
Endang menatap kosong,bahkan dia tidak berontak saat Arif mengobati tangan dan juga kakinya dia hanya menatap lurus ke depan,di mana sebelum itu Arif dengan sabarnya menenangkan Endang yang begitu takut padanya .
Walaupun kadang dia juga emosi karena memang dia tidak pandai dalam bersikap lembut .
Arif melihat itu hanya bisa mengutuk dirinya yang terlalu emosian .
" Mau jalan² " Tanya nya lembut sambil menatap wajah Endang .
" Aku kotor " Arif menggeleng " Kamu suci ,aku orang pertama yang mengambilnya maaf " Jawab Arif lembut .
Endang menatap Arif matanya kembali mengeluarkan cairan bening itu ,dengan lembut Arif menghapus cairan itu .
" Mau jalan " Endang hanya diam saja, cairan bening itu selalu ke luar tanpa dia sadari .
" Sssttt jangan Nangis ,maaf jika aku menyakitimu maaf karenaku kamu seperti ini maaf " Arif menghapus cairan bening itu lalu mencium kedua mata Endang sekalipun Endang menghindar .
aku yang akan menghapus rasa takutmu , karena aku yang membuat nya ,maaf. Ucap Arif dalam hati .
Arif membaringkan tubuh Endang dengan pelan, lalu menutup tubuh dengan selimut .
" Tidurlah ,aku akan menjagamu " Ucap Arif lembut lalu mengambil pistol yang ada di samping lengan Endang di simpan dalam jas nya .
" it's Ok , aku tidak akan menyakiti mu " Ucapnya saat melihat Endang kembali ketakutan .
dengan sabar Arif mengelus tangan Endang hingga membuat wanita itu kembali tertidur .
Arif langsung memanggil OB untuk membersihkan kamar ,lalu memanggil dokter untuk memeriksa Endang .
Lalu dia saling bertukar pesan pada kedua sahabatnya menanyakan tentang persiapan tentang Nada .
Memikirkan Nada ,Arif Kembali menatap Endang lagi² hanya helaan napas berat yang dia keluarkan .
🌵
🌵
🌵
🌵
🌵
🌵
Ceklek .
" Ayah " Rasa lelahnya yang melekat di tubu Rehan langsung hilang saat melihat putrinya menunggu depan pintu sedangkan sang istri sedikit menjauh tapi dia tetap memantau sang anak .
__ADS_1
" Ayah mandi dulu iya " Seakan mendapat kan penolakan dari Rehan Aurellia langsung menangis padahal dia sudah menunggu nya beberapa menit yang lalu .
" Ayah kotor, dari luar nanti setelah itu kita bermain " Bukannya tenang Aurellia semakin kencang menangisnya ,Rosna melihat tangisan putrinya pecah langsung mendekati nya .
" Ayo sama ibu , kita temani ayah ke kamar " Rosna langsung menggendong sang anak, tapi itu tidak berpengaruh .
"Gendong saja ayah, nanti mandi ulang " Rehan menghela nafasnya " Nanti dia masuk angin sayang " Rosna menggeleng " Tidak akan lama " Mau tidak mau Rehan menurut , akhirnya dia menggendong putri nya dan tangisannya pun berhenti begitu saja .
" Apa kau begitu merindukan ayah hm " Rehan mencium seluruh wajah sang putri membuat Aurellia tertawa .
Rosna hanya menggeleng saja mengikuti kedua orang yang begitu berharga dalam hidup nya menuju kamarnya .
" Sayang ,besok ikut mas iya sama Aurellia " Rosna menatap bingung pada suaminya .
" Besok kamu akan tahu ' Lanjutnya Tersenyum .
" Iya " Jawab Rosna lalu masuk dalam kamar mandi menyiapkan air mandi untuk suami dan anaknya .
Tanpa mau bertanya lebih lanjut ,karena sangat jarang bahkan bisa terhitung kapan Rehan mengajak nya ke luar tapi ini untuk pertama nya mereka ke luar setelah ada Aurellia selain ke rumah utama .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kabar tentang ketiga pengawal nya nyatanya sudah di dengar oleh tiga pria yang sangat berkuasa itu .
Tentu mereka bisa langsung tahu karena semua yang mereka lakukan akan di tahu .
" Baik tuan " Jawab nya .
" Apa Alister yang menanganinya ' Tanya Henry .
" Iya Dad " Jawab Raymond
" Dia sedang mengurus kepulangan nya " Lanjutnya lagi .
' Kapan mereka sampai " Tanya nya lagi .
' Besok Dad " Jawab Reza
' Kita ke luar " Mereka pun ke luar dari ruangan itu menuju ruangan keluarga di mana para istri ,cucu , Cicitnya ada di sana .
" Ada apa dengan nya Baby " Tanya Raymond saat melihat El menangis .
" Abang mendorong nya ,karena El menarik tangannya " Raymond menatap sang putra yang hanya diam saja seolah tidak terjadi papa .
" Jangan nakal iya " Tegur Raymond lembut sambil mengelus kepala Edward .
" Kosongkan jadwal kalian besok pagi " Ucap Daddy Radit membuat mereka menatap ke arah nya .
__ADS_1
" Ada apa dengan besok pagi " Tanya Jeje .
" Bisa diam " Jeje langsung memberikan isyarat mengunci mulutnya menggunakan tangannya .
" Adik dari sekertaris Ela yang perna jadi sekertaris Raine yang kini jadi sekertaris Morgan meninggal gagal ginjal besok dia baru sampai " Ela dan Riane langsung menutup mulutnya kaget .
Karena memang mereka tidak tahu menahu tentang keadaan Endang, memang mereka tahu dia punya adik tapi untuk penyakit jujur mereka tidak tahu papa .
" Opa serius " Daddy Radit mengaguk .
" Lalu Endang di mana Opa " Tanya Raine yang sudah berkaca-kaca .
" Dia sendang di hotel, mungkin besok dia tidak akan datang karena ini masih di sembunyikan darinya jika keadaan nya sudah tenang baru di beri tahu " Ucap Daddy Radit .
" Memang dia kenapa " Tanya syahzani serius.
" kena tipu " Ucap Raymond tiba² membuat mereka menatapnya .
" Tentang " Tanya Amanda serius .
' Tentang penjualan ginjal " Jawabnya Reza asal .
" Aku bersumpah orang yang menipu sekertaris ku , tidak akan selamat ,aku akan mencari nya dan membuka ginjalnya dan memotong nya sampai halus " Ucap Raine serius .
" Sudah jangan aneh² ,siapkan stok ASI mereka karena besok mereka di tinggal " Ucap Henry .
" Kasian Endang ,padahal hanya adiknya keluarga nya !! Orang tuanya sudah meninggal " Ucap syahzani .
" Ayah, pengen anak lagi tidak " Tanya nya pada Alan .
" Apa kamu meminta ayah mengangkatnya jadi anak " Dengan polosnya syahzani mengaguk " Dia lebih cocok jadi istri ku dari pada anakku " Jawabnya Tersenyum simpul .
BUGH.
" Aawww , sakit sayang " Elsa hany mencibir saja membuat Alan Tersenyum lalu memeluknya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1