Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Pernikahan dadakan


__ADS_3

Kini keluarga Daniel dan Risna saling berhadapan di meja makan .


Karena Usman langsung membawa mereka ke sana di mana makan siang sudah terlewat demi menunggu sahabat yang sudah lama terpisah .


" Lihatlah wajah penghianat itu " Ujar Usman yang menatap Adit .


Yang tidak tahu malunya langsung memakan kepiting yang di belikan Usman tadi .


" Harusnya kau bersyukur aku mengambil Marni darimu, jika tidak kau tidak akan mempunyai anak secantik Risna " Ujar Adit sambil mengisap daging kepiting .


" Sayang kenapa " Tanya Daniel saat melihat Risna yang enggan menyentuh makanan yang ada di atas meja .


" Aku mau makan mangga saja " Jawab Risna.


" Kamu belum makan nasi yank " Daniel menahan tangan Risna yang akan mengambil mangga .


" Tapi aku ingin Abang " Ujar Risna cemberut.


" Ok ,tapi setelah makan nasi dulu iya " Ujar Daniel memohon .


" Mual ,aku mau makan mangga " Kekeh Risna tanpa mereka sadar jika orang-orang yang di meja makan itu sudah menatap mereka .


" Sejak kapan teteh suka makan mangga mengkal kaya gitu bukannya kecut asem " Tanya intan menatap sang Risna .


" Pengen saja dek " Ujar Risna gugup saat semua matanya menatap nya .


" Tau nih tetehmu sejak tadi yang dia bahas hanya mangga saja " Ujar Usman .


" Teteh Hamil " Tanya Iin yang sudah mulai curiga karena memang sejak tadi Risna membahas mangga belum lagi dia mengatakan mual .


Itu seperti dia saat dia mengandung Risna di awal² nya .


" Risna hanya ingin Bu " Jawab Risna setenang mungkin .


" Risna " Panggil Marni yang kini menatap nya .


" Kami ini sama² wanita ,tidak ada orang yang duluan makan mangga mengkal jika tanpa sebab " Daniel menghela napas panjang .


" Risna hamil Bu, sudah 2 Minggu makanya Daniel ke sini meminta izin pada orang tua nya ,sekali lagi Daniel minta maaf jika sudah melampaui batas sekali lagi Daniel minta maaf " Ujar Daniel sungguh² .


Sedangkan Risna sudah menunduk takut apa lagi ibunya duduk di samping nya .


Dan adiknya berasa di samping kanannya sedang kan Daniel duduk di depannya .


" Jadi benar Risna hamil " Tanya Usman serius dengan wajah yang tampak dingin .


" Maaf ayah " Jawab Daniel .


" Aaakkkkhhhhh "


" Kita akan punya Cucu Bu " Risna dan Daniel menatap ke arah Usman dan Iin yang berteriak sambil berpelukan .


" Ayah ,ibu " panggil intan


" Teteh Hamil, belum nikah koh malam senang " Usman dan Iin melepaskan pelukannya lalu mengambil nampan yang berisi mangga mengkal itu .


" Makan nak, jika kurang ayah akan membelikan lagi yang banyak " Risna Menatap Usman yang begitu antusias begitu juga Daniel .


" Kamu normal Man " Tanya Adit yang tak habis pikir dengan reaksi sang sahabat.


" Kau pikir aku gila hah " Bentak Usman kesal .

__ADS_1


" Tapi mas, Risna hamil " Ujar Marni.


" Memang kenapa dia hamil, Bukannya anak anda yang menghamilinya lalu apa yang harus aku takut kan ,makan sayang cucu ayah tidak boleh ileran saat lahir nanti " Risna hanya tersenyum kecut lalu menerima nampan yang berisi rujak dan juga sambalnya .


" Ayah tidak marah " Tanya Risna gugup.


" Tidak ,untuk apa marah bukan kan itu anugrah rezeki terlepas bagaimana caranya dia hadir , toh anak si penghianat itu mau bertanggung jawab " Ujar Usman tenang begitu juga Iin yang Tersenyum sambil mengelus punggung Risna .


" Kau selalu memanggilku penghianat, Marni tidak mencintai mu dia mencintai ku " Ujar Adit kesal .


" Tapi Desi juga mencintai mu " Balas Usman, Daniel melotot kan matanya tajam .


" Tapi Mba Desi juga menyukai mas Faisal begitu juga mas Faisal menyukai Desi " Jawab Marni tidak mau kalah .


" Kau selalu membelah nya sejak dulu " Cibir Usman yang mulai kesal .


Astaga keadaan macam apa ini. Batin Daniel menggeleng .


Usman dan Iin bukannya tidak marah hanya saja marah pun percuma karena keadaan sudah sangat terlalu jauh jika mereka mengungkit nya .


