
Kebahagiaan pengawal Mateo terus berlanjut hingga kini Morgan dan Arif sedang menunggu kelahiran buah cinta mereka di mana Isna tinggal menghitung hari sedangkan Endang tinggal dua bulan lagi tapi wanita itu tetap berkerja seperti biasanya, Aurellia juga semakin aktif semenjak dia sekolah dan bereaksi dengan teman seusianya .
Hingga bukan hanya kata ayah yang ke luar dari mulutnya tapi ibu juga , sekalipun Rehan dan Rosna sering kebingungan dengan ucapan yang ke luar dari mulut Aurellia tapi mereka bahagia dengan perkembangan Aurellia dari waktu ke waktu .
Setelah melewati seharian bekerja kini tiga pria itu pulang ke apartemen masing-masing, tentunya mereka sudah di tunggu para istri dan anaknya .
Saat membuka pintu gak pertama yang mereka lihat adalah senyum istri yang selalu menyambut mereka .
" Welcome babe " Ucap Isna menunduk kepalanya sedikit membuat Morgan tertawa kecil melihat tingkah sang istri .
" Terimakasih honey " ucap Morgan lalu masuk ke dalam membuat Isna mundur beberapa langkah .
" Kenapa tidak duduk saja di sofa perutmu bukan untuk di ajak jalan honey " Ucap Morgan setelah melepaskan sepatunya dan memakai sendal rumah .
" Air anda sudah siap babe " Morgan hanya mengagguk saja " Tunggu di bawa saja iya " Ucap Morgan .
" Iya ,jangan lama masakan sudah masak " Ucap Isna .
" Iya " Jawab Morgan pergi begitu saja .
30 menit kemudian Morgan ikut bergabung bersama istri nya yang sibuk dengan layar tipis di depannya .
Ting ...tong ...
Morgan menatap ke arah pintu lalu menatap istrinya " Kamu pesan sesuatu " Isna menggeleng .
" Pasti mereka " Gumamnya lalu berdiri .
" Kau mengundang orang, siapa " Tanya morgan mengikuti langkah sang istri .
" Spesial ,mantan teman tidur Babe " Morgan langsung menghentikan langkahnya sebelum sampai di pintu .
" Jangan macem-macem Isna " Ucap Morgan sedikit meninggikan suaranya karena kesal .
Ceklek
Mata Morgan membola saat tahu siapa yang di undang istri nya bahkan tanpa rasa malu mereka masuk tanpa di persilahkan meninggalkan istri mereka yang masih berada di depan pintu .
" Apa yang kalian lakukan di sini " Tanya Morgan datar .
" Maaf kami di undang untuk makan malam " Jawab Arif mendorong pelan tubuh Morgan .
" Kau tidak senang " Timpal Rehan Kembali mendorong tubuh Morgan .
"Sialan,apa kalian tidak punya makanan di rumah Bajingan " Umpat Morgan kesal .
" Apa sudah ada makanan kami sudah lapar " Tanya Arif pada Isna .
" Sudah ada, langsung saja ke meja " Ucap Isna ,lidah Morgan berdecak saja mengikuti ke dua sahabatnya .
" Apa kau melupakan istri mu " Tanya Morgan ketus .
" Dia tidak akan hilang hanya karena ke meja makan " Ucap Arif tenang, Endang hanya menggeleng saja .
__ADS_1
Kini semuanya sudah duduk di kursi masing-masing begitu juga Aurellia yang duduk di baby chair milik anak Morgan nantinya .
" Apa kah ini perdana " Isna mengaguk pelan " Maaf kalau nanti tidak enak iya " Jawabnya terbata .
" Jangan sungkan kalau tidak enak bilang saja " Lanjutnya .
" Kalau tidak enak berarti gurumu tidak pintar honey " Ucap Morgan .
" Enak saja ,dia nya yang malas belajar !! Bahkan kamu sering menambah makanan kalau istri ku yang masak" Bela Rehan cepat .
" Makan sayang, mereka akan kenyang jika berdebat " Ucap Arif pada sang istri .
" Apa urat malumu sudah putus " Cibir Morgan ,tapi Arif hanya menaikan bahu nya.
