Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Kontraksi


__ADS_3

Daniel memutuskan untuk libur ke kantor syukur Naufal bisa menerima alasannya dan lagian tidak ada kegiatan apa pun hari ini di luaran sana .


Kini Daniel menemani Risna yang sejak tadi berdiam diri di sofa sambil menatap ke arah benda tipis yang menempel di dinding dan memegang sendok dan cap es krim .


" Sayang " Risna menatap sang suami yang kini duduk di bawahnya .



" Jangan marah lagi " Risna hanya mengaguk, Daniel pun duduk di atas di samping sang istri .


" Maaf " Ujar Daniel serius .


" Jangan lagi menyembunyikan apa pun, sekalipun itu mungkin akan sakit untuk aku terima tapi jangan lagi menutupi apa pun " Daniel mengaguk " Mau " Tawar Risna sambil menyodorkan sendok yang sudah berisi es krim.


" Kau mau berbagi " Risna mengaguk tanpa menunggu lagi Daniel langsung melahap es krim itu .


" Kenapa tidak kerja " Tanya Risna sambil menyendok es krim .


" Aku hanya khawatir sama kalian " Jawab Daniel jujur .


" Aku baikยฒ saja " Risna kembali menyodorkan es krim pada Daniel.


" Kenapa berikan padaku " Tanya daniel.


" Aku kenyang " Jawab Adara .


" Yank "


" Iya "


" Kamu sudah lama kan dekat dengan nona Regina " Risna mengaguk " Menurutmu mereka seperti apa ? Maksud nya keluarganya " Tanya Daniel penasaran .


" Keras, misterius , susah di sentuh ,bahkan nona bos memiliki senjata api " Jawab Risna jujur .


" Kalau itu aku sudah tahu ,tapi selain itu " Risna menggeleng " Mereka tertutup Abang " Jawab Risna .


" Ah iya kenapa tuan Raymond punya video itu ? Apa dia juga berada di sana saat Abang ke luar negeri " Daniel menggeleng .


Bahkan kini keduanya sedang berbincang serius sehingga melupakan benda tipis yang sejak tadi bersuara .


" Tuan Raymond selalu memberikan kami pengawal begitu juga Naufal ,tapi selama ini kami tidak tahu, aku tahu nya kemarin saat mau meminta bantuan nya " Jawab Daniel


" Apa aku juga bang " Daniel menaikan bahunya " Aku juga tidak tahu yank, tapi bisa saja iya " Jawab Daniel .


" Koh aku merinding iya Bang " Ujar Adara berdigik ngeri .


" Kamu kira aku tidak yank, melihat Adara seperti tadi saja kaget bagaimana bisa dia tidak berperasaan saat bodyguard nya menarik Bianca"


" Kenapa ?? Apa Abang kasian mau ingin membelanya "


GLEK


Apa aku salah bicara Batin Daniel Tersenyum kikuk .


" Bukan begitu sayang ,tapi sangat jauh dari tampilan nya aku sampai tidak percaya jika tadi itu Adara bisa saja dia kesurupan " Elak Daniel .


" Alasan " Jawab Risna kesal .


" I love you sayang , CUP " Risna hanya diam saja .


"Mau jalanยฒ tidak ,ke mall atau ke mana saja " Ujar Daniel mencari jalan aman .


" jangan katakan mau ke rumah ibu ,aku tidak akan mengizinkan mu " Risna mendengus kesal .


" Tapi aku merindukan mereka " Ujar Risna .

__ADS_1


" Iya aku tahu tunggu sedikit lagi jika sudah 5 bulan iya" Risna mengaguk " Kita ke mall " Ujar Risna .


" Baiklah ,hari ini aku akan menemanimu sepuasnya " Ujar Daniel .


" Janji " Daniel menggaguk " Ayo ganti baju dulu " Risna pun menyimpan cap es krim yang sudah kosong itu lalu menggegam tangan Daniel .


" Boleh belanja sepuasnya " Daniel mengehentikan langkahnya menatap Risna .


" Kenapa harus bertanya ?? " Tanya Daniel .


" Soalnya harus hemat " Daniel menggeleng saja " Belanja lah sepuasmu " Ujar Daniel lalu melanjutkan langkahnya begitu juga Risna .


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sedangkan di rumah besar itu sejak selesai sarapan Queen merasakan sakit yang timbul tenggelam .


Tapi dia tidak tahu itu karena kaya dokter seminggu lagi terkahir mereka memeriksanya jika di hitung berarti tinggal 5 harian .


