
Sepanjang perjalan ke rumah orang tuanya Queen hanya terdiam dia akan bersuara jika Eliza bertanya atau hanya meminta pendapat .
Dan begitu juga Naufal yang hanya fokus pada kemudinya hingga mereka sampai di rumah keluarga Queen .
" Kita sudah sampai ayah " Naufal mengaguk lalu ke luar dari mobil membuka pintu belakang dan menggendong Eliza di susul Queen .
" OPA ,EYANG " Pekik Eliza saat masuk dalam rumah , Naufal sedikit menjauhkan kepala nya karena teriakan Eliza .
" Jangan berteriak Zaza ini rumah bukan hutan "Eliza tersenyum kuda " maaf ayah " Jawab Eliza .
" Kalian sudah datang " Tanya Elvi lembut .
" Iya mom " Jawab Naufal lalu duduk begitu juga Queen , sedangkan Eliza memilih duduk di pangkuan Henry.
" Kata Daddy kamu hamil sayang " Queen mendengus kesal menatap Henry yang sibuk dengan Eliza .
" Iya Opa " Jawab Queen seadanya .
" Kenapa wajahmu seperti itu " Tanya Henry menaikan alisnya sebelah.
" kesal sama Daddy !! Apa tidak bisa menunggu ku " Henry tertawa kecil " Oh itu " jawab Henry sekenanya membuat Queen kesal .
" Berapa usianya " Tanya mommy Ellena.
"6 Minggu " Naufal menatap Queen bertanya tapi Queen hanya acuh saja .
"Apa yang kamu rasakan " Tanya Alan .
" Tidak ada ayah " Ujar Queen berbohong dia tidak ingin kehamilan nya menjadi orang yang sekitarnya khawatir termasuk Naufal .
" Kau tidak mual " Queen menggeleng cepat " hanya tertentu saja " Jawabnya .
" Cepat juga gerakan mu dude " Tanya Jeje ,Naufal hanya tersenyum saja .
" Kau baik² saja " Tanya Henry menatap dalam Queen ,Queen hanya mengaguk mendengar pertanyaan Henry .
" Kau yakin " Tanya Alan, Queen kembali mengaguk sambil tersenyum membuat dua orang pria itu mendengus saja .
" Apa Eliza akan punya adik bunda " Queen menggeleng cepat " Tidak sayang " Jawaban Queen membuat peserta yang ada di ruangan tengah kaget .
" Alexa "
" Queen "
" Berdoa saja semoga adik Eliza datang " Lanjutnya lagi sambil tersenyum tanpa mendengar protestan dari yang lainnya .
" Apa nanti perut bunda akan seperti aunty Dara " Queen mengaguk " Apa Zaza tahu ?? Anak aunty Dara ada dua " Ujar Queen sambil mengangkat tangannya dua .
Henry dan Alan menatap Queen pasti ada yang tidak beres dengan Queen ,sehingga menyembunyikan kehamilan nya dari Eliza .
" Banyak sekali , Zaza mau dua juga bunda " Queen hanya tersenyum kuda tanpa mengiyakan jawaban Eliza .
maaf bunda harus sembunyi kan sayang ,karena dengan begitu kamu bisa menerima ibu kandung mu dengan baik Batin Queen tersenyum .
Sedangkan Naufal yang sedang berperang dengan pikirannya tiba² dering HP nya menyadarkan nya .
" maaf ,Naufal angkat telepon dulu " Mereka mengaguk lalu Naufal meninggalkan tempat itu .
" Apa kamu ingin menyembunyikan pada Daddy " Queen hanya tertawa kecil " Tenang lah ,kalian seperti orang mau demo ,Queen masih bisa atasi " Jawab Queen tegas .
" Kau pintar sekali bohong " Jawab Raymond yang sejak tadi hanya terdiam .
" Ah sekali nya ada Kaka di sini " Celetuk Queen tertawa kecil .
"Eliza ayo kita main " Ajak Raine dia yakin jika saat ini keluarga nya akan membahas hal penting dan mungkin saja itu tidak mungkin di dengar oleh Raine .
" Ayo nanti aunty Ela sama aunty Sasa juga temani " Ujar Ela tersenyum.
"Di kamar aunty " Raine mengaguk cepat membuat Eliza turun dari pangkuan Henry .
" setelah itu turun makan princess " Raine menggunakan kepalanya begitu juga Ela dan syahzani.
" Apa aku perlu memberikan peringatan " Tanya Raymond menatap Queen .
" Biarkan Queen hadapi sendiri,semuanya akan baik² saja jangan terlalu khawatir " Ujar Queen serius .
" Tapi kamu sedang hamil Queen " Ujar Jeje .
