tuan bersikap baik hanya karena aku hamil " Arif hanya diam saja mengambil makanan untuk Endang.


" Saya bisa sendiri, Lebih baik tuan pergi menemui kekasih atau kerja terimakasih sudah meluangkan waktunya menjaga ku, maaf sudah merepotkan Anda " Arif hanya diam saja memberikan sarapan Endang .


Bukannya dia tidak ingin menjawab atau mendiamkan Endang,dia hanya tidak ingin lepas kendali hingga membuat wanita itu kembali terluka .


" Habiskan iya " Ujar Arif mengelus lengan Endang lalu berjalan ke arah sofa untuk sarapan juga .


" Setelah ke luar dari sini ,aku harap tuan bisa mengurus surat cerai nya " Arif mengepalkan tangannya bahkan sendok yang ada di tangan nya jadi sasaran nya.


" Saya tidak ingin menjadi penghambat hubungan tuan dan Nona Widia, hanya karena sebuah tanggung jawab " Arif masih terdiam melanjutkan makannya .


Melihat Arif hanya terdiam Endang pun memilih untuk makan, karena sekarang dia harus memikirkan bayi dalam perutnya yang baru saja hadir .


Kini dia bisa hidup kembali dengan kehadiran janin dalam kandungan nya sekalipun mungkin Arif tidak menginginkan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat tahu Endang sadar Rosna dan Isna langsung meminta ke rumah sakit yang tentu nya di temani suami mereka yang masih memakai pakaian kantor .


" Mba Endang " Pekik Rosna dan Isna saat memasuki ruangan Endang tanpa mengetuk pintu .


Membuat yang dalam ruangan kaget menatap ke arah pintu .

__ADS_1


" Apa suami kalian tidak mengajarkan sopan santun hah " Bentak Arif kesal .


" Maaf mas " Ujar Rosna Tersenyum berjalan ke arah Endang sedangkan anaknya bersama Rehan , sedangkan Isna langsung berlindung di belakang suaminya .


" Kau membuat istri ku takut " Ujar Morgan .


" Aku tidak peduli ,harusnya dia sadar kalau dia lagi hamil tapi dia bertingkah seperti gadis perawan " Ucap Arif ketus .


" Tidak usah mendengarkannya ' Ujarnya menatap Isna " Pergilah bukannya kamu ingin bertemu Endang, itu Rosna sudah di sana " Ucap Morgan lembut .


" Pergilah ,dia tidak akan memakanmu " Isna menatap Arif lalu kembali menatap suaminya " Pergilah " Dengan perlahan dia ikut bergabung ke arah tempat tidur .


" Bagaimana " Arif menggeleng " Dia meminta cerai " Morgan dan Rehan langsung menatap Arif " Lalu apa jawaban mu " Tanya Morgan .


" Aku memilih diam, karena aku takut tidak bisa menahan emosi ku " Rehan dan Morgan langsung terdiam menatap ke tiga wanita yang tidak jauh dari mereka .


" Akhirnya Mba bangun juga ,selamat untuk kehamilan Mba akhirnya Aurel punya adik dua " Uajr Rosna lembut .


"Terimakasih ,maaf sudah merepotkan kalian " Rosna menggeleng " Kita keluarga tidak ada yang merasa direpotkan " Jawabnya dengan Tersenyum .


" Jangan lakukan itu lagi, aku hampir membenci Mba kalau Mba meninggalkan kan kami " Ujar Isna dengan mata berkaca-kaca .


" Aku cape Is " Ujar Endang menunduk " Apa pun itu jangan lakukan itu ,karena Mba Endang sudah seperti kakak buat Isna begitu juga Rosna sekalipun hanya beda bulan " Ujar Isna menggegam tangan Endang .


Rosna mengelus lengan Endang dengan lembut sambil menatap ke atas berharap air matanya tidak ke luar .


" Aku juga pernah di posisi Mba, mungkin begitu juga dengan Rosna dan bahkan aku perna melihat keadaan seperti ini dan itu membuat ku sesak " Ujar Isna lirih .


" Kita tidak boleh kalah Mba ,mereka sudah milik kita bahkan sah, apa Mba bisa tenang melihat mereka senang apa lagi wanita itu aku yakin dia hanya menyukai uang suami kita jika tidak mana mungkin dia menjual tubuhnya yang jelek itu ,jujur kalau Isna tidak akan perna tenang Sekalipun nanti Isna sudah di alam lain ,aku akan membuat hidup nya lebih sakit dari yang Isna rasakan " Uajr Isna menatap lurus ke arah lain dengan mata yang berkobar .


" jangan mengambil langkah hanya karena Mba merasa tidak di butuh kan atau merasa hanya sendiri ,ada kami di sini bersama Mba ,jika Mba sakit berbagi lah dengan kami begitu juga sebaliknya kami akan selalu ada buat Mba " Ucap Rosna.


" Maafkan mas Arif ,bukannya aku membela nya tapi setiap orang punya kesalahan dan kesempatan untuk berubah ,karena mas Rehan juga begitu mungkin juga mas Morgan " Isna mengaguk membetulkan " Mereka penjahat wanita Mba tapi Morgan sudah sadar sekarang, aku yakin tuan Arif juga begitu " Ujar Isna pelan , Endang menatap Arif yang juga menatap nya .


" kalau mereka mengulangi nya ,kita potong junior hingga tidak ada sisa Mba bahkan bola kehidupan nya juga " Lanjutnya dengan mata memicing .


Membuat Endang tersenyum kuda sedangkan Rosna hanya menggelengkan kepalanya .


" Jangan mengajari nya,Kamu sama Mba Endang beda " Ujar Rosna .


" Harus, biar nanti Mba Endang kalau ketemu nenek sihir itu langsung di lawan bukan kabur atau menghabisi dirinya ,ingat iya Mba ,kalau Mba takut bisa hubungi Isna " Ujar Isna menatap Endang yang hanya mengaguk saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


"


__ADS_2