Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Butuh vitamin


__ADS_3

Setelah kedatangan Naufal keluarga mereka langsung berpamitan pulang karena mereka memiliki kesibukan masing-masing .


Dan kini hanya ada Queen dan suaminya serta Eliza yang sejak tadi duduk di pangkuan Queen setelah kepergian Henry .


" Mas ada masalah " Sejak datang tadi Naufal selalu terdiam sendiri dan itu membuat Queen bertanya .


" Tidak sayang, hanya emosi saja " Naufal bersandar di pundak Queen sambil mengelus pipi Eliza .


" Tentang Zaza" Naufal menggaguk " Dia meminta Eliza tapi aku menolaknya ,sekarang papa, ayah, dan papi sedang mengurus itu " Jawab Naufal.


"Apa mas takut kehilangan Eliza " Naufal menatap Queen lalu mengaguk.


" Dia segalanya bagiku, dia juga kekuatan ku bagaimana dulu aku berjuang kembali dari nol hanya karena ingin yang terbaik untuknya nanti , tapi bukan berarti kalian tidak penting untukku ,kalian sangat penting apa lagi Ade tapi Eliza lah aku bisa bertahan hingga sekarang "


" Sudah jangan di pikirkan papa pasti bisa melakukan yang terbaik ,kau tahu itu bukan " Naufal mengaguk .


" Iya Aku tahu bagaimana cara kerja papa apa lagi dia asisten Daddy " Jawabnya .


" Maaf karena aku selalu menyusahkan kelurga mu, jika saja tidak ada kalian aku tidak tahu harus bagaimana ?? Sekalipun aku bisa melawan nya tapi melihat Eliza seperti ini membuatku lemah " Ucap Naufal tulus .


"Terimakasih selalu memberikan aku kesempatan sekalipun sudah berulang kali aku menyakitimu dan membuatmu kecewa untuk yang itu hari aku menam...."


" Aku baik² saja, tidak usah di bahas saat ini yang kita pikirkan kebahagian Eliza dan Ade " Queen mendengar helaan napas panjang Naufal .


" Apa yang kamu pikirkan " Tanya Queen .


" Aku takut jika nanti gadis centil ini akan tahu "


" Nanti kita pikirkan saat ini fokus dulu pada kesembuhan nya ,Reza mengundurkan pernikahan nya karena dia tidak ingin keluarganya tidak ada yang menikmati pesta nya padahal aku sudah bilang lakukan saja " Naufal langsung membetulkan tempat duduknya.


" Kenapa harus seperti itu ?? Kan bisa di lanjutkan saja sesuai rencana " Jawab Naufal .


" Itu sudah keputusan nya mas ,jadi mas siapkan sogokan untuk adik iparmu yang bungsu karena dia tidak akan diam " Naufal hanya tersenyum begitu juga Queen .


" Apa yang dia inginkan " Tanya Naufal.


" Dia memintaku membuat kan pakaian untuknya tapi gratis ,Apa dia tidak memiliki uang hanya untuk membayar gaun padahal Reza punya perusahaan belum juga uang jadi asisten kakak ,lalu dia " Queen menggeleng kan saja kepala nya .


" Reza punya perusahaan " Tanya Naufal yang memang dia tidak tahu papa .


" Punya , perusahaan yang di pegang Xavier itu perusahan reza sedangkan perusaan nya sendiri berdiri di bawah naungan perusahaan Reza " Naufal melotot kan matanya .


" Serius " Queen mengaguk " Tapi orang tahunya ...." Naufal tidak melanjutkan ucapannya membiarkan begitu saja .


" Iya dan Reza Tidak terlalu pusing untuk itu " Jawab Queen .


" Kenapa dia tidak mau memimpin perusahaan nya sendiri "


" Dia itu mirip seperti Daniel " Ah Naufal paham .


"Bunda " Naufal dan Queen menatap Eliza .


" Sudah bangun " Tanya Naufal Eliza hanya membalas nya dengan senyuman .

__ADS_1


" Mana yang sakit " Tanya Naufal lagi .


" Tidak ada tapi kepala Zaza nyut-nyutan" Jawabnya lirih.


" Iya sudah ayah beli makan dulu ,kamu mau makan apa sayang " Tanya Naufal menatap Queen .


" Tidak usah,nanti pelayan akan ke sini antar makanan " Jawab Queen .


" Iya sudah , Zaza sama ayah dulu iya kasian Bunda " Eliza mengaguk .


" Kenapa ?? Keram " Queen hanya tersenyum Mengaguk saat Naufal mengangkat Eliza dari pangkuan nya .


" Kapan Ade periksa lagi " Tanya Naufal tangan sebelahnya mengelus perut Queen .


" Nanti saja ,jika Eliza sudah sehat " Naufal menggaguk setuju .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Sedangkan di tempat lain ,tepatnya di perusahaan Jose ,Alan dan Jeje tidak berhenti nya mengumpat membuat Daniel harus beberapa kali menelan ludahnya kasar .


