
Hari ini Arif pulang lebih cepat , karena memang tidak ada hal penting di perusahaan .
Saat akan turun dari mobilnya tidak sengaja dia menangkap sosok seseorang yang begitu kenal,Arif langsung menarik tangan nya kembali melihat interaksi kedua manusia yang tidak jauh dari pandangan nya .
" Apa itu kekasihnya, tapi bukannya dia jomblo " Gumam Arif .
" CK, murahan " Ucap Arif kesal saat melihat Endang Tersenyum pada lawan bicaranya .
Hei kenapa harus marah !! Sadar tuan Arif yang terhormat jika anda dan Endang tidak memiliki hubungan .
Jadi terserah Endang dong ,lalu apa tadi katamu murahan apa perlu author sebutkan kegiatanmu selama ini Hei sadar 👊👊👊👊👊
Arif ke luar dari mobilnya saat melihat pria yang mengantar Endang tadi sudah pergi dari loby apartemen.
" Sepertinya Morgan terlalu membaskan mu " Endang langsung memutar tubuhnya " Tu-an " Panggil Endang terbata .
' Minggir " Arif mendorong tubuh Endang lalu mencet tombol lift lalu masuk di susul Endang .
" Maaf tuan " Arif hanya diam saja ,dengan napas yang memburu melihat Endang Tersenyum pada pria lain dan terlihat akrab membuat nya semakin kesal .
" Jangan terlalu murahan, Aku kira kamu wanita berbeda ternyata sama saja dengan wanita yang aku ajak tiduri" Endang langsung mengangkat kepalanya menatap Arif .
' Maksud tuan apa " Tanya Endang serius.
" Jangan Bodoh ,kau tahu maksud ku apa " Ucap Arif dingin .
" Maaf, tapi saya tidak mengerti maksud ucapan anda tuan, murahan maksudnya apa " Tanya Endang .
" CK " Arif menatap Endang sinis " Bahkan kamu bisa menarik semua pria hanya dengan pakaianmu ,apa kau juga menggoda rekan bisnis dengan tubuhmu juga " Ucap Arif .
" Jaga bicara anda tuan, saya memang miskin dan tidak memiliki apa pun tapi saya tidak pernah menjual tubuh ku untuk sebuah uang, saya sudah cukup puas dengan penghasilan ku selama ini " Ucap Endang penuh penekanan dan mengepalkan tangannya kuat .
" CK, lalu kau kira aku percaya ,wanita seperti mu sudah banyak aku jumpai mereka akan merubah diri menjadi wanita baik² iya sepertimu " Ucap Arif ketus .
Saat akan menjawab Pintu lift sudah terbuka tapi setelah itu dia di buat kaget saat Arif menarik nya ke luar dari lift .
" Aku akan membuktikan nya sendiri " Ucapnya sambil tersenyum seringai .
" Tu-an Lepas " Ucap Endang menarik tangannya yang begitu erat di pegang Arif .
Ting
Ceklek
Arif masuk dalam apartemen begitu juga Endang .
__ADS_1
" Tuan " Panggil Endang Takut .
" Kenapa Hm " Arif Tersenyum sinis menatap Endang " Kau takut " Arif mengelus pipi Endang membuat wanita itu semakin menjauh .
" Tu-an mau apa " Tanya Endang gugup Arif menarik Endang dalam pelukan nya saat akan mencium Endang ,wanita itu memalingkan wajahnya membuat Arif semakin emosi .
Dia membawa Endang ke kamar pribadinya yang sebelum nya pernah di masuki Endang .
Membuat Wanita itu takut dan memberontak tapi tenaga Arif benar² besar .
BRAK
Arif menendang pintu menutupnya menggunakan kakinya lalu menghempaskan tubuh Endang di atas tempat tidur empuk miliknya .
"Tuan " Endang memundurkan tubuhnya saat melihat Arif mendekati nya .
" Aku mohon " Ucap Endang hingga akhirnya dia pasrah .
memberontak pun seperti nya pria itu tidak main² dengan ucapan nya .
