
" Nonton dulu yank, biar kamu tidak salah paham" Tahan Daniel saat Risna sudah menyimpan HP nya .
" Apa yang harus aku nonton Jika wanita itu sudah membawamu ke kamar " Tanya Risna .
" Iya aku tahu, tapi semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan yank " Ujar Daniel .
Risna kembali mengambil HP Daniel dan melanjutkan menonton video itu .
Sampai di mana wanita itu menyuruh dua orang pria membuka semua pakaian suaminya hingga menyisakan dalaman saja .
Lalu dia membuka pakaian nya sehingga hingga polos dan ikut masuk dalam selimut dan membuka kain terkahir Daniel .
" Kau akan menjadi milikmu " Ujar wanita itu tersenyum jahat .
Lalu mencium bibir Daniel dan bermain sesuka hatinya di atas tubuh pria itu sekalipun Daniel tidak melakukan papa karena pengaruh obat tidur .
" Milikmu sangat menantang , tapi aku ingin melakukan saat kamu keadaan sadar pasti kamu sangat gagah jika di atas tempat tidur " Ujar nya lagi ,lalu membaringkan tubuhnya sambil memeluk tubuh Daniel .
" Sudah kan " Tanya Risna menatap tajam Daniel .
" Yank " Risna menghempaskan tangan Daniel kasar .
" Risna " Panggil Daniel saat Risna meninggalkan sendirian di ruang makan .
Daniel mengambil HP nya lalu mengikuti Risna yang masuk di kamar tamu .
Entah apa maksudnya tapi Daniel tetap mengikuti wanita itu masuk ke dalam .
" Sayang " Panggil Daniel saat Risna sudah merebahkan badannya di atas tempat tidur .
" Bukannya kamu sudah lihat, jika di video itu aku tidak melakukan papa yank, Kenapa masih saja marah " Ujar Daniel yang mulai kesal .
Bukannya apa ?? Dia lelah pulang kerja tapi saat sampai di rumah dia harus di hadapkan dengan keadaan ini,mau tidak mau dia harus ke rumah iparnya setelah itu kembali lagi ke rumah .
Berharap apa yang dia dapat bisa membuat istri nya paham dan tidak salah paham dan membuang semua pikiran buruk tentang nya .
" Risna jangan terus menguji kesabaran ku " Ujar Daniel lelah, lalu duduk di ujung tempat tidur .
" Aku tidak ingin menyakiti kalian karena aku tidak bisa menahan nya " Lanjutnya lagi .
" Tapi kamu sudah menyakiti kami ,kenapa dari awal kamu tidak mau jujur kenapa aku harus tahu dari dia kenapa " Tanya Risna menatap Daniel .
" Aku hanya tidak ingin kamu salah paham hanya itu ,tidak ada maksud lain dan kamu bisa melihat nya tadi bahkan aku tidak melakukan papa " Jawab Daniel .
" Tapi jika kamu jujur semuanya tidak akan seperti ini " Ujar Risna .
" Sekarang aku tanya ,jika aku jujur sejak awal apa kamu bisa terima sedangkan aku tidak memiliki bukti papa ?? Ini saja karena suami Adara jika tidak aku tidak tahu harus menjelaskan seperti apa , sedangkan kamu tidak mau percaya denganku " Ujar Daniel .
" Belum lagi dia datang menemui mu seperti tadi , pasti itu akan membuat pikiran mu semakin buruk Ris " Lanjutnya lagi .
" Istirahat lah , tenang kan pikiran mu aku tidak akan mengganggumu " Ujar Daniel mengalah meninggalkan Risna dalam kamar itu .
" Kembali ke kamar atas ,jangan membuat ayah dan ibu khawatir " Lanjutnya lagi lalu ke luar dari kamar itu .
" Nak " Daniel menatap kedua orang tuanya .
"Jangan terlalu emosi " Daniel mengaguk dengan helaan napas panjang .
"Ibu mau ke dapur dulu siapkan makan malam " Daniel mengaguk .
" Jangan lupa panggil istri mu nak "
" Iya ayah " Jawab Daniel .
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi harinya hubungan Daniel sama Risna masih dingin tapi tidak seperti kemarin setidaknya Risna sudah menjawab ucapan Daniel dan melayani nya di meja makan .
"Kamu makan juga " Risna hanya mengaguk lalu mengambil makanannya sendiri.
" Maaf Tuan di depan ada seorang wanita " Ujar security yang baru saja masuk dengan napas panjang.
" Siapa " Tanya Adit .
" Katanya kekasih tuan muda "Ujar security menunduk .
Adit dan Marni langsung menatap Risna yang hanya fokus pada makanan nya .
" Usir saja " Ujar Marni .
" Baik nyonya " Jawab security ,tapi belum juga pergi wanita itu sudah memasuki rumah mereka .
" Bukannya kamu harus menerimaku dengan Baik " Ujar wanita itu dengan wajah tebalnya .
" Aku kenyang " Ujar Risna lalu berdiri .
" Ah selamat pagi, sepertinya kita harus saling berbagi dengan Daniel, karena aku ke sini meminta tanggung jawab nya di mana aku juga hamil anaknya " Ujar sang wanita dengan tersenyum Seringai.
" Kamu bisa memiliki nya ,karena aku sudah tidak membutuhkan nya " Ujar Risna dingin .
" Sayang " Risna melepaskan tangan Daniel.
" Bawa wanita ini ke luar " Bentak Adit .
" Kenapa aku harus ke luar ,aku di sini memiliki kedudukan yang sama dengannya " Ujar wanita itu emosi .
