
Saat semuanya tengah berbincang suara pintu mengalikan semuanya .
Faisal dan Desi masuk tidak lupa mereka membawa bingkisan untuk Risna dan juga makanan untuk mereka .
" Siapa yang memintamu ke sini " Faisal hanya menatap nya lalu duduk di samping Adit.
" Kenapa orang miskin ini berada di sini ?? Apa kau tidak takut cucu mu kena virus " Ucap Faisal saat bokong nya sudah mendarat sempurna .
" Bahkan aku tidak tahu dia berada di sini " Balas Adit Tersenyum mengejek .
" Kau lupa Risna anak siapa " Ucap Usman kesal .
" Apa dia anakmu ?? Bahkan wajah kalian tidak mirip " Balas Faisal mengejek .
" Apa yang di sukai Desi dari mu " Ucap Usman .
" Banyak !! Tidak seperti mu makanya Marni memilih Adit dari pada kamu " Skak !!
" Jika kalian tidak bisa diam ,ke luar Cucu ku baru saja tidur dan kalian membuat keributan " Ucap Marni kesal .
" Biarkan saja sayang, anggap saja mereka tidak ada " Ucap Daniel karena dia sedang menemani Risna di tempat tidur pasiennya yang masih menggendong baby kanz .
" Maaf atas keributan ini " Ucap Desi saat di dekat Risna dan membawa beberapa bingkisan " Hanya ini yang bisa tante bawa " Daniel menerima bungkusan itu " Terimakasih Tante ,kenapa harus repot-repot begini " Ucap Daniel lembut .
" Tidak ada yang repot , Kalian sudah makan " Daniel mengaguk "kalau lapar nanti makan lagi iya ,ibu menyusui perlu makan sayuran " Ucapnya lembut .
" Makasih Tante " Ucap Daniel di balas senyuman oleh Desi .
" Dia sangat tampan Niel, bahkan dia tidak memberikan sedikit pun pada istri mu selain alis dan bibirnya " Daniel dan Risna hanya tersenyum kuda .
" Apa yang kamu berikan pada Cucumu !! Sawah " Tebak Faisal " Kau menyuruh cucumu berteman dengan kerbau " Ucapnya ketus .
PLak
" Apa Marni " Ucap Faisal kesal .
" Apa tidak bisa jika bertemu tidak membuat keributan sakit kepala ku " Ucapnya kesal .
" Melihat wajahnya saja itu sudah menandakan dia memulai keributan " Ucap Adit .
bugh
bugh
Usman tidak bisa menahan lagi sehingga menendang kedua kaki sahabat laknatnya itu dengan keras .
" Ayah, Om sudah " Ucap Daniel frustasi karena suara mereka membuat sang anak sering terbangun .
Sehingga selalu berada di gendongan sang istri yang mungkin dia juga membutuhkan waktu istirahat .
" Apa kalian tidak bisa diam jika bertemu bicara lewat telepati saja " Ucap Desi kesal .
" Jika kalian masih mau berdebat lebih baik kalian berdebat di lapangan rumah sakit sana " Ucap Iin yang ikut kesal .
Oek ....Oek ...
__ADS_1
" Biar sama Abang saja sayang ,kamu istirahat dulu " Daniel langsung mengambil tubuh kecil itu dari gendongan istrinya.
Mungkin karena tidur nya terusik sehingga membuatnya menangis .
" Karena kalian cucu ku menangis " Ucap Usman menatap Adit dan Faisal.
" Dia juga Cucu ku " Ucap Adit kesal .
" Ibu, Daniel mohon " Iin dan Marni mengaguk lalu mengambil tas dan menarik suami mereka begitu juga Desi .
" Ayo kita pulang " Ucap mereka hampir bersamaan.
" Aku belum...."
" Nanti saja " Potong Desi sambil menarik suaminya .
" Aku belum mencium ...."
" Aku tidak peduli " Ucap Iin sedangkan Adit hanya pasrah saja di tarik istrinya ke luar .
"Maaf " Cicit Risna , Daniel menghela napas panjang ' Kenapa mereka harus bertemu dan membuat kepala ku sakit " Ucap Daniel sambil memukul pelan bokong sang anak .
"Bisa saja mereka tidak bertemu kalau kita juga ...."
" Diam " Bentaknya tertahan dia sudah tahu arah pembicaraan Risna .
