
Henry menatap bingung ke arah wanita yang sangat dia membenci ,karena dia lah putrinya harus melewati sendirian .
Bahkan hanya untuk membantu saja putri nya melarang nya .
Iya siapa lagi jika bukan mantan istri dari sang menantu,sejak ke luar dari apartemen Lian sudah mengikuti mereka hingga berkahir di hotel mewah ini .
" Dia orangnya " Tunjuk Henry pada Lian .
" Iya tuan " Jawab penjaga .
" Kau kenal " Henry mengaguk " Mantan istri nya Naufal " Jawaban Henry membuat 3 pria paru baya tapi masih sangat kekar dan kuat di atas ring sesungguhnya itu kaget terkecuali Jose karena memang dia sudah tahu .
" Cih ,apa kau ke sini menyerahkan nyawa mu " Cibir Jeje sinis .
" Aku ke sini ingin bertemu dengan suami dan anak ku " Teriak Lian .
PLak
" Siapa kamu yang berani berteriak hah " Bentak Alan yang memang sudah emosi setelah tahu wanita itu mantan istri sang menantu .
" Sialan " Umpat Lian kesal karena ke dua tangannya di tahan oleh penjaga.
PLak
" Kau mengumpat ku,jangan karena kamu wanita aku akan segan menampar mu ,bahkan membunuh mu pun aku bisa " Ujar Alan dingin dan datar .
" Bawa ke luar anak dan suami ku " Bentak Lian lagi .
" Yang mana suamimu dan yang mana anakmu " Tanya Jose menaikan alisnya sebelah.
" Naufal dan Eliza " Jawab nya lantang ,Jose tersenyum mengejek .
" Apa ada buktinya ?? Bahkan di akta kelahiran di buku kartu keluarga putri ku ibu kandung nya " Jawab Henry sinis .
" Aku yang melahirkan nya ,aku yang mengandung nya " Bentak Lian tidak terima .
" Lepaskan tangannya " Pengawal pun melepaskan tangan Lian yang sejak tadi mereka pegang .
Dapat dilihat jika tangan wanita itu sudah merah dan berbekas .
" Apa kau pernah melihat seorang ibu meninggal kan anaknya yang baru lahir dan lari dengan pria yang beristri juga hm !! Bahkan kamu meninggalkan Naufal dalam keadaan terjatuh "
" Dan sekarang kamu kembali seolah² dia masih berstatus suamimu setelah di luar sana kamu menjajakan tubuhmu ,apa sehina itu dirimu ?? " Henry menaikan alisnya menatap Lian dari atas sampai bawah " Bahkan di sini pun demikian bukan , menjijikan " Cibir Henry .
Pengawal langsung menahan lengan Lian saat dia akan menampar Henry .
" Pastikan kekuatan mu seimbang dengan ku ,jika hanya mengandalkan teriakkan mu semua orang akan masa bodoh " Cibir Davin yang sejak tadi diam .
Tidak berselang lama Naufal ke luar karena perasaan nya tidak enak sehingga dia menitipkan Queen pada ibu mertua nya .
" Daddy " Semua menatap ke arah belakang .
" Apa " Tanya Henry ketus .
" Naufal mereka menahan ku menemui mu bahkan mereka menampar ku Fal " Aduh Lian berharap Naufal mau membelah nya .
" Apa kita saling kenal " Lian langsung melotot kan matanya tajam .
" Jangan munafik bahkan kamu sering di apartemen ku Naufal " Bentak Lian emosi .
" Ralat, itu apartemen ku sadar kamu ke sini hanya membawa tubuh kotormu itu !! Jadi wajar bukan aku ke apartemen ku sendiri" Naufal menaikan alisnya sebelah .
" Tapi aku hamil anakmu bangsat " Naufal tersenyum sinis .
" Anak yang mana ?? Eliza memang kamu yang membawanya dalam kandungan tapi sejak kamu meninggalkan kami kamu bukan lagi ibunya " Ujar Naufal tenang tanpa ada rasa takut .
__ADS_1
"Bukan Eliza ,tapi sekarang aku sedang hamil anakmu " Henry dan yang lainnya kaget tapi tidak dengan Naufal .
" Kau ingin bermain dengan ku ?? Baiklah aku akan melayani mu " Ujar Naufal mendekati Lian " Kau yakin itu anakku ?? Kau tahu bukan cara membuat nya bagaimana ? Lalu sekarang kau bilang anakku !! Kau membuatnya dengan yang lain dan meminta pertanggung jawaban padaku Lucu sekali ,bahkan membuatmu telanjang saja belum lalu bagaimana itu bisa di katakan anakku " Ujar Naufal tersenyum sinis .
" Daddy " Naufal membalikkan badannya cepat saat mendengar suara sang istri .
" Sayang kenapa ke luar ?? Bukannya aku menyuruh mu bersama mommy " Ujar Naufal khawatir.
" Mual " Cicit Queen, Naufal pun membawa Queen dalam pelukannya .
" Wanita murahan ,karenamu Naufal meninggalkan ku " Teriak Lian membuat darah Queen mendidih .
" Kamu sedang hamil sayang ,ingat kandungan mu " Ujar Naufal lembut .
" Karena hidup ku hancur ,bich " Queen sudah tidak tahan dia melepaskan pelukannya pada Naufal dan mendekat ke arah Lian .
Bugh
Naufal melotot kan matanya saat melihat Queen menendang perut Lian dengan keras .
" Sayang " Pekik Naufal ,sedangkan ke empat orang tua itu hanya tersenyum .
