Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 10 (2)


__ADS_3

Waktu terus berganti hubungan Morgan dan Isna semakin membaik sekalipun kadang Isna di buat kesal dengan kesibukan sang kekasih yang kadang membuatnya jantungan jika sudah panggilan dari bosnya ,begitu juga Rehan dan Rosna yang selalu mengerti kesibukan sang suami sekalipun ingin sekali dia menangis tapi itu sudah resikonya menjadi istri kepercayaan keluarga Mateo .


Toh dia juga mendapat kan apa yang di lakukan suaminya yang terpenting sekarang untuknya adalah anaknya buah cinta mereka berdua .


Tapi tidak dengan Arif dan Endang yang tiap hari berdebat dan selalu membuat Endang kesal hingga menangis sendiri karena menahan emosinya hanya dengan itu dia bisa kembali berpikir tenang ,jika tidak memikirkan sang adik yang sedang berjuang ingin sekali dia menyerah saja mencari pekerjaan yang lain .


Seperti saat ini ketiga manusia dingin itu sedang duduk di ruangan Arif,Tidak berselang lama Endang masuk sambil membawa berkas yang di minta Morgan .


Tapi belum juga Endang membuka suaranya suara Arif membuat mulutnya tertutup rapat .


" Bisa tidak berkerja tepat waktu " Ucap Arif dingin .


" Maaf tuan " Jawab Endang lalu menyerah kan berkas pada Morgan " Tuan " Morgan mengaguk paham " Sudah " Tanya Morgan tanpa menatap Endang .


" Belum tuan " Jawab Endang menunduk sambil meremas kedua tangan nya .


" Pergilah " Usir Morgan . Tapi saat Arif ingin bersuara Morgan kembali membuka suara .


" Jangan membuat masalah Rif, dia harus menemani adiknya cuci darah, dan memang setiap Minggu dia akan meminta izin tapi tadi aku lupa jika hari ini waktunya menemani sang adik " Arif langsung menatap Morgan yang menatap berkas yang di bawah Endang lalu dia menatap wanita yang masih berdiri di depan mereka .

__ADS_1


Rasa bersalah itu membuatnya tidak enak ,apa lagi wanita yang ada di depan mereka itu sedang menemani adiknya yang sedang sakit .


" Pergilah supir menunggumu di bawah " Kali ini nada bicara Arif sedikit lembut, membuat kedua sahabatnya mengulum senyum tipis .


Morgan sengaja mengatakan hal itu agar Arif bisa melihat Endang Layaknya seorang wanita .


Rehan pun begitu dia ingin sahabat mereka bahagia seperti dia dan Morgan .


" Terimakasih tuan " Ucpa Endang terbata .


" Hebm " Jawabnya, Endang pun lalu ke luar dari ruangan Arif dengan langkah cepat dia langsung berjalan menuju lift .


Karena memikirkan Sang adik yang menunggunya di rumah sakit hanya karena bos nya melupakan berkas dan meminta Endang yang mengambilnya dan di bawah di perusahaan Xavier yang di pimpin Arif .


" Maaf " Morgan dan Rehan hanya mengaguk lalu ke duanya langsung membahas beberapa pekerjaan .


Iya begitulah cara kerja mereka ketimbang mereka berkerja sendirian dan membuat mereka bosan karena sepi .


Padahal begini pun mereka hanya terdiam mungkin karena ada yang lihat atau apa hanya mereka yang tahu .

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat Endang langsung masuk dalam rumah sakit setelah mengucapkan terima kasih pada sopir yang di minta Arif mengantarnya .


" Sudah " Tanya Endang dengan napas terputus .


" Habis ini Kak " Ucpa sang adik ,Endang menarik napas lega .


" Jangan takut iya ,kakak bersamamu " Adiknya hanya mengaguk Tersenyum " Makasih ,maaf sudah membuat Kaka selalu repot " Ucapnya menunduk .


" Jangan mengatakan itu lagi ,kakak tidak suka !! Ade itu segalanya buat Kaka ,jadi semangat iya buat sembuh dan kita akan berkeliling nantinya kakak akan meminta izin pada bos untuk menemani mu jalan² " Ucap Endang lembut sambil mengelus kepala sang adik .


Tidak berselang lama kini bagian mereka untuk masuk, Endang pun langsung menuntun sang adik yang akan menjalankan beberapa rangkaian dan itu selalu membuat Endang sedih harus melihat sang adik melakukan itu semuanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal pribadi keluarga Mateo 😘😘😘😘😘


like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2