
Siang harinya Morgan dan Rehan kembali ke apartemen karena Rosna menelpon Rehan untuk makan siang di apartemen dan dia sudah memasak banyak menu di bantu ibu hamil itu tentunya .
" Arif lagi jemput Endang " Ucap Rehan .
" Mba Endang mau ke sini " Rehan mengaguk " Aku menyuruh Arif menjemput nya " Jawab Rehan
" Makasih " Rosna langsung memeluk Rehan .
" Baby rewel " Isna menggeleng " Maaf " Morgan hanya menggaguk lalu mencium kening Isna .
" Sekarang sudah paham " Isna mengaguk Tersenyum lalu memeluk Morgan karena malu .
" Hai princess nya uncle " Sapa Morgan menatap Aurellia yang masih asik memakan buahnya lewat Dot khusus .
" Makin cantik " Ucap Morgan lalu mencium wajah Aurellia yang belepotan buah kiwi .
Lalu Morgan mengambil tisu membersihkan mulutnya yang ikut kotor karena mencium Aurel .
" Masak apa " Tanya Rehan
" Sesuai keinginan ibu hamil " Rehan dan Morgan menatap Isna " kenapa tidak menelpon ku " Isna menggeleng " pengen masakan nya Rosna " Jawab Isna .
" Memang kamu mau apa " Tanya Morgan yang masih duduk d samping kereta Aurellia .
" ikan bakar,sambal mangga , semur jengkol sama, sayur kangkung terasi ,sama Pete goreng " Rehan dan Morgan melotot kan matanya .
" Pete ,jengkol " Ucap Morgan dan Rehan bersamaan .
" Iya " Jawabnya Tersenyum .
Rosna hanya tersenyum melihat wajah kusut suamimya yang memang tidak suka jengkol, lalu Morgan yang membenci Pete karena menurut nya baunya sangat bau .
Ting ... Tong
" Itu pasti Arif " Ucap Rehan ,Rosna ikut berdiri meninggalkan pengantin baru mengikuti sang suami
ceklek
" Mba Endang " Panggil Rosna senang .
Arif meninggalkan Endang yang sudah berada di tangan Rosna lalu masuk bersama Rehan .
" Maaf kami lama " Rosna menggeleng " Tidak ,tapi aku sudah tidak sabar menunggu mba " Endang Tersenyum " Aurel mana " Tanya Endang .
" Ayo, di dalam ada Isna juga " Endang hanya mengagguk lalu mengikuti Rosna .
" Mba Endang " Sapa isna Canggung " Iya Non " Jawab Endang .
" kamu lebih tua " Jawab Arif menatap Endang .
" Panggil nama saja Mba " Ucap Isna Tersenyum " baiklah ' Ucap Endang .
" Katanya mau makan aku sudah lapar " Ucpa Arif tanpa malu .
" Mereka masak jengkol dan Pete " Arif langsung menatap tajam Rehan .
Rehan mengaguk pelan kepala nya sebagai jawabannya lalu dia menatap Morgan .
Morgan kembali menggeleng lalu menatap istrinya mereka seperti lagi berbicara lewat sorot mata .
__ADS_1
" Shiiiittt " Umpat Arif
' Ayo kita makan dulu " Ajak Rosna sambil mendorong kereta Aurel .
" Dia mengidam ' Morgan mengaguk pelan " Maaf " Cicitnya Arif dan Rehan hanya menghela napas .
" Tidak usah memasang wajah kusut " Ucap Rosna yang paham dengan ketiga pria itu .
Lalu mengambil beberapa menu yang sudah di siapkan memang .
" Kau membuat kami takut sayang " Rosna tertawa kecil .
" Babe tidak suka jengkol sama Pete " Morgan Tersenyum kikuk " Maaf Honey " Jawab Morgan .
" Pantasan Rosna memasak banyak ,bahkan aku sampai bingung ingin tanya tapi takut " Ucpa isna Tersenyum .
" Sekarang kamu sudah paham kan ,untuk Mba Endang juga harus ingat kalau suami Mba tidak suka Pete ,terasi dan jengkol" Endang langsung menatap Arif .
" Seperti nya aku harus banyak belajar dari kamu " Ucap Endang .
" Mba bisa langsung bertanya pada orang nya begitu juga kamu " Ucap Rosna menatap Isna .
"Aku kira dia pemakan semua jenis makanan "Cibir Isna .
