
Hari terus berlanjut seperti biasanya Morgan akan menjemput Isna dan Eliza sebelum nantinya ke perusahaan .
Morgan tersenyum saat kedua nya sudah menunggu dan di mana di situ juga ada Queen yang menggendong Xana bayi gembul dan montok.
" Pagi nyonya " Queen mengaguk tersenyum " Kamu bisa menyuruh yang lain menjemput Isna dan Eliza ,lagian ada sopir juga " Ucap Queen lembut .
" Tidak papa nyonya " Ucap Morgan .
". Bunda " Queen mencium kening Eliza lalu dia menunduk sedikit karena Eliza mau mencium Xana .
" Kakak sekolah dulu iya ,jaga Bunda sama adek " Xana hanya tertawa memperlihatkan gusi dan giginya yang baru muncul sedikit .
" Mari nyonya " Pamit Isna .
" Hati² bawa mobil nya Ga " Morgan mengaguk " Baik nyonya " Jawab Morgan lalu membukakan pintu untuk Eliza .
sedangkan Isna duduk di samping kemudi bersama Morgan .
" Hati² Ga " Ucap Queen sebelum Morgan menjalankan mobilnya .
" Iya nyonya " Jawab Morgan lalu menjalankan mobilnya dan Queen pun masuk dalam rumah bersama Xana .
" Honey " Isna menatap Morgan , sedangkan Eliza hanya diam saja sambil menatap ke ara luar .
"Nanti temani aku ke kantor iya " Isna menaikan alisnya sebelah " Nanti nona muda di jaga yang lainnya mereka sudah menunggu di sana " Ucap Morgan .
" Tidak, nanti tuan Henry marah " Tolak Isna .
" Tenang saja ,tuan Henry tidak akan marah " Ucap Morgan .
" Tuan Naufal ....."
" Mba pergi saja ,Zaza sudah besar apa Mba lupa Zaza akan masuk Sekolah Dasar " Morgan Tersenyum senang .
Kau memang terbaik nona muda tidak cape² aku membujuk Isna Batin Morgan .
" Tapi non ...."
" Bukannya kakak Morgan bilang di sana sudah ada pengawal " Potong Eliza cepat " Jadi Mba pergi saja mungkin kakak Morgan butuh vitamin, kaya Ayah jika bosan dia telepon bunda kalau butuh vitamin " Morgan dan Isna melotot kan matanya .
Mereka tahu vitamin yang di maksud tuan mereka , tapi tidak dengan Eliza dia hanya beranggapan vitamin biasanya .
" Nanti Zaza tidak bilang sama ayah " Ucap Eliza meyakinkan .
Morgan tersenyum kuda membuat Isna kesal jika sampai yang di ucapkan Eliza benar maka isna akan memukul kepala nya dengan tas selempang nya .
" Terimakasih Nona muda atas pengertiannya " Ucap morgan lembut .
" Tapi belikan Zaza es krim iya kak " Morgan mengaguk cepat " Baik non " Jawab Morgan .
Hanya es krim kan !! Bahkan dia bisa langsung membawa Eliza ke pabriknya jika dia mau .
" Cih ' Morgan menatap Isna yang memasang wajah cemberutnya membuat pria itu tertawa kecil .
Beberapa menit mobil yang mereka tumpangi kini sudah sampai di sekolahan Eliza .
" Jangan turun tunggu di mobil " Morgan membuka pintunya lalu membuka pintu belakang dan menggendong Eliza dan memegang kotak bekal Eliza .
" Nanti sebelum nona muda pulang ,kakak Morgan sudah membawa Mba Isna di sini " Eliza hanya mengangguk saja .
__ADS_1
Lalu Morgan mengantar Eliza di ruangan di mana dia sudah di tunggu temanya yang dulu musuh bebuyutan nya siapa lagi kalau bukan Attar .
setelah itu Morgan ke luar menemui pengawal sebelum akhirnya dia kembali dalam mobil .
" Maaf honey lama " Isna hanya mengaguk saja .
CUP
Isna langsung menatap Morgan Tajam membuat nya tertawa .
" Kenapa ?? Aku hanya meminta Sarapan pembuka ku " Isna mendengus kesal .
Morgan membawa mobilnya menjauh dari sekolah Eliza menuju perusahaan yang kini masih di pegang nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat sampai di perusaan ternyata sudah ada Arif yang menunggunya dia sedang duduk berbicara dengan Endang sekretaris Morgan dalam ruangan .