" Kaka ipar juga sedang hamil tapi dia baik² saja ,jangan terlalu khawatir ok Queen hanya ingin kalian mempercayai ku " Ujar Queen sendu .
"Kami hanya takut sayang " Ujar Alan .
" Ayah seperti baru kenal Queen saja " Ujar Queen tersenyum kuda .
__ADS_1
" jika Ibu dan Kaka ipar bisa kenapa Queen Tidak bisa ,bukankah kami sama² menghadapi masalah yang sama " Elsa membuang napas panjang .
" Tapi pada akhirnya ibu yang kalah sayang " Queen mengaguk " Tapi kandungan Queen baik² saja Tidak perlu khawatir " Jawab Queen .
"Baiklah ,kami akan memperhatikan dari jauh saja ,dan jangan menolak jika kami mengawasi wanita itu demi keselamatan kamu dan cicitku " Queen mengaguk saja karena Naufal sudah selesai menelpon .
" Maaf Naufal lama terima telepon nya " Uajr Naufal .
" Tidak papa nak ,Ayo kita makan malam dulu kasian bumil di sini ada dua orang " Ujar mommy Ellena lembut .
" Panggil mereka " Ujar Daddy Radit menatap pelayan .
" Baik tuan " Jawab pelayan .
" Ayo kita makan dulu " Semua yang ada di ruangan itu langsung berdiri .
" Mau makan apa " Tanya Raymond menatap Adara .
" Apa saja " Raymond langsung mengambilkan makanan untuk Adara dan juga dirinya .
melihat itu Queen hanya tersenyum saja bukannya iri tapi dia malah bahagia .
" Mba minta buah iya sama salad sayur " Ujar Queen langsung berdiri .
" Kamu tidak makan " Tanya Naufal menatap Queen yang sudah berdiri .
" Aku ingin makan buah sama salad sayur " Ujar Queen berbohong karena dia tidak mungkin mengatakan jika dia tidak kuat mencium aroma masakan .
" Kamu bisa makan di sini " Ujar Henry curiga .
" Queen di kamar saja karena ada yang ingin aku cari " Elak Queen menatap memohon pada Henry .
" Aku temani " Queen menggeleng cepat " Mas temani Zaza saja " Ujar Queen lembut .
" Lagian mas juga belum makan papakan " Lanjutnya lagi .
" Apa kalian tidur di sini " Tanya Daddy Radit .
" Tidak Opa ,besok Eliza harus sekolah dan dia belum mengerjakan tugasnya " Jawab Queen .
" Baiklah kalau begitu kita makan " Uajr mommy Ellena , sedang kan Queen sudah pergi ke kamarnya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hingga akhirnya Raine menjanjikan jika weekend Eliza bisa bermain ke sini dan mereka akan menghabis waktu seharian penuh .
Barunya Eliza mau pulang lalu dia berpamitan pada semua yang ada di situ .
Kini mereka sudah sampai di apartemen Queen langsung membersihkan tubuhnya tapi tidak dengan naufal .
" Alexa " Queen mengehentikan langkahnya " Aku ke luar dulu sebentar " Queen hanya menggaguk .
" Pergilah dia sudah menunggu mu sejak tadi maaf sudah menahan mu terlalu lama " Naufal menghentikan langkahnya .
" Alexa " Queen langsung masuk dalam kamar mandi tanpa menghiraukan Naufal .
Naufal mengusap wajahnya kasar lalu dia ke luar dari kamar itu entahlah di akan ke mana .
Setelah selesai dengan ritual nya Queen langsung ke luar dari kamar menuju kamar Eliza .
" Belum tidur " Tanya Queen tersenyum " Iya bunda " Jawab Eliza .
" Mba istirahat lah ,Eliza biar bersama ku " Ujar Queen .
" Baik nyonya " Jawab Isna lalu ke luar dari kamar Eliza .
" Sayang sini " Eliza langsung mendekat ke arah Queen dan langsung duduk di pangkuan nya .
" Bunda boleh bertanya " Eliza menggaguk cepat " Apa Eliza tahu ibu kandung Eliza maksudnya yang melahirkan Zaza " Eliza mengaguk " Ayah yang ceritakan karena di kamar ayah ada foto bunda Lian " Ujar Eliza .
" Di rumah Opa " Eliza mengaguk " Bunda Lian ingin bertemu dengan Zaza boleh " Eliza menggeleng " Eliza tidak mau !! Bunda Zaza hanya bunda Queen " Queen tersenyum .
Ada rasa bahagia saat Eliza mengatakan jika hanya dia ibunya .
