
Arif tertunduk duduk di samping ranjang Endang sambil memegang tangan istrinya .
Sebelum dia di izinkan masuk oleh Alister ,Henry sempat melarangnya hingga terjadi perdebatan antara dia dan Alan .
Hingga akhirnya Daddy Radit meminta masuk barulah Arif masuk dan kini dia sedang menyesali perbuatannya .
Saat masuk dalam ruangan dia menatap sendu ke arah ranjang di mana Endang di pasang kan alat infus lalu bantu pernapasan belum lagi alat untuk memantau kondisi calon anak mereka dengan berat dia duduk di samping wanita itu dengan pakaian khusus .
" Bangun lah, aku mohon !! Lakukan apa pun yang kamu mau bahkan membunuh ku pun aku siap,aku mohon " Ucapnya terisak .
" Endang buka matamu, Aku janji tidak akan melakukan hal yang sama !! Aku janji " Lanjutnya lalu dia menatap perut Endang dengan pelan dia meletakkan tangannya di atas perut nya " Baby " Arif tidak bisa menahan lagi tangannya bergetar mengusap perut Endang " Maafkan Papa " Lanjutnya .
Ceklek
Arif mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu .
" Jangan menyalahkan dirimu terus ,yang harus kamu lakukan sekarang hanya berdoa untuk keselamatan mereka dan buktikan pada mereka jika kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan " Arif hanya terdiam mendengar ucap Alan .
" saya tahu ini berat , karena saya sendiri pernah merasakan bahkan sampai sekarang saya selalu merasa bersalah pada kakak nya syahzani jika saja aku tidak meninggalkan Elsa mungkin dia sudah seperti adiknya yang memiliki seorang putra padahal aku sendiri tahu kondisi mereka saat itu tidak baik² saja bahkan Elsa harus sering di pasangkan infus hingga membuat tangannya lecet karena jarum infus " Alan menatap Endang yang masih pucat " Kamu lebih beruntung dari pada saya karena dia masih berjuang dan semoga perjuangan nya ada hasilnya dan itu doa kita semua untuk Endang atau pun janinnya " Lanjutnya sambil mengelus pundak Arif .
' Selesaikan masalah mu , Akhiri semuanya jangan lagi ada wanita lain !! jika kamu belum mencintai nya coba paksa kan dirimu untuk mencintainya kamu harus memikirkan calon anakmu " Ucap Alan .
' Iya tuan, terimakasih " Ucap Alan .
" Aku tinggal, nanti ada pelayan yang mengantarkan makan untukmu " Ucap Alan menepuk pelan .
" Istirahat lah ,jika kamu sakit tidak ada yang akan menjaga istri mu karena semua orang punya istri " Arif mengaguk Tersenyum " Iya tuan " Alan langsung ke luar dari ruangan itu.
" Sayang " Panggil Arif " Buka mata mu, apa kamu sudah tahu kalau ada baby di sini " Ucap Arif sambil mengelus perut Endang .
" Aku mohon berjuanglah demi baby , ayo bangun buka matamu " Lanjutnya lagi .
Di apartemen setelah menjemput Isna mereka kembali ke unit mereka .
Baik Isna atau pun Morgan tidak ada yang membuka suara tidak membahas masalah Arif dan Endang .entahlah mereka sendiri bingung harus bagaimana .
" Honey " Isna menatap Morgan lalu memeluk nya " Jangan banyak pikiran ,kamu lagi hamil " Isna hanya mengaguk saja dalam pelukan Morgan .
" Apa Mba Endang akan baik² saja " Morgan mengaguk " Doakan saja karena dia juga lagi hamil " Isna tidak lagi bertanya tapi pelukannya semakin erat .
__ADS_1
" Babe "
" Hebm "
" Apa masih ada wanitamu " Tanya Takut .
" Kamu masih Ragu " Isna mengaguk jujur " Aku tidak tahu jika aku di posisi Mba Endang " Ucap Isna .
" Tidak ada wanita lain " Jawab Morgan " kamu tahu aku pria seperti apa jadi kemungkinan saat kita ke luar nanti ada saja wanita yang mengenal ku " Isna terdiam lalu mengangkat kepalanya menatap Morgan " Apa perna memiliki perasaan pada mereka " Morgan menggeleng mencium kening Isna " Kami hanya sebatas saling membutuhkan honey ,aku butuh kepuasan mereka butuh uang " Jawabnya tenang .
" Berapa babe membayar mereka " Bukannya menjawab Morgan malah tertawa " Tergantung honey jika kami puas kami memberikan lebih " Jawabnya Tersenyum .
"Kalau sama uang bulanan ku " Tanya Isna polos .
" Mereka tidak semahal itu honey " Morgan mencium seluruh wajah Isna Karena gemas " berarti banyakan uang ku " Morgan mengagguk cepat .
" Apa yang membuat mereka memiliki pekerjaan itu " Tanya Isna .
" Mungkin karena uang " Jawab Morgan seadanya.
" Babe lihat aku sampai merinding " Ucap Isna memperlihatkan tangannya " Sudah jangan membahas mereka " Ucap Morgan menggosok lengan Isna .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka juga membawa kan pakaian dan makanan untuk Arif .
Ceklek
" Pagi " Sapa Rehan .
Secara perlahan Arif membuka matanya saat mendengar suara .
" Kalian datang " Tanya lalu bangun karena dia tidur di samping Endang tapi beda tempat tidur .
" Mandi dulu ,biar kami yang jaga Endang " Ucap Morgan
" Setelah itu kita sarapan sama² aku sudah lapar " Timpal Rehan.
" Kenapa harus membawa makanan " Ucap Arif mendekati mereka .
__ADS_1
" Kamu tahu istriku ,tangannya aka gatal kalau tidak masak " Ucap Rehan kesal tapi tenang lah itu hanya bercanda agar semua tidak tegang .
" Dia membuat kue " Rehan mengaguk " Dia bilang ini lebih manis dari pada mainan mu " Arif tertawa kecil " Iya sudah aku mandi dulu " Ucap Arif .
" Ini " Arif mengambil paper bag dari tangan Morgan " Makasih " Jawabnya lalu masuk dalam kamar mandi .
Keduanya mendekat ke arah tempat tidur pasien menatap Endang , sudah tidak sepucat kemarin .
Ceklek
" apa yang kalian lakukan " Keduanya berbalik ke arah pintu .
" Selamat pagi tuan, Non " Ucap keduanya .
" Mana suaminya " Tanya Alister .
" Lagi mandi tuan " Jawab Morgan .
Alister berjalan ke arah kamar mandi mengetuk pintu kamar mandi .
" Jangan bersolo karier cepat selesaikan mandimu " Ucap Alister .
" Iya tuan " Jawabnya dari dalam .
" Kakak aku periksa saja iya " Alister menatap Amanda ' Tunggu dia selesai ,kamu simpankan susu Daffi " Amanda mengaguk .
" kamu di antar siapa " Tanya Alister .
" Sopir ,solanya Kaka Rifat ada urusan " Alister mengaguk sambil menatap perkembangan Endang begitu juga Amanda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