
Entah kenapa siang ini Queen ingin mengantar kan makanan siang untuk Naufal sehingga dia menuruni tangga rumah itu mencari ke dua mertuanya dan dia bisa menembak jika mereka berada di dapur karena sebentar lagi akan memasuki waktu makan siang .
" Dad ,mom " Panggil Queen saat sudah berada di dapur .
" Kenapa nak, kamu mau makan sesuatu " Queen menggeleng " Apa boleh Queen titip Xana ?? Queen mau ke kantor antar makan siang buat Mas Naufal " Ucap Queen .
" Boleh kan Mom "Lanjutnya lagi dengan Harap.
" Kenapa harus meminta izin !! bersiap lah biar mommy siap kan makanan siang kalian " Ucap Desi lembut .
" Terimakasih, mommy memang terbaik " Queen menaikan dua jempol nya menghadap Desi .
" Lalu Daddy buruk, padahal Xana lagi bersama Daddy" Queen tertawa kecil " Daddy yang paling terbaik , Queen tidak akan lupa " Ucap Queen .
" Nikmati saja waktu kalian ,asal susu Xana kamu sudah siapkan " Jawab Faisal .
" Ada Dad di lemari pendingin, kalau begitu Queen gantian dulu iya " Pamit Queen pada kedua mertuanya .
" Hati² sayang " Ucap Desi sedikit meninggi kan suara nya karena Queen sudah menjauh .
" Dia terlihat seperti anak perempuan kita di banding istri atau menantu " Desi menggaguk membetulkan .
" Semoga kebahagiaan selalu bersama mereka ,dan mommy tidak keberatan jika terus menjaga Eliza dan Xana serta cucu ku yang lainnya " Ucap Desi .
" Iya ,semoga mereka di berikan kepercayaan agar rumah ini bisa ramai tidak sunyi " Timpal Faisal Tersenyum .
" Berdoa lah biar Xana dapat adik " Lanjutnya pada bayi yang masih berumur 1 Minggu lebih .
Sedangkan dalam kamar Queen langsung membersihkan diri sebelum ke perusahaan lalu memakai pakaian yang menurutnya baik untuk di lihat .
Saat Queen sedang duduk di meja rias nya tiba² pintu kamarnya terbuka .
Dan memperlihatkan anak gadis yang super duper aktif dan tidak bisa di pegang .
" Bunda mau ke mana " Tanya Eliza berdiri di samping Queen dan memperlihatkan apa yang Queen lakukan.
" Ke perusahaan antar makanan ayah " Jawab Queen sambil memoles tipis lipblam pada bibirnya .
" Ade ikut " Queen menggeleng " Ade sama Oma dan Opa " Jawab Queen menatap sang anak .
" Bunda Zaza boleh pakai itu " Tanya Eliza sambil menunjuk alat tempur Queen .
" Boleh ,tapi jangan yang punya bunda iya ,nanti Bunda belikan sepulang dari perusahaan ayah " Ucap Queen lembut .
" Janji " Queen mengaguk " Tapi kakak bantu Oma sama Opa buat jaga Ade ,bunda hanya mengantarkan makanan ayah " Pungkas Queen pada sang anak .
" Siap Bos " Eliza memberi hormat pada Queen membuat wanita itu tertawa kecil .
"Kenapa Zaza tidak bisa pakai yang di pakai Bunda " Tanya Eliza sambil mengikuti Queen menuju lemari tasnya .
" Itu untuk orang dewasa sayang ,bukan untuk anak² nanti kulit Kaka rusak jika pakai punya bunda karena tidak aman " Jawab Queen lalu menghampiri sang putri .
" Nanti lipblam nya pakai buah saja nanti bunda buatkan " Lanjutnya saat sudah di depan Eliza .
__ADS_1
" Sama Zaza " Queen menggaguk saja .
" Ayo kita ke bawah ,Oma sama Opa sudah menunggu kita " Eliza pun menerima uluran tangan Queen .
Lalu ke luar dari kamar kedua orang tuanya menuju lantai satu, sepanjang itu juga Eliza bertanya tentang nama-nama barang tempur Queen .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Queen menatap jam tangan mahalnya di mana sudah memasuki jam makan siang .
" Pak bisa cepat sedikit lagi " Ujar Queen pada sang sopir keluarga suaminya.
" Ini sudah cepat nyonya " Ucap sang sopir .
"Apa tidak sebaiknya nyonya menghubungi tuan dulu" Ucap sang sopir .
" Aku ingin memberikan kejutan pak, Queen yakin pasti dia sangat sibuk mengingat dia baru masuk kerja setelah kemarin sempat cuty" Ucap Queen .
