Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Eliza rewel


__ADS_3

Kini semua keluarga Queen berkumpul di rumah sakit begitu juga orang tua Naufal .


Sedangkan yang lainnya ke perusahaan kembali beraktifitas seperti biasanya .


Setelah drama di mana Eliza selalu menangis sakit kepalanya dan di ganti perban di kepalanya kini gadis centil itu sudah bisa tenang .


setelah Naufal mengizinkan Queen menggendong nya sambil duduk di atas tempat tidur Eliza .


" Mas tolong " Naufal mendekati tempat tidur Eliza " Kenapa " Tanya Naufal .


" Kakiku keram " Naufal memukul pelan kaki Queen membuat wanita itu meringis .


" Ayo mommy bantu " Elvi mengangkat tubuh Eliza lalu di baringkan di tempat tidur dengan pelan sambil memukul bokong Eliza


" Pelan² mas " Ujar Queen.


Tok ....Tok ...


Ceklek


"Maaf tuan , nona Isna sudah siuman " Davin langsung berdiri di ikuti Henry ,Jose dan yang lainnya .


Kini di ruangan hanya ada elvi Naufal dan Queen .


" Bunda hiks hiks " Queen langsung menatap Eliza .


" Bunda di sini sayang " Jawab Queen sambil memegang kaki Eliza .


" Mau gendong "


" Sama ayah iya ,kaki bunda keram sayang " Eliza semakin terisak .


" Sama Oma mau " Sama saja Eliza tetap tidak mau ,dia mau sama Queen .


" Iya sudah sama bunda " Naufal dan Elvi langsung menatap Queen .


" Tapi sayang perutmu ..."


" Tidak papa mas , Queen baik² saja " Ucap Queen yang mengerti ke khawatiran Naufal .


" Kamu yakin nak " Queen mengaguk " Dari pada Zaza menangis mom ,Queen Tidak tega " Jawab Queen lembut .


Ceklek .


" Kenapa lagi "


" Eliza tidak mau di gendong orang lain Dad, kaki Alexa keram " Henry menghela nafas panjang .


" Sama Opa mau ?? Kita duduk sofa sama eyang " Eliza mengikuti arah tangan Eliza .


Lalu Mengaguk pelan, henry pun mengambil Eliza di tempat tidur di bantu Elvi membawa tiang infus Eliza .


" Kenapa Eliza hen " Tanya Jeje yang baru masuk .


" Rewel " Jawab Henry lalu mendudukan bokong nya sambil menggendong Eliza dan di tepuk pelan punggung Eliza .


" Gadis kecil opa kenapa hm " Tanya Alan lembut .


" Sa-kit " Cicit Eliza .


" Kepala " Eliza hanya mengaguk lemah .


" Cepat sembuh nanti eyang bawa Zaza jalan² " Eliza hanya mengaguk .


" Terus dia kenapa " tanya Alan menatap Queen dan Naufal .


" Kakinya keram ,tapi Eliza Tidak mau dengan orang lain kecuali Queen makanya nangis " Jawab Henry .


" Syukur ada Queen ,jika tidak kamu seperti orang gila " Cibir Alan yang masih kesal dengan Naufal .


" Tidak usah mengusik Naufal ,kau lebih parah darinya " Lagi² Alan hanya mendengus kesal karena lagi² parah wanita membela Naufal .


Yang selalu memasang waja tertindasnya jika sudah di depan keluarga Queen .

__ADS_1


Tapi itu menurut Alan bukan menurut Naufal .


" Lebih baik kamu tutup rapat mulutmu sebelum ketua mereka bicara " Bisik Jose sambil menatap Mommy Ellena yang hanya terdiam .


" Mas sudah " Naufal mengentikan pijitannya " Sudah mendingan " Queen mengaguk " Iya " Jawabnya .


" Ayo aku bantu turun " Queen pun menurut lalu menegang tangan Naufal .


Tok ...tok ...


" Masuk "


Ceklek .


" Maaf tuan " Daniel masuk mendekati Naufal yang duduk di samping tempat tidur Eliza .


" Ada masalah " Tanya Naufal saat melihat wajah panik Daniel .


" Hm ,itu alvian ..."


" Kita ke perusahaan " Potong Naufal cepat " Sayang Tidak papa kan aku tinggal sebentar " Ujar Naufal menatap Queen .


" Apa ada masalah besar " Tanya Queen lagi .


" Hanya masalah kecil ,aku Janji hanya sebentar boleh iya " Izin Naufal lagi .


" Pergilah Jose, Jeje dan Alan akan menemanimu ,dia akan meminta hak asuh Eliza dan membebaskan ****** itu " Ucap Henry terang²an .


" Tapi Dad...."


" Pergilah ,kami akan menjaga Eliza " Naufal menatap Queen memohon untuk mengizinkan nya .


" Sayang " Queen menggaguk " Jangan lama cepat kembali " Naufal menggaguk lalu mencium kening Queen .


" Jangan buat dia membawa Eliza " Lanjutnya lagi .