" Tidak untuk dua jenis makanan itu honey " Bela Morgan .
Lalu ketiganya melayani suami mereka masing² baru mereka mengambil untuk mereka sendiri .
" Kamu suka jengkol " Tanya Arif menatap Endang ' Suka apa lagi di masak kaya gini " Ucap Endang .
" Jangan pernah memasak itu di apartemen " Ucap Arif tegas .
" Dengan senang hati ,tapi aku harap bayarannya sesuai " Canda Rosna tertawa begitu juga yang lainnya .
" Kau sangat pintar mencari uang " Ucap Rehan bangga .
' Ck ' Lidah kedua sahabatnya berdecak kesal .
Lalu mereka kembali makan sesekali Rehan menatap sang putri yang fokus sama dot buahnya membuat nya Tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
' Aku kenyang " Gumam Arif bersandar di tubuh sang istri karena kekenyangan sambil memeluknya .
" Kau benar ,aku bahkan menambah sampai dua kali " Timpal Morgan bersandar di pundak Isna .
" Kalian seperti orang tidak makan sebulan " Ucap Rehan .
" Kamu tahu jika yang gratis tidak pernah kami tolak " Ucap Morgan Tersenyum .
" Lihat bahkan Aurel juga sudah tidur " Ucap Arif menatap Aurel yang sudah tidur dalam kereta nya .
" Kalian istirahat lah di kamar ,aku juga ngantuk " Ucap Rehan berdiri sambil mengangkat tubuh Aurel .
" Iya itu yang terbaik untuk sekarang " Ucap Morgan .
" Mau pulang " Tanya Arif tanpa menatap Endang " Istirahat saja dulu " Arif mengaguk lalu berdiri begitu juga Morgan yang membantu Isna berdiri .
🌵
__ADS_1
🌵
🌵
🌵
" Aku harus banyak belajar dari Rosna " Ucap Endang saat keduanya sudah berada di kamar .
" Tidak harus ,aku masih mampu membayar pelayan " Endang menggeleng " Aku melihat tuan Rehan begitu semangat aku jadi ingin memasak sendiri apalagi tuan juga makannya banyak " Ucap Endang Tersenyum .
" Kamu akan sibuk berkerja nantinya, jadi tidak harus memaksa kan dirimu " Ucap Arif .
" Tidak papa ,aku bisa koh karena dulu juga begitu saat masih ada Nada , sekalipun hanya masakan sederhana " Ucapnya .
" Baiklah, lakukan itu yang membuat mu senang " Endang mengaguk " Ayo istirahat mobil mu sudah ada di apartemen " Ucap Arif .
" Serius " Arif mengaguk " Makasih banyak , i love you , CUP " Endang mencium bibir Arif lalu memeluknya dengan erat .
Arif hanya tersenyum lalu mengusap kepala Endang dengan lembut " Ayo tidur perut ku sangat penuh " Endang mengagguk .
Di kamar lainnya Isna dan Morgan juga sudah berada di atas tempat tidur saling memeluk .
" Apa baby sudah kenyang " Isna mengaguk " Masakan Rosna enak " Ucap Isna .
" Makanya kami sering ke sini hanya untuk makan " Isna menatap Morgan .
" Apa boleh belajar masak dengannya " Morgan mengaguk "boleh, asal baby baik² saja " Ucap Morgan .
" Mulai besok iya " Morgan mengaguk " Ayo tidur " Isna memeluk erat tubuh besar itu tapi tidak berlangsung lama .
" Babyku nanti sesak Isna " Isna melonggarkan pelukannya lalu memukul pelan dada suaminya " Selalu saja anaknya " Ucap Isna kesal .
" Kamu sudah lunas ,jadi jangan banyak tuntutanmu " Isna berdecak lalu kembali memeluk Morgan begitu juga Morgan .
🌵
🌵
🌵
" Kamu memang terbaik " Rosna hanya tersenyum merapikan tempat tidur anaknya .
" Aku senang ada teman , boleh tidak mereka ke sini tiap hari " Tanya Rosna menghampiri suaminya yang sudah di atas tempat tidur .
" Boleh, tapi kalau Endang belum masuk kerja !! Soalnya kata Arif dia akan kembali berkerja " Jawab Rehan .
" Kalau Isna " Tanya Rosna masuk dalam pelukan suaminya .
"Nanti aku bilang sama Morgan " Rosna mengaguk " Makasih " Rehan hanya diam saja
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