Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 29(2)


__ADS_3

" Siap " Endang mengaguk,lalu mereka ke luar dari apartemen .


Tidak berselang lama mereka pun tiba di Hotel tempat resepsi pernikahan Morgan dan Isna .


Rehan dan Rosna pun sudah menunggu mereka karena sebelumnya Arif menghubungi Rehan .


" Mba Endang " Sapa Rosna lembut .


" Istri nya Rehan sayang " Ucap Arif .


" Anaknya " Arif mengagguk ,tanpa mereka duga Endang malah tertarik pada Aurellia .


" Siapa namanya Non " Tanya Endang tanpa menatap Rosna .


" Aurellia Mba ,panggil Rosna saja " Ucap Rosna .


" Boleh gendong " Endang menatap Arif meminta persetujuan .


" Rehan "


" Boleh "Jawab Rehan " Makasih tuan " Rosna pun memberikan Aurellia pada Endang .


Sekalipun dia takut tapi dia meyakinkan dirinya bahwa kini istri dari sahabat suaminya baik² saja .


" Ayo kita masuk dulu, kasih selamat sama Morgan habis itu ke kamar iya " Endang mengaguk lalu masuk sambil memainkan jari Aurellia.


" Tidak usah takut ,dia tidak akan melukai nya " Rehan tahu kegelisahan istrinya .


" Iya ayah,maaf " Rehan hanya mengaguk Tersenyum .


Kini mereka sudah berada di atas panggung Morgan menatap Arif yang hanya di balas senyuman .


" Selamat tuan ,maaf saya tidak bawa hadiah papa " Morgan menggaguk " Kamu hadir pun sudah menjadi hadiah buat saya " Ucap Morgan .


" Selamat Non " Isna mengaguk Tersenyum ' Selamat juga maaf itu hari saya tidak bisa hadir " Endang hanya tersenyum kecut dan itu di sadari mereka.


" Selamat,ingat jangan begadang ada baby " Ucap Rehan mengalikan pembicaraan .


" Sedikit² boleh kan " Ucap Morgan Tersenyum kuda .


' Tuan "


" mau ke kamar ' Endang mengaguk sedangkan Aurellia masih dalam gendongan nya .


" Temani Endang dulu iya ,ayah harus menjaga di sini " Rosna menggaguk,lalu memeluk Isna sebentar baru dia menyusul Arif dan Endang .


" Jika terjadi papa langsung hubungi saya " Rosna mengaguk karena kini mereka sudah berada di dalam kamar " Seperti nya Mba Endang tersinggung mas ' Arif hanya tersenyum saja .


" Sayang , aku ke bawah iya !! Rosna akan menemani mu bersama Aurellia tidak papa kan ' Endang mengaguk ,Arif mencium kening Endang lalu ke luar meninggalkan mereka .


" Maaf " Rosna menggeleng " Tidak papa Mba " Jawab Rosna .

__ADS_1


Tiba² saja Endang menangis membuat Rosna bingung tapi dia lebih dulu mengambil Aurellia membaringkan di tempat tidur di halangi guling kiri kanan nya .


" Mau cerita " Tanya Rosna menggegam tangan Endang " kangen Nada " Ucapnya terbata .


" Jangan terus berlarut ,kita di sini semua keluarga, adiknya Mba sudah tenang sudah tidak sakit lagi sudah berkumpul dengan ayah dan ibu nya ,di sini Mba harus buktikan kalau Mba juga bahagia melihat mereka bahagia apa lagi mba sudah menikah memiliki suami " Ucap Rosna lembut .


" Aku kotor, aku ......."


' Tidak ada manusia yang suci Mba, saya tidak tahu permasalahan Mba sebelumnya apa ? Tapi berbagi lah jangan di pendam itu akan membuat mba semakin tertekan ' Ucap Rosna lembut .


Endang menatap Rosna yang tersenyum tulus padanya sambil mengelus lengannya .


