Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
pembicaraan Queen dan Naufal


__ADS_3

Setelah berpamitan sebentar dengan keluarga nya Queen membawa Naufal ke taman belakang yang agak sedikit jauh .


" Kenapa " tanya Naufal saat mereka sudah sama² duduk di bangku panjang yang ada di taman itu .


" Kenapa " Tanya balik Queen yang mulai kesal sedangkan Naufal hanya mengagukan kepalanya.


"Kenapa malah meminta menikah, bukannya kamu bilang hanya ingin status kita jelas " Naufal menarik napas panjang .


"Apa kamu keberatan ?? Jika iya aku bisa bicara pada keluarga mu " Ujar Naufal, ada sedikit rasa kecewa pada Queen tapi dia tidak ingin memperlihatkan itu .


" Bukan begitu ...


" Tidak papa ,jangan memaksakan diri ini memang salah ku,ayo balik ke dalam tidak enak dengan keluargamu, aku juga harus balik sudah janji pada Eliza mau mengerjakan tugasnya bersama " Naufal sudah berdiri tapi Queen menahannya .


" Ok kita akan menikah Minggu depan " Ujar Queen setelah menghela napas panjang .


" Tidak usah buru², lakukan semuanya seperti sebelumnya nya, kejelasan hubungan kita pada keluarga mu ayo " Naufal melepaskan tangan Queen dan pergi .


" Apa perlu kita batalkan sekalian " Naufal langsung menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya " Jika itu mau mu aku akan ikut " Ujar Naufal membuat Queen semakin emosi .


" Ayo, kasian Zaza menunggu " Ujar Naufal kembali kehadapan Queen .


" Aku bisa sendiri " Queen menghempas kan tangannya saat Naufal menegang nya .


" Maaf " Ujar Naufal tersenyum .


" Aku tidak akan meminta kembali Tapi aku hanya meminta tetap temani Eliza untuk sementara " Lanjutnya lagi .


" Aku akan melakukan tanpa kamu minta " Ujar Queen kesal .


" Terimakasih " Ujar Naufal .


" Apa tujuanmu ke sini hanya ini " tanya Queen sinis .


" Lalu harus seperti apa ?? bukannya kamu yang menolak dan tidak ingin menikah ?? Katakan di mana kesalahan ku " Tanya Naufal tenang .


" Baik kita menikah " Putus Queen .


" Jika hanya terpaksa jangan ,aku tahu kamu butuh waktu untuk memikirkan nya " Ujar Naufal kembali duduk di kursi taman .


" Jika kamu tahu ,kenapa malah membahas pernikahan pada keluarga " tanya Queen menatap Naufal yang kembali duduk .


" maaf itu kesalahan ku, duduk lah " Queen menjatuhkan bokongnya dengan kasar .


" Maaf jika aku sudah lancang dan maaf jika perkataan ku membuatmu tidak nyaman, kita akan kembali ke dalam dan bicara jika hubungan kita tidak perlu secepat itu " Ujar Naufal menatap jauh ke depan .


" Tapi mereka sudah memberikan izin Arga " Ucap Queen kesal .


" Aku akan bicara ...


" Apa segampang itu ,ini masalah pernikahan Arga bukan masalah hanya aku dan kamu tapi keluarga " Ujar Queen,Naufal menghela napas panjang kesabaran nya benar² di uji .


" Baik kita akan menikah " Queen terdiam " kenapa ?? kau tidak mau kenapa malah diam " Tanya Naufal menatap Queen .


" Baik kita menikah " Jawab Queen dengan tegas .


Apa ini sudah benar ,tapi kenapa saat dia ingin membatalkan aku marah batin Queen bingung


Ah sudahlah toh semuanya keluarga juga sudah setuju bukan .


Dan dia bisa bersama Eliza dan mengurus anak itu .


" kerjaan mu " Tanya Naufal .


" Aku akan fokus pada Eliza kerjaan aku bisa pantau dari rumah " Naufal mengagukan kepalanya .


" Kita akan tinggal terpisah dari orang tua " Queen menatap Naufal .


" Masion atau apartemen " tanya Queen .


" Menurutmu " tanya balik Naufal meminta usul pada Queen .


" Apartemen karena kita hanya bertiga " Naufal menaikan alisnya sebelah .


" bertiga " Queen mengaguk " pelayan " dengan cepat Queen menggeleng " Isna saja untuk temanku dan menemani Eliza di sekolah " Ujar Queen .