" Abang " Daniel menatap Risna " Lapar " Ucapnya lirih padahal dia baru makan juga beberapa jam yang lalu .
" Ayo " Daniel mengulur kan tangan Kanannya sebelah membantu Risna untuk turun ke bawah .
" Hijau semua " Ucap Risna membuat Daniel tertawa kecil ' Makan saja iya demi Kanz " Risna mengaguk lalu menatap sang anak yang begitu tenang dalam gendongan Daniel .
" Itu ada daging yank " Risna mengaguk " Ada kacang almond juga " Ucap Risna .
" Abang mau " Daniel menggeleng " Aku masih kenyang , kue yang di bawah Adara saja masih ada !! Jika lapar nanti aku camilan itu saja " Ucap Daniel .
" Dia begitu tenang jika sudah di gendongan Abang " Ucap Risna sambil memakan makanan nya .
" Karena aku Papa nya ,iya kan boy " Ucap Daniel memainkan hidung baby kanz .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan keluarga Naufal dan Queen menemani Eliza dan Xana yang sedang menonton tv .
Kedua kakak beradik itu berbaring di atas karpet bulu sambil menatap lurus ke arah benda tipis .
Xana dengan botol susunya yang menempel di mulut nya sedangkan Eliza dengan camilan kerusakan nya yang di simpan di atas perut nya .
" Membosankan " Queen hanya tertawa kecil " Sabarlah sedikit lagi mereka akan tidur " Ucap Queen .
" Apa yang mereka sukai dari film kartun yang hanya membuat mataku sakit " Tanya Naufal .
" Entahlah ,aku sendiri bingung " Naufal menarik istrinya bersandar di dadanya karena ke duanya duduk di atas sofa .
" Kalian belum tidur " Naufal dan Queen membalikkan kepalanya .
__ADS_1
" Sudah pulang " Bukannya menjawab Naufal malah balik bertanya lalu menatap jam dinding yang berada di depan mereka .
" Baru sejam Dad " Ucap Naufal bingung.
" Di usir " Jawabnya dengan kesal lalu duduk di susul Desi .
Sedangkan kedua cucunya tidak terusik sedikit pun dengan kedatangan mereka .
" Di Usir !! Sama siapa " Tanya Naufal semakin bingung .
" Siapa lagi kalau bukan asistenmu itu " Ucapnya menggebu-gebu.
Naufal menatap Desi meminta penjelasan tidak mungkin kan Daniel berbuat sejauh itu tanpa ada sebab .
" Mereka terus berdebat ,di sana ada mertua Daniel dan Om Adit kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi ,jadi Daniel mengusir kita lebih tepatnya mereka karena selalu membuat keributan dan membuat anaknya menangis " Terang Desi .
" Syukur Daddy hanya di usir ,jika jiwa setannya datang mungkin Daddy di buang lewat jendela begitu juga Om Adit dan mertuanya " Ucap Naufal yang ikut memarahi Faisal .
" Lagian kenapa terus berdebat sih, kaya ada faedahnya saja " Lanjutnya lagi .
" Itu orang miskin baru kaya ,sombong sekali syukur Daniel mau dengan anaknya kalau tidak tiap hari dia akan membajak sawah dengan kerbaunya " Ucap Faisal .
" Apa dia memakai dukun sehingga Daniel tertarik dengan anaknya ,aku harus menghubungi Adit "
PLak
" Desi " Pekik Faisal kesal .
" Opa " Bentak Eliza kesal karena pekikan Faisal membuat nya terganggu begitu juga Xana yang sudah menatap ke arah nya.
" Ah maaf princess Opa ,pangeran Opa " Ucap Faisal Tersenyum tulus .
" Mengganggu saja ,iya kan Ade " Xana hanya mengaguk saja sekalipun tidak paham .
" Syukur kalian cucu ku jika tidak sudah ku jadikan sayur lodeh " Desi dan Queen hanya menggeleng saja sedang kan Daniel hanya diam saja .
" Besok mereka sudah kembali kata Tante Marni tadi,pagi kalau tidak salah " Ucap Desi .
" Kalau begitu besok sore kita langsung ke rumah mereka saja " Queen mengaguk setuju .
Lalu mereka kembali terdiam karena ikut hanyut dalam tontonan Eliza dan Xana sekalipun mereka tidak paham .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1