Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
khawatir


__ADS_3

Waktu terus bergulir begitu cepat kini Usia Xana sudah 6 bulan dan Bayi cabi dengan pipi tembem itu sudah berceloteh tentang apa yang ada di depannya ,Xana juga sudah belajar MPASI karena Queen sudah sibuk di butik.


Dan bulan ini pula Daniel akan menyandang status baru di mana tinggal menunggu hari Risna akan melahirkan anaknya .


Naufal yang mengerti keadaan Daniel meminta pria itu untuk tidak terlalu memikirkan pekerjaan dan dia akan menghendle sendiri .


Begitu juga Queen sudah meminta Risna berhenti semenjak usia kandungan nya 7 bulan karena Queen mengatakan ngeri melihat nya saat berjalan dengan perut buncitnya .


" Kenapa yank " Tanya Daniel yang baru selesai mandi karena baru pulang dari kantor


" Tidak nyaman " Tebak Daniel ,Risna mengaguk karena memang itu yang dia rasa sejak tadi .


Daniel pun mengelus punggung istrinya dengan lembut dan dia hanya mengenakan handuk di lilit kan di pinggangnya .


" Tidak usah banyak bergerak,tunggu aku di tempat tidur saja " Ucap Daniel sambil mengusap punggung bawah Risna .


" Masih sakit " Risna menggeleng " Abang pakai baju dulu " Daniel menggaguk .


" Tunggu ,nanti kita turun sama² di bawah, Cup " Ucap Daniel setelah itu meninggal Risna .


" Mama sudah tidak sabar bertemu dengan mu ,sehat terus sayang ayo kita berjuang dan membuat Papa bahagia " Ucap Risna sambil mengelus perutnya .


" Kakek sama nenek akan ke sini tapi nanti kita tanyakan pada Papa iya " Lanjutnya lagi .


Tidak berselang lama Daniel ke luar dengan senyum tulusnya .


" Abang "


" Hebm"


" ayah sama ibu kapan ke sini " Daniel membantu sang istri untuk berdiri karena sudah waktunya makan malam .


" Besok ,Kenapa apa kamu merindukan mereka ? " Tanya Daniel lalu mereka ke luar dari kamar .


" Iya ,sudah lama tidak bertemu mereka " Jawabnya jujur .


" Pelan² yank " Ucap Daniel saat mulai menuruni tangga satu persatu .


" Kenapa Tidak menepati kamar di bawah saja " Ucap Adit meringis saat melihat perut menantunya .


" Risna keras kepala yah " Risna hanya tersenyum saat mendengar jawaban sang suami .


" Sudah , ini meja makan jangan berdebat di depan makanan " Relai Marni .


" Mau makan apa yank " Tanya Daniel setelah mendudukan Risna .


" yang Abang makan " Daniel pun mengambil makanan untuk 3 porsi dan membuat piring nya penuh.


Adit dan Marni yang melihat itu hanya biasa saja karena itu sudah sering mereka lihat jika di meja makan .


Setelah selesai mereka kembali berkumpul di ruangan tengah di temani minuman hangat .


" Kapan Usman ke sini " Tanya Adit .


" Kata abang besok yah " Jawab Risna tersenyum .


Dia tidak terlalu mempermasalahkan panggilan mertuanya, karena sebelumnya mereka sudah tahu ceritanya .


" Apa mereka ke sini sendirian " Tanya Marni .


" Iya Bu " Jawab Daniel .


Sebelum nya mobil Risna sudah di berikan pada ke dua orang tuanya sehingga mereka tidak terlalu memikirkan mereka naik apa ?

__ADS_1


Kalaupun tidak ada pasti Daniel akan meminta bantuan iparnya apa lagi jika bukan meminta anak buahnya menjemput mertuanya .


" Minta pelayan membersihkan kamar belakang " Ucapnya enteng .


" Ayah " Adit hanya diam saja , sedangkan Risna hanya tersenyum .


" Kalau adikmu sayang " Tanya Marni .


"Mungkin tidak Bu,ayah sama ibu akan lama di sini " Ucap Risna lembut .


" Ssstttt" Daniel hanya tersenyum .


" Jangan nakal jika tidak ingin Papa marah " Ucap Daniel pada anaknya .


"Abang " Lirih Risna saat anaknya kembali menendang,Daniel mengelus perut istrinya .


" Jangan terlalu aktif ,kasian Mama " Ucap Daniel dan benar saja ucapan itu sangat ampuh .


Sedangkan di rumah lainnya Queen sedang mondar mandir dalam kamar mandi .


" Gimana ini " Gumam Queen bingung lalu kembali menatap kalender yang ada di tangan nya .


" Xana masih kecil tapi " Queen mengehentikan ucapannya " Apa mas Naufal akan senang " Lanjutnya lagi .


tok ....tok ....