" Kau bilang sedang hamil bukan ?? Apa kamu bilang Bich " Queen tertawa kecil " Bukankah itu sangat cocok untuk mu ,bahkan suamiku Melihat nya sendiri saat kamu sedang bercinta di apartemen , Kau bisa tanya pada mantan suami mu apa dia mendapatkan aku sudah tidak suci ?? Lalu kamu apa dia mendapatkan mu masih suci " Tanya Queen mengejek .
PLak
" Kau salah telah mengusikku selama ini aku diam karena aku kasian dengan mu yang hanya mengandalkan tubuh jelek mu itu untuk mendapatkan uang !! Bahkan aku bisa memberikan nya secara cuma² tapi uangku terlalu mahal untuk wanita seperti mu " Ujar Queen sinis .
" Sayang, kamu lagi hamil nanti keram lagi " Ujar Naufal khawatir .
" Queen masuk ' Titah Henry yang sudah mulai jengah .
" Satu lagi kau mengharap Naufal kembali padamu ,kau yakin ingin !! Tapi perlu kamu tahu bahwa perusahaan miliknya sudah menjadi milikku, Gimana masih mau " Lian melotot kan matanya saat tahu kenyataan nya .
" Alexa " Queen langsung berdiri menghampiri suaminya yang sudah memberikan peringatan .
Dor.
" Aaaakkkkkhhhhh " Teriak Lian menahan sakit karena timah panas itu menghantam kakinya .
" Itu peringatan untukmu jika sampai kamu mendekati putri ku terutama Cucu ku bukan hanya kakimu bahkan matamu pun aku bisa mencoleknya " Ujar Jeje lalu masuk begitu saja .
" Bawah dia ke rumah sakit " Ujar Davin .
" Baik tuan " Jawab pengawal
Tunggu aku ,aku akan membalas kalian semua Batin Lian sambil menahan sakit .
" Dia benar-benar iblis " Ujar Alan menatap Jeje yang mulai menghilang.
" Bukannya kamu tahu ,dia lebih baik mengakhiri lebih cepat dari pada membuang waktu terlalu lama " Ujar Jose .
" Iya itulah dia ,seperti waktu Jes...Sakit bodoh " Umpat Davin kesal menatap Alan .
" Bahkan dia sudah melupakan nya ,kau tidak lihat bagaimana dia menempel pada Elvi " Ujar Davin kesal.
" Ah iya maaf " Davin mendengus kesal sambil masuk dalam hotel .
" Kita pulang " Queen menggeleng dalam pelukan Naufal " Lalu " Tanya Naufal sambil mengelus punggung Queen .
" Mau tidur di sini saja " Ujar Queen .
" Tapi kita belum izin sama Daddy " Ujar Naufal tidak enak sekali pun ini hotel milik keluarga istri nya .
" Kita ke hotel ku saja iya ,tidak jauh dari sini " Ujar Naufal lembut .
__ADS_1
" Hebm " Queen hanya berdehem sambil mengaguk " Ayo izin dulu sama mereka " Queen berdiri di bantu Naufal .
" Opa ,kami pamit soalnya Queen mau istirahat " Ujar Naufal sopan .
" Kenapa tidak di sini saja " Ujar Jeje menatap Naufal dan Queen .
" Queen mau suasana baru Pi " Ujar Queen yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Naufal .
"Apa kau ingin malam pertama juga ? Hei anak kecil kau masih hamil muda " Ujar Davin .
" Tidak ayah " Jawab Queen seadanya .
" Lalu Eliza " Tanya Jose .
" Aku tidak tahu anak tuyul itu di mana "
tukk .
" sssttt " Queen mengelus keningnya setelah mendapat hadiah spesial dari sang suami.
" Kau tidak melihatnya sejak tadi di gendong Opa " Queen membuka matanya menatap Eliza .
Seketika matanya melotot saat melihat Eliza di mana pakaiannya sudah bukan warna putih lagi melainkan coklat .
" Siapa yang memberikan cake hah " Tanya Queen kesal .
" Opa sama Oma " Ujar Elvi sambil menunjuk ke dua mertuanya .
" Apa ?? Pulanglah jangan membuatku kesal Eliza akan bersama kami ' Tutur Daddy Radit acuh .
" Opa nanti Eliza ...."
" Aku masih mampu membiayai Cicitku memeriksa giginya ke dokter , Kau seperti orang miskin saja " Queen memejamkan matanya kesal.
" Zaza " Eliza menatap Queen dengan mulut yang penuh dengan coklat bahkan dagu nya pun begitu .
" Pulang " Eliza menggeleng cepat " Malam ini Eliza akan tidur di rumah Oma Ana " Queen melotot kan matanya .
' Tidak " Ujar Queen tegas .
" Alexa " Tegur Naufal saat Melihat wajah Eliza sudah tertunduk.
" Hanya semalam " Eliza tersenyum sambil mengaguk " Besok malamnya di rumah Oma Elsa ,tadi sudah bagi² baru Oma Aqila " Tutur Eliza polos .
" Ayo pulang " Naufal langsung membawa pergi istri nya sebelum akhirnya dia kembali emosi .
Karena anaknya saat sudah bersama mereka entahlah ada² saja kelakuan nya yang baru .
" Maaf kami pamit , princess jangan nakal nanti ayah telepon iya " Eliza mengaguk cepat
" By ayah ,bunda, adik kecil " Queen hanya berdecak saja .
" Hati² " Ujar mereka .
" Sok peduli " Cibir Queen , sedangkan Naufal hanya diam saja .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘
GIMANA SUDAH PUAS?? ATAU TAMBAH LAGI 🤭🤭🤭🤭