
Setelah kepergian Arif dan Rehan ,Morgan menatap Isna yang berbaring menyandarkan kepala nya di meja kerjanya .
Lalu dia berdiri mendekati Isna lalu mencium Kepala nya membuat Isna kaget .
" Kenapa " Isna menggeleng " Sudah " Morgan mengaguk " Aku selesaikan beberapa kerjaan iya " Isna langsung berdiri tapi Morgan menahannya untuk ke sofa .
" Di sini saja " Morgan langsung menarik Isna duduk di pangkuan nya .
" Nanti ada yang lihat " Ucap Isna berusaha berdiri tapi tangan kekar Morgan menahan tubuhnya .
" Bisa diam ,kalau Tidak dia akan bangun " Isna langsung diam begitu mendengar ucapan Morgan .
" Anak pintar, CUP " Morgan mencium punggung Isna lalu membuka laptopnya.
" Babe "
" Hebm "
" Tuan Rehan sudah menikah " Tanya Isna karena memang dia tidak tahu menahu tentang pengawal pribadi keluarga Mateo .
" Sudah ,anaknya perempuan umurnya tidak jauh beda anaknya tuan muda " Jawab Morgan tanpa mengalihkan matanya dari layar .
" Berarti Nyonya sudah sama Tuan Naufal kan "
" Hebm "
" Koh tidak ada acaranya " Tanya Isna penasaran .
" Ada ,hanya orang-orang tertentu saja " Ucap Morgan yang di jawab Oo saja oleh Isna .
" Lalu tadi Tuan Arif "
" Dia jomblo "
" Apa dia jajan juga di luar kaya babe " Morgan langsung menghentikan gerakan tangannya " jangan mulai honey, aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat " Tegur Morgan melanjutkan kerjaannya nya .
" Aku hanya bertanya "
" Maka simpan pertanyaan mu, kamu tahu kata tuan muda banyak ingin tahu memperpendek umurmu " Isna mendengus saja .
Sedangkan di lain tempat Rehan malah ikut Arif perusahaan Xavier yang kini di pegang olehnya , karena Xavier memegang perusahaan Reza .
" Apa kamu tidak ingin mencari wanita ,Morgan sudah mendapatkan nya Rif " Arif menghela napas panjang .
" Aku bukannya tidak ingin , Tapi pekerjaan kita bisa membuat mereka tidak aman dan nyaman " Jawab Arif .
" Kamu tidak lupakan posisi kita di keluarga Mateo, bahkan sekalipun kita anak buah kecil tuan besar tidak akan membiarkan orang di sekeliling kita dalam masalah " Ucap Rehan .
" Entahlah ,aku malas memikirkan itu " Jawab Arif cuek .
" Keras kepala " Ucap Rehan .
" Aku lebih suka seperti ini !! Pekerjaan saja sudah membuatku pusing " Ucap Arif.
" Belum lagi kalau ada parasit yang sudah bosan hidup dan mencari masalah ingin sekali aku pecahkan jantung nya " Lanjutnya lagi .
" Rif , Cobalah jika memang tidak bisa berarti kamu tidak normal " Arif menatap tajam Rehan .
" Jika aku tidak normal adikku tidak akan bangun saat melihat mereka bergerak di atas tempat tidur " Jawab Arif ketus .
" Sekertaris Morgan boleh juga "
" Dari tadi kamu membahas dia ,jika kamu mau maka ambillah !! Istri mu juga tidak akan tahu " Ucap Arif .
" Come on kawan hidup ini indah "
" Lebih baik kamu kembali keperusahan bikin laporan sebelum kamu di tendang sama tuan Reza ke luar jendela ' Usir Arif kesal .
__ADS_1
" Ok by " Ucap Rehan.
' Nanti aku bilang Morgan ,kalau kamu mau sekertaris nya '
" Dan aku akan bilang istri mu kalau kamu masih jajan di luar " Rehan langsung menghentikan langkahnya .
" Maka jangan mengurusi ku "Lanjut nya berjalan ke arah meja kerjanya .
BRAK
Rehan membanting pintu ruangan Arif keras sedang kan sang pemilik ruangan hanya masa bodoh .
" Wanita ,Aku bisa mendapatkan mereka dengan uang " Ucap Arif .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Langsung ke rumah iya " Ucap Morgan kini dia sedang berada di sekolahan Eliza ,karena sebentar lagi Eliza akan pulang sekolah .
" Iya , hati² tidak usah balap bawa mobilnya " Morgan hanya mengaguk " Cium dulu " Ucap Morgan
CUP
" Makasih honey "Isna mengagguk saja lalu ke luar dari mobil .
" Aku balik ke perusahaan iya " Isna mengaguk " Jangan lupa makan siang " Ucap Isna .