" Sayang " Queen langsung menyimpan kalender kembali ke tempat nya .


" Iya sedikit lagi mas " Jawab Queen dari kamar mandi .


" Nanti aku meminta bantuan anak buah Daddy untuk membelikannya " Ucap nya sebelum akhirnya dia ke luar dari kamar mandi .


"Kenapa lama sekali " Tanya Naufal sambil menggendong Xana .


Queen pun langsung melepaskan pegangan tangan Naufal dan kembali masuk dalam kamar mandi .


Membuat Naufal kaget dan menyusul istrinya ke dalam bersama Xana .


Hoek ......Hoek .....Hoek ....


" Sayang " Naufal memijat leher belakang Queen dengan lembut .


" Masih " Queen mencuci mulut nya lalu menyandarkan di dinding kamar mandi .


" Sakit " Queen menggeleng " Masuk angin " Jawabnya lirih .


" Kamu yakin yank, wajah mu pucat Lo " Ucap Naufal khawatir .


" aku baik² saja ,ayo kita turun kasian Daddy dan mommy " Ucap Queen .


" Tapi ..."


" Percayalah " Queen langsung merangkul lengan suaminya " Istirahat saja nanti aku antar ke sini makanan nya ,Xana biar sama Mommy dulu " Queen menggeleng " Aku baik baik saja Mas " Naufal menghela napas keras kepala Queen Tidak jauh berbeda dengan keluarga nya .


Kini mereka sudah ke luar dari kamar besar itu menuju ruangan makan .


Tapi belum juga Queen duduk ,dia kembali merasakan mual saat mencium aroma masakan yang membuat perutnya bergejolak .


Tanpa pikir panjang dia langsung berlari ke arah wastafel yang dekat dengan dapur .


" Alexa " Pekik Naufal panik dan langsung memberikan Xana pada Faisal .


" Apa tidak bisa menurut hah " Bentak Naufal kesal .

__ADS_1


" Fal " Naufal menghela napas panjang karena panik dia sampai membentak istri nya .


" Masih " Queen mengaguk lemah ,Naufal mengelus punggung sang istri sambil memijat leher belakang nya .


" Bunda kenapa Oma,apa Bunda sakit ?? " Tanya Eliza khawatir .


' Bunda hanya lelah sayang " Ucap Desi Tersenyum.


" Apa kita akan memiliki cucu lagi " Bisik Faisal pelan .


" Seperti nya iya ,tapi nanti kita lihat saja jika pun benar pasti mereka akan memberi tahu kan " Balas Desi sambil berbisik .


setelah itu mereka berdua Tersenyum tidak Masalah Jika Queen hamil kembali yang ada mereka senang .


Jadi rumah besar ini tidak akan sunyi karena ocehan anak-anak seperti Xana dan Eliza .


"Sudah baikan " Tanya Naufal saat Queen megakan tubuhnya dan langsung memeluk suaminya .


" Bau " Ucap Queen lirih .


HaH


" Bau, yang mana " Tanya Naufal bingung sambil menatap sekitar nya .


" Makanannya " Naufal semakin bingung " Itu "Tunjuk nya pada meja makan dan Queen mengaguk .


" Kalian masak apa " Tanya Naufal pada pelayan .


" seperti biasanya tuanya " Ucap pelayan gugup .


" Bawa istri mu ke kamar Nak, Eliza dan Xana biar mommy yang urus ,nanti pelayan mengantar makan malam nya ke kamar " Naufal menurut ,tapi sejujurnya dia sendiri bingung .


Bau !! Tapi apa yang bau makanan !!! jika iya pasti Daddy dan mommy nya pasti merasakan juga tapi ini hanya istri nya .


Apa Queen sakit dengan cepat Naufal menggeleng kepalanya cepat agar pikiran buruk itu menghilang .


Kini mereka sudah berada di kamar dan Naufal membantu Queen duduk dan memberikan air minum .


" Mas " Naufal hanya terdiam sambil merapikan rambut Queen dia bisa melihat jika wajah Queen sangat pucat .


" Kita ke rumah sakit iya " Queen menggeleng " Kamu bukan masuk angin Alexa ,tidak ada orang masuk angin mengatakan makanan bau " Queen hanya terdiam .


" Nanti saja " Jawab nya lalu memeluk Naufal entah kenapa aroma tubuh Naufal membuatnya lebih tenang .


Pikirannya kembali berputar ,jika benar yang di pikirkan nya apa kini dia sedang hamil dan dalam perut nya sedang ada adik Eliza dan Xana .


Jika iya ingin Sekali dia berteriak histeris tapi dia menunggu sampai jelas dan memberikan kabar bahagia ini pada suaminya .


Tunggu dulu !! Apa suaminya akan menerima secara Xana Ah lagi² Queen berperang dengan pikirannya sendiri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


"


__ADS_2