
Intan dan Didin kini sudah sampai di sebuah tempat yang cukup indah di pandang mata di mana dari ketinggian itu semua pemandangan di bawah bisa terlihat jelas .
" Kakak Ini indah sekali " Pekik Intan saat melihat sekeliling nya.
Jujur ini pertama kalinya dia datang ke tempat ini padahal masih ada di sekitar tempat tinggal mereka.
" adek suka " Intan mengaguk " Apa Kaka sering ke sini " Tanya intan sambil membalikkan badannya menghadap Didin .
" Iya ,di sini perasaan ku bisa lebih tenang dari sebelumnya sekalipun kakak tidak melakukan papa!! Tapi sudah banyak yang berubah karena ini pertama kalinya kakak ke sini lagi " Jawab Didin lalu duduk di kursi yang ada di depan intan .
" Di sini indah kak, hanya melihat nya saja membuat tenang " Didin mengaguk membenarkan .
Intan membalikkan badannya berpegangan pada pagar pembatas lalu menarik napas menghirup aroma yang membuatnya tenang .
" Segarnya " Gumam Intan .
Lalu dia membalikan badannya menatap Didin yang juga memejamkan matanya menengadah ke atas .
Intan menarik sudut bibirnya ke atas saat melihat wajah tampan Didin yang sejak dulu dia kagumi .
Dengan perlahan intan mendekati Didin yang masih memejamkan mata .
CUP
Didin membuka matanya saat merasakan ada benda kenyal yang menyentuh bibirnya .
Kaget !! Sudah pasti karena yang melakukan nya adalah Intan yang masih berdiri depannya dengan senyum manisnya menatap wajahnya .
CUP
Intan kembali mencium bibirnya Didin membuat pria itu mulai mengembalikan kesadaran nya .
" Dek .."
" Izinkan intan untuk menyembuhkan luka kakak, Mungkin akan butuh waktu lama tapi intan akan berusaha sebisa mungkin " Ujar intan yang masih menunduk di depan Didin .
" Maksudnya " Tanya Didin terbata .
Intan duduk di samping Didin yang masih terasa bingung dan aneh bahkan kini pria itu memegang bibirnya .
" Apa Kaka percaya jika intan suka sama kakak " Intan menatap Didin ke samping lalu kembali menatap ke depan " Tapi aku menahan semuanya karena Kakak menyukai teteh apa lagi kalian memiliki janji, saat intan dengar Kaka kembali ada rasa bahagia tapi hanya sedikit selebihnya rasa sakit ,karena sebentar lagi Kakak akan menikah dengan teteh dan bisa saja kita tinggal serumah " Intan menarik napas nya karena terasa sesak " Tapi rasa itu seketika hilang saat aku mengetahui teteh akan menikah dengan siapa ? Dan aku bertekad akan membuat kakak melihat ke arahku dan teteh sudah mengetahuinya " Ucap intan Tersenyum.
Kaget !! Itu lah yang di rasakan Didin ,adik dari seorang wanita yang dia cintai .
Menyukainya , Gila !! Dunia ini benar-benar gila .
Apa kah ini namanya cinta segitiga, tidak .
Karena Risna Tidak mencintainya ,Lalu sebutan apa untuk hubungan mereka ??
Segilima atau segiempat entahlah Didin bingung sendiri .
Yang membuat Didin menatap wanita yang kini duduk di samping nya .
Intan balik menatap Didin yang sejak tadi menatap nya .
" Kaka tidak perlu menjawab ,tapi intan harap kakak tidak menjaga jarak dengan ku ,agar aku bisa mengobati hati kak " Ujar intan Tersenyum.
" Sejak kapan " Hanya itu yang ke luar dari mulut Didin .
Lidahnya terasa keluh untuk bertanya lebih panjang lagi karena masih syok .
" Saat intan ke dua SMP " Didin semakin melotot kan matanya .
Kelas dua SMP berarti itu 5 tahun yang lalu karena saat ini intan kelas 3 SMA .
Dan saat kelas 3 SMP Didin, memutus kan untuk pergi melanjutkan pendidikan nya sambil merintis usaha .
Apa Intan terus menunggu selama ini !! Didin menatap wajah intan mencari kebohongan dari sorot matanya .
Tapi sepertinya wanita itu bicara jujur sehingga membuat Didin bingung sendiri .
__ADS_1
Intan yang menatap Didin terdiam kembali mencium bibir tebal itu .
Terserah orang berpikir dia murahan atau apa lah itu terserah .
Masing-masing orang memilik pendapat sendiri .
Sekalipun kaku tapi intan tetap menggerakkan bibirnya atas bawah sesuai dengan yang sering di nonton nya di drama Korea sekalipun Didin masih terdiam .
Karena tidak mendapat kan balasan ,intan mengakhiri ciuman itu tapi dengan cepat Didin menahan tengkuk intan dan membalas ciuman itu bahkan lebih dalam lagi membuat intan tersenyum dan memejamkan matanya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sedangkan di rumah yang cukup luas dan nyaman itu di dalam kamar .
Daniel menatap sang calon istri yang sudah terlelap dengan pelan dia melepaskan tangan Risna lalu dengan pelan dia menurun kan kakinya .
Dan ke luar dari kamar Risna , tujuannya kali ini bicara pada ibunya .
" Bu " Panggil Daniel saat sudah sampai di dapur .
Semua orang menatap ke arahnya .
" Calon suami Risna Bu " Iin hanya menggaguk tersenyum .
"Risna dapat di mana Bu !! Ganteng pisan Jika ada yang jual saya mau satu teh untuk anak gadisku " Iin hanya tertawa kecil sambil menggeleng .
Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu memberi kode pada yang ibu agar mengikutinya .
" Teh ,aku ikut Daniel dulu iya " Ucap Marni .
" Iya " Jawab Iin .
" Kenapa nak " Tanya Marni saat sudah bersama Daniel .
" Daniel bingung mau kasih Risna apa ??" Ucap Daniel .
" Dia minta nya apa " Daniel menggeleng " Katanya terserah dari aku Bu " Jawab Daniel .
" Tidak Bu, Daniel hanya ingin meminta pendapat ibu, apa di sini ada yang jual perhiasan atau apa lah itu " Ucap Daniel .
"Kalau ada pasti ada nak, tapi mungkin jauh dari sinis dan membutuhkan waktu yang lama sedangan ini sudah mau sore " Ujar Marni .
" Memang acaranya jam berapa " Tanya Daniel .
" Selesai isya nak, itu saja kita masak seadanya saja nak kue dll mertuamu pakai pesan jadi di rumah ini hanya memasak saja " Ucap Marni .
" Ini semua karena orang tua Bangka itu " Gerutu Marni kesal .
" Siapa yang kamu katakan tua Bangka " Tanya Usman yang baru datang bersama Adit .
" Kamu ,puas " Ujar Marni lalu meninggalkan Daniel dan dua pria itu menuju dapur .
" Dasar wanita jadi²an " Ucap Usman .
" Apa kamu bilang " Adit menatap Usman dengan tatapan kesal .
" Sudah,sudah yah " Tanya Daniel .
" Sudah ,karena ayah mu memakai uang padahal uang segitu bisa buat beli beras yang 50 kilo 10 karung " Ucap Usman kesal .
" Padahal hanya kasih selembar buat beli rokok saja mereka sudah senang ,ini malah di kasih berlembar-lembar " Adit hanya menggeleng saja.
Karena sahabat nya itu masih saja mempermasalahkan hal itu sejak dari kantor KUA tadi .
" Kamu belum selesai membahas itu " Tanya Adit .
" Sudahlah aku mau lihat dulu persiapan Mereka " Ujar Usman meninggalkan Adit dan Daniel .
" Ada masalah " Tanya Adit menatap Daniel .
" Mahar " Jawab Daniel .
__ADS_1
" Tanya pada Risna dia mau apa " Tanya balik Adit .
" Katanya terserah, kalau wanita sudah bicara seperti itu sampai matipun Daniel Tidak tahu jawabannya apa " Adit tertawa kecil .
" Memang dia di mana " Tanya Adit .
" Tidur " Jawab Daniel
" katakan padanya jangan terserah karena itu nanti akan jadi haknya " Ucap Adit .
" Jadi Daniel ke atas lagi ini " Adit mengaguk " Ayah bantu² dulu yang lainnya bikin tenda di depan " Daniel mengaguk lalu kembali ke kamar .
Ceklek .
" Dari mana " Daniel Tersenyum ternyata Risna sudah bangun .
" Sudah lama " Risna menggeleng lalu bangun sambil bersandar di kepala ranjang .
" Dari bawah ,yank kata ayah kamu harus sebutkan mahar nya apa karena itu nanti jadi hakmu " Ujar Daniel .
" Risna bingung soalnya semuanya dadakan ,jangankan mahar pakaian saja risna bingung ,apa nanti Nona bos bisa datang tepat waktu "
" Jangan takut acaranya selesai isya ,Naufal pasti menggunakan helikopter mana mau dia membawa istrinya serta anaknya ke sini menggunakan mobil yang memakan waktu lama ,jadi mungkin mereka masih berada di hotel sekarang " Jawab Daniel .
" Abang punya uang cash " Daniel mengaguk " Berapa " Daniel mengambil dompet nya lalu memberikan pada Risna .
" Koh tidak ada uang 20 bang " Tanya Risna menatap Daniel .
" Uang 20 itu berapa ?? " Risna menepuk jidatnya dia lupa jika calon suami nya ini hidup dengan sendok emasnya .
" Lupakan saja , Risna ambil dua ratus iya " Ujar Risna .
" Kenapa dua ratus saja ,ambil semuanya yank " Jawab Daniel .
" Tidak usah ,Risna mau tukar sama Ibu, Risna mau sesuaikan dengan tanggal lahirku ,nanti saat pulang ke sana mau di bingkai baru di pasang di kamar " Ujar Risna .
" Hanya itu " Tanya Daniel menatap bingung ke arah Risna .
" Iya " Jawab Risna seadanya.
" Tambah lagi yank " Tahan Daniel membuat Risna berhenti menurun kan kakinya .
" Abang ,yang terpenting untuk Risna itu sah saja biar anak kita punya status seperti kata Ibu ,jadi Tidak usah memikirkan mahar iya, Abang ini saja sudah lebih dari cukup, nanti balik sana baru aku belanja sepuasnya sampai habis uang Abang ,puas " Daniel Tersenyum lembut .
" Makasih, maaf tidak ...."
CUP
" Sudah Iya , mendiang Abang bantu ayah saja ,aku mau ketemu ibu " Ujar Risna cepat .
" Hati² yank ,kasihan Ade jangan banyak bergerak apa lagi bekerja yang berat " Risna mengaguk .
" Sini dulu " Risna menghela napas panjang " Ade jangan nakal iya ,jangan buat Mama kesakitan , CUP " Daniel mencium perut Risna yang masih rata .
" Sudah " Daniel berdiri lalu mencium kening dan bibir Risna " Sudah " Jawabnya lalu Risna meninggalkan Daniel sendirian di kamar .
Setelah itu Daniel menyusul ke luar membantu orang yang di luar membuat tenda seadaanya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*
__ADS_1