" Pasti sayang " Lalu Naufal berbicara pada calon anaknya " Ayah pergi iya dek " Pamit Naufal lalu mencium perut Queen .


" Tenang lah semua akan baik-baik saja " Ujar Faisal menenangkan Naufal .


" Ayo aku Tidak Sabar melihat wajah bajingan itu " Umpat Alan lalu berdiri dari kursinya .


Naufal menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Naufal dan yang lainnya sudah sampai di perusahaan kini mereka sedang berhadapan dengan Alvian dan sekertaris nya .


" Apa dia pria bajingan itu , menjijikan " Itulah yang pertama ke luar dari mulut Jeje .


" Jaga ucapan anda tuan, saya ke sini ingin mengambil Eliza " Alan tertawa ,lalu menatap tajam Alvian tajam .


" Siapa Eliza " Tanya Alan


" Anakku " Jawabnya tegas .


" Bukannya seorang Alvin bayarev belum menikah " Tanya jose sinis .


" Bukan urusan Anda " Jawabnya ketus .


" Apa kau tidak ingin mengetahui keadaan ****** itu " Ucap Alan tersenyum sinis .


" Apa maksud anda " Jawab Alvian , Jeje melempar beberapa foto Lian yang sedang bermain dengan berbagai pria .


" Ah apa kau tidak tahu kelakuan nya ,Sudah aku duga !! Pasti kamu juga Tidak tahu tujuannya kembali ke sini bukan " Tanya Jose Tersenyum mengejek .


Sedangkan Alvin mengepalkan tangannya wajahnya memerah menahan emosi nya .


" Apa kau tahu di mana Eliza sekarang " Alvin menatap Alan .


" Dia sedang di rumah sakit di mana ibu kandung nya katanya " Jeda Alan menatap balik Alvin " Menabraknya hanya karena gadis centil itu Tidak menyukainya dan menolak nya secara halus saat dia meminta mendekati Naufal " Ucapnya penuh penekanan .


" Tidak mungkin " Ujar Alvin tegas .

__ADS_1


" Kau ingin bukti " Jose melempar kan HP nya memperlihatkan foto Naufal yang sedang bersama Lian bahkan video mereka saat bersama Eliza pun ada .


Alvian menatap Naufal yang sejak tadi terdiam sambil menatap nya .


" Bajingan...."


BUGH


Naufal yang memang sudah sangat emosi saat mengetahui ayah Eliza dia Tidak bisa menahan lagi .


Apa lagi pria itu kembali lagi setelah mengusik kehidupan nya .


" Tuan " Alvian menghempas kan tangan sekertaris nya lalu mengelus bibirnya yang berdarah .


" Jangan kira aku masih seperti 3 tahun yang lalu ,kau salah tuan Alvin yang terhormat " Ucap Naufal dingin .


" Kau ingin mengambil Eliza ,jangan mimpi ke Mana anda selama ini, kemana bajingan?? " bentak Naufal lalu menendang perut Alvin


Bugh


" Bajingan " Alvian bangun ingin menyerang Naufal namun dia kalah cepat dari Naufal yang lebih dulu memukul wajahnya .


Bugh


" Bawa bosmu ke luar dari sini jika dia sudah sembuh silahkan datang kembali " Ujar Naufal .


" Tuan ..."


" Kau akan melihat siapa aku tuan Naufal Zeroun Agrata " Ucap Alvin tegas .


" Iya aku menunggumu melakukan hal yang sama seperti 3 tahun lalu ,dan akan aku perlihatkan bagaimana caranya bermain " Ucap Naufal sambil memasukan tangannya di saku celana .


" Tuan ayo " Alvin ke luar dari ruangan itu dengan emosi yang memuncak .


" Aku akan pastikan kamu memohon " Ujarnya saat sudah ke luar dari ruangan itu .


" Kembali lah ke rumah sakit , kami akan membantu Daniel di sini " Ujar Alan membuat Jose dan Jeje menatapnya bingung .


" Kau tidak sakit kan " Alan mendengus kesal .


" Aku membencinya tapi aku juga masih punya rasa kemanusiaan " Ucap Alan kesal .


" Ah benarkah " Ujar Jeje tertawa kecil.


" Shiiit " Umpat Alan .


" Kembali lah ,jangan membuat Queen menuggu mu " Ujar Jose .


" Tapi pa ...."


" Tidak usah khawatir semua akan baik² saja " Potong Jeje cepat .


" Terimakasih ,maaf Naufal merepotkan papa ,ayah dan papi " Ucap Naufal menunduk kepalanya.


" Cih jika seperti ini kamu terlihat sopan pada kami " Cibir Alan .


" Tunjukan di mana ruangan Naufal " Ujar Alan menatap Daniel .


" Mari tuan " Jawab Daniel membukakan pintu .


" Kembali lah ,jangan memikirkan urusan perusahaan pikirkan saja keadaan Queen dan Eliza " Ujar Jeje .


" Iya Pi terimakasih " Jawab Naufal lagi .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟


__ADS_2