
Arif menatap lekat wajah pucat Endang yang kini sudah di baring kan di kasur hotel .
Sesekali dia mendengar rintihan kesakitan dari mulut wanita itu ,bahkan dia dalam tidurnya pun Endang selalu mengucapkan permohonan dan maaf seperti yang di ucapkan saat sebelum dia mengambil harta yang begitu berharga untuk Endang.
" Maaf " Cicit Arif mengelus kening Endang Merapikan rambut halusnya yang menutupi wajah nya .
Di Saat perasaan bersalah nya selalu menghantui nya, panggilan Alister mengalikan pandangan nya dan berharap ini kabar baik nantinya .
" Hallo Tuan " Ucap Arif .
" Kau di mana ' Tanya Alister dengan serius .
" Di Hotel " Jawabnya .
" Ke rumah sakit sekarang " Titahnya tidak ingin di bantah " Arif mengusap wajahnya kasar lalu menatap Endang yang masih tertidur dengan pulas, sekalipun masih ada rintihan kecil .
" Maaf ,aku pergi sebentar iya " Ucapnya lalu mencium kening Endang .
Ceklek
" Kalian jaga di dalam ,kalau terjadi papa langsung hubungi saya ,jangan pernah menyentuhnya ' Kedua pengawal itu mengaguk patuh " Baik bos " Ucap mereka bersamaan .
" Jaga mata kalian, dan aku akan meminta karyawan wanita untuk temannya " Ucapnya dengan tegas.
Gluk
" Ba-ik bos " Jawabnya mereka dengan susah payah .
Arif meninggalkan hotel itu langsung menuju rumah sakit, perasaan nya semakin tidak tenang dan berharap ini hanya perasaan nya saja .
Tidak butuh waktu lama Arif sudah sampai di rumah sakit karena dia membawa mobil dengan kecepatan tinggi .
Dia langsung menuju ruangan Alister di mana di dalam sudah ada dokter juga dan mereka melakukan panggilan video .
" Duduk " Arif menurut " Dia tidak kuat lagi " Ucap Alister to the poin
Duaaarrr
Kepala Arif mendadak pusing rasanya ingin mau pecah masalah dengan Endang belum lalu ini apa lagi ?
Bagaimana dia mengatakan apa Endang ,Arif mengusap wajahnya kasar .
" Jelaskan dengan baik, aku yakin dia paham " Arif hanya diam saja ,dia bingung harus menjelaskan dari segi mana pada Endang .
Apa lagi hubungan mereka sangat buruk ,jika saja dia bisa menahan emosi nya mungkin tidak akan seperti ini .
Tapi itu semua sudah terjadi bukan ,Arif hanya bisa menghadapi nya bagaimana pun nantinya dia akan memikirkan caranya .
" Mau di sini atau di sana " Arif menghela napas panjang " Di sini tuan , bagiamana pun dia masih memiliki kakak " Alister mengaguk paham lalu kembali berbincang dengan pihak rumah sakit di sana .
Hampir satu jam akhirnya Alister mengakhiri nya ,kini dia sedang berhadapan dengan Arif .
" Siapkan semua nya mungkin larut malam sampainya atau besok pagi" Arif mengaguk saja .
__ADS_1
" Terimakasih untuk semuanya tuan " Ucap Arif serius .
" Sudah tugasku, kamu juga bukan orang lain untuk kami, siapkan Semua nya " Arif mengaguk lalu ke luar dari ruangan Alister dengan wajah yang sulit di artikan .
Apa lagi sejak tadi HP nya terus bergetar dan matanya langsung melotot saat melihat panggilan dari penjaga Endang .
Dengan langkah besar dia langsung menuju parkiran !!
Di dalam mobil dia menghubungi kedua sahabatnya nya, meminta bantuan mereka ,tentunya mereka tidak menolak bahkan Arif sangat tahu Morgan juga sibuk tapi pria itu dengan senang hati membantu nya .
Itulah mereka,ikatkan di antara mereka melebihi saudara di mana salah satu diantara mereka akan merasa sakit jika melihat di antara mereka ada yang terluka .
Arif memarkirkan mobilnya tepat di depan hotel lalu kunci mobilnya memberikan pada penjaga yang ada di sana .
Dia langsung menuju lantai di mana Endang berada !!
Ceklek
Arif langsung menegang kaku saat melihat kedua pengawal yang menjaga Endang sedang memegang tangannya ,lalu seorang wanita menahan kaki Endang .
" Apa yang kalian lakukan Hah " Bentak Arif keras hingga membuat yang di dalam itu ketakutan termaksud Endang .
