
Arif terus menemani Endang di rumah sakit ,bahkan ini sudah Minggu ke dua tapi wanita itu masih sisa Beta menutup matanya ,entahlah apa yang membuatnya terus memejamkan matanya apa mimpi nya terlalu indah atau memang dia enggan untuk bangun bertemu dengan Arif .
"Sayang " Panggil Arif lirih .
" Bangunlah ,apa kamu tidak ingin membuka matamu ? " Ujarnya menatap wajah sang Istri sambil memegang tangan nya .
" Maaf membuat kalian seperti ini ,aku minta maaf !! Bangun lah aku akan membuat kalian bahagia ,aku mohon " Lanjutnya menunduk .
" Apa kamu begitu membenciku hingga membuka mata saja enggan ,jika iya aku terima !! tapi aku mohon bangunlah demi baby sayang " Ujarnya lembut .
Secara perlahan Endang menggerakkan tangan nya dan itu membuat Arif kaget lalu menatap Endang yang masih memejamkan matanya
" Sayang kamu dengar aku " Ujar Arif .
" Sayang " Endang Kembali menggerakkan tangan,Arif langsung memencet tombol bagian kepala Endang .
" Tunggu sebentar iya sayang " Ujar Arif mencium tangan Endang berkali² .
Beberapa menit kemudian Alister membuka pintu ruangan di ikuti perawat .
Ceklek .
" Kenapa " Tanya Alister masuk bersama perawat .
" Maaf tuan, tadi Endang menggerakkan tangannya " Ujar Arif bahagia .
" Aku periksa dulu " Arif memundurkan langkahnya mempersilahkan Alister memeriksa nya.
Begitu juga perawat langsung memeriksa keadaan Endang .
" Ajak dia bicara terus , sekalipun dia belum membuka matanya Tapi dia bisa merespon mu " Arif mengaguk dengan mata berembun, Alister menepuk pundak Arif pelan .
" kamu pria yang hebat ' Arif menarik sudut bibirnya tipis .
" Terimakasih untuk semua bantuannya tuan " Air Arif tulus .
" Semua berkat doamu ,aku hanya melakukan tugasku " Jawab Alister .
" Kondisinya semakin membaik, Aku harap dengan kabar kehamilan nya dia bisa lebih tenang melupakan kejadian sebelumnya " Ujar Alister .
" Iya tuan " Jawabnya sendu .
" Iya sudah, aku balik nanti sebelum pulang aku ke sini memeriksa nya lagi " Ujar Alister .
" Terimakasih tuan " Alister hanya mengaguk saja .
" Terimakasih, terimakasih sudah berjuang untuk kembali terimakasih sayang " Ujar Arif mencium kening Endang .
" Aku janji akan membahagiakan kamu dan baby, Buka matamu sayang !! " Ujar Arif pelan .
" Ayo buka ,aku akan menemani mu !! Meminta apa pun untuk baby seperti Morgan dan Rehan " Lanjutnya lagi .
__ADS_1
Sedangan Endang yang merasa bingung dengan ucapan Arif yang selalu mengatakan baby, ingin sekali dia membuka matanya bertanya tapi kenapa susah sekali .
Hingga dia hanya bisa menggerakkan tangannya pelan berharap dia bisa segera membuka matanya.
" Maaf jika aku membuat mu seperti ini !! Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi , aku tidak bermaksud menyakitimu tapi keadaan itu hari sangat mendadak sehingga aku bingung harus menjelaskan dari mana apa lagi kamu sudah berada di depan pintu " Ujar Arif dengan penuh penyesalan .
" Kamu bisa menghukum ku, kamu bisa melakukan apa pun padaku tapi buka matamu sayang " Ujar Arif lagi .
Endang menetes kan air matanya saat mendengar ucapan suaminya ,dan itu di sadari Arif .
" jangan menangis ,aku minta maaf sudah membuatmu dan baby harus terbaring di sini " Arif menghapus cairan bening itu di ujung mata Endang .
" Maafkan aku sayang , CUP ' Arif mencium kedua mata Endang dengan lembut .