5 menit kemudian mereka telah sampai di depan perusahaan milik Naufal .
" Maaf pak Queen masuk dulu " Sang sopir menghela napas panjang saat melihat sang nyonya turun begitu saja .
Jika terjadi sesuatu bukan hanya Naufal yang marah bahkan mertuanya pun pasti marah .
" Cepatlah bergerak " Gumam Queen yang sudah melesat dalam lift.
Bahkan sapaan para karyawan yang berlalu lalang di jam istirahat hanya di jawab seadanya saja .
Hingga akhirnya pintu persegi panjang itu terbuka lebar dan Queen langsung berlari menuju ruangan suami nya .
Lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan sang suami .
Ceklek
Queen memasukan kepala nya lebih dulu dan dia bisa melihat jika suaminya tengah sibuk dengan pekerjaan nya .
" Mas "Naufal langsung mengangkat kepalanya cepat saat mendengar suara yang sangat di hafal .
" Sayang " Pekik Naufal langsung berdiri dari kursinya bahkan dia membiarkan pekerjaan nya begitu saja .
" Kenapa tidak bilang jika ke sini" Lanjutnya lagi saat sudah di depan Queen .
CUP
" tidak sempat Mas tadi saja aku minta Supir untuk cepat karena pasti mas belum makan baru lift nya itu kenapa lelet sekali " Naufal hanya bisa tertawa .
Ceklek .
" Maaf " Ucap Daniel saat melihat Queen dalam ruangan Naufal .
" Apa tadi kamu mengutuk pintuku " Naufal menaikan alisnya sebelah " Apa menurutmu aku kurang kerjaan sedangkan mejaku penuh dengan berkas " Tanya balik Naufal .
" Maaf mas Daniel tadi Queen ,mommy menyiapkan juga makan siang untuk mu " Ucap Queen .
__ADS_1
" Ayo mas makan dulu, habis ini Queen mau ke mall boleh iya " Ucap Queen menatap Naufal .
" Keperluan Ade habis " Queen menggeleng " Keperluan Zaza dia ingin memiliki alat make-up ' Ucap Queen sambil menyiapkan makanan Naufal dan Daniel .
" Maksudnya " Tanya Naufal bingung, bukannya anaknya masih kecil ?? Lalu untuk apa semuanya itu .
"Tenang saja ,mas tahu kan jika istri mu ini ratu di atas ratu " Ujar Queen Tersenyum .
" iya² terserahmu ,asal jangan aneh³ iya " Queen menggaguk .
' Ayo mas Daniel " Ujar nya saat semuanya sudah siap .
' Terimakasih nona Regina " Ujar Daniel tulus .
" Gajimu kurang 70 % " Ujar Naufal .
" Mas " Naufal hanya diam saja .
"Jangan menungguku takutnya nanti aku lembur " Ucap Naufal di sela makannya .
" Iya ,tapi jangan lupakan makan nya " Naufal hanya mengaguk saja .
Kedua manusia itu terus melanjutkan obrolan di tengah makan siang mereka .
Tanpa sadar mereka melupakan seseorang yang juga berada di ruangan itu .
Tapi Daniel sendiri Tidak terlalu ikut campur dalam obrolan mereka dan hany sesekali melirik ke arah dua manusia yang berstatus suami istri itu .
Setelah selesai Queen kembali merapikan kotak bekal makanan yang dia bawa tadi .
' Biarkan aku yang bawa yank " Ucap Naufal saat Queen kembali memasukan dalam kantung nya .
" Tidak papa mas " Jawab Queen .
" Aku langsung ke mall iya ,maaf tidak bisa lama² soalnya Ade sama mommy " Ucap Queen .
" Iya tidak papa , hati² iya " Queen mengaguk .
" Ayo aku antar ke bawa " Lanjutnya lagi .
" Mas selesai kan ...."
" Ayo " Naufal langsung menarik tangan Queen dan menyimpan kotak bekal di atas meja .
" Mas ..."
" Biarkan aku yang bawa " Potong nya cepat .
Daniel menatap ke dua bos nya dan juga bos sang istri dengan gelengan kepala .
" Ah aku merindukan mereka " Gumam Daniel , seketika wajah sang istri melintas begitu saja di pikirkan nya .
Dengan cepat dia meninggal ruangan Naufal dan menuju ruangan nya dan sudah di pastikan dia akan melakukan panggilan pada sang istri .
__ADS_1
Karena sudah di pastikan jika Naufal lembur berarti begitu juga dirinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...