Sreekkkk
Endang memejamkan matanya bertepatan dengan cairan bening ke luar dari ujung matanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kenapa belum pulang ,kan sudah sore " Tanya nya lagi .
" Sedikit lagi Honey, aku masih malas berdiri " Jawab Morgan lembut .
" Babe " Morgan hanya mengagguk " Kangen " Lirih nya sambil menunduk " Mau ketemuan " Isna menggeleng " Tidak enak sama tuan dan nyonya " Cicitnya .
" Jangan menangis nanti baby nya juga nangis " Isna mengaguk menghapus air matanya ,entahlah dia bingung kenapa perasaan nya jadi Nano² jika sudah berkaitan dengan Morgan .
"Pengganti ku sudah ada tadi kaya Nyonya, keluarga dari salah satu pelayan di sini " Morgan hanya mengaguk saja " Nanti kalau sudah menikah kamu bisa ke rumah itu jika aku di perusahaan " Jawab Morgan .
" Iya "
" Ada yang ingin kamu bicarakan " Isna menggeleng " Baby kangen sama ayah nya " Morgan menarik sudut bibirnya " Baby kangen iya ,nanti ayah jenguk iya ' Ucap Morgan Tersenyum .
" Ehz kan arahnya ke sana " Ucap Isna memanyunkan bibirnya.
" Kan dia kangen Honey " Morgan menahan senyumnya " Tapi tidak kaya gitu juga " Jawabnya kesal .
" Lalu kayamana ?? " Tanya Morgan .
__ADS_1
" Iya ketemu saja " Ujar Isna sambil mengelus perutnya .
" Kalau dia masih kangen Gimana ?? Kan dia tidak tahu ayah nya datang hanya ibunya " Ucap morgan .
" Nanti aku bilang " Ucap Isna .
" Kalau dia masih kangen gimana " Tanya Morgan lagi .
" Tau ah Larinya ke sana terus " Morgan tertawa kecil " tapi kamu suka kan " Isna hanya diam saja " Apa lagi kalau dari belakang pasti kamu selalu minta ...."
" Babe " Morgan langsung tertawa setelah membuat Isna marah " Iya sudah aku tutup iya ,soalnya sudah sore mau balik ke apartemen " Isna menggaguk " Hati², I love you " Ucap Isna lalu menutup Panggilan nya membuat Morgan gemas sendiri .
Di apartemen lain Rehan sendang menghabiskan waktunya bermain dengan Aurelie .
Sendang kan Rosna sibuk di dapur menyiapkan makan malam mereka .
Bayi gembul itu hanya tertawa menanggapi semua ocehan sang ayah.
" Nanti kalau besar jangan dekat sama pria mana pun iya " Ucap Rehan menasehati putrinya .
" Ayah akan membuat pria itu bertemu Tuhannya " Ucapnya sungguh² yang hanya di jawab kekehan dari sang Aurellia .
' Paham kan " Rehan mengelus pipi sang anak " Anak pintar " Lanjutnya lagi .
"Kamu semakin berat ,ayah sudah tidak kuat " Ucap Rehan saat mengangkat tubuh anaknya lalu mencium perut nya membuat Aurellia tertawa kesenangan .
"Nanti sakit perut nya yah " Rehan mengehentikan kegiatan nya menatap Rosna membawa kan mereka buah " Kiss " Rosna menutup mencium bibir tebal suaminya .
CUP .
" Di habiskan iya " Rehan hanya mengaguk " Lalu membaringkan kembali anaknya lalu mengisi buah di dot buah khusus untuk sang putri .
" Ayo kita makan ,nanti ibu marah kalau kita menyisakan nya " Rehan memberikan kan buah naga pada Aurellia lalu dia pun mengambil buahnya menggunakan garpu kecil .
" Lama² aku sudah terbiasa dengan kalian ,bahkan dulu aku memakan kalian hanya pagi hari " Ucap Rehan menatap sisa mangga di garpu nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
Vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