Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Undangan


__ADS_3

Naufal menatap sekeliling bangunan yang belum jadi itu di mana ada puluhan orang yang bekerja untuk membangun mall


sert apartemen yang menjadi tanggung jawab nya .


" Apa ada masalah " Tanya Naufal tanpa memalingkan wajahnya .


" tidak ada tuan ,semuanya aman " Jawab mandor .


" Saya menyuruh kalian menyelesaikan dengan waktu yang ditentukan tapi bukan berarti kalian tidak istirahat,hati² dalam bekerja ' Ujar Naufal .


" Baik tuan " Jawabnya .


Setelah itu mereka kembali berkeliling melihat sekitaran pembangunan itu.


Hampir 3 jam mereka berkeliling kini mereka kembali ke dalam mobil setelah Naufal memberikan wejangan pada mandor .


"Kerjarlah dengan baik, utamakan keselamatan pekerja mu nanti saya akan ke sini lagi " Ucap Naufal sebelum masuk dalam mobilnya .


" Baik tuan " Ucapnya sambil menunduk kepalanya,setelah itu Naufal masuk dalam mobil .


" Nyalakan mobilnya Niel, panas " Ujar Daniel lalu membuka kancing baju atasnya.


" Panas karena sudah mau siang " Celetuk Daniel .


" Kita balik ke perusahaan ,makan siang di sana saja " Ujar Naufal .


" Tidak di butik " Tanya Daniel menatap Naufal yang duduk di samping nya .


" Tidak, pekerjaan kita menumpuk " Jawab Naufal .


" Itu karenamu , setelah makan ngamar aku jadi baby sister anakmu " Naufal hanya tersenyum saja .


" Sudah jangan marah² " Ucap Naufal,Daniel hanya berdecak saja .


Di tempat lain di sebuah mall yang sangat besar dan terkenal Queen yang di temani Risna sedang melihat² butik yang ada di mall itu .


Tapi perhatian nya terahlikan saat ada yang memanggil namanya .


Bukannya menyapa balik tapi dia fokus pada seseorang yang di samping orang itu .


" Siapa " Tanya Queen to the poin.


" Cih ,Apa kau begitu penasaran dengan nya " Ujarnya sambil melirik wanita yang di samping nya .


' Come on ,jangan membuat ku penasaran " Ujar Queen memelas .


" Calon istri " Ujarnya dengan lirih .


" Wah " Queen bertepuk tangan dengan girang " Kau laku juga " Pria itu hanya mendengus kesal .


" Kami di jodohkan ,Kau puas " Ucap sang pria ketus .


" Sangat puas , seorang Fazri pengusaha iya lumayan terkenal tapi tidak di kalangan wanita harus di jodohkan ,apa kau normal " Lagi² Naufal berdecak kesal .


" Kenalkan aku Regina temannya calon suami mu, sebenarnya aku malas sih tapi terpaksa " Canda Queen sambil mengulurkan tangannya .


" saya Dina nyonya " Queen menatap Naufal saat wanita yang di depannya memanggil nya nyonya .


" Jangan banyak bertanya " Celetuk Fazri kesal .

__ADS_1


" Ok² ,kalian sudah makan siang " Tanya Queen setelah tangan mereka terlepas .


" Belum ,kami baru membeli cincin " Queen ingin sekali tertawa saat melihat wajah kesal Fazri.


" Mau makan bersama " Tawar Queen .


" Boleh, kebetulan aku juga sudah lapar " Jawab Fazri .


" Ayo mba Dina " Ujar Queen berjalan di ikuti Risna .


" Mau makan di mana " Tanya Fazri yang berjalan di belakang mereka .


" Aku ingin shabu² " Jawab Queen .


" Pikirkan Dina ,dia tidak bisa " Ujar Fazri .


" Maka ajari " Ujar Queen seadanya membuat Fazri ingin sekali mencekek nya .


Tapi sepertinya Queen punya rencana ,dia bisa melihat jika wanita yang di bawah Fazri bukan orang kalangan atas dan dia bisa melihat jika wanita itu mungkin dari kampung atau bisa saja dia tidak suka berdandan .


Tapi secara keseluruhan ok dia sangat cantik bagi Queen .


" Ris tolong pesan kan iya " Risna mengaguk " Kita makan di ruangan atau di sini saja " Tanya Queen menatap kedua manusia itu .