" Sayang kamu kenapa " Tanya Queen sambil mengelus perutnya .


" Jangan sakit iya ,Bunda Ssssttttt" Queen meringis saat merasakan perutnya kembali sakit .


Tidak ingin terjadi papa di menelpon Elvi karena mereka menginap di rumah orang tuanya .


"Mom perut Queen sakit " Ujar Queen lirih .


" Tunggu mommy " Dapat Queen dengar jika Elvi sangat panik


Tidak butuh waktu lama Elvi dan Henry langsung masuk dalam kamar nya .


BRAK


" Mana yang sakit sayang " Tanya Henry panik bahkan dia membuka pintu kamar itu dengan keras .


" Kamu masih bisa tahan " Tanya Daddy Radit yang ikut menyusul Henry dan Elvi tadi .


" Bisa Opa " Jawab Queen .


" Kita ke rumah sakit " Ujar Henry cepat .


" Di rumah saja " Queen menggeleng .


" Rumah sakit Opa " Ujar Queen lirih .


" Tapi ..."


" Sssssttt " Queen meremas keras kedua tangan pria itu saat merasakan kontraksi kembali datang .


Henry langsung mengangkat tubuh Queen lalu ke luar dari ruangan itu di ikuti Daddy Radit .


" Mom pakaian ...."


" Nanti saja di pikirkan kita ke rumah sakit dulu nanti kita telepon mertuanya " Potong mommy Ellena.


" Siapkan mobilnya sekarang " Teriak Henry menggema dalam ruangan lantai satu itu .


Membuat para pelayan berlari tak tahu arah apa lagi melihat majikan mereka menggendong Queen yang sedang menahan sakit .


Tidak berselang lama mobil sudah terparkir di depan pintu utama, Henry memasukan Queen secara perlahan di susul Elvi dan mommy Ellena .


" Beri tahu orang belakang " Titah Daddy Radit sebelum masuk dalam mobil menemani Henry yang akan mengemudi .


" Baik tuan " Jawab pengawal lalu salah satu dari mereka berlari ke arah belakang .


" Mom "

__ADS_1


" Iya sayang ,Mommy di sini " Ujar Elvi lirih .


" Sakit "


" Iya sayang ,tahan iya " Ujar Elvi serak .


" Elvi aku mohon kali ini ,jangan membuat konsentrasi hilang tolong bantu aku kali ini " Elvi mengagukan kepalanya .


Sekuat mungkin tidak akan menangis dan membuat suaminya marah .


" Oma " Mommy Ellena mengelus perut dan belakang Queen secara bersamaan .


"Tarik perlahan lalu di hembuskan iya, jangan takut sebentar lagi kalian akan bertemu dengan nya ' Ujar mommy Ellena tenang .


" Shhiiittt aku hampir melupakan anak sialan itu " Daddy Radit langsung menghubungi Naufal.


Karena panik dia sampai kehilangan akalnya ,padahal ini bukan yang pertama untuknya .


" Ke rumah sakit sekarang Queen akan melahirkan "


" Istriku ....'


" Jika kamu banyak bertanya jangan pernah temui dia lagi " Daddy Radit langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja .


Sedangkan di perusaan Naufal di buat kaget ,dia langsung menyambar kunci mobilnya yang di atas meja .


Dan ke luar begitu saja bahkan dia lupa memakai jasnya lantaran panik .


Di dalam lift dia langsung menghubungi Daniel sambil menatap angka lift .


" Kamu di mana "


" Di jalan ke mall "


" Ke rumah sakit sekarang, Alexa akan melahirkan jangan membantahku "


Naufal mematikan sambungan teleponnya sambil mondar mandir di dalam lift .


" Kenapa lama sekali " Bentak Naufal kesal .


" Sabar sayang ,tunggu ayah jangan buat Bunda sakit iya ayah mohon sayang " Ujar Naufal mengusap wajahnya kasar .


Hingga sampai dia lantai bawah saat pintu lift terbuka dia langsung berlari ke luar membuat para karyawan panik dan kaget .


Mereka bertanyaยฒ ada apa dengan bos mereka apa terjadi sesuatu atau bagaimana ??


Tidak ingin banyak menerkaยฒ mereka memilih melanjutkan pekerjaan nya karena ini masih terlalu pagi untuk bergosip .


Sesampainya di parkiran Naufal langsung memasuki mobilnya dan membawa kereta besi mewahnya ke luar dari area perusahaan nya .


๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€


Siapa uang yang sudah menuggu part ini ???


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ

__ADS_1


__ADS_2