
Sedangkan di sebuh hotel mewah Naufal sedang duduk di tempat tidur sambil bersandar sedangkan sang istri bersandar di bidang dada yang tampak polos itu .
Di mana mereka baru selesai melakukan kunjungan lahan yang membuat ke dua nya memekik kenikmatan hingga mencapai puncak nirwana yang membuat semua orang ingin melakukan lagi dan lagi .
Padahal mereka baru saja mengisi tenaga tapi harus terkuras lagi karena ulah Naufal yang merengek meminta jatah pada Queen .
" Mas HP nya " Dengan malasnya Naufal mengangkat HPnya .
" Ada apa dengan manusia ini " Gumam Naufal lalu mengangkat panggilan itu .
" Kenapa " Tanya Naufal .
" Kau masih di hotel "
" Iya ,dan aku baru melakukan pelepasan " Naufal Tersenyum saat mendengar Daniel mengumpat nya .
" Aku akan menikah ,kau tidak bisa ke sini " Naufal menegakkan duduknya hingga membuat Queen kaget .
" Kau serius ,sama siapa ,kenapa mendadak Niel " Bentak Naufal .
" Sama Risna sama siapa lagi, Mau gimana lagi mertuaku menginginkan sekarang karena mereka sudah tahu jika Risna hamil " Ujar Daniel .
" Tante sama Om di mana " Tanya Naufal dengan helaan napas panjang .
" Mereka sudah di sini,nanti aku ceritakan soalnya kami harus pergi jadi kalau bisa kamu ke sini " Pinta Daniel .
" Kirimkan alamatnya kami akan ke sana " Ujar Naufal.
" Bawa Eliza sekalian belikan cincin karena aku tidak tahu jika begini " Ujar Daniel .
" Iya aku akan membawa anakmu ,sekalian Daddy dan mommy " Ujar Naufal .
" Makasih ,saya tutup " Ujar Daniel lalu mematikan sambungan telepon nya .
" Kenapa mas " Tanya Queen menatap sang suami .
" Kamu cape tidak yank " Tanya Naufal Serius aku
" Memang ada apa " Tanya Queen penasaran .
" Aku harus ke kampung Risna, karena Daniel dan Risna akan menikah malam ini ,jika kamu lelah aku pergi bersama Zaza..."
" Aku ikut " Ujar Queen cepat .
" Tapi yank ...."
" Ayo cepat ,nanti terlambat kita harus singgah di butik mengambil kebaya Risna " Titah Queen .
" Kamu yakin " Queen mengaguk sambil berjalan ke arah kamar mandi membersihkan diri lalu di susul Naufal .
" Kenapa mendadak mas " Tanya Queen sambil mengulurkan air di tubuhnya .
" Orang tua mereka sudah tahu tentang kehamilan Risna " Queen menghela nafas panjang.
"Nanti singgah di butik iya ,Risna pasti sedih jika tidak memakai nya karena dia sudah cape² membuat nya " Naufal mengaguk saja .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Beda di hotel yang tengah heboh beda pula di sebuh cafe kecil kini ke empat manusia dewasa itu berkumpul bersama dengan perasaan yang bercampur aduk .
Di mana ada Daniel ,Risna , Didin dan juga Intan yang sejak tadi menatap sendu ke arah Didin .
"Koh tidak bilang kalau pulang Neng " Tanya Didin menatap Risna .
Awalnya dia kaget karena Daniel bersama nya tapi sebisa mungkin dia menghilang kan rasa itu .
" Maaf tadi ke sini nya mendadak Mas " Jawab Risna , Daniel menggegam tangan Risna yang berada di bawah meja .
"Mas ,Risna ingin bicara serius " Didin mengaguk " Bicaralah " Jawab Didin .
__ADS_1
" Sebelum nya Aku minta maaf karena sudah mengecewakan mas dan mengingkari janji yang sudah di buat dulu, tapi jujur aku tidak bermaksud menyakiti mas perasaanku tumbuh begitu saja dan aku merasa nyaman berada di dekatnya ,maaf jika aku sudah tidak jujur tapi ...."
