Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Part 50(2)


__ADS_3

" Apa kau tidak ingin bangun " Bisik Arif telinga Endang .


" Bangunlah, aku tahu sejak tadi kamu bangun " Lidah Endang berdecak lalu melepaskan pelukannya .


" Apa tidak bisa romantis sedikit , Ucapkan selamat pagi atau kasih ciuman " Arif menaikan alisnya sebelah menatap Endang " Apa kau menginginkan itu " Endang menatap sini ke arah Arif lalu bangun karena kesal .


" Aneh, apa ciuman semalam belum cukup " Lanjutnya lagi .


" Terserah ,aku malas bicara sama mas !! Bikin mood ku berantakan saja " Ujar Endang meninggalkan Arif yang masih terdiam di atas tempat tidur .


Arif menaikan bahunya lalu bangun bersandar di kepala ranjang mengambil ponselnya .


Dia membalas satu persatu pesan yang masuk di nomornya hingga ada panggilan masuk dari sekretaris nya .


" Hebm "


" Maaf tuan mengganggu ,tapi ada rapat jam 9 " Ujar nya saat mendengar suara serak Arif .


" Ini masih jam setengah 8 dan kamu menghubungi ku hanya untuk mengatakan itu " Dengus arif kesal .


" Saya hanya memberi tahu saja tuan ,karena anda belum berada di perusahaan " Jawabnya tenang .


" Jika bukan karena kamu pintar sudah sejak seminggu yang lalu aku membunuh mu " Uajr Arif kesal .


" Terimakasih tuan atas pujian nya " jawabnya


Arif menatap ke arah kamar mandi dia melihat Endang ke luar seperti nya wanita itu belum mandi .


Arif memanggil Endang menggunakan tangan nya untuk mendekat .


" Apa ..."


Cup


CUP


Arif mencium perut dan bibir Endang sekilas .


" Kenapa belum mandi " Tanya Arif sedangkan ponsel nya masih berada di telinganya .


" Lagi siapkan air untuk mas " Jawab Endang .


" Siapkan pakaian ku ,aku akan ke perusahaan " Endang mengaguk lalu meninggalkan Arif yang masih berbicara .


" Siapkan semua bahanya ,aku akan ke sana " Ujar Arif lalu mematikan Panggilan nya .

__ADS_1


Di perusahaan sekertaris nya di buat bingung .


" Siapkan bahan nya dia akan ke sini sedangkan dia mandi saja belum " Ujarnya sambil menggeleng tapi dia tetap menyiapkan bahan nya .


Arif berdiri berjalan ke arah kamar mandi dia hanya menggunakan boxer saja karena semalam mereka menghabiskan malam yang panas .


di ruangan Endang sedang menyiapkan pakaian kerja Arif ,saat semuanya sudah selesai dia ke luar dari kamar nya menuju dapur .


Mungkin raja pelayan sudah datang karena harus menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya .


" Bibi sudah datang " Sapa Endang para pelayan .


" Iya Non " Jawabnya ramah .


" Bikin smaa Roti iya bi, soalnya ada mas Arif " Ujar Endang .


" Baik Non ,ada yang perlu saya bantu ' Tanya pelayan saat melihat Endang mengambil gelas kecil .


" Tidak Bi, bibi lanjut saja !! Endang hanya buat kopi sama susu " Ujar Endang .


5 menit kemudian Endang kembali ke kamar membawa susu dan kopi buatan nya ke kamar .


Dengan perlahan dia membuka kamar dan masuk kedalam meletakan minuman di atas meja .


Lalu dia membuka sprei dan selimut serta yang lainnya di letakan di keranjang kotor .


" Kenapa bukan bibi saja yank " Tanya Arif berjalan ke arah Endang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil .


" Tidak papa ,kata dokter tidak baik jika hanya diam saja " Jawab Endang lembut .


Cup


Arif mencium leher belakang Endang lalu meninggalkan wanita itu Merapikan tempat tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak jauh berbeda di apartemen lainnya Isna juga sedang membantu sang suami dengan telaten dia menyiapkan semuanya sekalipun ada pelayan tapi untuk urusan Morgan dia melakukan sendiri .


Sekalipun perut nya semakin terlihat tapi dia begitu bahagia menjalankan perannya sebagai istri dan sebentar lagi dia akan menyandang status ibu .


" Honey " Isna langsung menghampiri Morgan .


" Jam tangan ku yang warna biru gelap mana " Tanya Morgan yang sibuk pada ipadnya .


" Kan ada di meja kaca by " Ujar Isna .

__ADS_1


' Aku tidak lihat " Jawab seadanya ,Isna menggeleng lalu masuk ke ruangan ganti .


Mengambil jam tangan yang di minta suami nya ,sudah jelas bahwa jam itu berada di tempat nya tapi memang dasarnya malas mencari iya gitu .


" Alasan " Morgan hanya tersenyum saja lalu mencium pipi Isna .


" Aku tunggu di bawa jangan lama ,aku akan mengantarmu ke rumah tuan Naufal " Ujar Morgan .


" Iya " Jawab Isna .


Morgan ke luar dari kamar nya menuju meja makan di lantai satu berjalan sambil menatap iPad .


Sedangkan di kamar Isna langsung bersiap karena sebelumnya dia sudah mandi bersama suaminya tapi dia terlebih dahulu mengurus suaminya yang mendadak manja setelah bertemu dengan nya .


20 menit berlalu Isna ikut bergabung bersama Morgan di meja makan, dia langsung melayani suaminya .


" Babe " Morgan langsung menyimpan iPad nya saat mendengar teguran tuan putri .


" Jangan sampai lelah saat di sana jangan menggendong Xana " Isna hanya mengaguk saja sebagai jawaban nya .


" Nanti jam berapa jemputnya " Tanya Isna .


" Setelah pulang dari perusahaan " Jawab Morgan .


" bawa sama buahmu " Lanjutnya lagi .


" Babe mau sekalian, soalnya tadi kebanyakan " Tanya Isna .


" Iya boleh " Jawab Morgan, Isna langsung berdiri tapi tangannya di tahan Morgan " Selesai kan dulu " Isna duduk kembali melanjutkan sarapannya .


Setelah selesai isna memasukkan sisa buah di kotak bekal lalu kedua nya ke luar dari apartemen, Morgan memeluk pinggang sang istri sedangkan Isna membawa kotak bekal buah mereka berjalan ke arah Lift


" Hati² " Ujar Morgan membukakan pintu mobil untuk Isna.


" Makasih " Morgan menutup pelan mobilnya lalu masuk ke dalam mobil lewat pintu lainnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2