" Sudah ....sudah ....sakit kepala ku dengar kalian berdebat !! Lihat Aurel ' Kedua orang itu langsung menatap Aurel yang menatap mereka bingung dengan mata berkedip-kedip " kalian Seperti anak kecil " Cibir Rosna meletakan piring makan Rehan sedikit keras hingga menimbulkan suara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini mereka sedang duduk di ruangan TV sambil menikmati buah yang sudah di siapkan Isna .
" Mba Endang sudah belanja " Tanya Isna .
" Belum,masih lama juga kan "Jawab Endang lembut .
" Nanti tidak terasa Lo mba ,tahu² sudah waktunya lahiran " Timpal Rosna .
" Nanti lah ,kalau tinggal sebulan " Jawab Endang .
' Nanti aku temani " Ucap Rosna .
" Mas Morgan tidak akan miskin hanya membelikan keperluan anaknya ,lagian semua yang aku pilih pasti di perlukan nantinya dari pada belanja nya pulang pergi ke mall mendingan belanja sekalian " Bela Rosna Tersenyum .
" Tapi tidak harus keperluan yang umur 1 tahun " Ucap Isna berdecak
' Itu lebih baik ,jadi untuk 1 tahun ke depan kamu fokus pada baby nya " Ucapnya dengan bangga .
" iya² ,kamu yang berpengalaman " Rosna tertawa kecil .
' Kalau mau belanja , belanja saja yank " Ucap Arif .
" Nanti saja ,lagian aku juga bingung harus memulai dari mana " Ucap Endang .
" Bukannya sudah ada master nya " Tunjuknya pada Rosna yang langsung Tersenyum .
" Nanti repotin karena ada Aurellia pasti nanti lama belanja nya " Ucap Endang .
" Bahkan kami pergi dari jam 10 jam 3 belum selesai Mba " Ucap Isna .
" Syukur Aurellia tidak rewel kalau tidak tambah pusing aku nya Mba " Lanjutnya .
" Pantasan Pesan masuk terus ternyata itu yang kalian lakukan " Ucap Morgan .
' Salahkan Rosna be ,dia selalu mencuci pikirkan ku " Ucap Isna yang tidak mau di kalahkan .
__ADS_1
" Kau menyalahkan istriku , harusnya kamu berterimakasih " Ucap Rehan kesal .
" Apa kau sadar apa yang baru kau ucapkan ' Ucap Morgan menatap tajam Rehan .
" Sadarlah kalian sudah tua " Ucap Arif menatap kedua sahabatnya .
" Ssssttttt " Desis Isna memegang perutnya nya tapi tidak di sadari mereka karena sibuk berdebat .
Hingga akhirnya Endang menyadari saat isna berkeringat sambil menahan sakit .
" Kamu kenapa " Tanya Endang pada Isna membuat mereka menatap ke arah Isna .
' Honey " Panggil Morgan kaget lalu mengusap kening sang istri .
" Sa......kit " Ucap Isna terbata .
" Jangan bilang kamu lahiran " Ucap Rosna membuat Morgan menatapnya tajam .
" Honey ,kamu mau lahiran tapi belum waktunya " Ucap Morgan panik .
" Sssstttt sa .....kit " Isna meremas lengan Morgan keras .
" Angkat bajingan kenapa kamu hanya diam " bentak Rehan pada Morgan .
" Tapi ...."
Bugh
" istri mu akan melahirkan kenapa kamu hanya diam ,apa diammu bisa membuatnya tidak sakit " Ucap Arif setelah menendang kaki Morgan .
" Maaf " Ucap Morgan .
" Di mana pakaian baby " Tanya Rosna .
" Di kamar baby " Jawab Morgan .
" Mba Endang tunggu kami saja ,mas Arif antar mereka iya " Ucap Rosna .
" Iya, aku antar mereka aku tunggu di sana, cup " Ucap Arif .
" Hati² iya " Arif hanya mengaguk saja lalu meninggalkan mereka menyusul Morgan yang sudah lebih dulu ke luar .
Rosna langsung berlari ke kamar baby, sedangkan Rehan menggendong Aurellia menunggu istrinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