
Sejak pagi Eliza sudah membuat heboh karena ini hari pertama Nya kembali bersekolah .
Setelah di izinkan Davin dan di liburkan seminggu setelah ke luar dari rumah sakit .
" Ayah Daddy " Pekik Eliza dari luar kamar karena semalam dia tidur bersama Henry dan elvi
Bugh ...bugh ....bugh ....
" Mas " Naufal membuka matanya merapat kan kepalanya ke dada Queen .
" Bangun anakmu ..."
" Ayah ,bunda " Pekik Eliza di iringi dengan gedoran pintu yang membuat Naufal harus bangun .
" Anak ini " Gumam Naufal lalu turun dari tempat tidur menuju pintu .
Ceklek .
" Kenapa ...."
" Kenapa lama sekali ?? Zaza mau mandi mau sekolah apa ayah sama Bunda lupa " Protes gadis centil itu bahkan Naufal pun sampai terdiam .
" Maaf sayang , iya sudah ayo bunda bantu mandi " Queen menatap sang suami lalu Tersenyum lembut .
" I love you " Ujar Naufal tanpa suara ,Queen hanya mengaguk saja sambil membawa anak nya duduk di sofa membuka pakaian anak itu .
" Zaza pergi sama Kaka Morgan iya ,karena mba Isna belum bisa kata Opa Davin mungkin Minggu depan baru bisa " Eliza menggaguk saja ,yang terpenting dia sudah bisa sekolah dia sudah merindukan teman² nya .
" Tapi sampai di sekolah Zaza belum bisa bermain lari²an iya nanti Bu Ida melaporkan setiap kegiatan Eliza " Ujar Queen lagi .
" iya Bunda " Jawab Eliza .
" Mau ayah antar "Tawar Naufal sambil memeluk pinggang Queen ,Eliza menggeleng " Opa yang akan mengantarkan Zaza " Jawabnya ,Naufal hanya tersenyum saja .
" Ade hari ini kakak akan sekolah ,nanti kalau Ade sudah lahir kita sekolah bersama iya " Queen hanya tersenyum saja mendengar celotehan anaknya .
" Ayo mandi dengan ayah " Naufal pun langsung mengangkat tubuh Eliza saat anak itu tinggal memakai pakaian dalam saja .
" Bunda nanti ikat rambut Zaza iya " teriak Eliza sebelum di bawah masuk ke kamar mandi .
Queen hanya menggaguk saja ,lalu masuk dalam ruangan walk in close menyiapkan pakaian suaminya dan juga Eliza gadis centil menurut keluarganya .
Karena Eliza selalu menatap orang² sekitarnya dengan mata berbinar jika itu sudah melihat pria tampan ,apa lagi jika para pria itu sudah berkumpul .
setelah itu Queen merapikan tempat tidur mereka dan membuka gorden agar cahaya matahari bisa masuk dan mematikan pendingin ruangan .
Lalu dia ke luar karena merasa lapar karena menang semalam dia tidak terbangun jika biasanya di bangun semalam tidak.
" Naufal sama Eliza mana sayang " Tanya Elvi .
" Masih mandi mom, Queen lapar " Aduhnya lalu mengambil air minum yang ada di atas meja .
__ADS_1
" Bibi minta tolong buatkan apa saja Queen lapar " Ucap Queen .
" Baik Non " Jawab pelayan .
" Sayang , eh tumben sudah di dapur " Niat menyusul istrinya ke dapur , Henry malah melihat Queen duduk di meja makan .
" Lapar Dad " Jawab Queen .
" Apa suamimu tidak memberikan mu makan " Ujar Henry sinis .
" Astaga ,mulai deh mas Arga sedang mandi bersama Eliza Dad " Ucap Queen .
" Ada apa ini " Tanya Daddy Radit yang baru tiba bersama mommy Ellena.
" Tidak ada Dad ,mau kopi Dad " Tanya Elvi , Daddy Radit mengaguk saja .
" Sayang kamu tidak tanya padaku "
" Ini sekalian buat by " Ujar Elvi, Henry langsung menarik kursi duduk di samping Queen .
" Mommy ,apa Raine masih di kamar " Elvi mengehentikan gerakan tangannya lalu menggeleng tidak tahu .