" Kami sama-sama mengandung anak Daniel " Lanjutnya lagi .
Dia tidak ingin ikut emosi karena memikirkan kandungan nya yang masih berumur 3 bulan lebih .
" Aku mau ke kamar " Daniel melepaskan pelukannya lalu menatap sang ibu " Bu minta tolong "Marni langsung mendekati Risna .
" Ayo nak " Ujar Marni membantu Risna pergi dari ruangan itu, tapi langkah nya kembali berhenti saat wanita itu bersuara.
" Bukannya kemarin aku sudah memperlihatkan bukti harusnya kamu cukup tahu apa yang kami lewati malam itu " Ujar nya Tersenyum .
" Ayo Bu " Marni membantu Risna membiarkan wanita itu mengatakan sesukanya .
" Ah iya bahkan Daniel mengatakan jika setelah kamu melahirkan dia akan membuang mu dan kami bisa hidup bahagia "
" BIANCA " Teriak Daniel emosi .
" Bawa dia ke luar " Semua orang menatap ke sumber suara di mana Adara sudah berdiri bersama bodyguard nya .
Siapa lagi jika bukan Morgan dan Rehan lalu jangan lupakan Arif berdiri bersama nya .
" Kamu siapa yang berani mengusir ku Hah " Adara mendekati wanita itu dengan senyum lembutnya .
PLak
Adit dan Marni melotot kan matanya begitu juga Risna dan Daniel .
" Wanita ****** seperti mu tidak pantas berada di rumah ku, apa kau berpikir rumah ini milik Daniel bangunlah dan sadarkan dirimu " Wanita itu menatap tajam Adara .
" Kau ingin balas ,lihatlah di sekitar mu jika ingin membalas bahkan hanya sekali gerak saja aku pastikan bukan hanya dirimu yang tersakiti tapi bayi dalam kandungan mu juga " Ujar Adara dingin .
" Ah apa kamu hamil bohongan ,apa perlu aku minta mereka untuk membuktikan nya " Adara Tersenyum seringai menatap wanita yang bernama Bianca itu .
__ADS_1
" Adek " Adara menaikan tangannya meminta Daniel untuk diam .
" Daniel ,kau membiarkan wanita ini menyakiti ku dan anak kita " Tanya wanita itu menatap Daniel.
"Bahkan dia tidak berani menyentuh ku, mau bukti " Adara mendekati Daniel namun dengan sigap ketiga bodyguard itu berdiri di depan Daniel membuat pria itu mundur beberapa langkah .
Siapa wanita ini Batin Bianca karena dia belum mengetahui tentang Adara .
" Seret dia ke luar aku Tidak ingin rumah ku kotor karena aura negatif nya " Morgan dan Arif langsung mendekati wanita itu.
" Jangan mendekat atau aku akan menyakiti diriku " Ancam Bianca tapi dua pria itu tidak mundur sedikit pun hingga akhirnya mereka memegang lengan Bianca .
" Lepas Bajingan " Bentak Bianca .
" Semakin kamu berontak semakin banyak kesakitan yang kamu terima " Ujar Morgan lalu menarik wanita itu tanpa belas kasihan .
Melihat itu Marni dan Risna memejamkan matanya kuat bagaimana Morgan menarik wanita itu tanpa belas kasian .
" Mama " Marni menatap Adara meringis .
" Apa Adara tidak di sambut ,Adara buru² ke sini karena mengkhawatirkan kalian ,dan Adara tidak di beri makan ' Ujar Adara kesal .
" Ah maaf sayang ,ayo makan !! Ibu juga masih lapar " Ujar Marni bahkan tadi Mereka belum menyentuh makanan mereka biar sedikit .
" Ayo mas duduk sarapan dulu,baru kita pulang " Ujar Adara
" Maaf ....
" Aku akan memberi tahu bos kalian jika ..."
" Baik nyonya saya akan makan " Putus Rehan ,Tidak berselang lama Morgan dan Arif kembali ke ruangan itu .
" Ayo mas rehan mas Morgan " Arif menatap ke dua temannya dengan tatapan memelas membuat mereka paham .
" Baik nyonya " Jawab mereka bersamaan.
" Panggil istri Abang, dia harus punya tenaga banyak menghadapi wanita seperti tadi " Ujar Adara sambil menyendok makanan .
" Kenapa kamu bisa ke sini " Tanya Adit penasaran.
" Pengen saja ,apa tidak bisa " Adit menggeleng cepat ,padahal sebelumnya Raymond sudah memberi tahu Adara .
" Sayang " Risna menerima uluran tangan Daniel lalu kembali ke meja makan .
" Lain kali hadapi saja ,wanita seperti Mereka jika melihat kita lemah membuat mereka semakin senang ,tapi setelah dia pergi bunuh saja Abang " Ujar Adara .
" Adek " Adara hanya tertawa kecil .
" Nak jangan seperti tadi Ibu takut " Adara menghela napas .
" Jika tidak seperti tadi dia akan merasa menang Ma ,tidak usah di pikirkan bahkan Adara sudah sering melihat yang lebih dari tadi " Adit dan Marni saling menatap kaget .
" Kamu serius Dek " Adara mengaguk, Adit Marni dan Daniel semakin penasaran pada keluarga suami Adara .
Yang memang sangat tertutup sekalipun itu hanya sama mereka ,yang mereka tahu hanya beberapa penjaga pengawal dan bodyguard hanya itu saja .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Like ...vote tekan tombol favorit.
dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