" Tumben " Ucap Arif saat melihat Morgan membawa Isna .
" Urus saja urusanmu " Jawab Morgan ketus membawa Isna duduk di kursi kerjaannya .
" tunggu di sini " Isna hanya mengaguk malu karena Arif terus memperhatikan mereka .
" Jaga matamu jika tidak ingin aku congkel " Ucap morgan berjalan mendekati mereka .
" Cih,cepat selesaikan aku juga harus ke perusahaan " Ucap Arif kesal .
" Endang sudah menjelaskan nya " Arif mengaguk " Kamu sudah sarapan " Arif menggeleng " Pesankan sarapan kami " Endang mengaguk patuh .
" Baik tuan " Ucap Endang lalu berdiri dari duduknya ,tapi langkah nya terhenti saat kembali mendengar suara Morgan .
" Baik tuan " Ucap Endang lalu meninggalkan ruangan bosnya itu .
Tok .....tok ....
" Wow apa ada reunian Eh ada tamu " Ucap seseorang yang baru saja masuk saat melihat Isna duduk di kursi kerjaan Morgan .
" Tidak usah banyak bicara " Ucap morgan ketus .
" Seperti nya Aurellia akan mempunyai adik Rif " Ucap Rehan yang baru saja masuk langsung duduk di samping Arif .
Iya anak Rehan dan Rosna seorang perempuan sehingga dia memberikan nama yang begitu cantik sesuai artinya .
" Seperti nya begitu " Jawab Arif .
" Urus saja dirimu yang masih jomblo " Cibir Morgan .
" Aku jomblo berkelas " Morgan mendengus kesal .
" Gimana keadaan keponakan ku " Tanya Morgan .
" Iya begitu lah , makanya ke apartemen sesekali kenalkan dia sama Aurellia" Rehan melirik ke arah kursi kerja Morgan di mana Isna hanya menunduk sambil memainkan HP nya .
Tapi telinganya begitu tajam Mendengar percakapan 3 pria orang kepercayaan keluarga Mateo itu .
" Nanti aku ke sana " Jawab Morgan .
" Apa tuan sudah tahu " Morgan mengaguk " memang seperti mu yang langsung tanam saham " Cibir Arif .
__ADS_1
bugh .
Rehan menendang kaki Arif tapi Arif hanya tenang² saja .
" Syukur tuan muda tidak membunuhmu " Ucap Morgan tertawa kecil .
" Mau marah juga sudah terlanjur " Timpal Arif.
" Tidak usah mengurusi rumah tangga ku, Setidaknya aku sudah SAH tidak seperti kalian yang masih jajan di luar " Ucap Rehan ketus .
Bugh
" Jangan omongan mu " Ucap Arif sedikit berbisik sedang kan Morgan sudah menatap tajam Rehan .
" Sorry " Ucapnya tanpa rasa bersalah .
tok ....tok ....
Ceklek
Endang masuk sambil membawa sarapan untuk tiga pria yang ada di ruangan itu , tadi sebelum masuk Rehan meminta Endang juga memesankan makanan dan beberapa camilan .
" Honey sarapan " Isna menatap ke arah sofa lalu menggeleng .
" Bawa yang ini ke meja sana " Endang membawa camilan ke arah meja kerja Morgan .
" Eh, biar saya ambil sendiri Non " Ucap Isna tidak enak .
" Tidak papa Non ,permisi " Isna langsung menerima camilan dari tangan Isna .
" Makasih iya ,maaf sudah repotin " Endang hanya mengangguk tersenyum .
lalu meninggalkan kan ruangan itu setelah semuanya selesai .
" Rif " Arif menatap Rehan .
" Tuh cantik juga " Arif hanya mendengus kesal " Buatmu saja jika yang di apartemen masih kurang " Jawabnya ketus .
" Istri ku sudah bisa memuaskan ku " Jawab Rehan.
" Jika begitu isi tenagamu dan puaskan mulutmu biar tidak banyak bicara " Ucap Arif membuat Morgan tertawa kecil .
" Sudah sarapan dulu baru kita bahas kerjaan " Ucap Morgan .
Lalu mereka sarapan bersama di kantor sekalipun Sedikit terlambat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai ....hai ...hai kakak kesayangan author .
Mana nih suaranya 😁😁😁😁😁😁
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1