" Dengar bunda , Apa pun yang terjadi dia tetap bunda Eliza yang melahirkan Eliza ,bahkan bunda Lian juga yang mengandung Eliza sembilan bulan ,dan saat melahirkan Eliza dia bertarung nyawa ,jadi Eliza harus menghormati nya " Ujar Queen lembut .
" Tapi dia meninggalkan Eliza dan ayah bunda " Rajuk Eliza .
" Mungkin saat itu bunda Lian punya alasan yang mengharuskan meninggalkan kalian " Ujar Queen lembut .
" Tapi kenapa dia tidak menelepon Zaza " Tanya Eliza menatap Queen.
" Kalau itu bunda kurang tahu sayang " jawab Queen .
__ADS_1
" Ayo istirahat lah besok Eliza sekolah " Eliza mengaguk patuh lalu turun dari pangkuan Queen menuju tempat tidurnya .
" good night bunda ,i.lobe you " Ujar Eliza sebelum memejamkan matanya .
" Good night princess , i love you more " Jawab Queen lalu mencium kening Eliza .
Sebentar lagi kalian akan berkumpul ,tunggulah bunda akan mengembalikan keluarga kalian Batin Queen sambil mengelus perutnya .
maaf sayang bunda harus lakukan ini Lanjutnya lagi dalam hati
Lalu dia ke luar dari kamar Eliza tapi alangkah kagetnya saat melihat Naufal berada di sana .
" Apa yang kamu lakukan " Tanya Naufal dengan suara berat menahan emosi nya .
" Kau hanya ingin Eliza mengetahui ibu kandung nya dan tidak membencinya " Naufal memejamkan matanya kuat .
" Apa kamu harus melakukan itu " Tanya Naufal sambil mengikuti langkah Queen yang berjalan ke arah kamar mereka .
" Bukannya mereka harus bertemu , Aku hanya tidak ingin menjadi penghalang buat kalian "
" REGINA " Teriak Naufal kesal dia sudah tidak bisa menahan emosinya.
" Aku bisa lakukan sendiri tanpa bantuan mu ,sadar kamu hanya ibu sambung tidak lebih " Lanjutnya lagi dengan suara meninggi .
Deg .
Queen menghentikan langkahnya rasa sesak di dadanya membuatnya susah bernapas .
" Maaf " Ujar Queen sambil menarik napas panjang , Naufal mengusap wajahnya kasar lalu memeluk Queen dari belakang .
" maaf " Ujar Naufal ,Queen menahan tangisannya dia tidak ingin terlihat lemah di depan Naufal .
" Tidak papa, Aku yang salah maaf sudah ikut campur " Naufal menggeleng cepat " maaf bukan begitu maksud ku " Ujar Naufal sambil mencium kepala Queen .
" Pergilah bukannya mas ingin menemui nya "Naufal meggeleng cepat .
" Apa tadi kamu pergi memeriksanya " Queen mengaguk dalam pelukan Naufal .
" kenapa tidak menghubungi ku " Tanya Naufal .
" Aku tidak ingin mengganggu mu " Ujar Queen lembut .
" maaf untuk yang ..."
" Tidak usah memikirkan kami ,kami baik² saja aku akan menjaga nya dengan baik " Uajr Queen memotong ucapan Naufal .
" Apa mau mu?? Aku akan menuruti nya " Tanya Naufal .
" Kembali lah padanya karena mas sendiri masih mencintainya begitu juga dia dan ceraikan aku " Naufal mengepal kan tangannya menahan emosi nya .
" Apa itu mau mu " Queen mengaguk ,Naufal membalikkan badan Queen lalu menatap nya " Katakan sekali lagi " Queen menatap Naufal dalam diam .
" Katakan sekali lagi dan aku akan mengabulkannya " Ujar Naufal lagi ,Queen masih terdiam seolah lidahnya terasa keluh untuk mengatakan yang yang dia ucap kan tadi .
" Aku mau istirahat " Naufal menahan Queen " Katakan " Desak Naufal .
" CE-RAIKAN A-KU " teriak Queen terbata .
" kenapa kamu menyembunyikan dari Eliza " Tanya Naufal dingin.
" Aku tidak ingin dia ketergantungan dengan kami ,sehingga dia bisa menerima ibunya " Ujar Queen .
" Regina Zeroun Agrata " panggil Naufal dingin .
" Apa.kamu lupa dia anakku bukan hanya anakmu " Ujar Naufal tersenyum sinis .
" Kau akan mendapatkannya saat bersama nya " Naufal tersenyum miring .
" Seperti nya kau merindukan percintaan kita sayang " Naufal mengelus pipi mulus Queen .
Hingga akhirnya kembali terjadi pertempuran di atas ring yang sebenarnya malam ini
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚
__ADS_1