Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 50 (2)


__ADS_3

seminggu sudah Arif meninggalkan Endang setelah kejadian penandatanganan surat cerai yang Arif berikan ,sejak saat itu juga dia tidak kembali ke apartemen memilih menginap di hotel .


Kini dia di perusahaan sedang di sibukkan dengan setumpuk pekerjaan, dua hari lagi dia akan ke Landon dan itu harus dia sendiri yang akan ke sana bersama sekertaris nya .


Pulang dari perusahaan Arif memutuskan kembali ke apartemen hanya untuk melihat keadaan Endang .


Jujur dia sendiri khawatir meninggalkan sendirian di apartemen sekalipun ada pelayan tapi itu hanya sampai sore saja, Tapi mau bagaimana lagi jika memang keinginan Endang seperti ini .


Setiap harinya pelayan juga selalu melaporkan apa keseharian Endang yang kebanyakan di habiskan di kamar .


Arif masuk dalam apartemen nya tidak melihat siapa pun karena memang pelayan sudah pulang jika jam 4 sore, melangkahkan kakinya menuju kamar nya karena ada yang harus dia ambil .


Dengan pelan dia memegang handle pintu lalu membuka dengan pelan,hal pertama yang dia lihat Endang yang terdiam sambil menonton TV lebih tepatnya tv yang menonton nya .


Arif langsung masuk ke ruangan ganti dan itu di sadari Endang dengan cepat dia ikut menyusul Arif ke dalam ruangan ganti .


" Apa sekarang statusku janda " Tanya Endang tepat di belakang Arif tapi pria itu tetap diam .


" Tidak perlu pergi dari apartemen ini ,karena ini milik anda, saya yang akan ke luar " Arif tetap diam mengambil koper kecil yang ada di sisi ruangan .


Endang menatap Arif yang memasukan pakaiannya tanpa membalikkan badannya .


" Arif "


" Arif " Pekik Endang tapi tetap tidak ada jawaban sama sekali Arif tetap melanjutkan kegiatannya .


" Kenapa harus menyelamatkanku jika kamu selalu menyakiti ku ,apa itu belum cukup untukmu katakan apa lagi yang harus aku lakukan " Bentak Endang emosi bahkan dia tidak peduli dengan bahasa yang dia ucapkan .


" Mau pergi lagi " Tahan Endang saat Arif melewatinya begitu saja .


" Aku harus pergi " Jawab Arif datar melepaskan tangan Endang dengan pelan .


" Iya pergilah, karena memang kami tidak penting !! Aku harap kamu bahagia di luar sana " Ucap Endang serak .


" Aku membencimu Arif " Teriak Edang memenuhi ruangan itu membuat Arif mengentikan langkahnya .


" Bukannya kamu sudah berjanji akan membahagiakan aku, kenapa tidak membujuk ku " Arif menarik sudut bibirnya .


" Apa karena aku tidak seperti mereka yang bisa memuaskan mu " Lanjutnya dengan emosi .


" Arif Bajingan ,brengsek " Teriak nya lagi membuat Arif semakin melebarkan senyumnya .


" Sudah puas " Tanya Arif membalikan badannya menatap Endang yang sudah siap meledak kembali .


" Bukannya kamu yang menginginkan kita berpisah lalu kenapa harus aku membujuk mu " Ucap Arif tenang membuat Endang Kembali meradang menatap tajam Arif .


" Bahkan kamu memberikan tanda tangan mu ,lalu salah ku di mana " Lanjutnya tanpa dosa membuat Endang mengepalkan tangannya kuat.

__ADS_1


" Bicaralah ,apa ada yang salah " Ujar Arif memasukkan tangan nya di saku celananya menatap remeh ke arah sang istri .


Dengan perlahan Endang mendekati Arif tidak ada lagi aura kelembutan yang ada hanya ada amarah .


Bugh


Bugh


Arif langsung memeluk Endang dengan erat saat melihat Endang menahan tangisannya .


" Jangan menangis " Tangisan Endang langsung pecah dalam pelukan Arif " Aku pergi karena tidak ingin menyakiti mu ,aku takut tidak bisa menahan emosiku dan membuatmu terluka " Endang memaksa mendorong tubuh Arif " Aku menginap di hotel kamu bisa tanya pada Morgan atau Rehan " Lanjutnya tanpa peduli dengan Endang yang terus mendorong tubuhnya .


" Jangan menangis kau membuat anakku cengeng " Ujar Arif Tersenyum .


" Dia ....anakku " Jawab Endang dalam tangisannya.


" Apa kamu bisa membuat anak tanpa adanya aku, luar biasa sekali kamu " Endang kembali memukul belakang Arif membuat pria itu tertawa .


