
Sesampainya di sekolah Eliza, Queen menarik napas panjang sebelum akhirnya turun dari mobil menemui Isna pengasuh Eliza terlebih dahulu .
Karena Eliza belum ke luar mungkin sebentar lagi karena ini sudah waktunya .
" Nyonya " Isna memegang dadanya kaget saat ada yang memukul bahunya lembut .
" Bisa kita bicara " Isna mengagukan kepalanya " Bisa nyonya " Lalu Isna kembali duduk begitu juga Queen .
" Mba Isna tahu bukan hubungan ku dengan majikan mu seperti apa ?? " Isna hanya diam saja , tentu dia tahu bahkan sangat merasa kasian pada nyonya nya .
" Aku titip Eliza ,sayangi dia seperti aku menyayangi nya ..."
" Nyonya mau pergi " Tanya Isna memotong ucapan Queen .
" Aku hanya butuh waktu ,jadi aku mohon temani Eliza iya seperti sebelumnya saat aku belum bertemu dengan kalian " Isna menundukan kepalanya.
"Nanti aku hubungi kamu hanya untuk menanyakan kabar Eliza ,boleh kan " Tanya Queen .
" Apa nyonya harus pergi ? Tidak bisa di sini saja " Tanya Isna dengan mata yang berkaca-kaca .
Queen bukan hanya majikan nya tapi dia sudah seperti saudara karena Queen Tidak membatasi diri antara dirinya dan pelayan yang ada di apartemen maupun di rumah mertua nya .
" Aku hanya pergi untuk menenangkan pikiran,tolong jaga Eliza untukku " Ucap Queen setelah itu hanya ada keheningan .
Hingga suara pekikan Eliza membuat mereka sadar .
" Bunda datang jemput Zaza " Queen hanya tersenyum lalu menggendong Eliza .
" Nyonya " Queen hanya mengangguk tersenyum ,dia tahu ke khawatiran Isna tapi serius baik² saja .
Lalu mereka melangkah ke mobil yang di mana selalu mengantar dan menjemput Eliza .
" Apa kita akan ke butik bunda " Tanya Eliza saat mereka sudah duduk di dalam mobil , sedangkan Isna hanya terdiam .
" Tidak sayang ,Zaza dengarkan bunda baik² iya " Eliza mengaguk menatap Queen .
" Bu-nda ada pekerjaan sedikit jadi bunda harus pergi karena aunty Risna harus jaga butik sayang ,aunty Risna juga banyak kerjaan nya yang belum selesai " Ujar Queen terbata sambil menahan tangisannya.
" Kenapa bunda harus bekerja ,ayah kan sudah bekerja sudah banyak uang " Ujar Eliza sendu .
"kalau uang ayah tidak cukup nanti Zaza minta pada Opa Henry, Eyang sama Opa Faisal " Queen memeluk Eliza sambil menangis membuat Isna menatap ke arah luar karena dia juga ikut menangis .
__ADS_1
" Kenapa bunda menangis,Apa bunda lama pergi nya " Tanya Eliza polos .
" Karena bunda harus berpisah sama Zaza ,jangan nakal saat bunda kerja iya ,nurut sama mba Isna jangan menyusahkan ayah karena ayah lelah berkerja seharian iya ,jika Zaza mau sesuatu minta tolong sama mba Isna atau yang lainnya " Eliza menggaguk " Bunda perginya hanya sebentar " Lanjutnya lagi .
" Kalau ingin ke rumah Opa Henry ,izin sama ayah terlebih dahulu iya " Eliza kembali menggaguk " Bunda sayang Zaza " Queen kembali memeluk Eliza " Zaza juga sayang bunda " Ucap Eliza tersenyum .
" Iya sudah bunda harus pergi karena bunda nanti terlambat " Eliza mengaguk " Nanti telepon Zaza iya bunda ,kalau adek nakal bilang sama Zaza ,by bunda i love you " Ucap Eliza.
" By sayang ,i love you to " Balas Queen lalu ke luar dari mobil tapi sebelum itu dia menatap Isna " Titip Eliza " Isna mengaguk dengan lelehan air mata ,Queen memeluk Isna " Terimakasih " Lagi² Isna hanya terdiam .