Yang terpenting bagi Usman, Daniel mau bertanggung jawab dan dengan beraninya dia datang meminta Risna pada mereka dan mengakuinya itu sudah cukup bagi mereka .


" Sudah makan lagi ,setelah itu kita bahas pernikahan mereka " Ujar Adit pada peserta meja makan itu .


" Kenapa harus di bahas ,Malam ini mereka akan menikah secara agama dulu ,nanti untuk yang lainnya terserah pada kalian " Ucap Usman .


" Ini sudah keputusan ku Dit ,aku harap kamu bisa menerima nya setelah ini aku akan bicara pada RT dan juga akan ke KUA untuk mengurusnya " Lanjutnya lagi .


" Baiklah, aku akan menemani mu " Jawab Adit .


" Ayah Bukannya ...."


" Maaf Bu " Jawab Daniel .


" Sudah ayo selesai kan ini dulu, setelah ini kalian pergilah menyelesaikan masalah kalian agar tidak terjadi salah paham kedepannya " Ujar Usman .


" Iya ayah " Jawab Risna lirih .


" Masalah apa Man " Tanya Adit .


" Ada seseorang yang menyukai Risna ,dia sudah kembali dan meminta Risna ingin bersama nya " Jawab Usman .


" Selesai kan dengan baik,jangan menyakiti perasaan siapa pun ,jaga lisan kalian " Ujar Adit lembut ,Risna dan Daniel hanya bisa mengaguk .


Mereka antara siap dan tidak karena rencana awal mereka bukan seperti ini .


Keinginan Risna harus pupus saat orang tuanya tetap kekeh menginginkan pernikahan mereka di laksanakan malam nanti .


Daniel menatap Risna yang hanya bisa makan tanpa berserah .


" Yank " Risna mengangkat kepala menatap Daniel " Maaf " Risna mengagguk tersenyum.


" Bukannya masih ada resepsi " Daniel menggaguk " Aku akan mewujudkan keinginan mu " Risna Tersenyum lembut.


" Makanlah, baby butuh asupan " Risna mengaguk lalu kembali melanjutkan makan mangga nya m


Sedangkan yang lainnya tetap fokus pada makannya tanpa mempedulikan Risna dan Daniel .


" Teteh ,intan boleh ikut " Tanya intan lirih .


" Kau ingin bertemu dengan nya " Intan mengaguk lemah .

__ADS_1


" Kau yakin,nanti kamu kecewa dek " lanjutnya lagi .


" Bukannya saat ini dia butuh seseorang untuk menguat kan nya " Risna Tersenyum .


" Adik Kaka sudah besar ,baiklah kita akan sama² ke sana " Intan mengaguk Tersenyum lalu kembali menyantap makanannya.


" Ayah sama Adit ke rumah RT dulu setelah itu nanti ke KUA " Ujar Usman setelah mereka selesai makan .


" Iya yah, ibu mau ke ruang tetangga dulu " Usman mengaguk saja. .


" Teh Aku ikut iya " Iin mengaguk .


" Kalian cepat selesai kan Masalah bersama Didin setelah itu pulang " Ujar Usman yang sudah berdiri .


" Iya ayah "Jawab mereka bersamaan .


" Tunggu di depan Dit ,aku ambil berkas dulu " Ujar Usman .


" Tidak usah sini saja ,kamu bawah KTP saja " Ujar Adit yang langsung menarik Usman .


" Kau ingin memakai uangmu lagi, mentang² kaya " Cibir Usman .


" Di saat seperti ini uanglah yang berbicara ,dan aku bersyukur bisa kaya " Ujar Adit Sombong.


" Semoga kamu miskin " Ucap Usman kesal .


" Yank Ayo " Risna mengaguk " Ade tunggu di mobil Abang iya ,Kaka mau ganti baju dulu " Ujar Risna .


" Intan bereskan ini dulu teh " Ujar intan sambil menatap Piring kotor .


" Adek ikut teh " Risna mengaguk " Iya Bu " Jawab Risna .


" Jangan lama iya ,ibu sama mertuamu ke sebelah dulu " Ucap Iin .


" Iya Bu " Jawab Risna .


" Sayang " Kini mereka sudah berada di dalam kamar Risna .


" Maaf " Cicit Daniel sambil memeluk Risna .


" Tidak papa bang, Risna lega karena ayah Sama ibu bisa menerima nya ,sudah ayo pakai kemeja nya ,Abang tidak mungkin kan menemui mas Didin hanya memakai baju kaos " Ujar Risna .


CUP


" tunggu aku hubungi Naufal dulu dia akan membunuhku jika Tidak memberitahu nya " Ujar Daniel .


" Buka dulu kaos nya nanti aku bantu pakai " Daniel langsung membuka kaos nya setelah itu mengambil HP nya yang sejak tadi di atas meja tempat tidur Risna .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


*Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*

__ADS_1


__ADS_2