
Saat malam terasa dingin dan semua orang tengah terlelap Risna bangun di saat rasa sakit datang beberapa kali .
Dan itu membuatnya terbangun karena rasa sakit lalu dia menatap jam dinding
Pukul 02: 00 dini hari lalu dia menatap sang suami yang begitu tenang dalam tidurnya .
Dengan perlahan Risna bangun dan berjalan ke arah sofa agar tidak menggangu Daniel .
Karena sakitnya hanya sesekali dan dia masih bisa menahan nya, Jika sudah tidak dia akan membangun kan sang suami .
Risna memejamkan matanya saat sakit itu kembali menyerang nya dan hanya sapuan lembut di atas perut nya .
" Tunggu Papa bangun iya nak , Papa sedang istirahat cape " Ucap Risna pada sang anak .
Sudah dua jam Risna berada di sofa sambil mengelus perutnya rasa sakitnya semakin sering datang .
Tapi dia belum juga membangunkan sang suami hingga akhirnya Daniel merasakan tempat tidur nya kosong saat tangannya tidak menyentuh siapa pun .
Dengan perlahan Daniel membuka matanya dan memang benar tidak ada sang istri .
Daniel membangun kan tubuhnya menatap sekeliling nya .
" Sayang " Risna menatap ke arah Daniel dengan wajah bantalnya .
" Kenapa " Tanya Daniel sambil berjalan ke arah Risna .
" Ade nakal " Risna menggeleng, Daniel pun melihat jam pukul 04.00 sudah subuh pikir Daniel .
" Kenapa tidak membangunkan ku " Tanya Daniel lembut sambil mengelus perut Risna .
" Tidak papa ,Abang juga pasti lelah seharian kerja " Ucap Risna lirih .
" Abang, bisa minta tolong " Daniel menggaguk .
" Panggil ibu " Daniel menatap bingung pada istrinya .
" Kenapa ?? Mau di urut biar Abang saja " Risna menggeleng rasa sakit nya semakin datang .
" Panggil ibu " Ucap Risna terbata membuat Daniel takut.
" Sayang Ken...." Ucapan Daniel terhenti saat melihat cairan bening kelur di sela paha sang istri .
" Panggil ibu " Ucap Risna menahan sakit .
" Tapi ..."
" Abang "
" Tunggu sebentar iya " Daniel langsung berlari ke luar dari kamar nya menuju kamar orang tuanya .
" Tunggu dulu nenek sayang " Ucap Risna lirih .
Daniel langsung mengetuk pintu ke dua orang tuanya , eh salah bukan ketukan melainkan gedoran yang bisa saja membuat pintu itu lepas dan membangunkan seluruh penghuni rumah besar itu .
BRAK ....BRAK ...
" Ayah ,ibu " Teriak Daniel dari arah luar .
membuat penghuni kamar itu bangun dengan wajah kaget dan panik .
Ceklek
" Kenapa " Tanya Marni sambil mengikat jubah tidurnya
" Risna kesakitan ada air yang ke luar dari pahanya "Tanpa bertanya lagi Marni langsung berlari ke arah kamar Daniel di lantai dua .
__ADS_1
Sedangkan Adit yang mendengar pembicaraan anak dan istri nya langsung berlari ke arah luar untuk menyiapkan mobil tentunya .
Daniel menyusul Marni yang lebih dulu ke kamar dengan berlari .
" I-bu " Panggil Risna terbata saat melihat ibu mertua nya .
' Sudah lama " Risna menggaguk pelan " Di mana pembalut mu " Risna menunjuk laci di meja riasnya .
" Apa Istri ku akan melahirkan Bu "Tanya Daniel yang baru masuk .
" Iya ,bawa istri mu ke kamar mandi " Ucap Marni saat sudah mendapatkan apa yang dia cari .
Tanpa banyak bertanya Daniel langsung mengangkat Risna yang sudah basah bagian bawahnya .
" Ambilkan pakaian baru untuknya " Daniel ke luar dari kamar mandi menuju walk in close .
" Tahan iya sayang " Risna mengaguk saja , Marni membantu membuka pakaian Risna yang sudah basah Lalu menyimpan nya di tempat sampah.
Tidak berselang lama Daniel masuk sambil membawa pakaian dan juga dalaman Risna .
Dan di berikan pada ibunya sambil membantu sang istri yang menahan sakit ,bahkan Risna sudah berkeringat wajahnya juga sudah pucat .
" Bawa istri mu ke bawah " Daniel pun langsung mengangkat Risna ke luar .
Sedang kan Marni masih mengambil tas persiapan perlengkapan bayi mereka yang sejah jauh hari sudah di siapkan .