Setelah itu Queen benar² ke luar dari mobil menuju mobilnya dengan deraian air mata .
Berat tapi dia harus pergi dia juga harus memikirkan anak yang dalam kandungan nya .
Jika terus di sini dia takut kandungan nya tidak baik² saja , Jika dia sudah siap dia akan kembali .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di Bandara Queen sudah melihat Henry dan Daddy Radit .
Bahkan sudah ada anak buah Henry yang mungkin nanti ikut bersama nya .
" Sudah " Queen mengaguk lalu memeluk Henry sambil menangis " tolong jaga Eliza" Henry hanya mengusap punggung Queen dengan lembut .
" Maaf Queen memilih pergi, Queen lelah ,cape maaf Queen gagal " Daddy Radit mendekati anak dan cucunya .
"Pergilah jika itu membuat mu tenang, istirahat lah kami akan menjaga Eliza dengan baik " Ujar Daddy Radit.
" Tuan " Henry melepaskan pelukannya " Kamu harus pergi jangan memikirkan papa paham " Queen mengaguk .
" Jaga kandungan mu,mereka akan menemani mu selama di sana jadi jangan takut untuk melakukan apa pun itu ,Queen paham kan " Queen mengaguk " Terimakasih maaf Queen belum bisa membahagiakan Kalian " Ujar Queen lirih .
" Jangan memikirkan yang tidak penting ,kalian semua kebahagiaan Daddy tidak terkecuali " Ujar Henry lembut .
CUP
Henry mencium kening Queen dengan lembut lalu dia berjongkok di depan perut nya sambil mengelus perut Queen dengan lembut .
Hebm
Henry berdehem untuk menetralkan perasaan nya .
__ADS_1
" Jangan nakal ,jangan buat bundamu kesusahan ,Opa belum tahu jenis kelamin mu tapi Opa harap kelak kamu jadi orang kuat seperti bunda , jika suatu saat Opa merindukan kalian Opa akan berkunjung bersama Oma Berjuang lah bersama bundamu sayang ,hingga sampai kamu bisa melihat dunia, Cup " Henry mencium perut Queen sangat lama membuat Queen kembali menangis .
Setelah itu Henry berdiri sambil menghapus air mata nya .
Jika ada orang lain yang melihat nya akan merasa kagum karena seorang Henry Alexander Mateo bisa menangis hanya karena berpisah dengan anak dan calon Cucu nya .
Padahal dia terkenal sangat kejam ,dingin dan tidak mengenal kata ampun ataupun maaf jika sudah berani mengusik nya .
Tapi jika melihat yang sekarang seolah gelar itu lenyap entah ke mana .
" Jika semuanya sudah selesai Opa dan Oma akan menyusul ke sana menemanimu seperti Radhi dan Raine jadi jangan merasa sendiri " Queen hanya mengaguk " maaf Queen semakin membuat ..."
" Semuanya akan baik² pergilah ,pengawal sudah menunggu mu " Daddy Radit memeluk Queen lalu mencium kening lalu perut Queen .
" Tumbuhlah dengan baik " Ujarnya di depan perut Queen .
" Queen pergi Dad , Opa " Daddy Radit dan Henry hanya mengaguk tersenyum.
" Selamat tinggal, maaf aku pergi " Ujar Queen lirih .
Queen membalikkan badannya menatap ke dua pria yang sangat dia cintai lalu melambaikan tangannya .
" I love you more Dad ,Opa " Ujar Queen hanya dengan gerakan bibir.
" Love you to my Queen " Jawab Henry , sedang kan Daddy Radit hanya tersenyum .
Setelah itu Queen benar² menghilang dari ruangan itu setelah pintunya kembali di tutup .
" Selesaikan malam ini ,Daddy harus menyusul Queen " Henry mengaguk paham " Kita pulang " Lalu mereka meninggalkan bandara itu bertepatan dengan Queen yang take off .
I love you Naufal Zeroun Agrata, goodbye
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