
Sesampainya di pesta Naufal tetap diam ,dia akan bicara jika Eliza bertanya selebihnya dia akan diam .
Sesampainya di acara mereka langsung menuju di mana keluarga nya berada .
Tapi hanya beberapa saja karena sebagian juga sedang menerima tamu lebih tepatnya saling bercengkrama sesama kolega bisnis .
kau sehat " Tanya Raymond ,wanita itu tersenyum lalu mengangguk " Sangat sehat "
" Kenapa dengan wajahnya " Tanya Alan menatap ke arah Naufal.
" Marah ayah " Ujar Queen apa adanya .
" because " Tanya Raymond .
" Lagi ngidam " Jawab Queen tersenyum, Naufal mendengus kesal .
Padahal bukan karena itu yang dia marahkan menyebalkan bukan .
" Oh ayah kira dia lagi marah pada mantan istrinya " Sindir Alan ketus .
" Ayah " pekik Queen dan Elsa .
"Apa!! Selalu saja kalian membela nya " Ujar Alan ketus .
" Ada Eliza ayah " Alan hanya menaikkan bahunya " bodoh " Ujar Alan .
" Lalu ayah dulu gimana ,baby sugar " Telak Elsa kesal
" Apa !! Ayah tidak suka ,lalu bagaimana dengan yang lain jika dia punya masa lalu begitu juga dengan ayah,bahkan kandungan Queen baik² saja " Alan menutup rapat mulutnya saat sang ratu sudah bersuara .
" Sudah jangan berdebat, sana berikan selamat pada Kaka dan adikmu "Titah Jeje Queen menggaguk .
" Zaza mau sama Opa Jeje " Rengek Eliza
" Kita ke sana dulu sayang, baru Zaza sama Opa iya " Ujar Queen lembut .
" iya " Ujar Eliza lalu meninggalkan mereka .
Lalu mereka ke arah pengantin yang di mana mereka sudah tersenyum saat melihat nya mendekat .
" Kaka " Rif'at tersenyum lembut " Pelan² " Queen mengaguk .
" Selamat akhirnya Kaka menyusul ku sama kak Ray " Ujar Queen lalu memeluk Rifat lalu memeluk Amanda " Selamat datang di keluarga ku sekali pun kamu sudah lama mengenal Kami " Amanda hanya mengagguk .
" Selamat semoga selalu bahagia " Ujar Naufal singkat .
" Terimakasih sudah hadir " Jawab Rifat
" Beri selamat pada uncle princess " Eliza mengaguk " selamat uncle aunty nanti buatkan adik kaya ayah sama bunda iya " Ucap Eliza polos .
" Siap princess Eliza " Ujar Rif'at tersenyum sambil mengelus kepala anak kecil itu .
" Rad " yang di panggil pun hanya tertawa kecil " Kaka datang " Queen Mengaguk " Kenapa kamu membiarkan kembaran mu menyendiri" Radhi hanya tersenyum kuda .
" Laki² nya kaku kak, lama bergerak tapi posesif "Ujar Radhi hati² jangan sampai di dengar Reza .
" Dari pada kamu main masuk saja " Radhi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Selamat jika dia macem² potong saja asetnya" Tanpa sadar Radhi langsung memegang bagian bawahnya membuat Queen tertawa kecil .
"selamat semoga selalu bahagia " Ujar Naufal lalu bergantian Eliza yang memberi selamat.
" Selamat uncle aunty, bikinkan adik yang banyak " Ujar Eliza .
" Apa hanya itu yang bisa kamu ucapkan " Eliza mengaguk sambil terkekeh " Kata eyang begitu agar Eliza banyak adik " Ujar Eliza jujur.
__ADS_1
" Orang tua itu " Cibir Radhi kesal membaut Rifat dan yang lainnya tersenyum kuda .
" Kaka " pekik Ela dan syahzani .
" Kalian ini sudah jadi istri kenapa masih kaya anak kecil " Ujar Queen membalas pelukan adik perempuan nya .
" Kami manja hanya sama Kaka " Jawab syahzani .
" Iya kalau sama suami nanti beda manjanya " Ujar Ela sambil tertawa kecil .
" Hai princess ,wah cantik sekali putri dari mana ini " Seketika wajah Eliza bersemu merah sehingga dia bersembunyi di leher sang ayah .
" Kalian suka sekali menggoda nya " Ucap Queen menggeleng.
" Lucu kak " jawab Ela tertawa kecil .
" Selamat untuk kalian ,jangan lama² langsung cetak " Ujar Queen tersenyum jahil .
" Awalnya sakit tapi setelah itu " Queen menaikan jempolnya dua " selamat mencoba " Lanjutnya lagi .
" Seperti apa rasanya " Tanya Ela penasaran ,tapi Queen hanya menaikan bahunya .
" Kakak " tetap Queen menaikan bahunya sambil tersenyum jahil .
" Tidak usah mendengar ucapan nya dia hanya bercanda ,selamat untuk kalian semoga langgeng " Ucap Naufal.
" Terimakasih tuan " Bukannya Ela atau syahzani yang menjawab tapi Alister dan Xavier .
