Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Part 2 (2)


__ADS_3

Setelah kepergian Arif dan Rehan ,Morgan menatap Isna yang berbaring menyandarkan kepala nya di meja kerjanya .


Lalu dia berdiri mendekati Isna lalu mencium Kepala nya membuat Isna kaget .


" Kenapa " Isna menggeleng " Sudah " Morgan mengaguk " Aku selesaikan beberapa kerjaan iya " Isna langsung berdiri tapi Morgan menahannya untuk ke sofa .


" Di sini saja " Morgan langsung menarik Isna duduk di pangkuan nya .


" Nanti ada yang lihat " Ucap Isna berusaha berdiri tapi tangan kekar Morgan menahan tubuhnya .


" Bisa diam ,kalau Tidak dia akan bangun " Isna langsung diam begitu mendengar ucapan Morgan .


" Anak pintar, CUP " Morgan mencium punggung Isna lalu membuka laptopnya.


" Babe "


" Hebm "


" Tuan Rehan sudah menikah " Tanya Isna karena memang dia tidak tahu menahu tentang pengawal pribadi keluarga Mateo .


" Sudah ,anaknya perempuan umurnya tidak jauh beda anaknya tuan muda " Jawab Morgan tanpa mengalihkan matanya dari layar .


" Berarti Nyonya sudah sama Tuan Naufal kan "


" Hebm "


" Koh tidak ada acaranya " Tanya Isna penasaran .


" Ada ,hanya orang-orang tertentu saja " Ucap Morgan yang di jawab Oo saja oleh Isna .


" Lalu tadi Tuan Arif "


" Dia jomblo "


" Apa dia jajan juga di luar kaya babe " Morgan langsung menghentikan gerakan tangannya " jangan mulai honey, aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat " Tegur Morgan melanjutkan kerjaannya nya .


" Aku hanya bertanya "


" Maka simpan pertanyaan mu, kamu tahu kata tuan muda banyak ingin tahu memperpendek umurmu " Isna mendengus saja .


Sedangkan di lain tempat Rehan malah ikut Arif perusahaan Xavier yang kini di pegang olehnya , karena Xavier memegang perusahaan Reza .


" Apa kamu tidak ingin mencari wanita ,Morgan sudah mendapatkan nya Rif " Arif menghela napas panjang .


" Aku bukannya tidak ingin , Tapi pekerjaan kita bisa membuat mereka tidak aman dan nyaman " Jawab Arif .


" Kamu tidak lupakan posisi kita di keluarga Mateo, bahkan sekalipun kita anak buah kecil tuan besar tidak akan membiarkan orang di sekeliling kita dalam masalah " Ucap Rehan .


" Entahlah ,aku malas memikirkan itu " Jawab Arif cuek .


" Keras kepala " Ucap Rehan .


" Aku lebih suka seperti ini !! Pekerjaan saja sudah membuatku pusing " Ucap Arif.


" Belum lagi kalau ada parasit yang sudah bosan hidup dan mencari masalah ingin sekali aku pecahkan jantung nya " Lanjutnya lagi .


" Rif , Cobalah jika memang tidak bisa berarti kamu tidak normal " Arif menatap tajam Rehan .


" Jika aku tidak normal adikku tidak akan bangun saat melihat mereka bergerak di atas tempat tidur " Jawab Arif ketus .


" Sekertaris Morgan boleh juga "


" Dari tadi kamu membahas dia ,jika kamu mau maka ambillah !! Istri mu juga tidak akan tahu " Ucap Arif .


" Come on kawan hidup ini indah "


" Lebih baik kamu kembali keperusahan bikin laporan sebelum kamu di tendang sama tuan Reza ke luar jendela ' Usir Arif kesal .

__ADS_1


" Ok by " Ucap Rehan.


' Nanti aku bilang Morgan ,kalau kamu mau sekertaris nya '


" Dan aku akan bilang istri mu kalau kamu masih jajan di luar " Rehan langsung menghentikan langkahnya .


" Maka jangan mengurusi ku "Lanjut nya berjalan ke arah meja kerjanya .


BRAK


Rehan membanting pintu ruangan Arif keras sedang kan sang pemilik ruangan hanya masa bodoh .


" Wanita ,Aku bisa mendapatkan mereka dengan uang " Ucap Arif .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Langsung ke rumah iya " Ucap Morgan kini dia sedang berada di sekolahan Eliza ,karena sebentar lagi Eliza akan pulang sekolah .


" Iya , hati² tidak usah balap bawa mobilnya " Morgan hanya mengaguk " Cium dulu " Ucap Morgan


CUP


" Makasih honey "Isna mengagguk saja lalu ke luar dari mobil .


" Aku balik ke perusahaan iya " Isna mengaguk " Jangan lupa makan siang " Ucap Isna .


