Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Part 1 ( 2 )


__ADS_3

Hari terus berlanjut seperti biasanya Morgan akan menjemput Isna dan Eliza sebelum nantinya ke perusahaan .


Morgan tersenyum saat kedua nya sudah menunggu dan di mana di situ juga ada Queen yang menggendong Xana bayi gembul dan montok.


" Pagi nyonya " Queen mengaguk tersenyum " Kamu bisa menyuruh yang lain menjemput Isna dan Eliza ,lagian ada sopir juga " Ucap Queen lembut .


" Tidak papa nyonya " Ucap Morgan .


". Bunda " Queen mencium kening Eliza lalu dia menunduk sedikit karena Eliza mau mencium Xana .


" Kakak sekolah dulu iya ,jaga Bunda sama adek " Xana hanya tertawa memperlihatkan gusi dan giginya yang baru muncul sedikit .


" Mari nyonya " Pamit Isna .


" Hati² bawa mobil nya Ga " Morgan mengaguk " Baik nyonya " Jawab Morgan lalu membukakan pintu untuk Eliza .


sedangkan Isna duduk di samping kemudi bersama Morgan .


" Hati² Ga " Ucap Queen sebelum Morgan menjalankan mobilnya .


" Iya nyonya " Jawab Morgan lalu menjalankan mobilnya dan Queen pun masuk dalam rumah bersama Xana .


" Honey " Isna menatap Morgan , sedangkan Eliza hanya diam saja sambil menatap ke ara luar .


"Nanti temani aku ke kantor iya " Isna menaikan alisnya sebelah " Nanti nona muda di jaga yang lainnya mereka sudah menunggu di sana " Ucap Morgan .


" Tidak, nanti tuan Henry marah " Tolak Isna .


" Tenang saja ,tuan Henry tidak akan marah " Ucap Morgan .


" Tuan Naufal ....."


" Mba pergi saja ,Zaza sudah besar apa Mba lupa Zaza akan masuk Sekolah Dasar " Morgan Tersenyum senang .


Kau memang terbaik nona muda tidak cape² aku membujuk Isna Batin Morgan .


" Tapi non ...."


" Bukannya kakak Morgan bilang di sana sudah ada pengawal " Potong Eliza cepat " Jadi Mba pergi saja mungkin kakak Morgan butuh vitamin, kaya Ayah jika bosan dia telepon bunda kalau butuh vitamin " Morgan dan Isna melotot kan matanya .


Mereka tahu vitamin yang di maksud tuan mereka , tapi tidak dengan Eliza dia hanya beranggapan vitamin biasanya .


" Nanti Zaza tidak bilang sama ayah " Ucap Eliza meyakinkan .


Morgan tersenyum kuda membuat Isna kesal jika sampai yang di ucapkan Eliza benar maka isna akan memukul kepala nya dengan tas selempang nya .


" Terimakasih Nona muda atas pengertiannya " Ucap morgan lembut .


" Tapi belikan Zaza es krim iya kak " Morgan mengaguk cepat " Baik non " Jawab Morgan .


Hanya es krim kan !! Bahkan dia bisa langsung membawa Eliza ke pabriknya jika dia mau .


" Cih ' Morgan menatap Isna yang memasang wajah cemberutnya membuat pria itu tertawa kecil .


Beberapa menit mobil yang mereka tumpangi kini sudah sampai di sekolahan Eliza .


" Jangan turun tunggu di mobil " Morgan membuka pintunya lalu membuka pintu belakang dan menggendong Eliza dan memegang kotak bekal Eliza .


" Nanti sebelum nona muda pulang ,kakak Morgan sudah membawa Mba Isna di sini " Eliza hanya mengangguk saja .

__ADS_1


Lalu Morgan mengantar Eliza di ruangan di mana dia sudah di tunggu temanya yang dulu musuh bebuyutan nya siapa lagi kalau bukan Attar .


setelah itu Morgan ke luar menemui pengawal sebelum akhirnya dia kembali dalam mobil .


" Maaf honey lama " Isna hanya mengaguk saja .


CUP


Isna langsung menatap Morgan Tajam membuat nya tertawa .


" Kenapa ?? Aku hanya meminta Sarapan pembuka ku " Isna mendengus kesal .


Morgan membawa mobilnya menjauh dari sekolah Eliza menuju perusahaan yang kini masih di pegang nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat sampai di perusaan ternyata sudah ada Arif yang menunggunya dia sedang duduk berbicara dengan Endang sekretaris Morgan dalam ruangan .