" Mau ikut ke Landon " Tanya Arif melonggarkan pelukannya menatap Endang yang juga menatap nya .


" Apa lama " Tanya nya sesegukan.


" 2 atau 3 hari " Jawab Arif menghapus air mata Endang .


" Kapan " Tanya Endang


" Kerja " Arif mengaguk " Aku di sini saja ,aku tidak ingin mengganggu pekerjaan mu " Jawab Endang .


" Kamu yakin, apa tidak bosan selama seminggu hanya di apartemen " Tanya Arif sambil tersenyum .


Bugh


" itu karena kamu " Ujar Endang memukul lengan Arif .


" Aku akan usahakan kembali cepat " Endang mengaguk lalu kembali memeluk Arif .


Jujur dia merindukan pria itu ,tapi karena dia tidak pulang dan memilih menginap di luar hingga Endang hanya bisa menahan nya saja .


" Aku kangen " Arif Tersenyum kuda membalas pelukan Endang lalu membawa nya duduk di sofa .


" Kenapa tidak menelpon " Endang menggeleng " kan mas yang salah masa aku yang telepon " Ujar Endang cemberut .


" Apa tadi ,mas " Tanya Arif menatap Endang yang bersembunyi di dadanya " Aku tanya loh ,tadi bilang apa " Endang menggeleng kan kepalanya menyembunyikan wajahnya karena malu .


" Aku suka panggilan nya " Ucap Arif membuat Endang tersenyum .Tidak ada lagi pembahasan apa pun kedua hanya berpelukan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Di apartemen yang lain Rehan sedang menemani putrinya main sedangkan sang istri menyiapkan makan malam mereka .


" Apa ibu di lupakan " Rehan menatap ke belakang sambil tersenyum " Sudah " tanya Rehan .


" Sedikit lagi " Jawab Rosna.


" Masak apa " Tanya Rehan .


" Katanya mau sate " Rehan menanggapi nya dengan senyuman " Memang jika punya istri pintar masak semuanya jadi serba muda" lidah Rosna berdecak .


" Kenapa dia tumbuh begitu cepat " Ujar Rehan menatap sang putri yang asik bermain dengan boneka nya dan dunia nya sendiri .


" Apa ayah ingin dia kecil terus " Rehan mengaguk " kalau dia besar pasti dia sudah tidak ingin aku cium, aku gendong atau menemani nya bermain seperti sekarang " Ujar Rehan menatap Aurel .


" Percayalah dia akan lebih dari itu nantinya ,ayah bisa melihat nya bahkan saat ayah pergi kerja tanpa berpamitan padanya dia akan menangis mencari ayah, lalu saat ayah pulang kerja jika ayah mendiamkan nya dia akan menangis ,belum lagi saat ayah kerja ke luar kota atau ke luar negeri pasti dia selalu sakit " Ujar Rosna .


" Sayang " Rosna menatap Rehan " Apa jika aku melarang nya menikah aku akan menjadi ayah yang buruk " Tanya Rehan serius .


" Alasan ayah apa " Tanya Rosna pelan .


" Aku takut dia di sakiti , Kata orang karma itu ada " Ujar Rehan menunduk .


" Jangan berpikiran terlalu jauh , jika kita mendidik Aurel dengan baik aku yakin dia bisa melihat mana yang baik dan tidak ,sikap ayah yang dulu itu sudah berlalu kedepannya bagaimana caranya kita mengajar kan Aurel untuk tetap kuat " Ujar Rosna, Rehan langsung memeluk sang istri .


" Kamu memang selalu bisa di andalkan sayang ,ah aku ingin membawamu ke kamar " Rosna memukul lengan sang suami .


" Awas aku mau lihat dulu masakan " Rehan mengaguk lalu melepaskan pelukannya .


" Nanti jika kamu besar seperti ibu iya ,kuat dan sabar !! Sekalipun ayah selalu menyakiti nya tapi dia terus berada di samping ayah dan Aurel tapi sekarang ayah sudah tobat koh " Ucap Rehan pada Aurel setelah kepergian Rosna


" Princess apa kamu mau kita liburan " Tanya Rehan .


" Baiklah,sesuai permintaan mu tuan putri !! Saya akan mengosongkan jadwal dan mengajak anda dan nyonya liburan " Lanjutnya menunduk kepalanya pada Aurel .


" sama² tuan putri ,bisa berikan saya satu ciuman " Rehan mendekat pipinya meletakan di bibit mungil Aurel " Terimakasih atas hadiahnya " Lanjutnya sambil tertawa lalu mencium seluruh wajah anaknya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2