Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Memilih pergi


__ADS_3

" Queen " Queen tersenyum ke arah Henry dan Daddy Radit yang sudah menunggu nya .


" Maaf sudah merepotkan Daddy dan Opa " Ujar Queen tersenyum .


" Tidak sayang ,are you ok " Queen mengagukan kepalanya " Apa yang ingin kamu katakan " Tanya Henry karena semalam Queen mengirimkan pesan untuk bertemu hanya dengan Daddy Radit.


" Queen ingin menenangkan diri ,Apa Queen boleh pergi terserah ke mana saja " Ujar Queen menunduk kepalanya.


" Apa yang terjadi tidak mungkin kamu memilih pergi jika tidak ada masalah " Tanya Daddy Radit.


" Queen hanya ingin menenangkan diri Opa, setelah itu Queen akan kembali dengan hidup Queen yang baru " Jawab Queen dengan mata yang berembun .


Dia tidak ingin memberitahu apa yang sedang terjadi biarkan dia menyelesaikan masalah tanpa campur tangan keluarga nya .


" Sayang lihat Daddy " Queen menatap Henry, lelehan air mata itu kembali turun membuat Henry memeluk sang anak .


" Daddy tahu kamu sudah tidak kuat, jangan memaksa kan dirimu sayang ,Daddy akan urus semuanya tapi berjanjilah jangan menangis karena hati Daddy sakit melihat nya " Queen semakin terisak dalam pelukan Henry .


Rasa sesak yang dia tahan semalam bisa dia keluarkan sekarang di mana dia mendapatkan pelukan yang selalu dia rindukan .


" Menangislah, setelah itu lupakan Opa ada untukmu !! Katakan kamu mau ke mana ?? Opa akan turuti " Ujar Daddy Radit mengusap punggung sang cucu tersayang nya .


Tapi bukan berarti yang lainnya tidak sayang iya , Bahkan sangat sayang ,Tapi Queen berbeda .


" Queen lelah Dad, Apa Queen tidak berhak bahagia ? Queen mencintai nya bahkan sangat tapi kenapa lagi² dia harus memberikan luka " Queen menangis sesegukan .


Kau salah telah menyakiti putriku Batin Henry emosi


Daddy Radit mengelus lengan Henry agar tetap tenang apa lagi mereka belum tahu permasalahan nya .


Henry melerai pelukannya lalu menatap sang anak .


" Kamu ingin kemana hm " Tanya Henry sambil menghapus air mata Queen .


" Terserah Daddy " Jawab Queen masih sesegukan .


" Pergilah ke Landon,Opa akan menutup semua akses tentang mu ,hingga kamu siap untuk kembali " Ujar Radit .


" Kapan kamu ingin pergi " Lanjutnya lagi .


" Queen ingin bertemu Eliza dulu untuk berpamitan " Ujar Queen lirih .


" Boleh Opa tau alasan nya " Queen terdiam " Baik lah Opa dan Daddy mu tidak akan memaksa, Pergilah jangan memikirkan yang di sini tenangkan pikiranmu agar kandungan mu baik² saja " Ujar Daddy Radit .


" Maaf, jika Queen sudah siap Queen akan cerita " Henry Mengaguk tersenyum " Ini masalah kami Queen mohon jangan melibatkan pekerjaan " Ujar Queen memohon .

__ADS_1


" Daddy hanya memberikan pelajaran agar dia tahu sama siapa dia bermain " Queen menggeleng cepat ' Biarkan Queen menyelesaikan sendiri Dad, Queen tau Daddy sayang sama Queen tapi biarkan Queen menyelesaikan sendiri "


" Saat Queen sudah siap !! Queen akan kembali dengan kepala tegap jadi Queen mohon iya ,iya ,iya " Ujar Queen menggegam tangan Henry dan menatap Daddy Radit bergantian.


Henry menghembuskan napas kasar " Baiklah ,hiduplah dengan baik di sana , Daddy akan siapkan keberangkatan mu " Queen mengaguk .


" Queen balik dulu,Jangan beri tahu mommy ,ibu dan ayah " Daddy Radit dan Henry hanya mengaguk .


" Daddy antar iya " Queen menggeleng " Queen sendiri saja ,bukannya Daddy harus menyelesaikan urusan Kaka juga " Henry mendengus kesal .


Kenapa orang-orang suka sekali mencari masalah dengan keluarga nya .


Apa mereka sudah bosan hidup, pasti iya !! Nyatanya mereka mengusik kebahagiaan keluarganya bukan .