" really " tanya Naufal kaget .


" Iya ,I want to take care of everything myself , sekalipun aku masih tahap belajar tapi sedikit² aku sudah bisa karena sering melihat dan membantu mommy jika free " Ujar Queen yakin .


" Mungkin awal² kita akan sering memesan makanan atau meminta mommy mengirimkannya tapi aku akan ikut les memasak " Lanjutnya lagi .


" Tidak perlu seperti itu,kamu hanya fokus pada Eliza dan aku itu sudah cukup urusan yang lain biar pelayan " Queen menggeleng cepat .


" Ini cita² ku setelah menjadi desainer dan aku akan mewujudkan itu sekalipun lebih susah dari pekerjaan ku sekarang " ujar Queen .

__ADS_1


" Baiklah jika kamu memaksa tapi jika sudah tidak mampu bicara ,atau untuk bersih² biar Isna saja " Queen mengagukan kepalanya .


" Deal " tanya Naufal .


" Deal " Ujar Queen tersenyum


" Beri aku ciuman " Queen menatap sekeliling nya melihat apa ada orang atau tidak .


CUP


" itu kecupan Regina bukan ciuman " Ujar Naufal lalu menarik tengkuk Queen dan membungkam mulutnya .


Bugh


" Kau membunuh ku ?? kenapa selalu mendadak " Ujar Queen kesal .


" Ayo balik ,nanti mereka menunggu lama " Ujar Naufal sambil mengelus bibir Queen yang sudah bertambah volume nya .


" Jangan melewati batas ,kalian belum sah setelah itu terserah kalian ingin melakukan apa !!" Ujar Henry saat melihat Queen dengan tatapan intens .


" terimakasih Dad " bukan Queen yang menawan melainkan Naufal, sehingga dia mendapatkan hadiah cubitan di perut nya .


" Why " tanya Naufal yang hanya dengan gerakan bibir .


" Bagaimana " tanya Daddy Radit .


" Iya kami akan menikah minggu depan " jawab Queen mantap .


" baiklah,mau siap kan sendiri atau gimana " tanya Henry .


" Sendiri Dad ,karena hanya akad saja Queen masih bisa " Henry mengaguk paham


" Ah iya Dad , Queen sudah bicara pada Arga kalau kami akan tinggal di apartemen, Queen ingin mandiri " Henry menaikan alisnya .


"Who is Arga " Tanya Henry bingung menatap Queen .


" Maaf maksudnya Naufal " Ujar Queen tersenyum kikuk membuat Naufal tersenyum .


" Kau memanggil marganya " Queen mengaguk pelan karena malu .


" Kau akan di bunuh ayah mertua mu Queen " Ujar Davin tertawa kecil .


" Dia sudah tahu yah " Elak Queen padahal bertemu saja baru sekali itu pun di pesta .


" Dia tidak marah " tanya Jose kaget , Queen mengaguk sambil menatap Naufal yang hanya diam .


" ehs kenapa papi malah ikutan sih ,kan Queen bilang Dia sudah tahu " Ujar Queen kesal .


" Apa dia mengatakan yang sebenarnya nya " tanya Henry menatap Naufal .


" Tidak Dad " Queen langsung menatap Naufal kesal


PLak


" Sakit " pekik Naufal sambil mengelus paha nya sendiri .


"biar, Ayah Alan mana " tanya Queen saat sadar tidak ada Alan di sekitar mereka begitu juga Elsa .


" Ayah sedang patah hati kak " ujar syahzani tertawa kecil .


" Cih dia bertingkah seperti pacarku saja ,padahal Daddy biasa saja " Cibir Queen .


" Mulutmu " Queen mengaguk tersenyum " maaf " cicitnya ,Naufal tidak tanggung-tanggung menegur Queen depan keluarga nya ,dan elvi menyukai itu .


" Ah menantuku keren " Ujar Aqila memberikan jempol pada Naufal begitu juga Nabilla, Ana dan Elvi .


Hebm


Mereka langsung menurunkan tangannya dengan cepat .


" Kau salah, Daddy mu hanya ingin terlihat tegar di depanmu " Ujar Jose .


" Jangan dengarkan dia " sanggah Henry cepat .


