
Seperti biasa Naufal akan pulang setelah makan malam dan itu sudah terjadi semenjak kepergian Queen .
Membuat Faisal dan Desi hanya bisa menghela napas .
" Baru pulang nak " Naufal menggaguk tersenyum lalu memeluk Desi .
" Sudah makan " Tanya Faisal .
" Sudah Dad " Jawab Naufal sambil menggaguk .
" Jangan memaksakan tubuhmu nak " Ujar Faisal .
" Hanya ini yang bisa membuat Naufal tidak terlalu memikirkan Alexa Dad " Ujar Naufal lirih .
" Sudah sana mandi, jangan terlalu lama berendam nya nanti kamu masuk angin " Ujar Desi .
" Iya mom " Jawab Naufal lalu naik ke lantai dua .
Tapi dia lebih dulu menuju kamar Eliza sebelum nantinya ke kamarnya .
Ceklek .
" Ayah " Naufal masuk dalam kamar Eliza di mana gadis kecil itu sedang menulis di temani Isna .
" Jika sudah selesai ke kamar ayah, tidur bersama lagi " Eliza mengaguk cepat .
CUP
" Ayah mandi dulu iya, Zaza selesai menulisnya " Ucap Naufal .
" Iya ayah " Jawab Eliza,lalu Naufal ke luar dari kamar Eliza menuju kamar nya .
" Kapan kamu kembali sayang ,kamar ini terlalu luas jika hanya aku sendiri " Gumam Naufal membuka jas dan dasi nya .
" Kamu tahu ,aku selalu di temani Zaza tiap malam,apa kamu tidak cemburu ? " Lanjutnya lagi .
" Sepertinya aku terlalu berharap lebih " Ucap Naufal sendu .
Setelah cukup lama berdiam diri ,Naufal berdiri mengambil jas dan dasi nya yang di letakan di sofa lalu di masukan di keranjang kotor .
Dia juga membuka kemeja dan celana kainnya hingga hanya menyisakan celana boxer saja .
Lalu masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lelah .
Karena dia harus terus memaksa kan dirinya untuk kerja kerja kerja .
Padahal ini baru seminggu lebih apa kabar jika sampai Queen tidak kembali .
Apa Naufal sanggup seperti nya !! Tentu saja tidak .
Dia akan menyusul Queen di mana pun berada dan menjemput nya .
Pastinya dia akan memohon pada ayah mertua nya yang terlihat masih saja mendiamkan nya .
Tapi dia bersyukur karena keluarga Istri nya masih menerima Eliza, bahkan tak jarang mereka berdebat hanya Eliza akan tidur sama siapa.
Itu laporan yang selalu Isna berikan karena dia selalu mengikuti ke mana saja nona mudanya itu .
Eliza masuk dalam kamar sang ayah yang terlihat kosong.
Lalu dia berjalan menuju tempat tidur sambil menunggu ayah nya di tempat tidur king size itu .
Tidak berselang lama Naufal ke luar, dia tersenyum saat melihat Eliza sedang menatap nya .
" Apa ayah tampan " Eliza mengaguk " tunggu ayah pakai baju dulu " Lanjutnya lagi lalu masuk di ruangan walk in close .
__ADS_1
Eliza turun dari tempat tidur menuju sofa di mana dia melihat ada kotak hadiah .
" Ayah apa ini hadiah untuk Zaza " Tanya Eliza saat mendengar suara pintu terbuka dan menatap Naufal yang hanya memakai celana panjang tanpa atasan .
" Bukalah " Eliza langsung membuka kotak itu ,tapi dia bingung lalu dia menatap Naufal .
" Ini dari bunda " Jawab Naufal lalu duduk di samping sang anak .
"Tapi ini apa ayah " Tanya Eliza bingung .
" Ini gambar Ade, dan yang ini rekaman detak jantung Ade " Eliza semakin di buat bingung membuat Naufal gemas sendiri.
Akhirnya Naufal memutar rekaman itu di perdengarkan pada Eliza .
" Apa Ade lari² dalam perut bunda " Tanya Eliza Polos .
" Itu suara detak jantungnya Sayang " Ucap Naufal tertawa kecil .
" Detak jantung Zaza juga seperti itu ayah jika habis lari " Ucap Eliza menatap sang ayah .
" Iya ,Ade habis lari bersama bunda " Jawab Naufal ,karena dia sendiri bingung mu menjawab sepeti apa .
" Ini gambar apa ayah kenapa tidak ada warnanya " Tanya Eliza polos .
" Itu gambar Ade umurnya sudah tiga bulan dalam perut bunda " Terang Naufal lembut .
' Kenapa hitam² " Naufal semakin pusing dengan pertanyaan Eliza .
" Ayo kita tidur ini sudah larut " Ucap Naufal mengalikan pembicaraan .
" Iya ayah " Naufal menggendong Eliza menuju tempat tidur .