" Apa orang itu yang kini di samping mu " Potong Didin cepat dan menatap Daniel .
" Maaf " Jawab Risna.
" Sudah aku duga ,tapi sebisa mungkin aku tepis dan kamu masih memegang janji itu tapi ternyata tidak ,kamu tahu aku berusaha keras untuk kamu Ris agar suatu saat kamu bisa bahagia saat hidup bersama ku " Ucap Didin datar .
" Sekali lagi Risna minta maaf,Risna tahu ini salah ku, seharusnya dulu tidak mudah berucap janji " Didin menarik napas panjang mencoba untuk tidak emosi .
" Risna akan menikah nanti malam, saya harap mas Didin bisa datang " Cicit Risna .
" Saya minta maaf, tapi saya tidak tahu menahu tentang hubungan kalian ,jika dari awal Risna bicara tentang hubungan kalian aku tidak akan melewati batasku hingga sampai akhirnya aku memiliki perasaan padanya ,Aku minta maaf " Ujar Daniel tulus .
" Kami pamit dulu,karena harus ada yang kami urus " Didin hanya diam saja dia memilih menatap ke arah lain .
" Teteh ,intan boleh di sini dulu " Risna mengaguk " Jangan pulang terlalu sore " Intan mengaguk .
" Makasih teh " Risna hanya membalas nya dengan senyuman lalu Daniel dan Risna meninggalkan tempat itu .
Selepas kepergian Risna dan Daniel ,intan jadi bingung sendiri sambil menatap sekeliling nya .
Syukur cafenya cukup sepi karena mungkin orang sedang sibuk dengan pekerjaan atau apa lah itu .
" Kakak " panggil intan lirih .
" Lo kamu belum pulang dek " Intan menggeleng .
" kakak baik² saja kan " Tanya intan menatap Didin yang terlihat kecewa .
" Apa kamu percaya jika kakak bilang baik² saja " Intan menggeleng " Mungkin ini berat untuk Kakak, tapi percaya lah di luar sana masih ada yang lebih mencintai kakak " Ujar intan Serius .
Contoh aku yang selalu mencintai kakak sejak dulu Lanjutnya dalam hati .
" Susah Dek, Risna itu cinta pertama kakak, pasti akan sulit untuk Kaka kalau pun ada itu pasti membutuhkan waktu yang lama " Ujar Didin dengan helaan napas .
Aku juga membutuhkan waktu yang lama mencintai Kaka Batin intan .
" Mau di sini saja temani kakak ,siapa tahu Kaka butuh teman cerita " Didin Tersenyum " Jangan mengasihi kakak dek, itu terlihat sangat kalau Kakak tampak menyedihkan " Ucap Didin .
"Kenapa harus mengasihi kakak, lagian kenapa jika Kaka menyedihkan bukannya semua orang pernah sedih jadi bukan hal yang memalukan jika memang kakak sedih ,intan hanya menemani Kaka di sini " Uajr intan membuat Didin menatapnya .
" kakak ingin cerita tapi kakak bingung harus mulai dari mana " Ujar Didin Tersenyum.
" Mau ikut kakak tidak " Lanjutnya menatap intan .
" Ke mana " Tanya intan .
" Jalan² tenang kan pikiran " Intan mengaguk " Tapi jangan sampai malam iya karena intan harus balik " Didin mengaguk kepala nya .
" Ayo " Didin menarik tangan intan dengan lembut ke luar dari tempat itu .
Sedangkan di mobil Risna tampak melamun menatap ke arah luar,Bukannya apa dia hanya memikirkan perasaan Didin .
Karena bagaimanapun pria itu sangat baik ,bukan hanya dengan nya tapi dengan keluarga nya juga .
Bahkan dia tidak sadar jika kini mobil yang membawa nya sudah berada di depan rumah yang sudah di penuhi para tetangga dekat dan keluarga .