Bahkan dia berdoa dalam hati agar ada seseorang yang menolong nya saat ini juga .


Sumpah demi apa pun sekalipun dia akan di berikan uang miliyaran dia akan menolak dengan tegas .


Jika harus berhadapan dengan tiga pria yang menurutnya sangat seram .


" Atur semua jadwal Naufal ,aku yang akan menemui para bajingan itu ' Umpat Jose .


" Baik tuan " Jawab Daniel keringat dingin .


" Tidak perlu ,kita hanya akan menutup media yang berani mengikuti anak sialan itu " Umpat Jeje .


" Menyusahkan saja ,Apa dia tidak bisa melihat mana wanita mana iblis " Umpat Alan lagi .


Naufal aku membutuhkan mu ,tolong tuhan sembuhkan Nona muda aku tidak ingin mati dengan cepat Batin Daniel menelan ludahnya paksa .


" Kau pun dulu sama ,Tidak bisa melihat mana cabe kriting dan cabe lurus " Alan hanya berdecak saja.


" Jadwalkan rapat besok pagi pada petinggi perusahaan,dan berikan laporan 3 bulan terakhir " Ujar Jose .


" Baik tuan " Jawab Daniel lagi dia masih setia berdiri di samping para pria yang menurutnya menyeramkan .


" Baiklah ini sudah mau masuk jam makan siang ,Kami kembali dulu jika ada hal yang penting hubungi kami !! Jangan bilang kamu tidak punya nomor kami ,lebih baik kamu mati " Daniel menelan ludahnya kasar .


" Pu-nya tuan " Jawab Daniel .


" Bagus " Lalu ketiga pria itu meninggal kan ruangan Naufal.


Seketika Daniel langsung mendudukan dirinya di sofa mencari pasokan udara yang banyak semenjak tadi dia menahan napasnya .


Karena aura ketiga pria itu membuatnya sesak nafas .


Daniel menatap jam tangan mahalnya lalu ke luar dari ruangan itu . Dia ingin menemui kekasihnya mungkin dengan itu dia bisa lebih baik lagi .

__ADS_1


Seperti nya mulai besok eh salah sejak hari ini dia harus terbiasa dengan ke tiga pria itu.


Nanti dia akan meminta bantuan pada Naufal bagaimana cara menghadapi pria yang kini akan menjadi bos nya untuk sementara dan dia juga akan siap 24 jam jika sewaktu waktu mereka menelpon dan meminta nya melakukan hal-hal berkaitan dengan perusahaan atau Masalah Naufal .


Daniel menghela napas panjang sebelum akhirnya ke luar dari mobilnya , sepanjang perjalan dia hanya memikirkan cara menghadapi tiga pria itu .


Ceklek


" Abang " Daniel Tersenyum saat Risna menghampiri nya .


" Ada masalah " Daniel mengaguk lalu memeluk tubuh mungil Risna yang selalu membuatnya kangen .


" Tentang perusahaan " Tanya lagi lalu membawa Daniel ke ruangan Queen karena semenjak Queen ke Landon ruangan itu di pakai untuknya dan itu atas perintah Queen .


" Semuanya yank " Jawab Daniel lalu kembali memeluk Risna .


" Duduk dulu " Daniel menggauk lalu duduk di sofa dan menarik Risna untuk duduk di pangkuan nya .


" Ayah kandung Eliza membuat masalah yank, jadi aku harus terjebak dengan tuan Jose,tuan Alan,dan tuan Jeje kamu mengerti kan perasaanku gimana "Ingin sekali Risna tertawa tapi itu sangat tidak mungkin .


" Ada apa dengan mereka " Tanya Risna padahal dia sendiri sudah bisa menebaknya .


" Mereka membuatku takut yank, sepanjang bekerja mereka tidak berhenti nya mengumpat dan mengancam " Aduh nya pada Risna .


" Sayang "


"Hebm "


" Mau ini " Daniel langsung memegang benda kenyal mainannya setiap kali bertemu Risna .


" Jangan aneh² iya bang ,kita di butik Lo " Ujar Risna mengingat kan.


" Aku merindukan Merkea ,toh di sini juga ada ruangan yank " Rengek Daniel manja .


" Tapi ...."


" Sayang " Risna menghela napas panjang .


" Awas kalau aneh² " Daniel mengaguk, alalu Tersenyum jahat .


" Iya tidak sebentar lagi jam makan siang " Elak Daniel membuat Risna percaya .


Mana ada dia menyia-nyiakan kesempatan emas apa lagi sekarang dia butuh vitamin yang sangat manjur untuk membuatnya kembali segar .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hayo siapa kemarin yang minta part Daniel


Dukung terus Naufal dan Queen


like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2