" Aku adik mba juga ,begitu juga Isna bukan hanya Nada " Cairan bening itu semakin lancar ke luarnya, dengan lembut Rosna menghapus air mata Endang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di luar Arif dan Morgan sedang menatap satu persatu tamu undangan yang datang .


Tanpa mereka sadari jika salah satu wanita sudah masuk dalam dengan wajah memendam amarah menuju pelaminan .


" Aawwwww " Jerit Isna membuat semua orang menatap ke atas .


Morgan yang sadar akan kehadiran wanita itu langsung melindungi istrinya .


Morgan menatap wanita itu tajam sambil menahan pisau sehingga tangan nya mengeluarkan cairan merah .


" maaf bos " Ucap pengawal lalu menarik wanita itu " Lepas Bajingan " Teriak Sonia .


Rehan dan Arif langsung masuk saat mendengar laporan ruangan itu menjadi lebih ramai dari sebelumnya langsung langsung ke arah Morgan ,mereka melihat Mantan partner Morgan sedang di tarik paksa .


" Baik bos " Ucap pengawal .


Syukur Daddy Radit dan yang lainnya langsung turun tangan .


" Honey kamu baik² saja " Tanya Morgan menatap Isna yang sudah pucat .


" Tangan mu" Ucap Isna Terbata .


" Air Queen " Queen langsung memberikan minuman pada mommy ellena .


" Minum dulu sayang " Isna menurut laku meminum air yang berikan .


" Obati tangan mu " Ucap Elvi menatap Morgan " jangan katakan tidak papa " Ucap Elvi cepat .


" Sini " Alister langsung menarik tangan Morgan " Maaf tuan " Ucap morgan tidak enak .


" Kenapa " Tanya mommy Ellena .


" Perut ku " Ucap Isna menahan sakit.


" Honey ,are you ok " Tanya Morgan panik .

__ADS_1


" Biar Amanda yang memeriksanya,bawa dia ke kamar " Naufal membantu Isna turun ,karena morgan masih mendapat pengobatan dari Alister.


" Tuan ....'


" Diam , istri mu akan baik² saja " Ucap Alister cepat .


" Tuan ,aku baik² ssstttt "


" Diam ,jika tangan mu terluka kamu tidak akan bisa balas " Ucap Alister , Morgan mengepalkan tangannya satu matanya memerah menahan emosinya .


" Kamu baik-baik saja kan " Morgan menggaguk " Pastikan wanita itu masih hidup " Rehan dan Arif hanya mengaguk .


" Morgan baik² saja kan nak " Tanya Henry khawatir .


Sekalipun dia sudah sering melihat anak buahnya terluka tapi dia tidak anak lepas tangan begitu saja ,apa lagi ini pengawal pribadi mereka .


" Iya Dad " Jawab Alister yang masih fokus menjahit tangan Morgan .


" Malam ini libur dulu " Canda Jose membuat suana yang tadinya tegang langsung mencair .


" Maaf tuan yang di jahit telapak tangan ku ,bukan senjataku " Jawab Morgan .


' Rasanya tidak enak kalau tidak mentok " Ucap Jeje asal membuat mereka kembali tertawa .


" Apa dia wanitamu " Morgan hanya mengaguk " Jelek sekali selera mu " Cibir Alan .


" Sudah " Ucap Alister setelah menutupi tangan Morgan dengan perban .


" Tinggal kamu tambahan sarung tinju " Ucap Alister Tersenyum.


" Pergilah lihat istri mu , tidak usah memikirkan yang di sini " Ucap Daddy Radit.


" Terimakasih tuan " Morgan langsung turun meninggalkan acaranya menuju kamar yang sudah di siapkan .


" Opa ,Daddy ...."


" Sudah jangan di pikirkan " Ucpa Henry .


" Tapi ...."


' Sudah, masih banyak undangan " lagi² Henry memotong ucapan Naufal .


Mungkin pria itu merasa tidak enak atas kejadian tadi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2