Lalu kembali duduk sambil memegang tangannya dan terus berbicara agar Endang bisa membuka matanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya Rehan kembali ke apartemen dengan wajah kusut karena lelah seharian berkerja .
Langkah demi langkah dia berjalan menuju unit apartemen nya , saat sampai di depan pintu dia menekan jarinya melakukan sidik jari.
Ceklek .
Rehan menatap sekeliling apartemen yang terlihat sunyi .
" Apa mereka di kamar " Ujarnya membuka sepatu kerja nya lalu memakai sendal .
Rehan menatap sekeliling apartemen yang memang terasa sepi .
" Apa mereka pergi ,tapi Rosna tidak bilang padaku,begitu juga sopir " Ujar Rehan.
Tidak ingin terjadi papa dengan istri dan anaknya Rehan langsung menuju kamarnya sambil berlari pelan .
Ceklek .
Dor
Dor
Dor
Rehan langsung menatap Rosna dengan mata membulat karena kaget, dia berdiri sambil memegang kue ulang tahun ,tidak jauh dari tempat dia berdiri sang anak juga memakai topi ulang tahun ,lalu kamar mereka yang di dekor sebaik mungkin , entahlah kapan wanita itu menyelesaikan semuanya .
" Selamat ulang tahun ayah " Rehan mendekati istri nya menyimpan tas kerjanya begitu saja .
" Doa dulu " Rehan langsung memejamkan matanya kuat .
Terimakasih untuk kebahagiaan ini tuhan, terimakasih sudah memberikan bidadari yang cantik,lembut juga malaikat yang begitu lucu ,aku tidak akan meminta apa pun hanya kebagian mereka Ucapnya dalam hati
__ADS_1
Lalu membuka matanya dan meniup lilin yang ada di tengah kue itu .
" Terimakasih sayang, maaf jika selama ini aku belum bisa membuat mu bahagia , CUP " Ujar Rehan lembut .
" Aku sudah bahagia melihat ayah sehat dan selalu ada buat kami " Ujar Rosna lembut .
Rehan menatap anaknya yang sejak tadi menatap mereka ,lalu dia berjongkok di depan kereta bayi itu .
" Terimakasih sayang, ayah suka " Ujarnya dengan lembut .
" Mandi dulu yah, habis itu kita makan kue nya " Rehan langsung berdiri menuju kamar mandi .
Sedangkan Rosna langsung menyalakan lampu utama sehingga lebih terang lagi dari sebelumnya .
" Tunggu iya ,Ibu siapkan dulu baju ayah " pamit nya pada Aurellia .
Setelah beberapa menit Rehan ke luar hanya memakai handuk yang di lilit kan di pinggangnya lalu masuk ruangan ganti di mana Rosna menunggu nya di sana .
" ayo " Rehan langsung mendekati sang istri .
" sejak kapan kamu menyiapkan ini " Tanya Rehan sambil menatap Rosna memakaikan pakaian nya .
" sejak ayah pergi kerja " jawabnya tanpa menghentikan kegiatannya .
" Apa Aurel tidak rewel " Rosna menggeleng " Dia tahu kalau ibunya lagi buat sesuatu untuk ayah nya " Rehan langsung meletakan tangan nya di kedua sisi pinggang Rosna .
" Makasih selalu membuat aku dan Aurel nyaman, makasih sudah menjadi ibu dan istri yang baik untuk kami ...."
"Pakai bajunya cepat nanti Aurel nangis " Lidah Rehan berdecak " Menyebalkan " Rosna hanya tersenyum .
" Nanti aku minta hadiah iya " Rosna langsung menetap sang suami " Ayah mau hadiah ?? Belum sempat beli Yah " Ujar Rosna jujur .
" Nanti besok iya aku beli " Rehan menggeleng Tersenyum Seringai " Lalu mau hadiah apa " Tanya Rosna mendadak tidak enak .
" Menghabiskan malam dengan keringat " Bisiknya lalu menggigit daun telinga Rosna membuatnya merinding .
" Ayah ....'
" Aku tidak mau tahu ,pokonya aku mau hadiah " Ujarnya lalu meninggalkan Rosna yang masih terdiam di ruangan ganti .
"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
Koment
vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