
Kini Isna sudah berada di dalam ruangan di temani Morgan yang terus menggegam tangannya sesekali dia mencium kening dan membisikkan kata cinta .
" Kalau sakit jangan di tahan, kamu bisa bagi denganku " Isna hanya mengaguk tapi saat rasa sakit itu datang.dia hanya memejamkan matanya kuat .
" Kita periksa dulu iya Non " Ucap Dokter kandungan karena ini malam terpaksa yang menangani nya dokter lain, karena Amanda tidak mengambil jadwal malam ,pagi pun kecuali darurat dan itu hanya bagian keluarga dan orang-orang yang berkerja di keluarga mereka saja .
Isna meringis saat jari dokter memasuki inti tubuhnya dengan helaan napas ke luar dari mulut nya menahan sakit .
" Sedikit lagi iya Non " Morgan langsung menatap Dokter " Kenapa lama sekali , istri ku sejak tadi menahan sakit apa tidak bisa menyuruh nya ke luar " dokter mengerjapkan matanya berkali-kali .
' Maaf tuan harus menunggu pembukaan lengkap baru bisa ke luar anak tuan " Lidah Morgan berdecak lalu menatap perut Istri nya .
" Jangan membuat istri ku sakit jika tidak ingin aku mencincang mu sampai halus " Isna mencubit lengan suaminya membuat pria itu menatapnya .
" Apa ?? Dia membuat mu kesakitan " Ucap Morgan tidak mau di Salah kan .
Sedangkan dokter dan suster hanya di buat melongo dengan ucapan Morgan .
" Jangan begitu dia anak kita " Ucap Isna terbata ,Morgan menarik napas panjang lalu di hembuskan " Maafkan Ayah Boy ,jadi ke luar lah jangan membuat bunda sakit " Ucap Morgan lembut .
Anda sangat kuat menghadapai tuan Morgan Nona Ucap dokter dalam hati Tersenyum miris .
Di luar Rehan langsung menghampiri Arif, sedangkan Rosna berjalan pelan bersama Endang bagaimana pun perut Endang tidak bisa di buat jalan cepat .
" Istriku mana " Tanya Arif menatap koridor rumah sakit itu .
" Di be bersama Rosna dan Aurellia " Jawab Rehan .
" Apa mereka sudah di dalam " Arif mengaguk .
" Apa melahirkan sesakit itu " Rehan menggeleng tidak tahu " Aku tidak perna merasakan nya karena saat melahirkan Aurellia kita ada kerjaan bukan tapi kata Nyonya Elvi di sana dia berjuang antara hidup dan mati , Bisa di bilang 50/50 selamat keduanya atau mati salah satunya atau mati dua²nya " Ucap Rehan , Arif menelan ludahnya kasar menatap wajah Rehan yang begitu serius .
" Jangan membuat ku takut " Ucap Arif terbata .
" Aku serius ,nantinya kamu akan merasakan nya , nanti kamu tanya Morgan " Ucpa Rehan .
Tidak berselang lama Arif melihat istrinya berjalan ke arah mereka .
" Pelan² sayang " Tegur Arif ,Endang langsung berjalan pelan sambil memegang perut nya yang sudah besar .
" Gimana apa belum lahir " Tanya Rosna saat sudah di dekat mereka .
" Belum " Jawab Arif sambil membantu Endang duduk .
__ADS_1
Sedangkan di dalam ruangan persalinan mungkin karena sudah tidak tahan lagi Isna terus berteriak kesakitan.
" Maaf honey " Ucap Morgan sambil mengelus keringat yang sudah membasahi wajah nya .
" Pembukaan sudah lengkap Non, jangan mengejan sebelum aku minta " Isna hanya mengaguk saja .
" Kamu bisa Honey, aku mencintaimu sangat " Morgan mencium kening istrinya lalu menatap ke arah perut istrinya " Boy bantu bunda iya ,ayo jangan biarkan bunda kesakitan berlalu lama !! Ayah menunggumu , CUP " Ucap Morgan lembut mencium perut Isna .