" Hati-hati bawa mobilnya " Queen hanya mengangguk lalu kembali memeluk Henry " Queen sayang sama Daddy " Henry hanya membalas nya dengan pelukan .


" Pulanglah , berpamitan dengan baik " Ujar Daddy Radit " Iya Opa terima kasih" jawab Queen lalu meninggal dua pria yang sangat berharga baginya .


Selepas kepergian Queen , Raymond langsung luruh di tempat duduknya .


" Apa ini karma Henry Dad !! Karena telah menyakiti dua wanita " Ujar Henry menunduk .


" Kenapa harus anak²ku Dad , Kenapa ?? Apa yang harus aku katakan pada Elvi " Henry menangis dalam diam .


" Daddy akan memberitahu mereka dengan pelan jadi tidak usah memikirkan itu " Henry hanya diam saja .


Karena itu janjinya pada sang putri ,lalu apa yang dia bisa lakukan sekarang .


Selain memberikan kekuatan dan menjaga Queen dari jauh .


Daddy Radit menenangkan Henry yang sangat terpukul karena keadaan sang anak .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Queen sampai di rumah mertua nya langsung berjalan ke arah tangga ,tapi langkah nya terhenti saat melihat sang suami turun .


" Alexa " Queen hanya diam saja dia memilih naik ke kamar .


" Sayang ,Alexa " Naufal membalikkan badannya mengikuti Queen ke kamar .


" Maaf jika selama ini Queen tidak bisa jadi istri yang baik untuk mu, terimakasih sud...."


" Jangan katakan apa pun, aku minta maaf ,maaf aku suami yang buruk maaf sayang aku tidak mempercayai mu maaf karena aku terlalu emosi maaf sayang maaf " Ujar Naufal sambil menggegam tangan Queen .


" Lupakan saja " Ujar Queen tersenyum .

__ADS_1


Tapi entah kenapa senyuman Queen itu membuat Naufal takut .


" Kenapa tidak ke kantor " Naufal menatap Queen " Aku sudah dari perusahaan semalam tidur di sana " Ujar Naufal .


" Bukannya mas sedang sibuk karena proyek bersama kakak " Naufal menggaguk " Lalu kenapa balik ke rumah " Tanya Queen .


" Aku khawatir kamu meninggalkan aku " Queen tertawa kecil " Tapi aku di sini bukan " Ujar Queen .


" Jangan pergi " Queen menaikan alisnya " Kenapa aku harus pergi,bukannya semua rumah tangga seperti ini " Naufal hanya terdiam .


" Pergilah ,sebentar lagi aku akan menjemput Eliza " Naufal menatap Queen lembut .


" Aku tidak kemana² , Selesai kan kerjaan mu jangan membuat Daddy dan Opa kecewa karena sudah memilih mu " Naufal mengaguk ,lalu memeluk Queen .


" Maaf , terimakasih sudah bertahan bersama ku maaf sayang tunggu aku kembali aku akan selesai kan cepat lalu kembali" Queen membalas pelukan sang suami .


CUP


" Aku balik ke perusahaan iya sayang " Queen mengaguk tersenyum " Hati² " Naufal membalasnya dengan senyuman lalu meninggalkan Queen yang masih di kamar .


" Maaf aku harus pergi " Gumam Queen setelah kepergian Naufal .


Lalu dia masuk di ruangan walk in close mengganti pakaian nya .


Dia akan ke sekolah Eliza untuk berpamitan setelah itu dia akan pergi bersama anak yang masih dalam kandungan nya .


" Maaf " Lagi² Queen mengatakan itu dengan mata berembun .


Dia memilih Tidak berpamitan pada sang mertua karena takut tidak kuat ,sehingga dia memutuskan nanti dia menelpon atau mengirimkan pesan .


Queen membawa mobilnya sendiri ke sekolahan Eliza, Air matanya tidak berhenti memikirkan kehidupan nya yang sangat lucu menurutnya .


Dia memimpikan keluarga seperti Daddy dan mommy nya tapi dia harus menelan pil pahit saat mengetahui kenyataan Jika sang suami masih mencintainya mantan istrinya .


Tapi dia masih bertahan karena pikirnya suatu saat suaminya akan mencintai nya ,tapi harapan nya hanya tinggal harapan di mana suaminya lebih memilih percaya sang mantan ketimbang dirinya istri nya sendiri .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘


__ADS_2