
" Kamu yakin tidak ikut " Tanya Arif bersandar di dinding kedua tangan nya berada di dadanya .
' Iya " Jawab Endang sambil memasukan pakaian Arif .
" Formal saja yank " Endang kembali memasukan ke dalam lemari pakaian yang tidak di butuhkan Arif .
" Butuh berapa " Tanya Endang tanpa membalikkan badannya .
" 3 saja, kalau belum selesai nanti aku beli " Endang mengambil pakaian Kerja Arif lalu di letakan di atas meja .
Lalu dia mengambil pakaian santai yang biasa Arif pakai jika di apartemen .
" Sabun ,sikat ....."
" Nanti beli di sana " Potong Arif cepat, Endang memasukan pakaian yang sudah di ambil di susun tapi dalam koper kecil milik Arif .
" Nanti kamu tinggal di apartemen Rehan iya ' Ucap Arif .
" Nanti repotin mereka soalnya Rosna juga harus ngurus Aurellia ,aku di apartemen saja " Tolak Endang halus .
" Biar aku nya bisa tenang yank kerja nya " Ujar Arif .
" Kemarin di tinggalin seminggu ,mas tenang² saja " Cibir Endang menatap sekilas pada suaminya .
" Itu karena aku di sini bukan di Landon ' Jawab Arif mengambil ponselnya di saku celananya .
' Sama saja " Jawab Senang ketus .
" Hallo " Endang membalikkan badannya menatap Arif .
" Kamu sibuk " Tanya lagi .
" Kenapa ?? " Jawab dari seberang .
" Besok aku ke Landon mungkin 3 hari ,aku titip Endang di apartemen mu boleh " tanya Arif .
" Memang istri mu barang " Arif langsung menatap Endang Tersenyum .
" Iya dia barang pecah bela jari harus di titipkan takutnya nanti pecah kalau di tinggal sendiri " Lidah Endang berdecak kesal lalu kembali melanjutkan kegiatannya .
" Apa nantinya dia tidak bosan " Tanya Rehan .
" Kalau dia bosan suruh bunuh diri saja karena itu hobinya ,bahkan aku juga baru tahu ada manusia seperti dia . " Ucap Arif tersenyum .
" Mas " Panggil Rosna
__ADS_1
" Hebm "
" Bawa ke sini saja istrinya biar ramai ' Ucap Rosna .
" Tapi jangan jadikan Nany iya ,sedangkan kalian berpacu kuda di dalam kamar " Ucap Arif tegas .
" Sekali² tidak papa Mas ,kaya mas tidak saja " Jawab Rosna kesal .
" Hei kalau dia kepingin gimana ,nanti dia cari pria lain sedangkan aku di Landon " Jawab Arif ketus .
" Itu mas " Jawab Rosna dan Endang hampir bersamaan .
' Kenapa kamu jadi ikutan berbicara padanya " Ucap Arif pada Endang .
' Karena memang benar ,sudah ada di rumah masih jajan di rumah " Cibir Endang menutup kopernya dengan kesal .
" Kan sudah berlalu yank ' Ucap Arif lembut .
" Iya karena ketahuan kan, kalau tidak masih terus mencicipi susu milik bersama " Jawabnya kesal .
" Aku tutup iya, nanti besok pagi aku antar Endang " Ujar Arif .
" Iya , Mba Endang jangan cepat luluh laki² memang gitu " Arif langsung mematikan panggilan nya karena dia memakai pengeras suara .
CUP
" Aku tidak marah cuma kesal " Jawab Endang berjalan ke arah sepatu Arif .
" Yang hitam yank, satu saja" Ucap Arif yang masih memeluk Endang sambil mengelus perut nya .
" Perut mu sudah ketahuan jika di pegang seperti ini " Ujar Arif Tersenyum .
" Sehat² kalau sudah lahir Papa akan membawamu keliling nantinya " lanjutnya sambil mencium pundak Isna .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di apartemen Rehan dan Rosna setelah menerima panggilan dari Arif mereka kembali menemani Aurellia yang semakin aktif bahkan bayi mungil itu kadang menahan ngantuknya hanya untuk bermain .
" Ayah tidak pergi " Rehan menggeleng " Mungkin itu urusan perusahan tuan Xavier , kalau perusahaan pusat mungkin kami juga ikut tapi tergantung masalah nya " Jawab Rehan .
" Apa nanti Aurellia akan seperti kalian " Rehan menggeleng " Dia wanita sayang " Ucap Rehan.
" Tapi bukannya kalian juga ada yang wanita " Rehan mengaguk " Tapi aku tidak mengizinkan nya tapi kalau memang dia mau ,tidak papa hanya sekedar lahiran ala kadarnya karena memang keluarga Mateo biar wanita harus pintar bermain senjata " Ucap Rehan .
" Aku takut nanti dia akan salah menggunakan nya " Ucap Rosna serius .
__ADS_1
" Yakinlah pada didikanmu,aku juga akan mengajarinya jika itu hanya sebuah pelindung diri " Ucap Rehan mengelus lengan sang istri .
" Apa yang harus aku masak besok,tidak mungkin kan mas Arif pergi dalam keadaan perut kosong " Tanya Rosna .
" Berikan air putih saja , menampung istri nya saja sudah syukur masa mau numpang makan lagi " Cibir Rehan
PLak
" Hwwwwwaaaa.....Hwwwwwaaaa " Rosna dan Arif langsung menatap Aurellia kaget .
" Aawww sakit Kak " Aduh Rehan langsung berbaring di karpet bulu tempat main Aurellia .
Membuat bayi mungil yang berumur 8 bulan itu semakin kencang menangisnya .
" Ayah " Pekik Rosna kesal ,bukannya bangun Arif malah semakin menjerit membuat Aurellia terus menangis .
" Yayah ....yaya....." Arif langsung menatap Aurellia begitu juga Rosna .
" Kakak bilang apa " Tanya Rehan yang sudah berada di depan Aurellia .
" Hhwwwaaa Yayah " Arif langsung mencium seluruh wajah Aurellia karena bahagia .
Rosna menarik sudut bibirnya lebar , sekalipun tadi sempat marah tapi setelah mendengar ucapan Aurellia yang memanggil Rehan ayah membuat nya bahagia .
" Ayah " Ucap Rosna membenarkan ucapan Aurellia .
" Yayah " Ulangnya lagi .
" Tidak papa, lama² kakak akan terbiasa " Ucap Rehan lembut.
" Coba Kakak panggil Ibu " Aurellia langsung menatap Rosna tapi entah kenapa dia sangat sulit menyebut kata yang hanya ada tiga huruf itu .
" Jangan di paksa , kakak pelan² saja ' Ucap Rosna mengelus pipi Aurellia .
" Ah iya yank, bulan depan Aurellia sudah masuk sekolah iya ,aku sudah daftarkan " Rosna mengaguk .
" Apa tidak papa yah " Rehan mengaguk ' Nanti aku minta pengawal satu untuk yang menjaganya di luar " Jawab Rehan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