
Kini semua keluarga Queen berkumpul di rumah sakit begitu juga orang tua Naufal .
Sedangkan yang lainnya ke perusahaan kembali beraktifitas seperti biasanya .
Setelah drama di mana Eliza selalu menangis sakit kepalanya dan di ganti perban di kepalanya kini gadis centil itu sudah bisa tenang .
setelah Naufal mengizinkan Queen menggendong nya sambil duduk di atas tempat tidur Eliza .
" Mas tolong " Naufal mendekati tempat tidur Eliza " Kenapa " Tanya Naufal .
" Kakiku keram " Naufal memukul pelan kaki Queen membuat wanita itu meringis .
" Ayo mommy bantu " Elvi mengangkat tubuh Eliza lalu di baringkan di tempat tidur dengan pelan sambil memukul bokong Eliza
" Pelan² mas " Ujar Queen.
Tok ....Tok ...
Ceklek
"Maaf tuan , nona Isna sudah siuman " Davin langsung berdiri di ikuti Henry ,Jose dan yang lainnya .
Kini di ruangan hanya ada elvi Naufal dan Queen .
" Bunda hiks hiks " Queen langsung menatap Eliza .
" Bunda di sini sayang " Jawab Queen sambil memegang kaki Eliza .
" Mau gendong "
" Sama ayah iya ,kaki bunda keram sayang " Eliza semakin terisak .
" Sama Oma mau " Sama saja Eliza tetap tidak mau ,dia mau sama Queen .
" Iya sudah sama bunda " Naufal dan Elvi langsung menatap Queen .
" Tapi sayang perutmu ..."
" Tidak papa mas , Queen baik² saja " Ucap Queen yang mengerti ke khawatiran Naufal .
" Kamu yakin nak " Queen mengaguk " Dari pada Zaza menangis mom ,Queen Tidak tega " Jawab Queen lembut .
Ceklek .
" Kenapa lagi "
" Eliza tidak mau di gendong orang lain Dad, kaki Alexa keram " Henry menghela nafas panjang .
" Sama Opa mau ?? Kita duduk sofa sama eyang " Eliza mengikuti arah tangan Eliza .
Lalu Mengaguk pelan, henry pun mengambil Eliza di tempat tidur di bantu Elvi membawa tiang infus Eliza .
" Kenapa Eliza hen " Tanya Jeje yang baru masuk .
" Rewel " Jawab Henry lalu mendudukan bokong nya sambil menggendong Eliza dan di tepuk pelan punggung Eliza .
" Gadis kecil opa kenapa hm " Tanya Alan lembut .
" Sa-kit " Cicit Eliza .
" Kepala " Eliza hanya mengaguk lemah .
" Cepat sembuh nanti eyang bawa Zaza jalan² " Eliza hanya mengaguk .
" Terus dia kenapa " tanya Alan menatap Queen dan Naufal .
" Kakinya keram ,tapi Eliza Tidak mau dengan orang lain kecuali Queen makanya nangis " Jawab Henry .
" Syukur ada Queen ,jika tidak kamu seperti orang gila " Cibir Alan yang masih kesal dengan Naufal .
" Tidak usah mengusik Naufal ,kau lebih parah darinya " Lagi² Alan hanya mendengus kesal karena lagi² parah wanita membela Naufal .
Yang selalu memasang waja tertindasnya jika sudah di depan keluarga Queen .
__ADS_1
Tapi itu menurut Alan bukan menurut Naufal .
" Lebih baik kamu tutup rapat mulutmu sebelum ketua mereka bicara " Bisik Jose sambil menatap Mommy Ellena yang hanya terdiam .
" Mas sudah " Naufal mengentikan pijitannya " Sudah mendingan " Queen mengaguk " Iya " Jawabnya .
" Ayo aku bantu turun " Queen pun menurut lalu menegang tangan Naufal .
Tok ...tok ...
" Masuk "
Ceklek .
" Maaf tuan " Daniel masuk mendekati Naufal yang duduk di samping tempat tidur Eliza .
" Ada masalah " Tanya Naufal saat melihat wajah panik Daniel .
" Hm ,itu alvian ..."
" Kita ke perusahaan " Potong Naufal cepat " Sayang Tidak papa kan aku tinggal sebentar " Ujar Naufal menatap Queen .
" Apa ada masalah besar " Tanya Queen lagi .
" Hanya masalah kecil ,aku Janji hanya sebentar boleh iya " Izin Naufal lagi .
" Pergilah Jose, Jeje dan Alan akan menemanimu ,dia akan meminta hak asuh Eliza dan membebaskan ****** itu " Ucap Henry terang²an .
" Tapi Dad...."
" Pergilah ,kami akan menjaga Eliza " Naufal menatap Queen memohon untuk mengizinkan nya .
" Sayang " Queen menggaguk " Jangan lama cepat kembali " Naufal menggaguk lalu mencium kening Queen .
" Jangan buat dia membawa Eliza " Lanjutnya lagi .