Ela dan Syahzani hanya mendengus kesal jika sudah berhadapan dengan pria pasti mereka selalu paling depan .
" Apa Zaza mau mengatakan adik lagi " Eliza hanya tertawa kecil " Kami akan membuat kan adik yang banyak untuk Zaza " Ucap Alister tersenyum.
" Uncle terbaik " Jawab Eliza .
" Kalau begitu kami ketemu mommy dulu iya " Mereka mengaguk saja .
" Dad , mom, Oma ,Opa " Henry dan Elvi langsung membalikan badannya begitu juga Daddy Radit dan mommy Ellena.
" Sudah makan " Queen menggeleng " Makan dulu,layani suamimu " Ujar Elvi lembut .
" Opa " Henry langsung mengambil ahli tubuh Eliza dari gendongan Naufal .
" Makan dulu " Ujar Queen menatap Eliza .
" Makan lah ,Eliza biar sama mommy dan Daddy " Ujar Elvi .
" Jangan di kasih cake mom ,nanti giginya sakit " Elvi hanya mengagguk saja .
" Ayo " Naufal Mengaguk lalu duduk di kursi yang tidak jauh dari kedua orang tua Queen .
" Mau makan apa " Tanya Queen lembut .
" Terserah " Queen hanya menghela napas panjang karena suaminya masih dalam mode on .
Syukur Queen tidak terlalu Maslah dengan aroma parfum kecuali makanan sehingga dia menahan dirinya sekarang agar tidak muntah .
" Kau baik² saja " Tanya Naufal saat melihat Queen yang sudah berkeringat .
Niatnya tadi akan menyuruh nya makan tapi setelah melihat Queen pertanyaan nya berubah seketika .
Queen mengaguk tersenyum seolah mengatakan dia baik² saja.
" Kau tidak nyaman " Tanya Naufal khawatir bahkan kini sudah sudah menyimpan sendok dan garpu nya .
" Aku baik² saja ,makanlah " Ujar Queen lirih sambil menahan gejolak dalam perutnya .
__ADS_1
Henry yang melihat Queen yang terlihat berbeda langsung mendekati meja mereka .
" are you ok " Queen hanya mengaguk " Bawa istri mu ke kamar dia mungkin dia mual sama bau parfum atau apa pun itu " Naufal langsung mengaguk tanpa membantah lagi .
Sedangkan Queen masih menahan mulutnya untuk tidak mual di bathroom atau akan membuat kegaduhan di sana .
" Kenapa Tidak bilang " Naufal langsung memeluk Queen sambil membawanya menjauh dari keramaian .
" Maaf " Cicit Queen , sekarang dia bisa tenang setelah mencium aroma tubuh Naufal .
" tidak usah ke kamar, duduk di kursi sana aja " Tunjuk Queen pada meja kosong yang di pojokan " Kau yakin " Queen mengaguk, terpaksa Naufal menurutinya .
"Maaf sudah mengganggu waktu makannya " Naufal hanya di saja .
Lalu dia membantu Queen duduk dengan posisi yang masih memeluknya .
Tidak berselang lama Elvi dan Henry mendekati mereka karena Naufal dan Queen bukannya ke kamar malah ke pojokan.
" Kenapa di sini " Tanya Henry menatap Queen dan Naufal.
" Queen sudah baikan Dad " Jawab Queen .
" Mau makan apa sayang nanti mommy ambilkan " Ujar Elvi lembut .
" Buah saja mom " Elvi mengaguk saja karena memang sudah tahu jika anak nya itu susah makan nasi dan yang lainnya .
" Kenapa selalu makan buah " Tanya Naufal yang memang belum tau .
"Queen tidak bisa makan nasi dan yang lainnya ,karena itu akan membuat nya mual " Jawab Henry dingin ,Naufal langsung melotot kan matanya .
Hal ini saja dia tidak tahu padahal dia tinggal serumah dengan sang istri .
Sedangkan mertuanya bahkan tinggal terpisah tahu apa yang membuat istrinya mual dan Tidak .
" Maaf " Cicit Naufal, Queen hanya tersenyum .
Tidak berselang lama ada penjaga yang mendekati Henry yang sambil menggendong Eliza .
"Maaf tuan , di luar ada yang membuat keributan " Henry menaikan alisnya sebelah .
" Siapa ?? Apa dia sudah bosan hidup sehingga datang menyerahkan nyawa nya ke sini " Tanya Henry .
" seorang wanita tuan " Henry semakin di buat bingung
" Zaza sama bunda dan ayah dulu iya ,Opa mau bunuh nyamuk di luar dulu " Ujar Henry kesal .
" Zaza ikut bunuh nyamuk " Ujar Eliza polos .
" Princess " Eliza langsung menurut saat mendengar suara rendah ayah nya " Iya Opa " Jawab Eliza .
Henry memberikan ciuman di kening Eliza sebelum akhirnya pergi dari situ .
" Beri tahu Jeje ,Alan,Davin ,dan Jose temui saya di luar " Titah Henry yang sudah emosi .
" Baik tuan " Jawab penjaga .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘
AYO TEBAK SIAPA ?? 😚😚