" Ma-af Bos ,Nona Endang berontak " Arif menatap sekeliling nya lalu mendekat ke arah Endang .
" Ke luar " Mereka pun langsung ke luar hanya tinggal Endang dan Arif di dalam .
" Ja-ngan Sakiti aku, aku mohon " Ucap Endang sambil mundur hingga bersandar di kepala ranjang bahkan tubuhnya sampai gemetar ketakutan tangan nya disilang kan pada bagian depannya .
Arif hanya diam saja ,lalu menarik lengan Endang yang sudah memerah karena terlalu kencang mereka memegang tangannya .
Lalu dia kembali melihat kedua tangan Endang ,tanpa banyak kata dia menelpon pihak hotel .
" Bawakan Kotak Obat " Setelah itu dia kembali menutup nya meniup pelan tangan Endang .
" Masih sakit " Endang hanya diam saja menatap Arif dengan mata yang kembali berembun .
" it's Ok, jangan takut hm " Arif mengelus pipi halus Endang yang hanya menatap nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Biar aku saja yang urus ' Ucap Rehan menatap Morgan .
" Sudah, aku baik² saja ,kita siapkan bersama ,lalu kita melihat keamanan hotel " Rehan menghela napas panjang .
" Baiklah, tapi jangan memaksakan nya " Morgan hanya tertawa " Jangan lebay bahkan kita pernah melawan maut " Cibirnya pada Rehan .
" Sialan " Umpat Rehan kesal .
" Apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin Arif tidak bisa mengatasinya " Ucap Rehan .
" Dia bisa mengatasinya aku yakin itu, tapi mungkin pelan² ,aku yakin hubungannya dengan Endang semakin rumit belum lagi tentang kabar ini aku yakin dia akan menutup rapat hal ini sebelum nantinya akan di beritahu kan padanya " Rehan mengaguk setuju dengan ucapan Morgan .
" Bukannya tadi dia mengatakan ke hotel " Morgan mengaguk " Dari nada bicaranya kita tahu bahwa ini berat untuknya " Morgan dan Rehan hanya bisa menghela nafas panjang .
__ADS_1
Tidak berselang lama dering HP Morgan membuat ke duanya sadar .
" Iya Honey " Jawab Morgan lembut sedang kan Rehan fokus pada kemudinya .
" Di mana " Tanya nya .
" Di mobil, ada yang harus aku urus ,ada yang kamu perlukan " Tanya Morgan lembut .
" Tidak ,hanya ingin mendengar suaramu baby kangen "Ucapnya membuat Morgan Tersenyum .
" Benarkah, dia selalu kangen sama aku, tapi Ibunya tidak " Goda Morgan .
" Aku juga kangen tapi aku bisa tahan !! Hanya baby yang tidak bisa " Rehan hampir saja kelepasan jika saja Morgan telat satu detik menutup mulut Rehan dengan tangannya yang bebas .
" Kasih tau baby, 5 hari lagi kita akan bertemu " Ucap Morgan setelah memberikan kode pada Rehan .
" Sayang " Morgan melototkan matanya tajam menatap Rehan yang tersenyum jahat .
" Siapa itu ?? " Tanya Isna .
" Re....."
" Batalkan pernikahan nya ,aku tidak mau menikah sama pria bajingan seperti mu, aku bisa menghidupi anakku " Ucap Isna emosi langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak
Rehan tertawa terbahak-bahak, sedangkan Morgan mendengus kesal .
" Kau puas " Rehan mengaguk ,lalu mengambil ponselnya melakukan panggilan video pada Isna .
Dia harus bertanggung jawab bukan, karena 5 hari lagi pernikahan mereka dan dia tidak mau itu terjadi karena ulahnya.
" Iya tuan " Jawab Isna lembut .
Rehan mengalikan camera nya ke arah Morgan yang menatap sinis ke arahnya .
" Tu-an bersama Morgan " Tanya Isna Gugup .
" Memang apa yang Nona pikirkan " Tanya Rehan menahan senyumnya sedangkan Morgan hanya menatap datar ke layar hp di mana Isna sudah tersenyum .
' Tidak ada tuan ,kalau begitu saya tutup " Tawa Rehan langsung pecah bisa di tebak jika wanita itu sedang malu .
" Kau puas " Rehan mengaguk cepat " Kita sampai " Ucapnya lalu memarkirkan mobilnya .
Morgan hanya berdecak saja lalu membuka sabuk pengaman nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
Like
Koment
vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