" Pasti sayang " Lalu Naufal berbicara pada calon anaknya " Ayah pergi iya dek " Pamit Naufal lalu mencium perut Queen .
" Tenang lah semua akan baik-baik saja " Ujar Faisal menenangkan Naufal .
" Ayo aku Tidak Sabar melihat wajah bajingan itu " Umpat Alan lalu berdiri dari kursinya .
Naufal menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Naufal dan yang lainnya sudah sampai di perusahaan kini mereka sedang berhadapan dengan Alvian dan sekertaris nya .
" Apa dia pria bajingan itu , menjijikan " Itulah yang pertama ke luar dari mulut Jeje .
" Jaga ucapan anda tuan, saya ke sini ingin mengambil Eliza " Alan tertawa ,lalu menatap tajam Alvian tajam .
" Siapa Eliza " Tanya Alan
" Anakku " Jawabnya tegas .
" Bukannya seorang Alvin bayarev belum menikah " Tanya jose sinis .
" Bukan urusan Anda " Jawabnya ketus .
" Apa kau tidak ingin mengetahui keadaan ****** itu " Ucap Alan tersenyum sinis .
" Apa maksud anda " Jawab Alvian , Jeje melempar beberapa foto Lian yang sedang bermain dengan berbagai pria .
" Ah apa kau tidak tahu kelakuan nya ,Sudah aku duga !! Pasti kamu juga Tidak tahu tujuannya kembali ke sini bukan " Tanya Jose Tersenyum mengejek .
Sedangkan Alvin mengepalkan tangannya wajahnya memerah menahan emosi nya .
" Apa kau tahu di mana Eliza sekarang " Alvin menatap Alan .
" Dia sedang di rumah sakit di mana ibu kandung nya katanya " Jeda Alan menatap balik Alvin " Menabraknya hanya karena gadis centil itu Tidak menyukainya dan menolak nya secara halus saat dia meminta mendekati Naufal " Ucapnya penuh penekanan .
" Tidak mungkin " Ujar Alvin tegas .
__ADS_1
" Kau ingin bukti " Jose melempar kan HP nya memperlihatkan foto Naufal yang sedang bersama Lian bahkan video mereka saat bersama Eliza pun ada .
Alvian menatap Naufal yang sejak tadi terdiam sambil menatap nya .
" Bajingan...."
BUGH
Naufal yang memang sudah sangat emosi saat mengetahui ayah Eliza dia Tidak bisa menahan lagi .
Apa lagi pria itu kembali lagi setelah mengusik kehidupan nya .
" Tuan " Alvian menghempas kan tangan sekertaris nya lalu mengelus bibirnya yang berdarah .
" Jangan kira aku masih seperti 3 tahun yang lalu ,kau salah tuan Alvin yang terhormat " Ucap Naufal dingin .
" Kau ingin mengambil Eliza ,jangan mimpi ke Mana anda selama ini, kemana bajingan?? " bentak Naufal lalu menendang perut Alvin
Bugh
" Bajingan " Alvian bangun ingin menyerang Naufal namun dia kalah cepat dari Naufal yang lebih dulu memukul wajahnya .
Bugh
" Bawa bosmu ke luar dari sini jika dia sudah sembuh silahkan datang kembali " Ujar Naufal .
" Tuan ..."
" Kau akan melihat siapa aku tuan Naufal Zeroun Agrata " Ucap Alvin tegas .
" Iya aku menunggumu melakukan hal yang sama seperti 3 tahun lalu ,dan akan aku perlihatkan bagaimana caranya bermain " Ucap Naufal sambil memasukan tangannya di saku celana .
" Tuan ayo " Alvin ke luar dari ruangan itu dengan emosi yang memuncak .
" Aku akan pastikan kamu memohon " Ujarnya saat sudah ke luar dari ruangan itu .
" Kembali lah ke rumah sakit , kami akan membantu Daniel di sini " Ujar Alan membuat Jose dan Jeje menatapnya bingung .
" Kau tidak sakit kan " Alan mendengus kesal .
" Aku membencinya tapi aku juga masih punya rasa kemanusiaan " Ucap Alan kesal .
" Ah benarkah " Ujar Jeje tertawa kecil.
" Shiiit " Umpat Alan .
" Kembali lah ,jangan membuat Queen menuggu mu " Ujar Jose .
" Tapi pa ...."
" Tidak usah khawatir semua akan baik² saja " Potong Jeje cepat .
" Terimakasih ,maaf Naufal merepotkan papa ,ayah dan papi " Ucap Naufal menunduk kepalanya.
" Cih jika seperti ini kamu terlihat sopan pada kami " Cibir Alan .
" Tunjukan di mana ruangan Naufal " Ujar Alan menatap Daniel .
" Mari tuan " Jawab Daniel membukakan pintu .
" Kembali lah ,jangan memikirkan urusan perusahaan pikirkan saja keadaan Queen dan Eliza " Ujar Jeje .
" Iya Pi terimakasih " Jawab Naufal lagi .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