
Selesai membersihkan diri Naufal mendekat ke arah istri dan anaknya yang sedang duduk di atas karpet bulu .
" Tadi jam berapa pulang " Tanya Naufal duduk di atas sofa sedang kan istri dan anaknya berada di bawah .
"Lupa ,tapi di sana hanya sebentar saja " Naufal meletakan dagunya di atas kepala Queen .
Yang sedang memperhatikan sang anak yang begitu terlelap dalam tidurnya .
"Dia semakin menggemaskan " Queen mengaguk membenarkan .
" Bunda ayah " Naufal membalikan kepalanya menatap Eliza yang baru saja masuk .
" Ada apa dengan wajah mu " Tanya Naufal menaikan alisnya sebelah .
" Gimana bunda, sudah lebih baik " Queen membalikkan kepala nya menatap Eliza dari atas sampai bawah.
" Iya ,tapi kenapa memakai warna terang semua sayang kamu terlihat seperti ondel-ondel " Eliza mendengus kesal .
" Salah lagi " Queen mengaguk " Zaza perbaiki lagi " Eliza ke luar dari kamar orang tuanya .
" Biarkan saja ,itu aman untuknya jangan memarahi nya dia sedang penasaran saja " Naufal mengurung kan niatnya lalu dia kembali memeluk leher sang istri dan kembali meletakan dagunya di atas kepala sang istri.
"Sejak kapan dia seperti tadi " Tanya Naufal .
" Hbm sejak pulang dari mall " kekeh Queen pelan .
" Aku yakin jika sekarang barang itu sudah tidak berbentuk lagi " Ucap Naufal .
" Bisa jadi karena sejak tadi dia menghapus dan memakai nya kembali " Jawab Queen .
" Kakak mu sangat mengerikan son " Ucap Naufal menatap anaknya .
" Mas "
" Hebm"
" Apa aku boleh kembali ke butik, aku tidak mungkin membiarkan Risna sendirian " Ujar Queen hati² .
Naufal menarik napas panjang lalu mencium kepala Queen .
" Apa tidak bisa kamu meninggalkan butik ,bukan aku melarang mu aku hanya ingin kamu fokus pada aku dan anak² " Ucap Naufal lembut.
" Tunggulah sedikit lagi, jika Eliza sudah besar dia yang akan mengelola nya " Ucap Queen .
Dia sudah memikirkan itu semuanya makanya melihat sikap Eliza yang begitu menyukai makeup dan selalu protes dengan penampilan nya membuat Queen bahagia .
" Baiklah ,tapi tidak untuk selalu di sana bukannya masih ada Titin kan " Queen mengaguk .
" Besok aku akan membawa Xana ,aku tidak enak selalu meminta bantuan mommy dan daddy " Ucap Queen .
" Biarkan Xana di rumah dan penuhi semua Susu nya " Ucap Naufal tegas.
" Tapi mas ..."
" Finall atau tidak sama sekali " Queen menarik napas pasrah " Iya Xana di rumah " Naufal memberi kan ciuman lembut sebagai rasa terima kasih nya .
Saat keduanya tengah terdiam sambil menatap bayi yang selalu menutup matanya tertidur .
Kedua nya di kagetkan kedatangan eliza dengan wajah kesalnya .
__ADS_1
" Eliza cape " Aduhnya bahkan wajahnya belum di bersihkan sama sekali .
" Kenapa " Tanya Naufal .
" Kenapa susah sekali sih , Zaza lihat bunda memakai nya gampang " Queen terkekeh pelan .
" memang begitu sayang jika pertama " Ucap Queen tersenyum.
" Cuci dulu wajah Kak, ayah ngeri lihat wajah nya " Eliza langsung berlari ke kamar mandi orang tuanya .
" Hati² nanti jatuh " Queen langsung memegangi Xana karena suara sang suami membuat bayi itu kaget .
" Sorry sayang " Queen hanya menggaguk saja .
Tidak berselang lama Eliza ke luar dengan wajah yang sudah bersih .
"Seperti nya ada yang ingin menyaingi kecantikan istri ayah " Sindir Naufal saat Eliza sudah duduk di samping Sang adik .
" Ayah jangan mulai " Tegur Queen lembut .
" Ayah " Rengek Eliza manja " Bunda ,ayah nakal " Lanjutnya pada Queen .
Naufal mendudukan dirinya di bawah sehingga kini posisinya dia berada di belakang Queen .
Membuat wanita itu harus maju ke depan ." Makasih ' Bisik Naufal sambil memeluk Queen dari belakang .
" princess tidak ada tugas " Tanya Naufal pada sang putri .
" Iya ayah " Jawab Zaza yang kini sudah berbaring di samping Xana dan menggegam tangan kecil itu .