" Apa bunda masih lama ayah " tanya Eliza saat Naufal membaringkan tubuhnya di tempat tidur .
" Zaza merindukan bunda " Eliza mengaguk cepat " Apa bunda tidak merindukan Zaza " Tanya balik Eliza .
Queen hanya akan mendapat kabar Eliza dari kedua orang tuanya.
" Kenapa bertanya seperti itu hm " Tanya Naufal sambil menatap Eliza sedangkan tangannya di jadikan penahan kepalanya .
" Bunda tidak pernah menelpon Zaza ,apa bunda menelpon ayah " Tanya Eliza membalas tatapan Naufal .
" Hebm, bunda juga merindukan Zaza " Jawab Naufal .
" Tapi kenapa bunda tidak menelepon Zaza " Tanya Eliza lagi .
" Bunda tidak ingin melihat Eliza nangis begitu juga sebaliknya bunda Tidak mau jika Eliza melihat bunda nangis karena merindukan Zaza , sedangkan pekerjaan nya masih banyak " Jawab Naufal lembut .
"Gimana kalau telepon Opa " Ujar Naufal , Eliza mengaguk cepat .
Naufal turun dari tempat tidur mengambil HP nya yang ada di atas meja depan sofa .
Lalu kembali ke tempat tidur sambil melakukan panggilan video pada mertuanya .
" Jauhkan wajahmu menjijikan " Umpat Henry saat panggilan itu terhubung .
" Opa " panggil Eliza membuat Henry Tersenyum .
" Kenapa princess " Tanya Henry lembut .
" Oma mana " Tanya Eliza saat tidak melihat wanita itu .
" Oma sudah tidur " Jawab Henry sekenanya.
" Kenapa Opa tidak pakai baju, apa opa kepanasan " Tanya Eliza polos .
__ADS_1
" Opa juga berkeringat seperti ayah jika habis olahraga " Naufal tertawa kecil melihat wajah mertuanya yang memerah .
" Diam kamu bajingan " Umpat Henry saat mendengar suara Naufal tertawa .
" Sayang nanti lagi telepon nya iya " Ujar naufal lembut .
" Tapi Zaza belum selesai ayah " Jawab Eliza .
" Opa masih sibuk sayang " Ucap Naufal .
" Opa sibuk " Tanya Eliza polos.
" Nanti besok Opa jemput Zaza pulang sekolah gimana " Tawar Henry .
" Janji " Henry mengaguk cepat .
" Baiklah ,by Opa ,i love you " ucap Eliza Tersenyum .
" I love you to princess " Naufal mengambil HP di tangan Eliza .
" Maaf Dad sudah menganggu silahkan lanjutkan " Ujar Naufal tanpa ekspresi.
" Aku akan membunuhmu sialan " Umpat Henry lalu mematikan HP nya .
Naufal hanya tertawa kecil lalu meletakan HP di atas meja samping tempat tidur .
" Kita tidur iya " Eliza mengagukan kepalanya lalu memeluk Naufal sekalipun tangannya hanya sebatas pinggang saja .
" Apa ayah masih sering bertemu bunda Lian " Naufal menatap sang putri yang berada di dadanya .
" Tidak, Ada yang membuat Zaza tidak nyaman " Tanya Naufal lembut .
" Tapi ayah pulang malam terus ,dulu juga ayah pulang malam karena bertemu bunda Lian " Naufal melotot kan matanya .
" Zaza tahu dari mana ? Apa bunda cerita pada Zaza " Eliza menggeleng .
" Bunda Lian pernah ke sekolah Zaza ,bunda Lian yang cerita " Naufal mengepalkan tangannya keras .
Seperti nya dia terlalu baik hati sehingga membiarkan wanita itu masih menghirup udara bebas .
" Ayah memang pernah ke sana ,tapi percaya lah ayah tidak melakukan papa padanya dan setelah itu ayah tidak ke sana lagi " Ujar Naufal .
" Zaza percaya sama ayah ,apa Eliza boleh membenci bunda Lian ??" Tanya Eliza tanpa melepaskan pelukannya pada Naufal.
" Seperti kata bunda ,sebenci apa pun Zaza pada bunda Lian dia tetap ibu kandung Zaza, dan Eliza tahu kan jika bunda sampai mendengar Zaza bicara seperti ini " Eliza mengaguk .
" Maaf ayah " Ujar Eliza ,Naufal mengusap kepala Eliza .
" Ayah tahu perasaan mu bagaimana tapi jangan tunjukan itu depan bunda paham " Eliza mengaguk .
" Ayo kita istirahat ,besok Zaza sekolah " Ucap Naufal lalu mengelus punggung Zaza dengan lembut .
Sayang kau dengar ,putrimu sangat merindukan mu Batin Naufal sendu .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
penampilan Naufal setelah mandi gays,panas gak tuh 😁😁😁😁😁
DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN
LIKE
KOMENT
__ADS_1
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