" Belakangan ini Queen Tidak perna melihatnya lagi ,apa dia baik² saja " Tanya Queen menatap Elvi yang membelakangi mereka .
" BUNDA " Henry menghela napasnya panjang saat mendengar teriakan Eliza .
" BUNDA " Queen langsung berdiri mendekat ke arah Eliza yang sudah turun dengan memegang sisir dan ikat rambutnya .
" Kenapa harus berteriak sayang,bunda di dapur " Ujar Queen lembut sambil membawa anak itu ke meja makan .
" Bunda lapar sayang " Ucap Queen lalu mendudukkan Eliza di kursi sedangkan dia berdiri .
" Kenapa berteriak sepagi ini ,apa Zaza ingin membangun kan penghuni rumah ini " Eliza hanya tersenyum kuda memperlihatkan gigi putihnya .
" Mau di ikat seperti apa " Tanya Queen lembut .
" yang seperti itu hari Bun,yang ambil sedikit baru di sambung nanti di ikat baru bunda kasih penjepit Boneka " Queen menghela napas .
" Ikat rambut nya kurang sayang " bagaimana tidak Eliza hanya membawa ikat rambut dua sedangkan permintaan nya harus memerlukan beberapa ikat rambut .
" Tunggu bunda ambilkan dulu * Queen langsung meninggalkan ruangan itu meninggalkan Eliza bersama kedua orang tuanya dan Daddy Radit dan mommy Ellena.
" Raine di kamar " Tanya Queen saat melihat Reza ke luar dari kamarnya .
" Tidak kak " Jawab Reza lirih ,Queen hanya bisa menghela adiknya itu sudah seminggu selalu pergi lebih lagi dan pulang sangat setelah makan malam .
" Bicara lah dari hati ke hati, apa kamu tidak lelah dengan hubungan kalian seperti ini " Reza hanya mengaguk saja .
" Iya sudah ,aku mau ambil ikat rambut Zaza " Lanjut nya lagi lalu masuk dalam kamarnya .
" Mas belum siap " Tanya Queen saat melihat sang suami masih memakai handuk .
__ADS_1
" Belum sayang, tadi Daniel menelpon " Jawab Naufal.
" Ada masalah " Naufal hanya menghela napas panjang .
" Bantu aku " Queen mengaguk saja dia tidak ingin bertanya terlalu jauh .
Dia yakin suaminya bisa menyelesaikan masalah yang belum kelar juga .
" Sayang " Queen menatap Naufal .
" Apa tidak bisa Daddy melepaskan wanita itu aku ingin hidup tenang yank, berikan wanita itu pada pria itu " Ujar Naufal .
" Apa mas yakin setelah itu dia akan pergi menjauh dari kita ?? dia belum mendapatkan yang dia inginkan mas ! Eliza kamu tahu itu " Naufal langsung memeluk tubuh Queen dengan erat .
" Aku hanya ingin hidup tenang bersama mu dan anak² yank " Ucap Naufal.
" Daddya akan menyelesaikan nya, jika dia sudah melewati batas nya Daddy tidak akan membiarkan itu lagian Raine dan Reza..."
" iya sayang aku paham " Jawab Naufal cepat .
" ayo pakaian dulu sebelum anakmu kembali berteriak dan membuat penghuni rumah menutup kuping " Naufal hanya tertawa kecil .
" Maaf aku tidak bisa menemani mu jalan pagi "
" Tidak papa,lagian hanya di taman saja " Ucap Queen sambil membantu Naufal
Naufal mengelus perut Queen yang semakin membuncit .
" Kamu ngapain di dalam hm, jangan nakal iya pagi ini ayah tidak menemani kalian tapi ayah janji lain kali memenamimu dan bunda " Ujar dengan lembut .
" Sudah " Queen Merapikan penampilan snag suami lalu berjalan ke meja rias mengambil ikat rambut Eliza .
" Ayo " Naufal menggegam tangan Queen lalu mereka turun. kebawah
Di mana Eliza sudah menatap tajam kedua orang tuanya dan berkacak pinggang berdiri di atas kursi .
Membuat yang ada di meja itu hanya menggeleng tersenyum.
" Siap² anakmu akan mengamuk " Bisik Naufal membuat Queen mendengus kesal .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Setelah ini kita fokus dulu sama Daniel dan Risna iya Gays 😘😘😘😘
*Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*