" Iya kamu juga " Isna melambaikan tangannya sampai akhirnya mobil itu meninggalkan sekolah Eliza .


Isna masuk dalam sekolah sambil menunggu Eliza seperti yang lainnya .


Saat matanya fokus pada kemudi HP Morgan berdering dan itu dari Reza Sang tangan Kanan bos mereka dengan cepat dia mengangkat panggilan itu .


" Iya tuan " Jawab Morgan


" Ke perusahan Sekarang "


" Baik tuan " Jawab Morgan .


" Kenapa "


" Kau di mana "


" Jalan ,mau ke perusahaan pusat "


" Baik kita ketemu di sana "


Morgan kembali fokus ,ternyata bukan hanya dia jika sudah begini dia yakin pasti ada salah satu dari mereka akan ke luar .


Dan mau tidak mau mereka harus siap bukan karena itu pekerjaan mereka .


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit Morgan sampai di perusahaan bertepatan juga dengan mobil Rehan dan Arif .


" Ada masalah " Tanya Rehan .


" Kita akan tahu saat sampai di atas " Mereka langsung melempar kunci mobil ke arah penjaga untuk di parkir .


Saat memasuki perusahaan semua wanita menatap lapar pada mereka .


siapa yang tidak kenal ketiga pria yang paling di percaya bos dan asistennya itu .


Dan mereka sudah berdegup jika ketiga pria itu ke perusahaan pasti ada yang akan terjadi .


Sehingga suara bisik² mereka membuat Rehan emosi .


" Apa kalian di gaji hanya untuk bergosip hah " Bentak Rehan .


" Maaf tuan " Ucap mereka lalu membubarkan diri menuju tujuan masing-masing .

__ADS_1


" Menyusahkan saja " Cibir Arif .


Lalu mereka bertiga masuk dalam Lift .


" Kau meninggalkan nya di perusahaan " Tanya Arif .


" Dia sudah di sekolah Nona muda, tuan Reza menelpon aku dari mengantarnya " Jawab Morgan


" Apa kamu tidak lelah " Tanya Rehan .


" Tidak ,bukannya kita sudah biasa seperti ini " Tanya balik Morgan .


Pintu Lift terbuka membuat ke tiganya mengehentikan obrolan lalu berjalan ke arah ruangan bos sekaligus ruangan asistennya .


Tok ....tok ....


" Masuk "


Arif membuka pintu lalu Morgan dan Rehan masuk lebih dulu baru di susul Arif .


" Duduk " Ucap Raymond.


" Baik tuan " Jawab mereka hampir bersamaan.


Arif dan Morgan menatap ke arah meja di mana bos dan asistennya masih sibuk dengan pekerjaan .


Setelah beberapa menit ke duanya bergabung bersama mereka .


" Anakmu sehat Han " Tanya Raymond duduk di depan mereka bertiga .


" Sehat tuan " Raymond mengaguk .


" Kalian tahu bukan jika di panggil ke sini untuk apa ?? " Mereka masih menyimak " perusahan di Australia bermasalah ,saya tidak bisa pergi begitu juga Reza , jadi aku harap kalian bisa ke sana dan menyelesaikannya " ketiganya masih terdiam .


" Katakan pada istri mu untuk sementara tinggal di rumah utama dulu, Nanti perusahaan papi dan ayah yang hadle sama Xavier " Lanjut nya .


" Kalian akan berangkat nanti malam ,jadi gunakan waktu itu untuk berpamitan pada mereka " Ucap Reza


" Jangan terlalu lama di sana usahakan seminggu sudah selesai tapi kalau bisa percepat " Lanjutnya lagi .


" Baik tuan " Jawab mereka .


" Ada yang kalian mau tanyakan " Ucap Raymond .


" Jam berapa kami berangkat tuan ,apa boleh saya makan malam dulu dengan Isna " Ucap Morgan .


" Ganti makan siang , jam 7 kalian sudah berangkat " Ucap Reza .


" Siap tuan " Mau tidak mau Morgan akan menemui Isna lagi setelah ke luar dari perusahaan ini ,begitu juga Rehan akan menghasilkan waktunya bersama istri dan anak .


Sedangkan Arif akan kembali ke perusahaan menyelesaikan pekerjaan agar nanti tidak semakin menumpuk .


" pergilah ,nanti malam kalian akan berangkat " Ucap Raymond .


" Baik tuan " Jawab Arif ,lalu mereka meninggal kan ruangan Raymond .


"Huh " Morgan membuang napas nya kasar " Kerjaan " Ucapnya


" Nikmati saja ,mau Dapat di mana kita gaji sebesar ini belum lagi yang lainnya " Ucap Arif .


" Aku akan membunuh mereka siapa pun itu, menyusahkan saja " Ucap Rehan frustasi .


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2