
Pagi harinya semua Orang sudah berkumpul tidak kecuali Arif nanti dia akan menyusul setelah Endang terbangun karena wanita itu sejak semalam susah untuk tidur .
Dan Arif hanya bisa menemaninya karena saran dokter jangan membiarkan dia sendirian apa lagi dengan orang asing karena itu akan membuat nya kembali mengingat nya dan berteriak histeris bahkan bisa saja dia melukai dirinya .
Dan dokter pun menyarankan agar Endang di bawah ke dokter spesialis dan Arif hanya mengaguk saja .
" Sudah bangun " Tanya Arif saat melihat ada pergerakan di tempat tidur .
" Ini aku " Lanjut nya saat melihat Endang kaget dan mundur " Jangan takut " Endang hanya diam saja " Ayo mandi kita harus pergi ke suatu tempat " Lanjutnya lagi .
" Kita ketemu Nada " Ucapnya saat Endang hanya terdiam saja , Endang langsung merespon saat mendengar nama sang adik " Mandi iya, pakaian mu ada di situ " Arif menunjuk paper bag yang di atas meja .
Endang turun dari tempat tidur sekalipun bagian bawahnya masih terasa sakit .
" Ayo aku bantu " Arif mengambil paper bag lalu membantu Endang ke dalam kamar mandi " Maaf ' Arif selalu saja mengatakan hal itu sekalipun tidak ada reaksi dan Endang .
" Aku ke luar iya kalau butuh papa panggil saja " Lanjutnya lalu ke luar dari kamar mandi .
dret....dret...
" Kami akan ke sana "
" Iya kami akan menyusul Endang lagi mandi "
" Iya, hati² bawa mobilnya ,kita bertemu di sana saja "
" Iya "
Arif langsung terduduk di sofa memejamkan matanya kuat ,dia bingung harus mengatakan apa pada Endang.
Setelah menunggu beberapa menit pintu kamar mandi terbuka Arif langsung menatap ke arah kamar mandi .
Endang ke luar sudah dengan pakaian lengkap nya dan suda terllihat lebih baik sekalipun matanya masih bengkak dan juga tatapan kosong .
Arif mendekat lalu membawa Endang ke sofa ,mereka sarapan terlebih dahulu sekalipun Endang tidak ada nafsu sama sekali padahal semalam pun dia juga hanya makan sedikit itu pun paksaan dari Arif.
" aku ingin bicara sesuatu denganmu"Arif membuka suara saat keduanya sudah selesai dengan sarapan nya sekalipun Endang tidak menghabiskan nya
__ADS_1
" Jangan takut " Ucap Arif saat tangan Endang gemetar " Dengar aku baik² iya ,maaf jika aku sudah menyakitimu sudah memberikan luka yang begitu besar " Arif menghapus air mata Endang dengan lembut " Don't crys " Arif kembali menghapus jejak cairan bening itu " Aku akan bertanggung jawab " Lanjutnya dengan Tersenyum lembut .
" Endang " Wanita itu menatap Arif " Kamu harus tanamkan ini dalam pikiran mu , bahwa masih ada aku yang selalu ada untukmu, masih ada aku yang ada di samping mu jangan pernah berpikiran kamu sendiri paham " Endang mengaguk pelan " Pintar " Arif mengusap rambut Endang dengan pelan " Kamu siap ketemu Nada " Endang mengaguk cepat " Ayo ,ingat aku selalu di samping mu " Endang hanya diam saja lalu mereka ke luar dari kamar hotel itu, Arif tidak pernah melepaskan tangan Endang sedetik pun .
Sesampainya di bawah mereka langsung pergi di mana tujua mereka saat ini .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Endang menatap Arif saat mereka sudah sampai di tempat yang di bilang Arif .
" Siap " Tanya Arif sebelum mereka turun .
" Kita di mana " Tanya Endang, Arif menggegam tangan Endang dengan lembut " Ketemu Nada " Arif menatap tangan Endang yang begitu keras mengegam tangannya " Ke-napa ke sini " Tanya nya Terbata .
" Kita turun iya " Endang menggeleng cepat " Kita sudah di tunggu " Endang tetap menggeleng dia tidak mau turun, Arif melepaskan genggaman tangannya memegang bahu Endang " Aku temani " Ucap Arif lalu membuka pintu mobil turun .
" Ayo " Ucap nya saat sudah berada di pintu mengulurkan tangannya pada Endang, tapi wanita itu tetap menggeleng " Ayo " Endang pun menurut sekalipun dia tidak mau .
Arif memegang tangan Endang tangan satunya memegang payung melindungi wajah mereka dari paparan matahari .
Dari jarak yang semakin dekat mereka bisa menatap kedatangan Arif dan Endang sekalipun wanita itu hanga menunduk .
Endang menatap Arif meminta Jawaban dan semoga apa yang ada di pikirannya salah .
" Lakukan " Titah Daddy Radit
Saat peti itu di buka ,Endang langsung menegang kaku Arif yang paham itu langsung memegang kedua pundak Endang .
" Jangan " Pekik Endang saat jenazah Nada di angkat dari peti kayu itu .
" Teruskan " Ujar Henry saat melihat pekerja kuburan berhenti .
" Saya mohon jangan " Elvi dan Elsa mendekat ke arah Endang memeluk wanita yang terlihat sangat rapuh .
" Jangan berpikir kamu hanya sendirian ,masih ada kami " Ucap Elsa lembut .
Semua yang ada di pemakaman itu ikut menangis saat mendengarkan tangisan Endang yang terdengar sangat sedih .
__ADS_1
Saat semuanya selesai Endang langsung berjongkok depan pemakaman sang adik .
" Kamu janji tidak akan meninggalkan kakak, kita belum jalan² dek ,bangun dek jangan tinggalkan Kakak hiks hiks " Semua orang hanya bisa terdiam menangis dalam diam .
" Nada " Teriak Endang histeris menjatuhkan kepalanya di atas tanah yang masih basah itu .
" Bangun nak, jangan begini " Ucap mommy Ellena lembut ,Endang hanya menggeleng saja .
menggegam tanah basah itu sambil menangis " Bawa kakak " Ucap Endang .
" Bawa kakak dek, Kakak tidak mau sendiri " Ucapnya lagi .
" Kamu tidak sendiri nak, ada kami keluargamu " Ucap mommy Ellena lembut .
Hampir 1 jam mereka menemani Endang akhirnya mereka meninggalkan tempat itu karena Adara dan yang lainnya memikirkan balita yang mereka tinggalkan di rumah bersama Nany dan pelayan di sana.
Kini Endang sedang berada di kamar rumah utama sesuai permintaan Daddy Radit untuk sementara biarkan Endang tinggal di sana.
" Ganti baju dulu iya " Ucap Arif lembut .
" Aku mau Nada " Ucapnya sesegukan .
' Nanti kita ke sana lagi " Endang menggeleng " Aku mau ketemu Nada " Ucapnya lagi .
Arif menghapus air mata Endang dengan lembut, sesak sekali melihat wanita itu menangis semenjak kejadian kemarin malam .
" Kenapa ayah sama ibu membawa Nada ,kenapa mereka meninggal kan aku sendiri " Arif langsung memeluk Endang " Ada aku ,aku akan menemanimu " Endang hanya menangis ' Maaf ,aku tidak bisa menepati janjiku, menyembuhkan Nada ginjal untuknya sudah ada tapi takdir berkata lain ,maafkan aku " Endang hanya diam saja bahkan kini dia sudah membalas pelukan Arif dan itu membuat Arif sedikit tenang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