Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 35(2)


__ADS_3

" Tuan minum ' Arif hanya mengaguk, Endang membantu membukakan pakaian Arif lalu di letakan di pakaian kotor.


Lalu dia ke luar kamar setelah melihat Arif masuk dalam kamar mandi ,menuju dapur membuatkan minuman untuk Arif .


10 menit berlalu Endang masuk bertepatan dengan Arif yang baru selesai mandi, dia meletakan minuman dan pudding buah yang di bikin saat Arif pergi tadi lalu mengambil kan pakaian tidur untuk Arif di susul sang suami .


" Tuan dari mana " Tanya Endang sambil membantu Arif memakaikan baju, sedangkan yang di tanya hanya diam saja .


" Tuan " Arif menatap Endang yang berada di depannya sedang mengancingkan piyama tidurnya .


" Ada urusan di luar " Jawabnya, Endang hanya mengaguk saja lalu ke luar begitu juga Arif .


"Minum dulu " Arif mengambil cangkir minuman perasan lemon itu lalu kembali meletakan di atas meja .


" Kenapa belum tidur " Endang menyerah kan sendok yang sudah ada isi pudding nya .


Hap


" Enak " Arif hanya mengaguk saja " Tunggu tuan " Jawab Endang lalu kembali menyuapi Arif .


" Tolong ambilkan iPadku " Endang langsung berdiri ke arah tempat tidur mengambil iPad milik Arif .


Lalu di berikan pada Arif " Kerja " Arif menggeleng " Hanya mengecek saja " Jawabnya membuka Email nya .


" Saya sudah mengantuk " Arif mengaguk lalu memukul pelan pahanya " Tidur nanti sebentar ke tempat tidur " Endang menurut lalu tidur di atas sofa,paha Arif jadi penahan kepalanya .


Endang memeluk pinggang Arif,sedangkan sang pemilik tubuh hanya fokus pada iPad nya bersandar di sofa .


Arif meletakan iPad nya di samping lalu menatap ke bawah di mana Endang sudah berada dalam mimpinya , dia menghabiskan minumannya dan juga pudding nya .


" Pindah ayo " Endang mengerjapkan matanya mengaguk lalu bangun di bantu Arif .


" Tidur lagi " Endang langsung memeluk tubuh besar itu sedangkan Arif masih mengecek ponselnya setelah itu di letakan kembali .


"Masih kerja atau berhenti " Tanya Arif membalas pelukan Endang .

__ADS_1


" Kerja " Arif hanya mengaguk saja " Tidurlah ,sudah 3 hari kita tidak ke rumah Nada ,besok sebelum ke kantor aku akan mengantarmu ke sana " Ucap Arif .


" Biarkan seminggu sekali kita ke sana " Jawabnya tanpa merubah posisi tidurnya " Tuan juga pasti punya kesibukan lain " Lanjutnya .


" Nanti besok mobil untukmu sampai ,jadi gunakan itu jika aku tidak bisa mengantarmu " Endang langsung mendongkak ke atas menatap Arif yang sudah memejamkan matanya " Aku bisa memakai taksi " Ucap Endang.


" Sekarang kamu istriku ,jadi ikuti aturan yang sudah aku buat " Ucapnya sambil mengelus punggung Endang .


" Tapi itu berlebihan ,lagian aku sudah lama tidak membawa mobil ...."


" Aku tidak memintamu membawa sendiri, sopir yang akan mengantarmu ke mana saja nantinya ,jadi jangan berdebat dengan ku " Ujar Arif .


" Tapi itu ...."


" Tidur " Endang langsung memejamkan matanya menghirup aroma tubuh pria itu " Makasih banyak " Ucapnya sedangkan Arif hanya diam saja .


🌵


🌵


🌵


🌵


Rosna menyambut kedatangan ke duanya dengan bahagia, akhirnya dia punya teman cerita saat di tinggal Rehan .


' Aku kerja dulu ,jangan banyak tingkah CUP" Morgan mencium kening dan bibir Isna lalu mencium perut sang istri .