" Sa-kit " Daniel hanya terdiam sambil membawa istrinya ke arah depan .
" Ayah " Adit membuka pintu bagian belakang tidak berselang lama Marni datang sambil membawa tas besar .
" Ayah cepat istri Daniel kesakitan " Ujar Daniel khawatir .
Tanpa berpikir panjang Adit membawa sendiri mobil itu bahkan mereka masih memakai pakaian tidur begitu juga Marni syukur dia masih sempat memakai jubah tidurnya sehingga bisa menutupi tubuhnya hingga sampai lutut .
" Tahan sayang ,jangan mengejan dulu ' Ucap Marni membalikkan badannya ke belakang .
"Nak jangan sakiti Mama kasian Mama sayang " Ucap Daniel sambil mengelus perut sang istri .
" Abang Aaakkkkhhhhh " Teriak Risna saat merasakan sakit yang teramat luar biasa .
Marni menatap ke depan lalu menatap ke belakang dengan sikap masa bodoh .
dia langsung berpindah ke arah belakang menenangkan menantunya membuat Adit kaget .
" Jangan protes fokus sama jalannya ' Ucap Marni saat melihat tatapan sang suami .
" Tarik napas hembuskan secara perlahan " Marni mengelus belakang Risna dengan pelan.
Daniel menyeka keringat Risna yang sudah membasahi keningnya .
" Maaf " Ucap Daniel serak lalu mencium kening sang istri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beda Risna beda juga Queen karena tiba-tiba dia terbangun dan langsung berlari ke arah kamar mandi membuat Naufal ikut terbangun dan kaget saat melihat sang istri melompat .
Hoek ......Hoek .....Hoek .....
Naufal langsung menyusul sang istri saat mendengar Queen mual seperti semalam .
"Sayang " Panggil Naufal serak khas bangun tidur .
" Kita ke rumah sakit iya " Queen menggeleng .
"Jangan membantah Alexa ,kamu dari semalam seperti ini " Ucap Naufal dingin .
__ADS_1
" Aku baik ...."
" Kamu tidak baik² saja ,jangan membantahku dan membuat ku kembali membentakmu " Terpaksa Queen mengaguk
Seperti nya rencana kejutan nya akan gagal karena Naufal sudah mode on.
Dan siap akan meledak jika Queen tetap menolak jadi lebih baik menurut .
" Sudah " Queen menggaguk karena memang sudah merasa baikan tapi badannya begitu lemas .
Naufal membantu sang istri mencuci mulut dan wajahnya bahkan dia pun membantu menyikat gigi Queen .
Saat Queen sudah bersih baru dia membersihkan dirinya sebelum ke luar dari kamar mandi .
Saat semuanya siap, Naufal memilih ke luar lebih dulu memanggil Desi untuk menjaga Xana karena bayi gembul itu masih tidur di kamar mereka tapi dalam box setelah itu dia kembali ke kamar .
" Ayo " Ucap Naufal.
" Maaf iya mom " Ucap Queen tidak enak .
" Tidak papa, hati² jangan balap² kabari jika sudah selesai pemeriksaan semoga tidak ada hal buruk " Ucap Desi .
Padahal dalam hatinya dia sudah bisa menebak.
" Iya mom ,ayo sayang " Dengan berat hati Queen menerima uluran tangan suaminya dan ke luar dari kamar itu .
Apa tidak ada yang bisa menolong ku ? Seharusnya aku memberi tahu mommy dan membantuku Batin Queen dengan helaan napas panjang .
Kini mereka sudah berada dalam mobil menuju rumah sakit keluarga Queen .
" Mas " Naufal melirik ke arah Queen lalu kembali menatap ke depan .
" Mual lagi " Queen menggeleng " Lalu " Naufal menggegam tangan sang istri dengan lembut .
" Queen tidak sakit mas, percayalah " Naufal hanya diam saja tanpa mempedulikan ucapan sang istri.
" Mas kita kembali iya " Sama tidak ada respon sama sekali membuat Queen berdecak .
" Aku hamil mas " pekik Queen emosi .
Cit
Naufal langsung menahan tubuh sang istri lalu menatap ke belakang syukur ini masih pagi jadi jalanan masih sepi .
" A-pa " Queen mendengus kesal menatap Naufal " Aku hamil tapi aku belum periksa tapi bulanan ku sudah lewat ,jadi kita pulang saja iya periksa pakai testpeck dulu jika ..."
" Kita ke rumah sakit biar semuanya jelas " Potong Naufal lalu kembali menjalankan mobilnya .
' Tapi..."
" Diam dan tutup mulutmu " Queen berdecak sedangkan Naufal sudah senyum² sendiri membayangkan akan memiliki anak lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1