Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 52(2)


__ADS_3

" Kamu yakin tidak ikut " Tanya Arif bersandar di dinding kedua tangan nya berada di dadanya .


' Iya " Jawab Endang sambil memasukan pakaian Arif .


" Formal saja yank " Endang kembali memasukan ke dalam lemari pakaian yang tidak di butuhkan Arif .


" Butuh berapa " Tanya Endang tanpa membalikkan badannya .


" 3 saja, kalau belum selesai nanti aku beli " Endang mengambil pakaian Kerja Arif lalu di letakan di atas meja .


Lalu dia mengambil pakaian santai yang biasa Arif pakai jika di apartemen .


" Sabun ,sikat ....."


" Nanti beli di sana " Potong Arif cepat, Endang memasukan pakaian yang sudah di ambil di susun tapi dalam koper kecil milik Arif .


" Nanti kamu tinggal di apartemen Rehan iya ' Ucap Arif .


" Nanti repotin mereka soalnya Rosna juga harus ngurus Aurellia ,aku di apartemen saja " Tolak Endang halus .


" Biar aku nya bisa tenang yank kerja nya " Ujar Arif .


" Kemarin di tinggalin seminggu ,mas tenang² saja " Cibir Endang menatap sekilas pada suaminya .


" Itu karena aku di sini bukan di Landon ' Jawab Arif mengambil ponselnya di saku celananya .


' Sama saja " Jawab Senang ketus .


" Hallo " Endang membalikkan badannya menatap Arif .


" Kamu sibuk " Tanya lagi .


" Kenapa ?? " Jawab dari seberang .


" Besok aku ke Landon mungkin 3 hari ,aku titip Endang di apartemen mu boleh " tanya Arif .


" Memang istri mu barang " Arif langsung menatap Endang Tersenyum .


" Iya dia barang pecah bela jari harus di titipkan takutnya nanti pecah kalau di tinggal sendiri " Lidah Endang berdecak kesal lalu kembali melanjutkan kegiatannya .


" Apa nantinya dia tidak bosan " Tanya Rehan .


" Kalau dia bosan suruh bunuh diri saja karena itu hobinya ,bahkan aku juga baru tahu ada manusia seperti dia . " Ucap Arif tersenyum .


" Mas " Panggil Rosna

__ADS_1


" Hebm "


" Bawa ke sini saja istrinya biar ramai ' Ucap Rosna .


" Tapi jangan jadikan Nany iya ,sedangkan kalian berpacu kuda di dalam kamar " Ucap Arif tegas .


" Sekali² tidak papa Mas ,kaya mas tidak saja " Jawab Rosna kesal .


" Hei kalau dia kepingin gimana ,nanti dia cari pria lain sedangkan aku di Landon " Jawab Arif ketus .


" Itu mas " Jawab Rosna dan Endang hampir bersamaan .


' Kenapa kamu jadi ikutan berbicara padanya " Ucap Arif pada Endang .


' Karena memang benar ,sudah ada di rumah masih jajan di rumah " Cibir Endang menutup kopernya dengan kesal .


" Kan sudah berlalu yank ' Ucap Arif lembut .


" Iya karena ketahuan kan, kalau tidak masih terus mencicipi susu milik bersama " Jawabnya kesal .


" Aku tutup iya, nanti besok pagi aku antar Endang " Ujar Arif .


" Iya , Mba Endang jangan cepat luluh laki² memang gitu " Arif langsung mematikan panggilan nya karena dia memakai pengeras suara .


CUP


" Aku tidak marah cuma kesal " Jawab Endang berjalan ke arah sepatu Arif .


" Yang hitam yank, satu saja" Ucap Arif yang masih memeluk Endang sambil mengelus perut nya .


" Perut mu sudah ketahuan jika di pegang seperti ini " Ujar Arif Tersenyum .


" Sehat² kalau sudah lahir Papa akan membawamu keliling nantinya " lanjutnya sambil mencium pundak Isna .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di apartemen Rehan dan Rosna setelah menerima panggilan dari Arif mereka kembali menemani Aurellia yang semakin aktif bahkan bayi mungil itu kadang menahan ngantuknya hanya untuk bermain .


" Ayah tidak pergi " Rehan menggeleng " Mungkin itu urusan perusahan tuan Xavier , kalau perusahaan pusat mungkin kami juga ikut tapi tergantung masalah nya " Jawab Rehan .


" Apa nanti Aurellia akan seperti kalian " Rehan menggeleng " Dia wanita sayang " Ucap Rehan.


" Tapi bukannya kalian juga ada yang wanita " Rehan mengaguk " Tapi aku tidak mengizinkan nya tapi kalau memang dia mau ,tidak papa hanya sekedar lahiran ala kadarnya karena memang keluarga Mateo biar wanita harus pintar bermain senjata " Ucap Rehan .


" Aku takut nanti dia akan salah menggunakan nya " Ucap Rosna serius .

__ADS_1


" Yakinlah pada didikanmu,aku juga akan mengajarinya jika itu hanya sebuah pelindung diri " Ucap Rehan mengelus lengan sang istri .


" Apa yang harus aku masak besok,tidak mungkin kan mas Arif pergi dalam keadaan perut kosong " Tanya Rosna .


" Berikan air putih saja , menampung istri nya saja sudah syukur masa mau numpang makan lagi " Cibir Rehan


PLak


" Hwwwwwaaaa.....Hwwwwwaaaa " Rosna dan Arif langsung menatap Aurellia kaget .


" Aawww sakit Kak " Aduh Rehan langsung berbaring di karpet bulu tempat main Aurellia .


Membuat bayi mungil yang berumur 8 bulan itu semakin kencang menangisnya .


" Ayah " Pekik Rosna kesal ,bukannya bangun Arif malah semakin menjerit membuat Aurellia terus menangis .


" Yayah ....yaya....." Arif langsung menatap Aurellia begitu juga Rosna .


" Kakak bilang apa " Tanya Rehan yang sudah berada di depan Aurellia .


" Hhwwwaaa Yayah " Arif langsung mencium seluruh wajah Aurellia karena bahagia .


Rosna menarik sudut bibirnya lebar , sekalipun tadi sempat marah tapi setelah mendengar ucapan Aurellia yang memanggil Rehan ayah membuat nya bahagia .


" Ayah " Ucap Rosna membenarkan ucapan Aurellia .


" Yayah " Ulangnya lagi .


" Tidak papa, lama² kakak akan terbiasa " Ucap Rehan lembut.


" Coba Kakak panggil Ibu " Aurellia langsung menatap Rosna tapi entah kenapa dia sangat sulit menyebut kata yang hanya ada tiga huruf itu .


" Jangan di paksa , kakak pelan² saja ' Ucap Rosna mengelus pipi Aurellia .


" Ah iya yank, bulan depan Aurellia sudah masuk sekolah iya ,aku sudah daftarkan " Rosna mengaguk .


" Apa tidak papa yah " Rehan mengaguk ' Nanti aku minta pengawal satu untuk yang menjaganya di luar " Jawab Rehan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘


__ADS_2