" Sa...Kit " Pekik Isna sambil menggeleng mencekram tangan Morgan .
" Dorong " Ucap dokter .
" Aaaaaaakkkkkkhhhhhhh" Isna mengejan, Morgan terus menatap wajah istri nya dan juga ke arah bawah berharap anaknya akan ke luar .
" Atur napas tarik dan hembuskan " Isna mengikuti Ucapan dokter dengan mata terpejam .
" Dok bisa SC saja " Ucap Morgan sendu ,dia tidak tega melihat istrinya kesakitan .
" Dorong " Isna kembali mengejan hingga 3 kali percobaan akhirnya suara bayi memenuhi ruangan itu .
Morgan langsung melotot ke lantai seolah tenaganya habis lututnya langsung lemas seolah tidak ada tulangnya lagi .
" Selamat tuan,Non !! Anaknya lagi ,sehat tidak ada yang kurang dia tampan seperti ayah nya " Isna Tersenyum menetes kan air matanya perawat membawa bayi yang masih berlumur darah " Makasih sayang " Ucap Isna lirih .
Setelah itu dokter membawa bayi mungil itu ke ruangan lain untuk di bersihkan ,Morgan berdiri setelah mendapat kan kekuatan nya langsung memeluk istrinya tanpa peduli pada orang sekitarnya yang masih membersihkan isna .
" Makasih,Maaf hanya itu yang bisa aku katakan jujur aku bingung " Isna hanya memberikan senyum tipis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melewati masa perawatan Isna di pindahkan ke ruangan paling atas bukan ruangan khusus keluarga Mateo tapi memang lantai itu khusus untuk mereka.
" Selamat " Ucap Endang mendekati Isna yang masih lemah .
" Makasih " Jawabnya lirih .
" Maaf kami tidak bisa menemani mu ,tapi besok kami akan ke sini bertemu baby boy " Ucap Rosna lembut .
" Tidak papa , terimakasih sudah menunggu " Jawab Isna .
" Kamu langsung istirahat,pulihkan tenaga mu !! Besok kamu akan berkerja keras untuk baby Boy " Isna mengaguk pelan .
" Nanti aku bawakan makan khusus ibu menyusui Oya " Lanjut Rosna .
__ADS_1
" Makasih ,tidak usah repot-repot kasian Aurellia " Ucap Isna .
" Dia malah bahagia karena punya adik " Isna hanya tersenyum sedangkan Aurellia sudah tertidur di gendongan Rehan .
" Kami pamit iya ,besok kami ke sini lagi " Ucap Arif .
" Makasih ,hati² iya !! minta tolong bawakan pakaian juga " Arif hanya mengaguk saja .
" Duluan , Cepat sehat Is !! Kalau dia minta cium jangan mau apa lagi minta icip-icip nanti anakmu dapat bekas liurnya dia " Ucap rehan vulgar .
BUGH
" Pulang " Usir Morgan menatap Rehan .
" Ingat ,kamu masih puasa , banjirnya deras dude " Ucap Rehan sambil tertawa.
"Shhiiittr ,jangan pernah kembali iya " Rehan hanya menaikan bahunya lalu ke luar dari ruangan Isna begitu juga Arif bersama istrinya.
" Babe " Morgan menatap sang istri lembut .
" Sini " Isna memukul pelan tempat tidur yang di samping nya.
" Tidak ,nanti kamu kesakitan di sini saja " Tunjuknya pada kuris yang ada di samping tempat tidur Isna .
" Aku ingin di peluk " Morgan menatap Isna ragu " Aku lelah mau di peluk ngantuk juga " Morgan menatap Isna takut .
"Tapi Honey ...."
" Iya sudah tidak usah " Ucap Isna kesal .
" Ok ,tapi kalau sakit atau tidak nyaman bilang iya " Ucap Morgan .
" Hebm " Morgan naik dengan pelan lalu merebahkan tubuhnya di samping Isna lalu menariknya dalam pelukannya .
" Tidurlah ,aku di sini " Isna mengaguk lalu memejamkan matanya pelan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
Koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