Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 56(2)


__ADS_3

" Ho.....Ney ' Morgan langsung merubah suaranya saat melihat Isna sedang menggendong putra mereka .


" Maaf ,kapan di antar " Tanya Morgan tersenyum lebar .


" Barusan " Jawab Isna memelankan suaranya .


" Aku mandi dulu " Morgan langsung berjalan ke arah kamar mandi.


Dia sudah tidak sabar ingin menggendong anaknya dan mencium nya .


" Semangat sekali " Isna hanya tersenyum .


" Aurellia mau pulang iya ,tidak temanin Ade lagi " Tanya Isna menatap Aurellia .


"Ade bobo telus " Jawab Aurellia cadel .


Tok ...tok


Ceklek


" Wah ternyata sudah ada Jagoan " Ucap Rehan yang baru masuk langsung menuju tempat tidur pasien .


" Mana Morgan " Isna menunjuk kamar mandi menggunakan dagunya .


" Maaf iya uncle dari luar jadi tidak bisa mencium mu atau menggendong mu " Ucap Rehan lembut .


" Ayah sama aulel saja " Pekik Aurellia marah .


" Astaga aku melupakan gadisku " Rehan langsung menggendong putrinya lalu mencium pipinya " Kan ayah mau gendong Ade " Ucap Rehan


"Aurellia tetap tidak mau "


Kenapa " Tanya Rehan lagi .


" Ini ayah aulel " Ucapnya dengan marah.


" ayah nya Ibu " Ucap Rosna memeluk lengan Rehan membuat. Aurellia menangis .


" Anakmu cemburuan " Rosna mengaguk " Makanya kalau mau dua²n kalau di tidur saja " Ucap Rosna .


Ceklek .


Rehan menatap ke arah pintu kamar mandi di mana Morgan ke luar sudah segar .


"Ada apa dengan nya " Tanya Morgan .


" Marah" Morgan menaikan alisnya berjalan mendekati mereka " Kamu mengganggu nya Honey " Isna menggeleng .


" Dia marah karena tadi aku ingin menggendong anakmu " Jawab Rehan .


" Seperti nya ayah lebih sayang Bradley " Ucap Morgan Tersenyum.


" Tidak " Pekiknya lalu bersembunyi di leher Rehan .


" Jangan di ganggu babe " Morgan mengaguk lalu mengambil anaknya dari gendongan anaknya .


" Isna sudah bisa kembali tadi kata dokter " Ucap Rosna .


" Apa mau pulang sekarang " Isna mengagguk " Bosan di sini " Jawabnya .


" Kalian langsung ke rumah utama " Isna langsung melotot kan matanya " Kenapa ke sana " Tanya Isna cepat.

__ADS_1


" Di minta tuan besar " Isna menelan ludahnya kasar " Mau di sini saja " Jawab Isna seketika merubah keinginan nya padahal tadi dia mengatakan bosan .


" Kenapa ?? Sekalipun kita pulang besok kita akan tetap ke sana Honey " Ucap Morgan .


" Apa harus " Tanya nya Terbata ,Morgan hanya mengaguk saja sebagai jawaban .


"Bukannya kamu sudah sering di sana " Tanya Rehan.


" Sebagian barang² sudah di bawa ke apartemen sama penjaga " Ucap Rosna .


" Berarti kita hanya pulang saja " Rosna mengaguk " baju Bradley sudah siap " Ucap Rosna .


" Iya sudah ayo kita pulang nanti kemalaman " Ucap Rehan .


"Kamu sudah mandi honey " Isna mengaguk " Di bantu Rosna tadi " Ucap Isna .


" Anak² " Tanya Morgan.


" Tidur " Jawabnya .


" Iya sudah ayo balik,nanti kemalaman " Isna menahan tangan Morgan " Tidak bisa langsung ke apartemen " Morgan menggeleng sambil tersenyum membuat Isna pasrah .


Sedangkan di apartemen Arif dan Endang baru saja sampai .


" Istirahat saja yank ,jangan langsung ke atas " Endang langsung berbelok ke arah sofa padahal dia ingin segera mandi membersihkan tubuhnya.


" Gerah mas " Ujar Endang lirih .


" hanya sebentar " Jawab Arif yang duduk di samping Endang .


" Cape " Endang menggeleng " Sudah biasa Mas " Jawab nya


" Mandi iya ,gerah mas " Ucap Endang .


" Kenapa " Tanya Arif Tersenyum sambil mengelus perut besar Endang .


" Jangan modus iya mas " Ujar Endang .


" Obat lelah sayang ,kepalaku pusing kayanya vertigo ku kumat " Lidah Endang berdecak .


" Sayang " Endang langsung menatap tajam Arif yang hanya tersenyum sambil memainkan benda kenyal dari luar .


" Lepas " Ucap Endang rendah ,tapi Arif semakin memainkan sambil tersenyum " Seperti nya main di sini bagus yank " Ucap Arif Tersenyum seringai .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya mereka di rumah utama Morgan langsung turun sambil menggendong Bradley tangan satunya menggegam tangan Isna .


" Sudah datang , kamu membawa mobil sendiri " Tanya Henry menatap Morgan yang sudah berada di dekat mereka .


" Tidak tuan " Jawab Morgan mereka masih berdiri .


" Duduk Isna " Ucap Adara berdiri memberikan kursi duduknya pada Isna .


" Tidak usah Nyonya " Tolak Isna lembut.


" Duduklah orang baru selesai melahirkan tidak baik berdiri terlalu lama ,bagian dalam mu belum terlalu kering " Ucap Elvi lembut ,Morgan mengaguk akhirnya Isna duduk di samping Raymond dan Elvi .


" Bawa ke sini " Morgan membawa anak nya ke arah Daddy Radit .


" Seperti nya kamu sangat bersemangat saat membuatnya " Morgan hanya diam berdiri di samping Daddy Radit .

__ADS_1


" Namanya Bradley Alexander " Tanya Daddy Radit.


" Iya tuan Besar ' Jawab Morgan lalu dia menatap Henry yang hanya terdiam .


" Haruskah aku meminta uang karena memakai namaku " Ucap Henry .


" Maaf tuan " Jawab Morgan ,karena memang saat berdiri berhadapan mereka jawabannya hanya ada dua iya dan maaf .


" Bawa istri mu ke kamar Gan, Bradley biar di sini dulu ' Ucap Mommy Ellena .


" Ke ruangan kerja " Ucap Raymond .


" Iya Nyonya besar " Morgan berjalan ke arah Isna membantunya berdiri " Kami permisi tuan ,nyonya " Pamit Morgan .


" Apa tidak papa , Bradley sama mereka " Morgan mengaguk " Tidak usah memikirkan nya ,di sana juga ada tuan muda dan Nona kecil , anaknya tuan Reza " Isna mengagguk saja sekalipun dia sendiri merasa tidak enak takut nanti anaknya menangis dan membuat mereka kerepotan .


" Babe ke sana saja nanti Bradley nangis ,nanti repotin mereka " Ucap isna .


" Kalau dia nangis pasti Nany anak membawanya ke sini ,tidak usah memikirkan Bradley ayo Istirahat " Ucap Morgan .


" Baiklah " Ucap Isna pasrah .


" Aku ke ruangan kerja dulu " Isna menganggukkan kepala nya.


Morgan meninggalkan kamar yang di tepati Isna ke ruangan kerja .


Tok ...tok ...


Ceklek


Morgan masuk dalam ruangan kerja yang ternyata hanya ada Reza saja .


" Ada yang bisa saya bantu Tuan " Tanya Morgan .


" Duduklah " Morgan duduk di sofa singel .


"Ini " Reza memberikan sebuah kunci pada Morgan .


" Apa ini tuan " Tanya Morgan bingung .


" Apa matamu sudah tidak berfungsi " Morgan menutup mulutnya " Itu kunci apartemen untuk Bradley , Aurellia juga mendapatkannya " Morgan masih terdiam .


" jangan pernah berpikiran kalian akan menjualnya atau ginjal kalian yang akan di jual nantinya " Ucap Reza Tegas .


" Terimakasih tuan " Ucap Morgan


Bahkan kehabisan uang pun dia tidak kan menjual apartemen hadiah untuk anaknya itu janjinya .


" Ke luar lah , aku harus menemani istri dan anakku " Usir Reza .


" Terimakasih tuan " Ucap Morgan menunduk kepalanya lalu ke luar dari ruangan kerja begitu juga Reza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedikit lagi End ,yuuuk mampir di novel yang lainnya yang masih berkaitan dengan keluarga Mateo .


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘


Like


Koment

__ADS_1


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2