Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Kesibukan pagi hari .


__ADS_3

" Sayang "Panggil Naufal dengan suara yang sedikit tinggi dari ruangan walk in close .


" iya " Jawab Queen sambil menggendong baby X .


" Anak siapa ini " Naufal tertawa kecil " Dasiku " Queen memberikan Baby X pada Naufal .


CUP


" Apa Bunda memberikan sebotol parfum kenapa kamu wangi sekali " Queen berdecak saja .


" Ayah,bunda ,adek "


" Di ruangan ganti " Eliza pun langsung ke ruangan ganti menyusul ke dua orang tuanya dan adiknya .


" Rambut kakak bunda "


" Sabar iya , Bunda pasang dasi ayah dulu " Eliza mengaguk lalu duduk di sofa sambil memegang sisir dan ikat rambut miliknya .


" Kenapa tidak minta Mba Isna princess " Tanya Naufal.


" Mau sama bunda saja " Jawab Eliza sekedarnya.


" Sudah " Ucap Queen lalu merapikan kemeja suaminya.


CUP


" makasih, Urus anak centil mu " Queen menggaguk " Biar aku yang bawa mas " Ucap Queen saat Naufal mengambil Jasnya .


" Aku tunggu di luar iya " Queen menggaguk saja .


" Kakak mau yang kaya mana " Tanya Queen lembut .


" yang bundar bagian atasnya bunda " Queen mengaguk paham lalu mengambil sisir yang di tangan Eliza .


" Jangan nakal di sekolah iya ,belajar yang benar kalau ada papa bilang Mba langsung telepon bunda iya " Ucap Queen lembut .


" Iya Bunda " Jawab Queen .


" Sudah " Eliza menatap dirinya di kaca sambil tersenyum .


" Cantik " Gumamnya ,Queen menggeleng pelan .


" Kakak duluan , Bunda ambil jas sama tas kerja ayah " Eliza pun ke luar dari ruangan itu sambil tersenyum .


" Ayah" Naufal menatap Eliza lalu tersenyum .


" Kenapa anak ayah secantik ini " Eliza menunduk malu Sekalipun Naufal ayah nya tapi entah kenapa dia sendiri merasa malu .



" Seperti nya cinta ayah tambah besar jika melihat Kakak seperti ini ,iya kan dek " Naufal meminta persetujuan pada Baby X .


" Apa lebih besar dari Bunda "Queen ikut menggoda sang anak sulung dengan membawa jas dan tas kerja suaminya .

__ADS_1


" Iya dia tampak terlihat cantik Bun " Eliza memegang tangan Queen bersembunyi .


" Ayo sarapan dulu nanti ayah telah, Kakak " Eliza mendekat ke arah Naufal sambil menunduk, sedangkan Queen mengikuti langkah mereka di belakang .


Sesampai nya mereka di bawa Faisal dan Desi yang melihat Eliza tertunduk hanya bisa tersenyum .


" Cucu Opa sangat cantik " Ujar Faisal yang sudah paham dengan tingkah sang cucu .


" Oma jadi cemburu, apa Oma harus ke salon biar cantik seperti kakak " Goda Desi mengulum senyumnya .


" Bunda mau ikut Oma tidak " Lanjutnya pada Queen .


"Iya Oma ,kata ayah dia tidak mencintai bunda lagi karena sudah di ambil kakak " Jawab Queen sambil mengangkat tubuh Eliza duduk di kursinya .


" Mba " Rengek nya pada Isna, sumpah dia sangat malu jika sudah di puji seperti ini .


Isna hanya tersenyum sambil melayani Eliza makan ,setelah itu dia duduk di samping Eliza .


Karena dia sendiri lebih dulu sarapan sebelum nona muda nya .


" Makan saja yank ,aku bisa " Ucap Naufal saat Queen akan mengambil baby X .


" Maaf tuan "


" Mba Isna sama Kaka cantik saja ,nanti wajahnya penuh makanan dan kecantikan nya hilang " Ujar Naufal lembut .


" Ayah " Rengek Eliza yang mulai kesal karena selalu di goda .


" Ok ...ok Ayah diam " Ujar Naufal tertawa kecil lalu mengambil jus nya .


" Iya Nak kamu lagi ASI " Timpal Faisal .


" Iya Dad Mom " Jawab Queen .