" Tumben " Ucap Arif saat melihat Morgan membawa Isna .


" Urus saja urusanmu " Jawab Morgan ketus membawa Isna duduk di kursi kerjaannya .


" tunggu di sini " Isna hanya mengaguk malu karena Arif terus memperhatikan mereka .


" Jaga matamu jika tidak ingin aku congkel " Ucap morgan berjalan mendekati mereka .


" Cih,cepat selesaikan aku juga harus ke perusahaan " Ucap Arif kesal .


" Endang sudah menjelaskan nya " Arif mengaguk " Kamu sudah sarapan " Arif menggeleng " Pesankan sarapan kami " Endang mengaguk patuh .


" Baik tuan " Ucap Endang lalu berdiri dari duduknya ,tapi langkah nya terhenti saat kembali mendengar suara Morgan .


" Baik tuan " Ucap Endang lalu meninggalkan ruangan bosnya itu .


Tok .....tok ....


" Wow apa ada reunian Eh ada tamu " Ucap seseorang yang baru saja masuk saat melihat Isna duduk di kursi kerjaan Morgan .


" Tidak usah banyak bicara " Ucap morgan ketus .


" Seperti nya Aurellia akan mempunyai adik Rif " Ucap Rehan yang baru saja masuk langsung duduk di samping Arif .


Iya anak Rehan dan Rosna seorang perempuan sehingga dia memberikan nama yang begitu cantik sesuai artinya .


" Seperti nya begitu " Jawab Arif .


" Urus saja dirimu yang masih jomblo " Cibir Morgan .


" Aku jomblo berkelas " Morgan mendengus kesal .


" Gimana keadaan keponakan ku " Tanya Morgan .


" Iya begitu lah , makanya ke apartemen sesekali kenalkan dia sama Aurellia" Rehan melirik ke arah kursi kerja Morgan di mana Isna hanya menunduk sambil memainkan HP nya .


Tapi telinganya begitu tajam Mendengar percakapan 3 pria orang kepercayaan keluarga Mateo itu .


" Nanti aku ke sana " Jawab Morgan .


" Apa tuan sudah tahu " Morgan mengaguk " memang seperti mu yang langsung tanam saham " Cibir Arif .

__ADS_1


bugh .


Rehan menendang kaki Arif tapi Arif hanya tenang² saja .


" Syukur tuan muda tidak membunuhmu " Ucap Morgan tertawa kecil .


" Mau marah juga sudah terlanjur " Timpal Arif.


" Tidak usah mengurusi rumah tangga ku, Setidaknya aku sudah SAH tidak seperti kalian yang masih jajan di luar " Ucap Rehan ketus .


Bugh


" Jangan omongan mu " Ucap Arif sedikit berbisik sedang kan Morgan sudah menatap tajam Rehan .


" Sorry " Ucapnya tanpa rasa bersalah .


tok ....tok ....


Ceklek


Endang masuk sambil membawa sarapan untuk tiga pria yang ada di ruangan itu , tadi sebelum masuk Rehan meminta Endang juga memesankan makanan dan beberapa camilan .


" Honey sarapan " Isna menatap ke arah sofa lalu menggeleng .


" Bawa yang ini ke meja sana " Endang membawa camilan ke arah meja kerja Morgan .


" Eh, biar saya ambil sendiri Non " Ucap Isna tidak enak .


" Tidak papa Non ,permisi " Isna langsung menerima camilan dari tangan Isna .


" Makasih iya ,maaf sudah repotin " Endang hanya mengangguk tersenyum .


lalu meninggalkan kan ruangan itu setelah semuanya selesai .


" Rif " Arif menatap Rehan .


" Tuh cantik juga " Arif hanya mendengus kesal " Buatmu saja jika yang di apartemen masih kurang " Jawabnya ketus .


" Istri ku sudah bisa memuaskan ku " Jawab Rehan.


" Jika begitu isi tenagamu dan puaskan mulutmu biar tidak banyak bicara " Ucap Arif membuat Morgan tertawa kecil .


" Sudah sarapan dulu baru kita bahas kerjaan " Ucap Morgan .


Lalu mereka sarapan bersama di kantor sekalipun Sedikit terlambat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai ....hai ...hai kakak kesayangan author .


Mana nih suaranya 😁😁😁😁😁😁


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2