Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 48 (2)


__ADS_3

Tiga hari sudah Endang sadar dan pagi ini dia sudah di izinkan untuk pulang setelah diperiksa Alister dan Amanda .


Keadaan keduanya sudah jauh lebih baik sehingga tidak ada alasan lagi mereka berada di rumah sakit .


setelah semua urusan selesai ,Arif membawa Endang Kembali ke apartemen sekalipun wanita itu selalu diam dan hanya bicara sesekali saja jika perlu .


"Nanti sebentar akan ada pelayan yang ke sini " Ujar Arif mendudukkan Endang di sofa dengan pelan " Masih mau kerja " Endang mengaguk " Lewat 3 bulan boleh " Endang Kembali mengaguk .


" Untuk sementara di apartemen dulu iya, mulai besok aku akan kembali berkeja nanti ada pelayan yang menemani mu di sini dia akan Kembali setelah aku pulang dari perusahaan " Ujar Arif lembut .


" Ayo ganti baju dulu " Endang menahan tangan Arif " Aku bisa " Arif menggeleng " Ayo ,kamu harus istirahat " Lanjutnya .


" Apa karena aku hamil ?? Tuan bisa bertemu dengan nya aku janji akan menjaganya dengan baik , Nanti Nona Widia marah " Arif memejamkan matanya kuat " Ayo " Endang tetap menolak .


" Tuan pergi saja ,aku bisa sendiri !! Saya sudah terlalu merepotkan Tuan selama saya di rumah sakit " Arif menatap Endang .


" Apa maumu " Tanya Arif dingin menatap Endang .


" Aku tidak ingin menjadi Penghalang,tuan bisa mengajukan surat cerai ....."


' Endang " Bentak Arif keras menatap tajam Endang, dengan helaan napas berat dia mengangkat tangannya memegang pundak Endang .


" Maaf ' Ujarnya menunduk saat melihat Endang ketakutan " Jangan mengatakan hal yang membuatku marah,aku sudah menahannya sebisa mungkin jadi aku mohon jangan ulangi lagi aku tidak ingin kamu kembali terluka " Ujarnya dengan pelan .


" Ayo mandi " Endang menurut tidak lagi membatah keduanya masuk dalam kamar mandi .


Endang membiarkan saja apa yang di lakukan Arif pada dirinya termaksud membuka semua kain yang melekat di tubuhnya lalu membawa Endang ke bathup sambil mengisi airnya dengan air hangat .


beberapa menit Arif ikut masuk dalam bathup setelah melepaskan pakaiannya duduk di belakang Endang membuat wanita itu gugup .


" Tu-an " Panggil Endang terbata menahan tangan Arif .


Hebm " Jawab Arif melepaskan tangan Endang .


' Tubuhmu menerima nya "Bisiknya menjilat leher Endang membuat Endang menegang dan memejamkan matanya .


" Tuan Aahhhh " Arif semakin gencar menjelajahi tubuh Endang .


" Aaahhhh " Desah Endang saat kakinya di lebar kan dan di masuki jari .


" Panggil namaku " Bisik Arif semakin memainkan jarinya .


" Jangan ....Aaahhhhhh" Endang semakin melebarkan kakinya seolah mengizinkan Arif untuk melakukan hal yang lebih .

__ADS_1


" Tuan ....."


" Panggil namaku " Endang menggeleng " tu ......ArifHhhhhhhh" Pekik Endang saat jari besar itu memasuki lahan sempit nya dengan 2 jari .


" Sakit ...Aaahhhhhh " Arif memaksakan jari nya untuk masuk ke dalam .


shhiiitt bahkan jariku tidak bisa masuk Umpat Arif memainkan kacang ijo di luar lahan sempit dan basah itu .


Endang semakin tidak karuan saat tangan Arif bermain di dadanya dan di bawah sana belum lagi Arif terus memainkan lidahnya di leher jenjang nya .


' Aku .....Aaahhhhh "


" Aaahhhhhhh " Endang langsung bersandar di dada Arif saat mendapat kan pelepasan nya .


Endang memejamkan matanya mengatur napasnya dengan pelan hingga kesadaran nya kembali lagi tapi jari Arif masih berada di dalam sana sambil bergerak dengan pelan .


" Aku menginginkan mu " Bisik Arif ,tapi Endang hanya diam saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan Morgan membawa Isna ikut dengan nya karena wanita itu yang meminta nya .


Bahkan sejak tadi Isna hanya duduk di atas pangkuan Morgan yang lagi sibuk dengan kerjaan nya .


" Babe " Panggil Isna pelan .


" Mau ini boleh " Morgan mengagguk saja tanpa melihat apa yang di inginkan sang istri .


" Boleh beneran " tanya Isna memastikan .


" Iya Honey , CUP " Jawabnya mencium pundak Isna.


" Yang ini boleh " Tanya Isna sambil mengambil barang yang dia ingin kan di perlihatkan pada suaminya .


" Honey jangan " Pekik Morgan lalu mengambil nya " Tadi katanya boleh " Ujar Isna cemberut .


" maaf aku kira kamu minta hp ku ,kalau yang ini jangan honey aku bisa di bunuh tuan muda " Ujar Morgan menyimpan benda kecil itu di laci .


" Memang itu apa " Tanya Isna penasaran .


" Nanti kamu akan tahu, tapi belum sekarang " Isna tidak lagi bertanya " Maaf " Isna mengagguk " Tidak papa Babe " Jawab Isna Tersenyum .


" Aku selesaikan ini dulu iya ,baru aku temani kamu " Ujar Morgan .

__ADS_1


" Babe kerja saja ,aku hanya mau duduk saja koh mau seperti ini ' Ujar Isna .


" Tapi kalau bosan bilang iya ,biar aku berhenti " Isna mengaguk saja lalu kembali memeluk Morgan setelah merubah posisi duduknya .


" Kamu nyaman " Isna mengaguk sambil membuka kancing baju Morgan " Ini jauh lebih baik " Morgan hanya menggeleng saja saat melihat Isna mencium dadanya menghirup aroma tubuhnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Hallo princess Ayah " Sapa Rehan saat melihat layar ponsel penuh wajah Aurellia .


"Koh nangis ,Ibu mana sayang " Ujar Rehan lembut .


" Dia mau sama ayah ,dari tadi bangun cariin " Ujar Rosna karena memang Rehan berangkat lebih awal sebelum Aurellia bangun .


" Maaf sayang, Ayah lagi banyak kerjaan nanti ayah pulang cepat jangan nangis ok ,kasian ibu sejak pagi ngurusin ayah baru Aurel jadi jangan rewel iya sayang nanti ayah pulang cepat " Entah mengerti atau tidak tapi Aurel tidak menangis lagi tapi dia masih menatap ke layar ponsel .


" Ayah lanjut dulu iya jangan nakal ok "Lanjutnya dengan lembut .


" Sayang " Panggil Rehan


" Hebm "


" Maaf " Ujar Rehan.


" Buat " Tanya Rosna bingung " Semuanya " Jawab Rehan .


" Ayah aneh " Jawab Rosna membuat Rehan tertawa .


" Iya sudah ayah lanjut iya ,by i love you " Ujar Rehan .


" Love you too ayah " Jawab Rosna .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf beberapa hari ini tidak up karena lagi bantu ipar bersihin rumahnya .



Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2