Iya demi baby X biar ASI eksklusif dia harus makan berat yang selalu dia hindari selama ini tapi itu tidak mengurangi kecantikannya bahkan dia merasa badannya tidak naik sedikit pun .


Atau karena baby X selalu ASI sehingga badannya tetap seperti ini ,Queen sendiri bingung tapi merasa senang .


Setelah selesai makan Queen mengantar suami dan anaknya ke depan pintu bersama kedua mertuanya .


" Kalau Ade istirahat ,kamu ikut istirahat atau minta tolong mommy yang jaga asal ASI nya kamu pompa dulu " Ujar Naufal lembut .


" Iya mas " Queen membantu Eliza naik di mobil sedangkan di dalam sudah ada Isna .


" Jangan nakal iya di sekolah, CUP " Queen mencium kening Eliza dan Eliza membalas hal yang sama di pipi kanan Queen .


" Aku kerja dulu kalau ada papa langsung telepon " Queen mengaguk sambil menatap mobil yang membawa Eliza ke luar pagar besi yang menjulang tinggi itu .


" Sama Bunda iya ,ayah harus kerja " Naufal mencium seluruh wajah anaknya hingga membuat baby X menggelit .


CUP


Naufal mencium kening dan bibir Queen lalu memberikan baby X pada Queen .

__ADS_1


Lalu dia berpamitan pada kedua orang tuanya .


" Titip istri dan anak Naufal iya Dad mom " Ucap Naufal .


" Hati² bawa mobilnya jangan balap " Naufal mengagukan kepalanya .


" Aku jalan" Naufal mengusap pipi lembut Queen sebelum masuk dalam mobil .


Setelah melihat mobil Naufal menghilang di balik pagar tinggi itu mereka kembali masuk .


" Xana sama Daddy dan mommy saja nak " Ujar Desi lembut .


" Iya nak ,kamu istirahat dulu pasti semalam kamu bangun larut belum lagi pagi nya harus mengurus anak dan suami mu " Ujar Faisal lembut .


" Tidak papa Dad mom " Queen Tersenyum dia tidak enak harus meminta bantuan sang mertua sekalipun suaminya meminta nya .


" Tidak papa ,jika kamu kurang istirahat nanti kamu sakit suami dan anak-anak siapa yang urus " Ucap Desi yang mengerti maksud menantu nya karena dia pun perna berada di posisi itu .


"Maaf iya Mom " Desi hanya tersenyum lembut saja .


" Sini Baby Xana " Queen memberikan Xana pada Faisal .


" Queen pompa ASI nya dulu iya Dad mom " Ucap Queen .


"Iya nak " Ujar Desi .


Queen pun langsung berjalan ke lantai atas untuk memompa ASI nya .


" Jika Daddy di panggil ,Daddy sudah siap karena Naufal dan Eliza sudah mendapatkan wanita yang begitu baik Mom " Desi mengagukan kepalanya.


" Iya, sekalipun dia orang kaya tapi ibunya mendidiknya dengan kelembutan" Ucap Desi .


" Iya Daddy sendiri bisa lihat itu, dan Daddy bersyukur Eliza bertemu dengan wanita sebaik Regina sekalipun dulu selalu di sakiti Naufal tapi sekuat mungkin dia bertahan dan bersabar untuk Eliza dan cucu Daddy yang tampan ini " Ujar faisal sambil memainkan pipi baby X .


Desi menatap wajah cucunya yang begitu mirip dengan Naufal bahkan bisa di bilang Xana adalah Naufal waktu kecil .


Dan bayi mungil itu begitu anteng dalam gendongan Opa nya Sekalipun tidak bersama keluarga nya mungkin karena dia belum mengenali wajah orang dan hanya tau ASI saja sehingga dia tidak rewel .


Beda dengan Eliza dulu yang selalu menangis mungkin karena dia merasa takut atau apa ?


Seolah gadis centil itu tahu jika dirinya di tinggal sendirian dan semua orang pergi menjauh.


Dan Isna lah yang menjaga Eliza bahkan bisa di bilang Isna lah ibu dari Eliza yang setiap malam bangun hanya untuk membuat susu untuk Eliza sekalipun Desi juga ikut begadang bersama nya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Maafkan author kemarin libur up lope²ku 😘😘😘😘


Like ... koment dan Votenya iya .


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna

__ADS_1


biar author semangat 😁🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘


__ADS_2