" Bunda kapan adek bisa di ajak bermain ,Zaza bosan sendiri terus " Ucap Eliza sendu .
"berdoa semoga adek selalu sehat biar nanti bisa menemani Zaza " Ucap Naufal lembut .
Naufal langsung melepaskan pelukannya saat mendengar tangisan anaknya .
dengan segera Queen mengangkat Xana dan memberikan asupan makanan nya .
Membuat tangisan nya berhenti seketika " Haus iya sayang " Ucap Naufal mengelus kaki kecil anaknya .
" Ayah " Naufal menatap Eliza " Apa dulu Zaza seperti Ade minum susu dari bunda " Tanya Eliza polos .
" Dulu Zaza tidak suka sehingga ayah memberikan susu formula " Jawab Queen cepat saat melihat suaminya hanya terdiam .
" Benarkah " Queen mengaguk " Kata Oma, Zaza sangat menyukai susu yang di belikan ayah " Jawab Queen .
Naufal menatap sendu ke arah Eliza yang tidak pernah merasakan seperti yang kini Xana dapatkan.
Mengingat perjuangan nya dulu untuk Eliza membuat Naufal kembali terdiam dan menundukkan kepalanya di belakang Queen .
" Ayah " Naufal hanya mengaguk mendengar panggilan Queen .
sedangkan Eliza masih menatap Xana yang begitu cepat mengisap sumber makanan nya membuat gadis kecil itu tertawa kecil .
" Biarkan seperti ini bunda " Ucap Naufal lirih ,Queen pun membiarkan Naufal .
" Bunda kenapa mulut Ade begitu " Tunjuk Eliza sambil tertawa .
" Ade lapar kakak " Ucap Queen menirukan suara anak kecil .
" Apa Ade tidak bisa makan nasi seperti kakak " Tanya Eliza .
__ADS_1
" Belum boleh kak, Xana makan dari bunda dulu " Jawab Queen dengan suara anak-anak .
" Nanti kalau sudah bisa kakak suapin Ade iya " Tanya Eliza pada sang adik .
" Iya kak " Jawab Queen Tersenyum sambil mengelus kepala putrinya .
" I love you " Bisik Naufal lembut .
" Me to " Jawab Queen .
" Apa Xana sudah selesai " Queen menggeleng " Sudah waktunya makan malam " Lanjutnya lagi .
" Dikit lagi mas " ucap Queen .
5 menit berlalu akhirnya Xana selesai juga dengan urusan perut nya dan Naufal langsung mengambil ahli tubuh kecil itu .
" Ayo " Queen menerima uluran tangan suaminya sambil memegang tangan Eliza .
Pelayan yang melihat keharmonisan keluarga majikannya Tersenyum bahagia .
Hal yang tidak pernah mereka lihat sejak dulu kini sudah menjadi makanan mereka melihat tuan muda mereka begitu menyayangi dan mencintai keluarga kecilnya .
Semenjak kedatangan Queen di keluarga itu ,bahkan Naufal yang biasanya pulang larut malam kini bisa di bilang sebelum magrib pria itu sudah berada di rumah .
" Malam Mom Dad " Sapa Queen langsung mendudukan Eliza di kursi nya .
" Malam sayang ' Jawab Desi Tersenyum .
" Apa Cucu Opa sudah makan " Tanya Faisal menatap Xana di gendongan Naufal .
' Sudah Opa " Jawab Naufal .
"Zaza belum Opa " Faisal tertawa kecil " Ah ternyata Cucu Opa yang cantik ini belum makan " Ucap Faisal .
' Opa kira sudah ,karena semenjak ada Xana ,Eliza melupakan Opa dan Oma ,iyakan Oma ? " Desi mengaguk saja sambil melayani suaminya .
' Maaf Opa , Oma " Eliza menunduk kepalanya " Zaza hanya bermain dengan adek " Lanjutnya lirih .
" Tapi Zaza tidak melupakan Opa sama Oma koh ? Iya kan bunda " Queen mengaguk saja .
" Opa hanya bercanda sayang, Opa hanya cemburu karena Zaza tidak mengajak Opa main lagi ' Ucap Desi Tersenyum.
" Benarkah" Desi mengaguk " Besok jika Zaza pulang sekolah akan memanggil Opa untuk main bersama " Ucap Eliza sungguh-sungguh .
Membuat peserta yang di meja makan itu hany tersenyum kuda .
" Opa tunggu " Jawab Faisal Tersenyum.
" Sudah ayo makan dulu " Ucap Desi mengakhiri percakapan suaminya dan sang Cucu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟 🌟🌟
Buat kesayangan author mampir yuk di novel terbaru author Jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat lagi .