" Di luar saja " Celetuk Fazri sedangkan Dina hanya mengikuti saja .


" kalau begitu ayo duduk " Ujar Queen lalu mereka duduk di tempat yang kosong .


" Maaf mba Dina asli mana " Tanya Queen pelan agar tidak menyinggung perasaan nya .


" Bandung nyonya " Jawab Dina lembut .


" Kau puas " Queen mengaguk tertawa kecil .


" Jika dia macem² nanti potong saja belut listrik nya " Ujar Queen .


" Jangan mengajarinya dia masih polos tidak seperti mu " Ucap Fazri cepat .


" Kau sudah di papain sama dia mba " Tanya Queen .


" dia papain bagaimana nyo..."


" Regina " Potong Queen cepat ,Dina tersenyum kaku ' mAaf " Queen hanya mengaguk tersenyum .


Tidak berselang lama Risna datang ke meja mereka.


' Aku ke toilet sebentar nona bos " Izin Risna setelah menyimpan tasnya .


" Nyonya ..."


" Panggil dia Risna " Ujar Queen .


" Maaf ,mba Risna boleh saya ikut " Tanya Dina sopan .


" Boleh non ,ayo " Dina langsung mengikuti langkah Risna .


" Kau beruntung mendapatkan nya " Ujar Queen.


" Tapi dia jauh dari tipeku Ina " Ujar Fazri sendu .

__ADS_1


" Kau harusnya bersyukur, dia wanita yang lembut baik sekalipun ini pertemuan pertama ku dengannya " Ujar Queen lembut .


" Ini " Fazri memberikan undangan pada Queen " Tadi rencana nya kami mau ke butik tapi ketemu di sini ,jadi aku kasih saja di sini " Queen menerima surat undangan itu lalu di masukan dalam tasnya " Dan ini untuk asisten pribadi mu " Lanjutnya .


' Simpan saja di situ ,nanti dia datang kamu bisa berikan padanya " Naufal mengaguk.


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dan tersenyum jahat .


" Kita lihat sampai di mana kau bisa bertahan pada wanitamu " Ujarnya tersenyum miring lalu mengambil foto Queen dan Fazri yang duduk berhadapan .


Lalu mengirimkan pada seseorang,setalah itu di keluar dari restoran itu dengan senyuman bahagianya .


Di perusahaan Naufal yang sedang bergulat dengan berkas yang ada di depannya .


Notifikasi pesan yang masuk di hp nya tidak membuat hilang fokus .


Dia terus melanjutkan pekerjaan nya .


Hingga dua jam kemudian dia membuka pesan dari wanita yang membuat nya susah move on .


Seketika wajahnya memerah tangannya mengepal keras memegang hp nya .


Saat melihat foto² Queen sedang makan siang bersama Fazri ,apa lagi hanya mereka berdua .


Dari foto yang di kirim bahkan Queen dan Fazri terlihat sangat bahagia sambil bertukar cerita .


Naufal membuang hp nya di atas meja dengan kasar lalu mengusap wajahnya kasar sambil bersandar pada meja kerjanya .


Naufal memejamkan matanya memijat pangkal hidungnya , perasaan nya tidak baik² saja , bahkan ingin sekali dia menyusul Queen .


Tapi dia akan bertanya padanya saat mereka di rumah nantinya .


Sedangkan di apartemen seorang wanita sedang tersenyum bahagia dia tinggal menunggu tanggal mainnya dan dia akan datang seolah-olah seperti wanita penolong membayangkan saja membuatnya tersenyum puas .


" Tunggu aku sayang, aku akan memberikan yang terbaik untuk mu " Ujarnya .


" Honey " Lian menatap pintu kamarnya .


" Aku merindukan mu " Ujar sang pria lalu mendekat ke arah Lian yang sedang duduk di sofa .


" Aku atau tubuhku " Tanya Lian menatap pria yang kini sudah berbaring di paha nya .


" Duanya " Ujarnya tersenyum Seringai sambil meremas dada Lian .


" Aaahhhh " Lian yang memang lemah imannya atau bisa di katakan itu makanan pokoknya dan memang otak dan kehidupan nya tidak jauh dari itu .


Sehingga gampang membuatnya gampang menyerah kan apa yang orang inginkan terhadap nya .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2