
Tiga hari sudah Endang sadar dan pagi ini dia sudah di izinkan untuk pulang setelah diperiksa Alister dan Amanda .
Keadaan keduanya sudah jauh lebih baik sehingga tidak ada alasan lagi mereka berada di rumah sakit .
setelah semua urusan selesai ,Arif membawa Endang Kembali ke apartemen sekalipun wanita itu selalu diam dan hanya bicara sesekali saja jika perlu .
"Nanti sebentar akan ada pelayan yang ke sini " Ujar Arif mendudukkan Endang di sofa dengan pelan " Masih mau kerja " Endang mengaguk " Lewat 3 bulan boleh " Endang Kembali mengaguk .
" Untuk sementara di apartemen dulu iya, mulai besok aku akan kembali berkeja nanti ada pelayan yang menemani mu di sini dia akan Kembali setelah aku pulang dari perusahaan " Ujar Arif lembut .
" Ayo ganti baju dulu " Endang menahan tangan Arif " Aku bisa " Arif menggeleng " Ayo ,kamu harus istirahat " Lanjutnya .
" Apa karena aku hamil ?? Tuan bisa bertemu dengan nya aku janji akan menjaganya dengan baik , Nanti Nona Widia marah " Arif memejamkan matanya kuat " Ayo " Endang tetap menolak .
" Tuan pergi saja ,aku bisa sendiri !! Saya sudah terlalu merepotkan Tuan selama saya di rumah sakit " Arif menatap Endang .
" Apa maumu " Tanya Arif dingin menatap Endang .
" Aku tidak ingin menjadi Penghalang,tuan bisa mengajukan surat cerai ....."
' Endang " Bentak Arif keras menatap tajam Endang, dengan helaan napas berat dia mengangkat tangannya memegang pundak Endang .
" Maaf ' Ujarnya menunduk saat melihat Endang ketakutan " Jangan mengatakan hal yang membuatku marah,aku sudah menahannya sebisa mungkin jadi aku mohon jangan ulangi lagi aku tidak ingin kamu kembali terluka " Ujarnya dengan pelan .
" Ayo mandi " Endang menurut tidak lagi membatah keduanya masuk dalam kamar mandi .
Endang membiarkan saja apa yang di lakukan Arif pada dirinya termaksud membuka semua kain yang melekat di tubuhnya lalu membawa Endang ke bathup sambil mengisi airnya dengan air hangat .
beberapa menit Arif ikut masuk dalam bathup setelah melepaskan pakaiannya duduk di belakang Endang membuat wanita itu gugup .
" Tu-an " Panggil Endang terbata menahan tangan Arif .
Hebm " Jawab Arif melepaskan tangan Endang .
' Tubuhmu menerima nya "Bisiknya menjilat leher Endang membuat Endang menegang dan memejamkan matanya .
" Tuan Aahhhh " Arif semakin gencar menjelajahi tubuh Endang .
" Aaahhhh " Desah Endang saat kakinya di lebar kan dan di masuki jari .
" Panggil namaku " Bisik Arif semakin memainkan jarinya .
" Jangan ....Aaahhhhhh" Endang semakin melebarkan kakinya seolah mengizinkan Arif untuk melakukan hal yang lebih .
__ADS_1
" Tuan ....."
" Panggil namaku " Endang menggeleng " tu ......ArifHhhhhhhh" Pekik Endang saat jari besar itu memasuki lahan sempit nya dengan 2 jari .
" Sakit ...Aaahhhhhh " Arif memaksakan jari nya untuk masuk ke dalam .
shhiiitt bahkan jariku tidak bisa masuk Umpat Arif memainkan kacang ijo di luar lahan sempit dan basah itu .
Endang semakin tidak karuan saat tangan Arif bermain di dadanya dan di bawah sana belum lagi Arif terus memainkan lidahnya di leher jenjang nya .
' Aku .....Aaahhhhh "
" Aaahhhhhhh " Endang langsung bersandar di dada Arif saat mendapat kan pelepasan nya .
Endang memejamkan matanya mengatur napasnya dengan pelan hingga kesadaran nya kembali lagi tapi jari Arif masih berada di dalam sana sambil bergerak dengan pelan .
" Aku menginginkan mu " Bisik Arif ,tapi Endang hanya diam saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perusahaan Morgan membawa Isna ikut dengan nya karena wanita itu yang meminta nya .
Bahkan sejak tadi Isna hanya duduk di atas pangkuan Morgan yang lagi sibuk dengan kerjaan nya .
" Babe " Panggil Isna pelan .
" Mau ini boleh " Morgan mengagguk saja tanpa melihat apa yang di inginkan sang istri .
" Boleh beneran " tanya Isna memastikan .
" Iya Honey , CUP " Jawabnya mencium pundak Isna.
" Yang ini boleh " Tanya Isna sambil mengambil barang yang dia ingin kan di perlihatkan pada suaminya .
" Honey jangan " Pekik Morgan lalu mengambil nya " Tadi katanya boleh " Ujar Isna cemberut .
" maaf aku kira kamu minta hp ku ,kalau yang ini jangan honey aku bisa di bunuh tuan muda " Ujar Morgan menyimpan benda kecil itu di laci .
" Memang itu apa " Tanya Isna penasaran .
" Nanti kamu akan tahu, tapi belum sekarang " Isna tidak lagi bertanya " Maaf " Isna mengagguk " Tidak papa Babe " Jawab Isna Tersenyum .
" Aku selesaikan ini dulu iya ,baru aku temani kamu " Ujar Morgan .
__ADS_1
" Babe kerja saja ,aku hanya mau duduk saja koh mau seperti ini ' Ujar Isna .
" Tapi kalau bosan bilang iya ,biar aku berhenti " Isna mengaguk saja lalu kembali memeluk Morgan setelah merubah posisi duduknya .
" Kamu nyaman " Isna mengaguk sambil membuka kancing baju Morgan " Ini jauh lebih baik " Morgan hanya menggeleng saja saat melihat Isna mencium dadanya menghirup aroma tubuhnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Hallo princess Ayah " Sapa Rehan saat melihat layar ponsel penuh wajah Aurellia .
"Koh nangis ,Ibu mana sayang " Ujar Rehan lembut .
" Dia mau sama ayah ,dari tadi bangun cariin " Ujar Rosna karena memang Rehan berangkat lebih awal sebelum Aurellia bangun .
" Maaf sayang, Ayah lagi banyak kerjaan nanti ayah pulang cepat jangan nangis ok ,kasian ibu sejak pagi ngurusin ayah baru Aurel jadi jangan rewel iya sayang nanti ayah pulang cepat " Entah mengerti atau tidak tapi Aurel tidak menangis lagi tapi dia masih menatap ke layar ponsel .
" Ayah lanjut dulu iya jangan nakal ok "Lanjutnya dengan lembut .
" Sayang " Panggil Rehan
" Hebm "
" Maaf " Ujar Rehan.
" Buat " Tanya Rosna bingung " Semuanya " Jawab Rehan .
" Ayah aneh " Jawab Rosna membuat Rehan tertawa .
" Iya sudah ayah lanjut iya ,by i love you " Ujar Rehan .
" Love you too ayah " Jawab Rosna .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf beberapa hari ini tidak up karena lagi bantu ipar bersihin rumahnya .
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