" Yank " Daniel memegang tangan Risna .
" Sudah sampai " Risna menatap sekeliling nya lalu menghela napas berat .
" Jika kamu keberatan ,kita bisa batalkan pernikahan ini "Risna langsung menatap Daniel .
" Kenapa di batalkan " Tanya Risna .
" Kita lanjutkan pun, pikiran mu tidak menentu yank, sejak ke luar dari cafe tadi kamu sudah diam ,apa kamu ingin bersama nya ,jika iya aku tidak akan menahan mu "
" Aku hanya tidak enak pada nya bukan karena aku tidak bisa bersama nya " Ujar Risna kesal .
__ADS_1
" Iya aku tahu tapi ...."
" Jika Abang tidak ingin menikahiku tidak usah ,aku bisa membesarkan sendiri anakku " Ujar Risna emosi .
" Yank, bukan begitu ...."
" Aku cape " Ujar Risna lalu ke luar dari mobil itu tanpa mendengar kan ucapan Daniel .
" Astaga " Daniel mengusap wajahnya kasar lalu menyusul Risna masuk dalam rumah .
' Kenapa nak " Tanya Iin yang melihat Daniel yang tampak khawatir ,apa lagi tadi dia melihat Risna berlari ke arah kamar .
" Risna Marah Bu " Ucap Daniel sendu.
" Orang hamil mod nya gampang rusak jadi sebisa mungkin kamu mengalah, sekalipun kamu benar tetaplah mengalah susul dia " Bisik Iin agar tidak di dengar orang lain .
" Makasih Bu " Daniel pun berjalan ke arah kamar ,syukur orang orang sibuk di dapur jika tidak pasti banyak yang bertanya² .
Ceklek .
Daniel menarik napas lalu di hembuskan secara perlahan lalu dia mendekati Risna yang duduk di ujung tempat tidur dengan wajah murung bahkan jeket yang di pakainya tadi sudah berada di lantai kamar nya .
CUP
Daniel mencium kepala Risna lalu duduk di depannya sambil menggenggam tangannya .
" Masih marah Hm " Risna hanya diam saja " Maaf,jangan marah lagi kasian baby yank " Daniel langsung memeluk Risna mengelus punggung wanita itu .
" Kamu ingin mahar apa " Tanya Daniel setelah melepaskan pelukannya .
" Kamu tahu sendiri kan semuanya mendadak " Risna mengaguk " Terserah seadanya saja " Jawabnya sambil menunduk .
" Cincin nya sama Naufal,nona Regina juga membawakan kebaya yang sudah kamu bikin untuk akad nanti " Risna menatap Daniel .
" Mereka akan datang ke sini ,mungkin bersama Adara itu pun jika Tuan Raymond izinkan " Ujar Daniel Tersenyum .
" maaf sudah membuatmu emosi " Ujar Daniel menatap wajah cantik Risna dan merapikan rambut halus nya yang menutupi wajahnya .
CUP
" Manis " Ujar Daniel tersenyum begitu juga Risna .
" Kata ibu, mod nya ibu hamil jelek !! Apa kamu juga begitu " Tanya Daniel.
" tidak " Sanggah Risna cepat ,padahal dia sendiri bingung jika biasanya bisa berpikir sehat ini malah marah² tidak jelas .
" Tapi aku lihat nya begitu " Goda Daniel Tersenyum .
" Abang " Daniel tertawa kecil sambil mengelus pipi Risna " Iya tidak sayang ,kamu istirahat saja dulu ,aku ke luar sebentar " Ujar Daniel .
" Temanin " Rengek Risna .
" Baiklah tuan putri " Ujar Daniel ,lalu merebahkan tubuh Risna begitu juga dirinya .
Risna pun langsung masuk dalam pelukan Daniel mencium aroma tubuh pria itu membuat nya lebih tenang .
Daniel menggeleng kan kepalanya seperti nya dunia nya akan berubah karena wanita ini .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘*