
" Ho.....Ney ' Morgan langsung merubah suaranya saat melihat Isna sedang menggendong putra mereka .
" Maaf ,kapan di antar " Tanya Morgan tersenyum lebar .
" Barusan " Jawab Isna memelankan suaranya .
" Aku mandi dulu " Morgan langsung berjalan ke arah kamar mandi.
Dia sudah tidak sabar ingin menggendong anaknya dan mencium nya .
" Semangat sekali " Isna hanya tersenyum .
" Aurellia mau pulang iya ,tidak temanin Ade lagi " Tanya Isna menatap Aurellia .
"Ade bobo telus " Jawab Aurellia cadel .
Tok ...tok
Ceklek
" Wah ternyata sudah ada Jagoan " Ucap Rehan yang baru masuk langsung menuju tempat tidur pasien .
" Mana Morgan " Isna menunjuk kamar mandi menggunakan dagunya .
" Maaf iya uncle dari luar jadi tidak bisa mencium mu atau menggendong mu " Ucap Rehan lembut .
" Ayah sama aulel saja " Pekik Aurellia marah .
" Astaga aku melupakan gadisku " Rehan langsung menggendong putrinya lalu mencium pipinya " Kan ayah mau gendong Ade " Ucap Rehan
"Aurellia tetap tidak mau "
Kenapa " Tanya Rehan lagi .
" Ini ayah aulel " Ucapnya dengan marah.
" ayah nya Ibu " Ucap Rosna memeluk lengan Rehan membuat. Aurellia menangis .
" Anakmu cemburuan " Rosna mengaguk " Makanya kalau mau dua²n kalau di tidur saja " Ucap Rosna .
Ceklek .
Rehan menatap ke arah pintu kamar mandi di mana Morgan ke luar sudah segar .
"Ada apa dengan nya " Tanya Morgan .
" Marah" Morgan menaikan alisnya berjalan mendekati mereka " Kamu mengganggu nya Honey " Isna menggeleng .
" Dia marah karena tadi aku ingin menggendong anakmu " Jawab Rehan .
" Seperti nya ayah lebih sayang Bradley " Ucap Morgan Tersenyum.
" Tidak " Pekiknya lalu bersembunyi di leher Rehan .
" Jangan di ganggu babe " Morgan mengaguk lalu mengambil anaknya dari gendongan anaknya .
" Isna sudah bisa kembali tadi kata dokter " Ucap Rosna .
" Apa mau pulang sekarang " Isna mengagguk " Bosan di sini " Jawabnya .
" Kalian langsung ke rumah utama " Isna langsung melotot kan matanya " Kenapa ke sana " Tanya Isna cepat.
__ADS_1
" Di minta tuan besar " Isna menelan ludahnya kasar " Mau di sini saja " Jawab Isna seketika merubah keinginan nya padahal tadi dia mengatakan bosan .
" Kenapa ?? Sekalipun kita pulang besok kita akan tetap ke sana Honey " Ucap Morgan .
" Apa harus " Tanya nya Terbata ,Morgan hanya mengaguk saja sebagai jawaban .
"Bukannya kamu sudah sering di sana " Tanya Rehan.
" Sebagian barang² sudah di bawa ke apartemen sama penjaga " Ucap Rosna .
" Berarti kita hanya pulang saja " Rosna mengaguk " baju Bradley sudah siap " Ucap Rosna .
" Iya sudah ayo kita pulang nanti kemalaman " Ucap Rehan .
"Kamu sudah mandi honey " Isna mengaguk " Di bantu Rosna tadi " Ucap Isna .
" Anak² " Tanya Morgan.
" Tidur " Jawabnya .
" Iya sudah ayo balik,nanti kemalaman " Isna menahan tangan Morgan " Tidak bisa langsung ke apartemen " Morgan menggeleng sambil tersenyum membuat Isna pasrah .
Sedangkan di apartemen Arif dan Endang baru saja sampai .
" Istirahat saja yank ,jangan langsung ke atas " Endang langsung berbelok ke arah sofa padahal dia ingin segera mandi membersihkan tubuhnya.
" Gerah mas " Ujar Endang lirih .
" hanya sebentar " Jawab Arif yang duduk di samping Endang .
" Cape " Endang menggeleng " Sudah biasa Mas " Jawab nya
" Mandi iya ,gerah mas " Ucap Endang .
" Kenapa " Tanya Arif Tersenyum sambil mengelus perut besar Endang .
" Jangan modus iya mas " Ujar Endang .
" Obat lelah sayang ,kepalaku pusing kayanya vertigo ku kumat " Lidah Endang berdecak .
" Sayang " Endang langsung menatap tajam Arif yang hanya tersenyum sambil memainkan benda kenyal dari luar .
" Lepas " Ucap Endang rendah ,tapi Arif semakin memainkan sambil tersenyum " Seperti nya main di sini bagus yank " Ucap Arif Tersenyum seringai .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya mereka di rumah utama Morgan langsung turun sambil menggendong Bradley tangan satunya menggegam tangan Isna .
" Sudah datang , kamu membawa mobil sendiri " Tanya Henry menatap Morgan yang sudah berada di dekat mereka .
" Tidak tuan " Jawab Morgan mereka masih berdiri .
" Duduk Isna " Ucap Adara berdiri memberikan kursi duduknya pada Isna .
" Tidak usah Nyonya " Tolak Isna lembut.
" Duduklah orang baru selesai melahirkan tidak baik berdiri terlalu lama ,bagian dalam mu belum terlalu kering " Ucap Elvi lembut ,Morgan mengaguk akhirnya Isna duduk di samping Raymond dan Elvi .
" Bawa ke sini " Morgan membawa anak nya ke arah Daddy Radit .
" Seperti nya kamu sangat bersemangat saat membuatnya " Morgan hanya diam berdiri di samping Daddy Radit .
__ADS_1
" Namanya Bradley Alexander " Tanya Daddy Radit.
" Iya tuan Besar ' Jawab Morgan lalu dia menatap Henry yang hanya terdiam .
" Haruskah aku meminta uang karena memakai namaku " Ucap Henry .
" Maaf tuan " Jawab Morgan ,karena memang saat berdiri berhadapan mereka jawabannya hanya ada dua iya dan maaf .
" Bawa istri mu ke kamar Gan, Bradley biar di sini dulu ' Ucap Mommy Ellena .
" Ke ruangan kerja " Ucap Raymond .
" Iya Nyonya besar " Morgan berjalan ke arah Isna membantunya berdiri " Kami permisi tuan ,nyonya " Pamit Morgan .
" Apa tidak papa , Bradley sama mereka " Morgan mengaguk " Tidak usah memikirkan nya ,di sana juga ada tuan muda dan Nona kecil , anaknya tuan Reza " Isna mengagguk saja sekalipun dia sendiri merasa tidak enak takut nanti anaknya menangis dan membuat mereka kerepotan .
" Babe ke sana saja nanti Bradley nangis ,nanti repotin mereka " Ucap isna .
" Kalau dia nangis pasti Nany anak membawanya ke sini ,tidak usah memikirkan Bradley ayo Istirahat " Ucap Morgan .
" Baiklah " Ucap Isna pasrah .
" Aku ke ruangan kerja dulu " Isna menganggukkan kepala nya.
Morgan meninggalkan kamar yang di tepati Isna ke ruangan kerja .
Tok ...tok ...
Ceklek
Morgan masuk dalam ruangan kerja yang ternyata hanya ada Reza saja .
" Ada yang bisa saya bantu Tuan " Tanya Morgan .
" Duduklah " Morgan duduk di sofa singel .
"Ini " Reza memberikan sebuah kunci pada Morgan .
" Apa ini tuan " Tanya Morgan bingung .
" Apa matamu sudah tidak berfungsi " Morgan menutup mulutnya " Itu kunci apartemen untuk Bradley , Aurellia juga mendapatkannya " Morgan masih terdiam .
" jangan pernah berpikiran kalian akan menjualnya atau ginjal kalian yang akan di jual nantinya " Ucap Reza Tegas .
" Terimakasih tuan " Ucap Morgan
Bahkan kehabisan uang pun dia tidak kan menjual apartemen hadiah untuk anaknya itu janjinya .
" Ke luar lah , aku harus menemani istri dan anakku " Usir Reza .
" Terimakasih tuan " Ucap Morgan menunduk kepalanya lalu ke luar dari ruangan kerja begitu juga Reza .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedikit lagi End ,yuuuk mampir di novel yang lainnya yang masih berkaitan dengan keluarga Mateo .
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
Koment
__ADS_1
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