Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 41(2)


__ADS_3

Endang berjongkok di depan makan yang begitu bersih dan terawat sambil mengusap pahatan nama ,tanggal lahir dan juga tanggal meninggalnya .


Lalu dia meletakan bunga yang dia beli tadi di atas gundukan tanah yang di tutupi rumput zoysia .


" Selamat siang dek, maaf kakak datang nya siang² !! Dek kakak kangen " Ujar Endang berkaca-kaca .


" Gimana di sana ?? Apa kamu sudah ketemu ayah sama ibu ? Kakak iri dengan mu karena sudah berkumpul dengan mereka , tapi kakak bahagia karena kamu tidak merasa sakit lagi sekalipun kakak sedih karena harus sendiri di sini " Endang mulai terisak " Ayah, ibu , Nada !! Bisakah kalian menjemput ku Hiks .....hiks .... Aku sudah lelah " Endang mengeluarkan semua isi hatinya sekalipun matahari terus memancarkan sinar panasnya .


" Ayah ,ibu Tugas Endang sudah selesai dan adek sudah bersama kalian !! Tidak bisa kah kalian menjemput ku berkumpul seperti dulu " Endang meremas rumput dengan kuat " Endang mohon tolong jemput Endang " Endang semakin menunduk kepalanya sambil menangis .


" Ibu ....Hiks .....hiks Endang sakit " Endang meremas dadanya dengan kuat seolah luka yang belum sepenuhnya sembuh kembali terbuka kembali " Endang mohon " Endang menangis sesegukan .


Dari kejauhan sang sopir hanya bisa terdiam sambil menatap nya, dan sejak tadi pula hp nya berdering begitu juga ponsel Endang .


Dia sudah berjanji tidak akan memberi tahu Bosnya dan dia sudah siap jika nantinya bosnya akan mengamuk .


Hampir satu jam menunggu akhirnya Endang kembali dengan mata sembab dan penampilan acak di mana pakaian nya terdapat noda tanah .


" Nyonya " Endang menatap sang sopir " Keperusahan pak " Jawabnya lirih .


" Tapi pakaian nyonya " Endang menatap penampilan nya " Aku hanya menyimpan berkas ini pak ,setelah itu kembali ke apartemen " Tidak ada lagi Jawaban sang sopir langsung membawa mobilnya menuju perusahaan .


Sedangkan di perusahaan Arif sedang duduk sendri di ruangan Morgan,karena pria itu mengantar Isna periksa .


Karena sudah lelah menghubungi Endang dan sopirnya akhirnya dia menghubungi Rehan .


" Kamu di mana " Tanya dengan lemah .


" Perusahan ,kenapa ada masalah " Tanya Rehan khawatir .


" Keperusahan Morgan " Jawabnya .


" Bukannya Morgan mengantar Isna periksa ,ada apa " Tanya lagi .


" Ke sini saja " Jawabnya lalu mematikan begitu saja lalu kembali menghubungi Endang tapi hasilnya sama .


Hampir setengah jam pintu ruangan Morgan terbuka dan pelakunya adalah Rehan .


Dia langsung meminta Istri dan anaknya pulang dengan sopir saat mendengar ada yang tidak beres dengan Arif .


" Kenapa " Arif hanya menggeleng " Endang tahu " Rehan menarik napas panjang lalu duduk di samping Arif .

__ADS_1


" Bukannya kita sudah bilang akhiri sebelum dia tahu, karena kami pernah alami sekalipun dengan cara yang beda " Ucap Rehan .


" Dia meminta bertemu dan aku meminta keperusahan karena aku malas ke luar dan aku sama sekali tidak tahu jika dia akan ke sana !! Morgan tidak memberi tahuku sebelum nya " jawabnya .


" Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang " Arif menghela napas panjang lalu memejamkan matanya kuat " Entahlah, kepala ku pusing jam tiga kita keperusahan pusat kan " Rehan mengaguk .


Saat keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing HP Arif berdering .


" Iya Tuan " Rehan langsung memegang kan duduknya .


" .........."


" Baik tuan " Jawab Arif dan bertepatan dengan pintu ruangan Morgan terbuka dan keduanya menatap ke arah pintu .


" Endang " Gumam Keduanya .


" Sayang kamu kenapa " Tanya Arif menghampiri Endang yang begitu berantakan .


" Maaf ,tunggu aku di apartemen !! aku harus keperusahan pusat " Endang hanya diam saja .


" Ini berkas yang tadi kan aku bawa iya " Lanjutnya .


Saat Arif akan mencium kening Endang ,dia menjauh kan wajahnya !!


" Aku pergi, kembali ke apartemen biar aku izinkan sama Morgan " Ucapnya mengambil berkas yang ada di tangan Endang .


Rehan menepuk pundak Arif pelan saat keduanya sudah di luar yang hanya di balas senyum tipis .


Jika bukan hal yang mendesak mungkin dia akan meninggalkan nya memilih berbicara pada Endang tapi itu sangat tidak mungkin .


Setelah kepergian Arif dan Rehan,Endang ke luar dari ruangan Morgan melanjutkan pekerjaan nya sekalipun keadaannya berantakan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah di antar ke apartemen Rehan ,Isna langsung bermain bersama Aurellia dan Rosna .


" Coba ada Mba Endang " Ucap Isna .


" Dia kan kerja" Ucap Rosna .


" Apa tuan Arif mengizinkan " Rosna mengaguk " Mba Endang juga masih ingin berkeja " Jawab Rosna .

__ADS_1


" Aku kangen ,sudah lama tidak bertemu terkahir makan bersama di sini " Rosna mengaguk setuju .


" Apa kita harus masak² lagi ,biar kumpul " Rosna tertawa kecil " Seperti nya begitu , karena mas Morgan dan mas Arif kalau soal makanan mereka akan langsung ke apartemen " Jawab Rosna .


" Gimana weekend " Ucap Isna ,kita bisa kumpul dari pagi atau kita ke mana gitu jangan di apartemen cari suana yang baru " Ucap Isna .


"Aku setuju " Ucap Rosna Tersenyum " Eh kamu dari rumah sakit kan " Isna mengaguk " Gimana hasil periksa nya " Lanjutnya .


" Semuanya baik ,tapi sesekali aku masih merasakan ingin makan ini dan itu " Ucap Isna .


" Itu hal biasa ,dulu aku juga begitu saat hamil Aurellia bahkan sampai trimester tiga masih suka minta ini dan itu " Ucapnya sambil tersenyum " bahkan mas Rehan sampai bingung " Lanjutnya .


" Kita buat apa ini yang asik " Ucap Isna .


" Kamu mau nya ngapain " Tanya balik Rosna .


" Entahlah aku bingung " Jawab Isna .


" Mau masak ,katanya mau belajar " Isna langsung menatap Rosna .


" Nanti repotin lagi " Ucap Isna .


"Kita masak yang simpel saja dulu " Ucap Rosna .


" Masak mie " Jawab Isna membuat Rosna tertawa " Bukan mie juga Isna " Jawabnya sambil terkekeh .


' Itu yang paling simpel " Rosna hanga menggeleng saja .


" Ayo kita ke dapur sekalian buat camilan sambil nunggu mas Morgan " Ucap Rosna sambil membawa kereta Aurellia .


" Kalau ada sisa aku bawa di apartemen iya " Rosna mengaguk " Nanti kita buat banyak ,jadi bisa di antar ke apartemen mas Arif juga " Ucap Rosna.


" Tidak menyesal aku mengenal mu " Ucapnya sambil memeluk lengan Rosna " Kau terlalu berlebihan " Lalu keduanya tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Like


Koment

__ADS_1


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2