Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 16 (2)


__ADS_3

Setelah berpamitan pada Isna Morgan , Rehan dan Arif langsung menuju rumah Naufal tanpa membuang² waktu lagi .


Sedangkan Isna di temani penjaga wanita yang di minta Morgan,Isna juga sudah mengetahui dirinya yang kini tengah berbadan dua ada rasa haru, senang.


" Lo koh bertiga Isna mana Gan " Tanya Queen lembut pada ketiga pria itu kini sudah duduk di ruangan tamu ' Nona Queen, saya ingin bicara sesuatu " Queen melihat Morgan dengan wajah serius pun mengaguk pelan " Isna sedang di rumah sakit,dia di rawat ada satu masalah yang aku perbuat dan kami berdua tidak tahu menahu tentang itu sebelum tadi dokter memberi tahu ku " Morgan menjeda Ucapan nya ' Isna hamil ' Jawabnya menunduk ,Queen yang tidak kaget hanya mengaguk sebagai jawaban " Aku akan membantu mu, tidak usah takut " Morgan bernapas lega memang Nona muda keluarga bosnya itu bisa di andalkan " Kapan Isna bisa kembali " Tanya Queen.


" Dia harus di rawat dulu Non mungkin dua hari " Jawab Morgan ,saat Queen akan kembali bersuara Naufal langsung duduk di samping nya mencium kening Queen dan Xana .


" Mas, Morgan ini bicara sesuatu " Queen membuka lebih dulu pembicaraan keduanya " Tentang " Tanya Naufal yang sebenarnya sudah bisa menebaknya.


" Tentang Isna, suka sekali basa basi " Naufal hanya tersenyum saja " Kenapa dengan nya " Tanya Naufal mengalikan pandangan pada Morgan " Maaf sebelumnya jika ini mendadak dan menggangu waktu tuan bersama keluarga " Morgan menjeda Ucapan nya " Saya akan menikahi Isna tuan " Naufal menaikan alisnya " Bukannya kita sudah membahas ini " Morgan mengaguk " Isna hamil " Bisik Queen membuat Naufal kaget dan menatap Queen " Kenapa bisa " Tanya Naufal sedikit meninggi kan suara nya " Iya bisalah,memang dulu Queen kenapa bisa hamil " Naufal menatap Morgan yang terlihat tenang karena dia yakin Queen akan membantunya " Kau mencuri start " Tanya Naufal kesal .


" Sudah ,yang penting dia mau bertanggung jawab, kaya baru dengar saja ,Daniel saja begitu " Naufal menatap kesal yang istri ' Lalu Isna di mana " Tanya Naufal masih dengan wajah kesalnya " Maaf tuan ,Isna do rumah sakit dia di rawat karena sakit perut bagian bawahnya tadi pagi " Jawab Morgan tanpa memberi tahukan penyebab nya apa .


" Kenapa tidak menelpon ku " Ucap Naufal emosi .


" Mas ehs Xana kagetkan " syukur Queen langsung mengelus dadanya dengan lembut membuat bayi berumur 7 bulan itu tidak jadi menangis " Tapi yank ...."


" Sudah tidak usah memperpanjang masalah, dia ke sini ingin meminta izin !! Semuanya sudah terjadi apa kamu tidak kasian pada Isna dan anaknya jika kamu keras kepala, biarkan mereka menikah Morgan hanya ingin dekat dengan Isna dan calon anaknya " Ucap Queen lembut .


" Kenapa kau membela mereka ?? Apa karena mereka orang kepercayaan keluarga mu " Ucap Naufal emosi.


" Aku bukan membela mereka ,siapa pun yang akan menjadi suami Isna ,kita tidak punya hak mas ,karena Isna sendiri menerima nya ,Morgan meminta izin karena dia menghargai keluarga kita ,keluarga mas yang sudah menganggap Isna keluarga" Naufal mendengus kesal " Berapa usianya " Tanya Naufal kesal .


" Memasuki 5 Minggu tuan " Jawab Morgan tenang .


" Sekali lagi saya minta maaf tuan ' Naufal memejamkan matanya " Kita tidak mungkin melakukan lamaran karena Isna sudah hamil, dan aku akan berbicara pada orang tuaku ,nanti aku kabari kapan waktu nya kalian akan menikah, dan aku yang akan menanggung semuanya , persiapkan saja dirimu dan beri tahu keluargamu " Morgan mengaguk tapi dia bingung , keluarga dia akan mencuri di mana .