" Jangan gosip ,perhatian Aurellia " Rosna mengaguk Tersenyum , Rehan mencium bibir Rosna lalu mencium kening sang anak .


" Ayo sini duduk dulu " Rosna mengajak Isna ke ruangan TV .


" Mau minum apa " Tanya Rosna .


" Tidak usah berlebihan " Ucap Isna kesal, membuat Rosna Tersenyum " kamu tamu ,tapi kalau sudah sering aku tidak akan akan menawarkan lagi" Ucapnya .

__ADS_1


" Aku ambilkan dulu iya ,titip Aurel " Isna mengaguk lalu menatap Aurel memainkan jari nya .


" Kamu mirip sekali dengan ibumu, aunty pengen seperti mu ,tapi perasaan aunty mengatakan lain " Ucap Isna Tersenyum mengelus pipi Aurel .


beberapa menit kemudian Rosna datang membawa beberapa buah yang sudah di kupas .


" Maaf hanya ini ' Isna mengaguk " Itu lebih baik " Jawabnya sambil tertawa .


" Boleh aku tanya " Rosna mengaguk ,karena dia sudah tahu kedatangan nya ke sini tadi pagi suaminya memberi tahu nya .


" Kamu tahu perkejaan mereka " Rosna mengaguk " Mereka hanya akan membunuh yang membahayakan orang di sekitar mereka ,jika tidak mereka hanya akan bersikap seperti biasa ,mereka memiliki pekerjaan yang berat selain memegang ahli perusahaan yaitu memastikan keluarga besar Mateo tetap aman di mana sebagian sudah tidak tinggal di rumah utama ,contohnya Nona Queen ,tuan Jose,tuan Davin belum lagi anak mereka yang selalu beradaptasi di luar sana ,jadi mereka akan menghilang kapan pun jika itu harus ,dan lambat laun kamu akan terbiasa nantinya " Ucap Rosna lembut .


" Bahkan dulu saat aku melahirkan Aurellia mas Rehan tidak bersama ku ,tapi aku bersyukur karena tuan besar tidak perna lepas tangan dari orang sekitar mereka sehingga aku di dampingi nyonya besar dan Nyonya Elvi , pagi harinya mas Rehan baru datang tapi itu pun hanya sebentar lalu kembali lagi menyelesaikan urusannya " Ucap Rosna Tersenyum sambil menatap Aurellia .


" Setiap mereka melakukan pekerjaan di luar kota atau yang lebih jauh atau itu pekerjaan yang bahaya ,saya selalu di minta ke rumah utama bahkan sampai sekarang pun, mungkin itu akan terjadi juga dengan mu " Lanjutnya menatap Isna .


" Apa kamu tidak takut saat tahu " Rosna menggeleng " Aku sudah curiga karena sebelumnya aku berkerja menemani nyonya Adara di apartemen bersama mas Rehan jadi aku tidak kaget lagi saat dia memberi tahuku " Jawab Rosna .


" Sepertinya aku sudah keterlaluan sama mas Morgan " Isna menundukan kepalanya " Aku tahu perasaan mu , tidak usah memikirkan itu dia juga pasti paham " Ucap Rosna lembut .


" Mas morgan hanya ingin kamu merasa aman saat berada di luar atau yang lainnya ,aku pun begitu bahkan aku sudah seperti merasa menikah dengan salah satu anak pengusaha yang begitu di takuti karena pasti ada saja orang yang mengikuti aku dan Aurellia jika ke luar " Ucap Rosna tertawa membuat Isna ikut tertawa " sepertinya aku harus terbiasa sekalipun dulu aku pernah rasakan tapi itu tentu untuk nona Eliza " Jawab Isna .


" Iya kamu harus terbiasa , nanti kapan² kita ke apartemen mas Arif iya , seperti nya Mba Endang belum kerja " Isna mengaguk .


" Nanti aku izin dulu sama mas Morgan ,kalau di izinkan aku akan Kabari " Rosna mengagguk lalu keduanya larut dalam cerita yang selalu berubah topik .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2