" CK, dia ingin terlihat cool didepan menantunya " Cibir Jeje


" Bahkan setelah ini dia akan menangis dalam pelukan Elvi dan berkahir pembajak lahan " Ujar Davin .


" Siapa yang menyuruh kalian ke sini " tanya Henry menatap tajam Jose dan Davin .


"Kami hanya ingin melihat wajah calon menantu kami " Ujar Jose .


" Bukannya kau sudah melihatnya sejak dia masih kecil ,Ela perlihatkan wajah mu pada mertuamu begitu juga kamu Sasa " Ujar Henry .


" Ah iya Opa sampai lupa , Kapan kalian menikah " Tanya Daddy Radit menatap alister dan Ela .

__ADS_1


" Bukannya setelah pernikahan Raymond " Mereka menatap Alister dan Ela bergantian .


" Terserah Opa ,lebih cepat lebih baik" Ujar Alister .


" Apa kalian belum membahas nya " tanya Henry .


" Sudah dad ,tapi Ela masih bingung " Ujar Alister .


" Apa yang membuatmu bingung ,bukannya kalian sudah lama mengenal bahkan sebagian hidup kalian selalu sama² " Ujar Henry bingung .


" Perusahaan " Cicit Ela menunduk .


" Salahkan papi mu ,kenapa dia tidak membuatkan adik untukmu tapi setiap kerjaannya di lahan terus "


Seperti nya Naufal harus terbiasa dengan keadaan ini .


" Daddy ,masih ada Naufal " Ujar Queen menatap Henry .


" kenapa memang nya ?? Bahkan dia sudah melihat hasil nya saat membajak lahan ". Queen memilih diam


" maaf " Naufal hanya mengangguk saja .


" Alister akan mengambil ahli perusahaan,apa yang kamu takutkan " Ujar Daddy Radit.


" Rumah sakit " Tanya Ela menatap Daddy Radit .


" Ada Amanda untuk sementara " Ela mengaguk paham .


" Opa menjadi dokter kandungan saja sudah berat untuk Amanda ,jangan menambah bebannya lagi " Ujar Rif'at tidak terima .


" Hanya untuk sementara " Rif'at mendengus kesal .


" Aku tidak papa kak " Ujar Amanda lembut .


" Kau selalu tidak papa " Ujar Rif'at kesal .


" Mau samakan harinya dengan Queen " Tanya Henry menatap mereka .


" Jangan Dad, Ela harus menyelesaikan kerjaan dan lusa Ela harus ke luar kota ada pekerjaan dan kemungkinan menginap " Ujar Ela cepat .


" Aku selesaikan ini dulu , setelah itu Ela kosong kan jadwalnya " Mereka mengaguk setuju .


" Siapkan uangmu Vin,bahkan rumah orang tuamu mungkin akan jadi maharnya " Ujar Jeje tersenyum .


" Kamu yang harus hati² ,setelah menikah perusahaan mu akan di pegang Alister ,Kamu tahu kan maksudnya apa " Jeje berdecak kesal dia kalah dari Davin .


" Sudah jangan berdebat lagi, lalu kapan orang tuamu ke sini " Tanya Daddy Radit .


" Besok malam juga siap " Ujar Naufal .


" Baiklah " Ujar Daddy Radit setuju .


Setelah membahas tentang pernikahan Queen dan Ela ,Naufal berpamitan pada keluarga Queen dan dia juga meminta maaf atas sikapnya pada Alan .


Dan mereka memaklumi itu, Queen mengantar Naufal kedepan ke rumah .


" Hati² tidak usah balap² " Naufal mengaguk .


" Setelah ini kembali lah ke kamar ,mungkin sejak tadi Hpmu berdering karena Eliza tidak tahu aku ke sini, dan mungkin dia menghubungi mu " Queen melupakan itu, sudah menjadi kebiasaan jika Eliza selaku menelpon tiap malam .


" Kenapa baru bilang " gerutu Queen kesal .


" Kamu tahukan kita lagi apa " Queen mendengus kesal .


Benar ini bukan salah Naufal ,tapi keadaan yang tidak tepat .


" Sudah sana pulang, nanti Eliza marah "


" Kau mengusirku " Tanya Naufal .


" Ayo Arga,kamu tahu maksud ku bukan itu " Naufal tertawa kecil


CUP


" aku balik iya " Queen mengaguk saja .


" Kabari jika sudah sampai " Naufal membalasnya dengan senyuman .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘


__ADS_2