" Keluargaku hanya mereka tuan ' Tunjuk nya pada Rehan dan Arif .


" Pergilah ke rumah,minta bantuan Daddy sama Opa ,aku yakin mereka mau membantumu " Morgan terlihat ragu untuk melakukan itu " Pergi saja , Rehan saja bisa kenapa kamu tidak" Morgan mengaguk cepat .

__ADS_1


" Saat Isna ke luar saya akan bicara pada tuan besar dan tuan muda " Ucap Morgan ,Queen hanya mengaguk saja .


" Maaf ,aku bukan mengusir mu, tapi pasti saat ini Isna sendirian di rumah sakit jadi kamu kembali saja ke sana tapi tunggu aku minta pelayan membawakan makan malam kalian " Ucap Queen lembut lalu memberikan Xana pada Naufal .


" Terimakasih Non ' Jawab Morgan .


" Awas kamu " Morgan menanggapinya dengan senyuman lalu mengikuti Queen ke dapur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Morgan masuk dalam ruangan Isna dengan senyum lembutnya menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri dan ibu anak²nya kelak .


" Sudah " Morgan hanya mengaguk lalu mencium kening Isna , sedangkan pengawal wanita yang menjaga Isna sudah ke luar saat melihat Morgan masuk .


" Gimana " Tanya Isna sambil memperhatikan Morgan membuka kotak bekal yang entahlah dari mana .


" Semuanya lancar , Ayo makan dulu supaya cepat sembuh dan Ade bisa kembali kuat " Morgan membantu menaikan sandaran tempat tidur Isna lalu meletakan bantal di belakang nya .


" Di kasih nona Queen tadi sebelum ke sini dia meminta pelayan menyiapkan ini dulu" Isna Tersenyum lalu membuka mulutnya saat Morgan menyuapinya .


Sedangkan di apartemen Arif baru saja masuk dia sudah mencium aroma masakan yang membuat cacing di perutnya seketika meronta ingin di beri makan .


Arif ke arah dapur ,seumur² ini pertama kalinya di apartemen nya tercium aroma memasak karena memang dia tidak pernah memasak dia makan di rumah utama , Rehan atau makan di luar bersama kedua sahabatnya .


" Kau masak " Endang menatap ke belakang karena kaget " Ma-af apa tidak ...."


" Lanjutkan ,kamu masak apa " Arif mendekati meja makan di mana sudah ada beberapa lauk di atas meja " Cuci tangan dulu tuan " Ucap Endang yang langsung di turuti Arif lalu dia mengambil garpu yang ada di atas meja .


" Sejak kapan kamu belanja " Tanya Arif membuka jasnya lalu duduk " Pulang dari kantor tuan " Ucap Endang lalu membawa sepiring udang crispy asam manis .


" Kamu biasa masak " Tanya Arif matanya masih menatap meja makan, dia bingung ingin mencicipi apa dulu .

__ADS_1


" Iya tuan, makan di luar belum tentu sehat " Ucap Endang .


" Mau makan tuan " Arif mengaguk ,Endang pun lalu menyendok kan nasi di piring Arif lalu di berikan pada arif.


" Apa ini pedas " Tanya Arif menunjuk sayuran dengan kuah merah " Tidak tuan ,itu hanya warna nya saja " Arif mengagguk paham lalu menyendok sayuran itu .


" Apa kamu juga membeli beberapa alat dapur " Endang mengaguk,karena Memang apartemen Arif tidak ada papa pun " Kenapa tidak menunggu ku ,nanti aku ganti uang nya " Endang menggeleng " Tidak usah tuan,ini tidak sebanding ..."


" Jangan membantah " Endang langsung mengaguk cepat " Iya tuan " Jawab Endang .


" Ah iya maaf, saya tidak terlalu tahu makanan kesukaan tuan, kalau tuan tidak keberatan saya minta di tuliskan untuk sarapan dan makan malam " Ucap Endang Terbata .


" Masak apa saja ,asal pagi no carbo, malam juga ganti dengan yang rendah ....'


" Maaf ..."


" Tidak papa hanya untuk malam ini "Endang bernapas lega " Terimakasih tuan " Arif hanya mengaguk .


" Boleh aku makan, sejak tadi kamu mengajakku bicara " Endang tertunduk malu " Maaf tuan ' Cicit Endang lalu dia pun ikut makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😚😚😚😚


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2