" Iya kamu juga " Isna melambaikan tangannya sampai akhirnya mobil itu meninggalkan sekolah Eliza .
Isna masuk dalam sekolah sambil menunggu Eliza seperti yang lainnya .
Saat matanya fokus pada kemudi HP Morgan berdering dan itu dari Reza Sang tangan Kanan bos mereka dengan cepat dia mengangkat panggilan itu .
" Iya tuan " Jawab Morgan
" Ke perusahan Sekarang "
" Baik tuan " Jawab Morgan .
" Kenapa "
" Kau di mana "
" Jalan ,mau ke perusahaan pusat "
" Baik kita ketemu di sana "
Morgan kembali fokus ,ternyata bukan hanya dia jika sudah begini dia yakin pasti ada salah satu dari mereka akan ke luar .
Dan mau tidak mau mereka harus siap bukan karena itu pekerjaan mereka .
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit Morgan sampai di perusahaan bertepatan juga dengan mobil Rehan dan Arif .
" Ada masalah " Tanya Rehan .
" Kita akan tahu saat sampai di atas " Mereka langsung melempar kunci mobil ke arah penjaga untuk di parkir .
Saat memasuki perusahaan semua wanita menatap lapar pada mereka .
siapa yang tidak kenal ketiga pria yang paling di percaya bos dan asistennya itu .
Dan mereka sudah berdegup jika ketiga pria itu ke perusahaan pasti ada yang akan terjadi .
Sehingga suara bisik² mereka membuat Rehan emosi .
" Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip hah " Bentak Rehan .
" Maaf tuan " Ucap mereka lalu membubarkan diri menuju tujuan masing-masing .
__ADS_1
" Menyusahkan saja " Cibir Arif .
Lalu mereka bertiga masuk dalam Lift .
" Kau meninggalkan nya di perusahaan " Tanya Arif .
" Dia sudah di sekolah Nona muda, tuan Reza menelpon aku dari mengantarnya " Jawab Morgan
" Apa kamu tidak lelah " Tanya Rehan .
" Tidak ,bukannya kita sudah biasa seperti ini " Tanya balik Morgan .
Pintu Lift terbuka membuat ke tiganya mengehentikan obrolan lalu berjalan ke arah ruangan bos sekaligus ruangan asistennya .
Tok ....tok ....
" Masuk "
Arif membuka pintu lalu Morgan dan Rehan masuk lebih dulu baru di susul Arif .
" Duduk " Ucap Raymond.
" Baik tuan " Jawab mereka hampir bersamaan.
Arif dan Morgan menatap ke arah meja di mana bos dan asistennya masih sibuk dengan pekerjaan .
Setelah beberapa menit ke duanya bergabung bersama mereka .
" Anakmu sehat Han " Tanya Raymond duduk di depan mereka bertiga .
" Sehat tuan " Raymond mengaguk .
" Kalian tahu bukan jika di panggil ke sini untuk apa ?? " Mereka masih menyimak " perusahan di Australia bermasalah ,saya tidak bisa pergi begitu juga Reza , jadi aku harap kalian bisa ke sana dan menyelesaikannya " ketiganya masih terdiam .
" Katakan pada istri mu untuk sementara tinggal di rumah utama dulu, Nanti perusahaan papi dan ayah yang hadle sama Xavier " Lanjut nya .
" Kalian akan berangkat nanti malam ,jadi gunakan waktu itu untuk berpamitan pada mereka " Ucap Reza
" Jangan terlalu lama di sana usahakan seminggu sudah selesai tapi kalau bisa percepat " Lanjutnya lagi .
" Baik tuan " Jawab mereka .
" Ada yang kalian mau tanyakan " Ucap Raymond .
" Jam berapa kami berangkat tuan ,apa boleh saya makan malam dulu dengan Isna " Ucap Morgan .
" Ganti makan siang , jam 7 kalian sudah berangkat " Ucap Reza .
" Siap tuan " Mau tidak mau Morgan akan menemui Isna lagi setelah ke luar dari perusahaan ini ,begitu juga Rehan akan menghasilkan waktunya bersama istri dan anak .
Sedangkan Arif akan kembali ke perusahaan menyelesaikan pekerjaan agar nanti tidak semakin menumpuk .
" pergilah ,nanti malam kalian akan berangkat " Ucap Raymond .
" Baik tuan " Jawab Arif ,lalu mereka meninggal kan ruangan Raymond .
"Huh " Morgan membuang napas nya kasar " Kerjaan " Ucapnya
" Nikmati saja ,mau Dapat di mana kita gaji sebesar ini belum lagi yang lainnya " Ucap Arif .
" Aku akan membunuh mereka siapa pun itu, menyusahkan saja " Ucap Rehan frustasi .
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